Informazioni sulla release

Bleach: Perang Darah Ribuan Tahun - Pemisahan - 21
Un commento di Inisial ZA
21. Bintang Tanpa Kepala

Tag

other
Pubblicato il: 2023-08-28
Download: 45
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 129 righe.

Terima kasih kepada semua yang sudah mati.

Mereka sudah membantuku melihat dunia apa adanya.

Mari ucapkan selamat tinggal pada dunia yang penuh kebencian ini.

Tak ada jalan kembali.

Bahkan panggung yang kau buat sendiri

sudah hilang tanpa jejak.

Sepertinya organ- organku terluka.

Karena ledakan tadi, aku menjadi sulit mendengar.

Gawat.

Yachiru? Kau di mana, Yachiru?

Pertarungannya sudah selesai. Jawab aku.

Kapten!

Kapten, kau menang.

Oi, kalian.

Apa kalian melihat Yachiru di sekitar sini?

Tidak, kami tak melihatnya.

Apa dia pergi keluyuran lagi?

Cari dia.

Tetapi kami tak merasakan Reiatsu-nya, mungkin dia tak ada di sekitar si...

Pokoknya cari dia!

Baik!

Ayo, Semuanya!

Kita berpencar dan cari dia!

Yachiru.

Kapten!

Ada serangan kejutan?

Dasar curang.

Yang benar saja!

Lawanku adalah Kenpachi Zaraki.

Wajar saja kalau aku menggunakan cara ini.

Minggir! Kami akan menghajarmu!

Jangan teriak.

Nanti kalian akan sadar kalau aku tak mengganggu lagi.

Lihat, 'kan?

Jangan begitu.

Kapten kalian sudah mati.

Percuma saja kalian bergegas ke sana.

Tunggu dahulu.

Jangan cari aku. Tetapi cepat cari kapten kalian.

Berisik!

Kau juga ingin membunuh kami dengan kekuatan anehmu, 'kan?

Jangan asal menuduh.

Aku tak punya kemampuan bertarung seperti itu.

Tak ada manfaatnya kalau kalian membunuhku.

Rasakan ini!

Darahku memercik ke kalian.

Saat darahku memercik ke kalian,

kalian akan menjadi mayat yang hanya patuh pada perintahku.

Nah, Semuanya. Silakan bunuh diri.

Lindungi kapten!

Jangan mundur!

Kalian semua beruntung.

Kalian para idiot berkumpul bersama.

Jadi, kami bisa membunuh kalian semua.

Para bawahannya sudah lenyap,

kita hanya perlu segera membunuh Kekuatan Perang Khusus.

Dia tak terlihat seperti orang yang akan segera mati.

Itu sebabnya dia adalah Kekuatan Perang Khusus.

Nyaris saja.

Kenapa dia masih bisa bergerak setelah bertarung melawan Gremmy?

Dia itu monster, ya?

Kalian semua...

Masih bisa bergerak, ya?

Cepat mati sana.

Tumbang juga.

Jadi, ini yang disebut napas terakhir, ya?

Siapa yang mau memberi serangan terakhir?

Kita tentukan dengan kertas-gunting-batu.

Aku tak bisa bergerak.

Terus menentukan yang menangnya?

Yang mengeluarkan batulah yang menang.

Keluarkan batu saja semuanya.

Sial.

Kau bodoh, ya?

Cuma sampai di sini, ya?

Reiatsu-nya Kapten Zaraki...

Jangan tergesa-gesa, Rukia.

Kau belum pulih dari pertempuran sebelumnya.

Tetapi Kakak...

Kau bisa merasakannya juga, Kakak?

Reiatsu ini...

Apa itu?

Ada yang datang.

Eh, sepertinya ada yang jatuh, ya?

Ada yang jatuh.

Benarkah?

Aduh, sepertinya aku terlalu cepat.

Sejak kapan dia...

Kau kenapa?

Kau babak belur begini, Kenpachi.

Ada perlu apa kau kemari?

Tak kusangka kalau suatu hari aku akan bilang begini kepadamu.

Aku kemari untuk menyelamatkanmu.

Tak kusangka kalau aku membutuhkanmu untuk menyelamatkanku.

Bisa berdiri?

Kau menyuruhku berdiri?

Jangan konyol.

Daripada mencemaskanku, sebaiknya kau cemas kepada dirimu sendiri.

Siapa dia?

Aku lengah.

Bukan lengah, tetapi memang kalah.

Aduh.

Dia adalah

Ichigo Kurosaki, anggota paling berbahaya dari Kekuatan Perang Khusus.

Berisik!

Kekuatan Perang Khusus? Ichigo Kurosaki?

Aku tak peduli dengan hal itu.

Tak akan kuampuni siapa pun yang sudah berani membuatku kotor.

Aku harus bangun beberapa jam lebih awal hanya untuk mengucir rambutku, dasar sialan!

Wah, seram.

Jadi, itu yang membuatmu marah.

Galvano Blast!

Kau akan menjadi abu oleh ledakan listrik sebesar lima gigajoule.

Bodoh, menyerangnya hanya dengan satu atau dua panah suci tak akan membuatnya mati.

Nah, 'kan?

Jadi, kau sudah datang, ya, Ichigo Kurosaki.

Mari kita mulai, Haschwalth, Uryu.

Sudah dimulai, ya?

Nah...

Aku ingin tahu apa aku layak untuk dipilih.

Sial.

Kalian semua sengaja, ya?

Aduh, dia terlalu kuat.

Menyerangnya berkali-kali pun dia berhasil menangkis semuanya.

Bikin kesal saja, ya.

Kalau saja dia cepat mati.

Tumben hari ini kita sepakat tentang suatu hal, ya.

Kalau kita semua sepakat, maka akan lebih mudah.

Kita sepakat untuk mengeksekusinya, 'kan?

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left