Le prime 200 righe.
Dunia persilatan ibarat lorong gua yang panjang
Tempat ancaman kematian selalu datang dari balik kegelapan
Pertarungan demi pertarungan
Yang selalu berakhir dengan kematian
Itukah jalan seorang pendekar?
Membunuh atau dibunuh
Bagiku
Seorang pendekar menguasai ilmu silat
Bukan untuk mencari kesempurnaan
Melainkan untuk membela mereka yang lemah
Dan tak berdaya
Apalah arti kesempurnaan ilmu
Jika tidak diabdikan bagi kemanusiaan
Namun dari setiap pertarungan yang berakhir dengan kematian lawan
Hanya kehilangan yang kurasakan
Semakin lama semakin dalam
Ada yang hilang dan ada yang kutemukan
Aku telah membawa pulang dan membesarkan anak-anak macan
Tiga diantara empat muridku
Adalah anak dari musuh-musuhku yang kutewaskan dalam pertarungan
Merah Dara
Ia adalah murid perempuan termuda ku
Anak dari Beling Ungu.
Daya Gerhana
Ia adalah anak dari Golok Wangi.
Kala Biru
Murid terkuatku adalah anak Gagak Hitam.
Mereka disini karena rasa bersalahku
Namun murid terkecilku, Lembah Angin
Ia ada disini untuk selalu mengingatkanku pada dosaku yang terbesar
Lembah Angin kutemukan
Ia adalah anak yang dibuang
Bagaimana kalau teryata aku adalah musuh kalian?
Tentu tinggal Biru dan Angin yang masih bisa berdiri
Harus berapa kali lagi aku katakan
Semakin tinggi ilmu seseorang
Akan semakin banyak diserang dari belakang
Cukup latihan untuk hari ini
Biru, Gerhana
Berangkatlah ke gelanggang pertarungan tahunan
Berikan hormatku pada Para Datuk
Dan juga pemenangnya
Baik, Guru.
Kalian semua
Temui aku malam nanti
Ada yang ingin aku bicarakan
Baik, Guru.
Waktunya telah tiba
Penantang berikutnya
"Anak macan" terbaik Cempaka
Kembali hanya menjadi penonton
Hajar bunuh!
Ada lagi yang mau melawan? ada?
Waktumu akan tiba, Biru.
Gelanggang pertarungan tahunan kembali dimenangkan oleh Sayap Merah.
Yang terhormat Dewan Datuk Bumi Persilatan
Kami mohon agar bersedia menganugerahkan lambang kemenangan
Kami murid Perguruan Tongkat Emas
Menyampaikan selamat atas kemenangan yang diraih Perguruan Sayap Merah
Guru kami Cempaka, menyampaikan salam
Terima kasih
Cempaka selalu mengirimkan anak muridnya
Untuk menjadi saksi kemenangan Sayap Merah
Kalian tahu itu suatu kehormatan
Justru kami yang banyak belajar dari menyaksikan pertarungan yang ada
Sekali lagi, selamat kepada Perguruan Sayap Merah
Kami sudah harus segera pulang
Matahari hampir tenggelam, menginaplah
Terima kasih Paman
Lain kali kami pasti menginap
Guru Cempaka menghendaki kami untuk segera pulang
Salam untuk guru kalian, Cempaka
Terima kasih Paman
Aku tidak takut mati
Namun tiada ilmu silat yang dapat membuat seseorang hidup selamanya
Dan terhindar dari kematian
Biru
Gerhana
Dara dan Angin.
Meski kalian bukan anak kandungku
Kalian mengalami sendiri, bagaimana aku juga telah menjadi seorang ibu buat kalian
Sekali lagi kupertanyakan
Meski ilmu silat kalian sangat unggul
Siapkah kalian menahan diri untuk tidak menjadi pemenang?
Karena sesungguhnya tidak ada pemenang dalam ilmu apapun
Ketika kemenangan selalu menjatuhkan korban
Hari ini Tongkat Emas akan kuserahkan
Agar kalian dapat melanjutkan pengabdian perguruan
Kepada yang menerimanya
Harus kuturunkankan jurus pamungkas Tongkat Emas Melingkar Bumi
Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Adalah jurus andalan yang belum pernah terkalahkan
Ketahuilah
Keindahan tongkat ini
Takkan mampu menandingi kekuatannya
Itu sebabnya tongkat ini tidak boleh jatuh ketangan yang salah
Salah satu diantara kalian akan mewarisi tongkat ini
Sudah kupertimbangkan dengan sebaik-baiknya
Aku akan memberikannya kepada Dara.
Tapi, Guru...
Aku sudah berbicara dan kalian sudah mendengar
Bumi tidak akan berputar balik
Terima itu tugasmu
Dengan Tongkat Emas ini ditanganmu
Tugasmu juga tidak akan menjadi lebih ringan
Untuk menurunkan Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Aku akan membawa Dara pergi cukup lama
Kami akan berlatih, Angin akan kubawa serta untuk membantu pengobatanku
Biru
Gerhana.
Jaga tempat ini sampai kami kembali
Baik, Guru.
Sekarang tinggalkan aku dan Dara.
Peganglah
Heningkan cipta
Sunyikan hatimu dari suara-suara sumbang
Ada satu hal penting lagi
Yang harus aku beritahukan kepadamu
Sudah terlambat
Serahkan Tongkat Emas itu
Seharusnya racun itu bekerja lebih cepat
Sehingga dia dapat pergi dengan tenang di perguruan
Kalian harus mengerti
Kami hanya mencegahnya membuat kesalahan yang lebih parah
Pikirannya malah kacau, pikun
Sesungguhnya aku sangat ingin, kau menjadi penerusku
Tinggalkan tempat ini
Siapa kau?
Dimana adikku? Dimana tongkatku?
Angin!
Suruh dia makan!
Kau yakin itu tidak beracun?
Kau percaya padanya?
Angin
Kita harus membalas kematian guru
Angin dengar
Guru memberitahuku sesuatu dimalam sebelum kematiannya
Ia mengatakan apabila sesuatu terjadi padanya
Sebelum ia sempat menurunkan Jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi
Aku harus mencari seorang Pendekar, bernama Naga Putih.
Karena selain Guru, hanya dia lah yang menguasai jurus itu
Kau tahu soal Naga Putih?
Kami berduka atas meninggalnya Guru Cempaka
Dan hilangnya Tongkat Emas, Biru, Gerhana
Kami tidak pernah menyangka
Adik-adik seperguruan kami tega meracuni Guru Cempaka demi merebut Tongkat Emas
Kerahkan anak-anak untuk mengejar Dara dan Angin kemanapun mereka lari
Baik Guru.
Kematian Cempaka adalah duka mendalam bagi dunia persilatan
Terima kasih Paman.
Memang itu tujuan kami datang kemari
Guru Cempaka sangat menghormati Paman
Izinkan kami bergabung dengan Perguruan Sayap Merah
Menerima murid Guru Besar Cempaka adalah suatu kehormatan
Sampaikan berita duka ini, kepada Dewan Datuk Bumi Persilatan
Siapkan upacara pemakaman terbaik
Inilah penghormatan terakhir kali kita
Kepada Pendekar Tongkat Emas Cempaka
Dan Perguruan Sayap Merah ini akan memberikan hadiah besar kepada siapapun yang bisa membantu Biru dan Gerhana
Untuk merebut kembali Tongkat emas
Yang memang menjadi hak Biru
Ya Guru.
Menyesal Gerhana?
Menyesal? tentu saja tidak
Jangan memaksa tubuh
Karena tubuh memiliki hak untuk menjadi pulih sebelum mengikuti kehendakmu lagi
Aku akan pergi untuk beberapa hari
Kau dan adikmu boleh tinggal disini sampai kalian betul-betul pulih
Kami turut berduka atas kepergian Guru Cempaka
Perguruan Harimau Sakti akan membantu membalas sakit hati kalian kepada Dara dan Angin
Terima kasih, ini sungguh suatu kehormatan
Kemana pun mereka bersembunyi
Pasti akan dapat kita temukan
Bersabarlah
Kami pun yakin, Guru.
Apapun yang terjadi
Kami bersyukur bisa bergabung dengan Perguruan Sayap Merah
Saudara seperguruanmu yang baru ini
Akan membantu memburu Dara dan Angin, bagaimana pun caranya
Kalau mereka berhasil tertangkap
Aku tidak akan mencampuri urusan bagaimana caranya kalian akan membalas dendam
Itu sepenuhnya urusan kalian
Kamu tidak perlu membaut minuman seperti itu untukku
Masih banyak murid lain yang bisa melayaniku
Ini sebagai wujud terima kasih dan bakti kami kepada guru karena menerima
Bahkan mengangkat kami sebagai murid utama
Rupanya Cempaka tidak hanya berhasil mendidik kalian sebagai seorang pendekar
Tapi juga manusia berjiwa besar
Aku semakin kagum padanya
Elang datang
Aku dan adikku tidak tahu harus membalas ini semua dengan apa
Kami mengerti kalian dalam kesulitan
Sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu
Tenanglah kalian aman disini
Apakah kalian mengerti kemana harus mencari Pendekar Naga Putih?
Darimana kau tahu kami mencari Naga Putih?
Siapa kau sebenarnya?
Seharusnya kau sadar kalau kau masih perlu banyak berlatih
Besok pagi aku akan pergi lagi, terserah kau dan adikmu
Kalian bisa tetap mencari Naga Putih tanpa tahu dimana dia berada,
No comments yet. Be the first to leave one.