Le prime 200 righe.
Setelah empat tahun perang merebutkan hak otonomi semenanjung,
kapal perang musuh hampir kalahkan dua Raksasa kita
karena salah perhitungan.
Pengetahuan umat manusia akhirnya bisa hancurkan Raksasa Berzirah dari Marley.
Hal itu menyebar ke seluruh negara,
dan semuanya memuji aliansi Timur Tengah.
Apa ini bisa disebut sebagai kemenangan Marley?
Magath, apa maksudnya ini?
Jenderal, waktunya sudah tiba.
Waktu umat manusia melampaui kekuatan Raksasa.
Di saat kita terlalu percaya kekuatan Raksasa,
dan mengikuti kebijakan kolonial,
negara lain justru sibuk kembangkan senjata untuk melawan Raksasa.
Kegigihan mereka itulah yang sudah memukul kita saat ini.
Meski begitu, kekuatan Raksasa kita
masih tak terkalahkan dalam perang daratan.
Tetapi kalau pesawat terbang terus berkembang,
kita akan terus dihujani bom.
Pada saat itu, Raksasa si iblis tanah,
tak akan bisa apa-apa selain terus menatap langit.
Apa tak ada Raksasa yang bersayap, ya?
Jenderal, berarti kekuatan Raksasa sudah...
Aku tahu.
Dalam waktu dekat, kita akan kehilangan kendali peperangan.
Tidak, justru kita sudah tertinggal.
Dahulu, Marley adalah negara pahlawan yang tumbangkan iblis Eldia,
sekarang malah tak berdaya.
Dengan segala hormat, Jenderal.
Izinkan saya ajukan saran.
Zeke si anak ajaib, katakanlah.
Kini saatnya meneruskan operasi Pulau Paradis,
dan secepatnya merebut Raksasa Pendiri.
Benar kata Komandan Magath,
Marley harus fokus kembangkan senjata konvensional.
Tetapi apa negara lain akan diam saja?
Saat ini yang kita butuhkan adalah waktu untuk mengatur persenjataan.
Untuk itu, sesegera mungkin pasang surat kabar dengan judul,
"Marley telah menduduki Pulau Paradis dan menguasai semua kekuatan Raksasa."
Masamu tinggal satu tahun lagi, ya?
Ya.
Apa Colt bisa mewarisi semua kemampuan "Hewan Buas" milik saya?
Saya sangat cemas.
Benar juga.
Dengan umurmu yang tinggal setahun,
kau ingin perbaiki kegagalan empat tahun lalu, ya.
Anda benar.
Yang harus mengakhiri perbuatan keji Grisha Yeager itu,
adalah saya, yang dahulu merupakan putranya.
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
Nasibmu sendiri yang melihat
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Nasibmu sendiri yang melihat
La vida sola vi-vivirás
Keadilan yang hidup
Justice, justice, la vivida
Mari mulai hidup baru dari kegelapan
Let's start a new life from the darkness
Hingga cahaya menyinari akhirnya
Until the light reveals the end
Wajah berdosa, kutukan yang tumbuh
Sinister faces, growing curses
Inilah perang terakhirku
This is my last war
La-La-La-La-La vida sola vi-vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels playing disguise Malaikat menyamar
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
With devil's faces Memakai wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling to their coins Anak-anak berpegang pada koin
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Squeezing out their wisdom Menyerap semua kebijaksanaan
La-La-La-La-La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Angels planning disguise Malaikat berencana
La vida sola vivirás (justice, justice) Nasibmu sendiri yang melihat (keadilan)
With devil's faces Dengan wajah iblis
La vida sola vivirás Nasibmu sendiri yang melihat
Children cling onto their Anak-anak mempertahankan
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Very last coins Koin terakhir mereka
Destruction and regeneration Kehancuran dan regenerasi
You are the real enemy Kaulah musuh yang sebenarnya
Justice, justice, la vivida Keadilan yang hidup
Perang
War
Perang (milikku)
War
Perang (milikku)
War
Monster, monster, monster, monster
Kereta di Malam yang Gelap
Maaf ya, Colt.
Aku menjadikanmu sebagai dalih.
Tak apa.
Sungguh menakjubkan.
Bahwa orang Eldia bisa berikan saran pada jenderal militer Marley.
Kekuatan Raksasa Hewan Buas Pak Zeke benar-benar berbeda dari yang dahulu.
Anda bagaikan Raksasa Pendiri yang pernah diceritakan.
Kenapa bisa jadi spesial, ya?
Padahal tak mewarisi darah keluarga raja.
Entahlah.
Mungkin aku tak akan pernah mengetahuinya sampai mati.
Kau yang nantinya mewarisi ingatanku, mungkin akan mengetahuinya.
Tentang rahasiaku.
"Rahasia"?
Caraku cebok sangat unik.
Tolong jangan bilang siapa pun.
Tak bisa, ceritakan semuanya.
Komandan.
Melaporkan jumlah bulu di bokongmu juga boleh.
Memangnya orang Eldia butuh privasi?
Tak perlu.
Sepertinya kau bisa jatuhkan Pulau Paradis dalam setahun, ya?
Soalnya waktuku cuma tinggal setahun.
Selama tiga tahun ini,
kapal penyelidik yang pergi ke Pulau Paradis tak ada yang kembali.
Zeke, apa pendapatmu soal ini?
Kalau 32 kapal tersebut ditenggelamkan,
sulit dikatakan bahwa itu ulah satu Raksasa.
Setidaknya, ada dua Raksasa atau lebih termasuk Eren Yeager,
yang sudah mengadang kapal penyelidik.
Pendapatku juga sama.
Untuk menyerang pulau, diperlukan bantuan kapal perang.
Benar, lalu yang terpenting,
ancaman musuh bukan hanya Raksasa.
Tung...
Sepertinya mimpimu seru, ya.
Makanya tak kubangunkan.
Aku masih belum berterima kasih untuk waktu itu ya, Galliard.
Aku tertolong.
Tak perlu berterima kasih.
Lagian kalau aku mewarisi Raksasa Berzirah sembilan tahun lalu,
tak akan terjadi seperti ini.
Kakakku pun tak perlu dimakan oleh Raksasa karena melindungimu.
Kau melihat ingatan Marcel?
Sayangnya tidak.
Tetapi aku jadi tahu sedikit tentang Ymir adalah perempuan.
Perempuan malang dengan nama yang berlebihan.
Kau bisa merebut kekuatan Raksasa Rahang kakak pun,
berkat perempuan itu, 'kan?
Kau benar.
Terus, apa yang kau lakukan di pulau itu?
Masa kau ditolong oleh orang lain melulu?
Ya.
Melalui ingatan perempuan itu, aku melihat dirimu.
Apa-apaan itu?
Kau berlagak jadi laki-laki yang bisa diandalkan.
Seperti meniru kakakku, 'kan?
Pokko, jangan menindas orang yang baru kena serangan kapal perang.
Jangan panggil aku begitu, Pieck.
Kau baik-baik saja?
Sudah dua bulan sejak aku berubah menjadi manusia.
Makanya aku lupa cara berjalan dengan dua kaki.
Omong-omong, Reiner. Temuilah Gabi dan yang lainnya.
Mereka sangat mencemaskanmu, lo.
Baiklah.
Lelahnya.
Rasanya seperti sudah lama tak bertemu, ya.
Eh?
Kita selalu bersama di medan perang, 'kan?
Ya, sementara ini kita bisa istirahat.
Semoga saja.
Lewat sini.
Ya.
Eh.
Kalau Raksasa tak berguna dalam perang,
kita, pasukan pejuang, orang Eldia akan jadi apa, ya?
Pak Braun pasti baik-baik saja.
Aku tahu.
Itu...
Kemungkinan, mereka prajurit yang selamat dari serangan Raksasa murni.
Kalau pulang ke negaranya,
mereka bakal jadi maskot untuk sebarkan biadabnya senjata Raksasa.
Dan posisi orang Eldia akan semakin terpojok.
Semua orang di dunia, bakal membunuh rakyat Ymir.
Sial. Sial. Sial.
Hoi, Udo.
Jangan rusak properti publik.
Wah, Reiner.
Sudah bisa berjalan?
Sudah.
Kalian semua baik-baik saja?
Gabi.
Ya.
Udo.
Begitulah.
Zofia.
Biasa saja.
Falco.
Halo.
Eh, katanya kita bakal pulang ke markas besar di Liberio.
Tetapi kita keliling kota ini dahulu, yuk.
Kau ini.
Jarang-jarang bisa begini.
Sebaiknya Pak Braun istirahat dahulu, 'kan?
Tenang saja.
Jangan khawatir.
Falco saja yang pulang, terus tidur.
No comments yet. Be the first to leave one.