Le prime 200 righe.
Bertahun-tahun telah berlalu sejak penaklukan Norman, dan INGGRIS diperintah oleh Henry II. Hukum Norman ajaran Kristen dipaksakan pada bangsa Saxon, yang harus membayar pajak dan patuh pada penguasa baru
Seiring waktu , semakin banyak tanah dan perkebunan Saxon diambil alih oleh para bangsawan Norman, sementara Inggris ditundukkan pada aturan-aturan barunya
Di hutan, yang menutupi 1/3 wilayah Inggris, dilarang berburu hewan karena itu hak khusus raja. Para penjaga hutan kerajaan menegakkan hukum, namun hutan luas itu juga menjadi tempat persembunyian bagi para buronan dan mereka yang menentang kekuasaan Norman
Aedric...
Aedric Si Liar, begitu orang menyebutnya...
adalah seorang Saxon Thane
semacam bangsawan atau raja bagi kaumnya.
Aedric tak percaya Inggris sudah ditaklukkan,
bahkan ketika seorang raja Norman datang dan merampas mahkota Inggris.
Ia memberontak.
Lalu ia mundur ke dalam hutan
dan menjadi buronan.
Selama banyak musim panas,
Aedric menantang para prajurit raja,
dan ia serta orang-orangnya berpesta memakan rusa milik raja...
Bagaimana dengan Godda, Ayah?
Aku akan sampai ke Godda.
Suatu hari, saat dingin merayap,
dan kabut bangkit...
Aedric berburu seorang diri jauh di dalam hutan,
dan ia menemukan sebuah hunian,
lalu ia melihat sesuatu yang tak seharusnya disaksikan manusia.
—Peri. —Menari.
Tanpa busana.
Dan yang tercantik di antara mereka
adalah Godda.
Terpikat oleh kecantikannya,
Aedric menculiknya masuk ke rimba.
Di malam pernikahan mereka, setelah Aedric bersetubuh dengan Godda,
ia mengubahnya menjadi rusa jantan yang agung,
dan seketika ia melesat pergi
jauh ke dalam hutan.
Mantra Godda
membuat Aedric abadi...
dan ia menjadi pelindung rimba,
dan hingga hari ini ia mengawasi kita semua.
Apakah kau pernah melihat rusa itu?
Aku kenal banyak yang pernah,
dan mereka semua berkata saat kau melihatnya,
kau tahu Aedric Si Liar sedang menatap balik padamu.
Kau masih berangkat besok?
Harus.
Aku harus mencoba sekali lagi.
Di mana Ayah?
Ia pergi ke Nottingham, sayangku.
Kenapa Huntingdon datang, Ayah?
Aku tak yakin,
tapi dia seorang bangsawan Norman,
dan tugasku sebagai sheriff memberinya audiensi.
Aku tak menyukainya.
Lebih bijak, Priscilla, memahami seorang lelaki
daripada membencinya.
Banyak yang digerakkan oleh serakah dan kekerasan.
Dari orang semacam itu...
hanya lahir kejahatan dan kehancuran.
Sheriff.
Huntingdon.
Kau punya lebih dari seribu acre.
Sebuah manor yang bagus.
—Apa yang kau harapkan? —Lebih.
Kalau begitu mungkin kau bisa memikirkan perang salib lagi.
Yang terakhir lumayan menguntungkanmu.
Yang lain dapat lebih. Kau punya Nottingham.
Nottingham bukan milikku.
Itu milik raja.
Aku hanya duduk dalam pemerintahannya.
Kami memberikan pajak dan loyalitas.
Sebagai imbalan, kami menikmati kedermawanan raja.
Tanahnya menjadi milik kami untuk dimakmurkan.
Ke mana kau pergi?
Ke garderobe, Ayah.
Tidak, duduk. Kau harus belajar.
Yang Mulia.
Kami berterima kasih.
Yang mana dia?
Aku Hugh dari Locksley.
Dia akan mendengar pengaduanmu, tapi cepatlah.
Aku menunggu berbulan-bulan untuk menemuinya.
Maka bersyukurlah ia menunjukkan belas kasih padamu.
Manor Locksley adalah rumah turun-temurunku.
Tanahnya dianugerahkan kepada kakek ayahku
—oleh Raja Harold sendiri. —Seorang raja Saxon
yang kehilangan tanahmu ketika ia kehilangan Inggris
kepada paman ayahku, William Sang Penakluk.
Sejak hari itu tanahmu bukan milikmu.
Sebagaimana dewa-dewamu bukan lagi milikmu
semenjak Kristus mengikuti kaum Norman ke sini.
Tanah Saxon lain ada yang dikembalikan.
Aku kenal seseorang yang menulis kepada Paus.
Kau bebas menulis kepada Paus.
Tapi aku tak bisa melakukan yang kau minta.
Aku orang yang adil, Locksley.
Berusaha untuk adil.
Akan kuanugerahkan padamu jabatan penjaga hutan kerajaan.
Kau akan mendapat upah dan tugas pada Raja.
Ini kehidupan yang baik, yang kebanyakan orang di posisiku
takkan tawarkan.
Dia menerima, Tuan.
Dengan syukur.
Aku ingin mendengarnya dari mulutnya sendiri.
Ayo, Hugh.
Lakukan demi Joan. Demi Robert.
Kau punya seorang putra.
Kalau begitu, pikirkan masa depannya.
Seorang ahli waris adalah segalanya bagi seorang lelaki,
sebagaimana Priscilla bagiku.
Bangunlah.
Hugh dari Locksley, apakah kau menerima yang ditawarkan padamu?
Aku menerima.
Bagus. Perkara ini selesai.
Apa kau akan berdiri di sana menyaksikan sisa hidupmu?
Apa kau akan marah sepanjang sisa hidupmu?
Lebih baik luapkan pada balok kayu, kurasa.
Atau kepala orang Norman.
Bagaimana denganku?
Bagaimana dengan Robert?
Itu tanah kita.
Itu rumah kita.
—Ya. —Dan sekarang si bajingan Huntingdon
—tidur di tempat tidurku. —Dan mereka sudah mengambilnya,
tapi apa yang bisa kau lakukan soal itu sekarang?
Apakah kau akan menghabiskan sisa hidupmu melawan ini?
Akan jadi apa dirimu?
Akan jadi apa Robert?
Terus ajari dia seperti biasanya.
Ya, aku bisa ajari dia membaca dan menulis.
Dia bahkan mungkin punya hidup di istana,
—tapi dia butuh seorang ayah. —Hidup di istana, Joan?
Mereka akan memaksa kita mengambil agama mereka.
Tidak, aku takkan pernah melakukan itu.
Kau harus melepas sedikit lebih cepat. Sini.
Ini bukan soal matamu atau lenganmu.
Kau— saat kau tumbuh, ini akan mengurus dirinya sendiri.
Ini di sini.
Inilah rahasia busur panjang.
Dadamu,
dan kau dengarkan busurnya.
Sebab ia juga bernafas.
Coba lagi.
Kali ini, pejamkan matamu.
Dengarkan saat ia meregang. Ia akan memberi tahu jangkauannya.
Dengar itu? Sedikit lebih jauh.
Sekarang tarik nafas dan lepas.
Kau punya bakat, Nak.
Saat kaum Norman datang, mengapa mereka semua
tak lari ke hutan seperti Aedric Si Liar?
Nah, mereka tinggal untuk melindungi raja mereka.
Tapi hutan akan melindungi mereka.
Mengapa mereka tetap tinggal dan mati?
Gengsi, kurasa.
Kaum Norman bisa menaruh kastil mereka
di seluruh negeri ini. Hutan-hutan ini...
ini setua Bumi itu sendiri.
Takkan pernah ada manusia yang memilikinya.
Sini, lihat ini.
Para leluhurku membuat ini,
jauh sebelum kaum Norman datang.
Batu itu, dari tempat suci.
Jantung rimba.
Sebuah gua agung yang hanya sedikit lelaki pernah melihat.
Akankah kau membawaku ke sana?
Godda akan menuntunmu.
Suatu hari. Saat kau siap.
Selamat pulang, Paduka.
Dia milikku! Jangan sakiti dia.
Kenapa aku harus menyakitinya?
Namanya Henry.
Ia punya nama?
Apa yang kau lakukan di sini?
Dulu itu rumah kami.
Rumah kami?
Keluargaku tinggal di sana dulu,
sampai aku berumur lima.
Tapi ayahku yang membangun rumah itu.
Dia tidak membangunnya. Dia mengambilnya.
Aku tak percaya.
Ada aula dengan jendela kaca dan panel kayu.
Di sudut belakang salah satu panel kayu,
ada ruang rahasia. Dipakai sebagai tempat persembunyian
kalau-kalau kastil diserang.
Marian!
Marian!
Apa yang kau lakukan?
—Ada seorang anak, Ayah. —Anak?
Dia bilang dulu dia tinggal di sini.
Masuk ke dalam rumah.
Aku tahu siapa kau, Locksley!
Rob!
Jangan datang ke sini lagi!
Akan kucungkil matamu!
—Apa yang kau lakukan di sana? —Di mana dia?
Di rumah itu. Apa yang kau lakukan di sana?
—Tidak apa-apa! —Tidak, Hugh—
—Bilang mengapa kau ke sana. —Untuk melihat!
Melihat apa? Hah? Melihat apa?
Hah?
—Melihat apa? —Jangan, Hugh!
—Jawab aku, Rob! —Beraninya kau.
Berani sekali kau bawa ini ke dalam hidupku!
Putra kita yang ke sana, bukan aku—
No comments yet. Be the first to leave one.