Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba

Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba (鬼滅の刃)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 4

Informazioni sulla release

07 Penjahat Keji
Un commento di Inisial ZA
Pembasmi Iblis: Babak Kampung Penempa

Tag

other
Pubblicato il: 2023-06-22
Download: 82
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 131 righe.

Tak akan kubiarkan kabur.

Dia memang kecil dan susah diincar...

Namun, aku bisa menebasnya!

Penakut

Yamiyo wo kakenukete doko e mukau Ke mana aku harus berlari dalam gelapnya malam?

Tsukiakari dake ga tada hitotsu no michishirube Satu-satunya pemandu hanyalah sinar rembulan

Itami mo kanashimi mo nuguikirezu Aku tak bisa hapus rasa sakit serta kepedihan

Saredo kono mune no honoo wa kesasenai Namun, aku tak akan biarkan kobar api dalam hatiku mati

Ta ga tame ni boku tachi wa kono omoi wo tsuranuite Untuk siapa kita harus emban kehendak ini?

Yami wo saki hi no shita de hikari sasu hi made Haruskah kita emban hingga sinar mentari menyingkap kegelapan?

Tokihanatareta kokoro ni yadoshita hi yo Dengan diselimuti api yang menyala dari hati yang bebas

Maiage matoe ima yoake no mukou gawa e Aku melesat jauh, dan kini, bisa melewati fajar

Kimi ga iru kono sekai mou ichido aiseru made Sampai aku bisa cintai dunia ini tempat kau berada sekali lagi

Wa ga inochi hateyou to mo tsunagete yukou Akan aku teruskan meski harus meregang nyawa

Kizuna ga tsumuide umareta kiseki wo Sambung keajaiban yang lahir dari ikatan batin yang kita jalin

Penjahat Keji

Episode 7

Apa-apaan suara ini? Memekikkan telinga!

Namun, aku bisa!

Memenggal kepalanya!

Apa? Di belakangku...

Ada sesuatu di belakangku.

Gembira, marah, sedih, lega...

Baunya berbeda dari mereka berempat.

Apa yang mendekat? Aku harus bagaimana?

Pokoknya, aku harus memenggal kepalanya!

Setelahnya, pasti akan berakhir!

Sangat keras.

Tak bisa kuteruskan.

Efek dari darah Nezuko sudah habis.

Tanjiro, minggir!

Gawat! Aku salah perhitungan.

Genya tak sanggup menembak karena takut akan mengenaiku.

Celaka!

Benci

Dia menyerang!

Nezuko!

Nezuko, kau baik-baik saja?

Nezuko!

Dia tak apa-apa.

Lengan dan kakinya sudah pulih.

Wahai orang-orang bengis gemar menyiksa yang lemah.

Geram. Gusar.

Aku tak tahan lagi.

Tingkat Empat Atas

Dasar penjahat- penjahat keji.

Iblis keenam?

Masih ada satu lagi?

Tolong sudahi ini!

Tunggu, bukan yang keenam?

Mana iblis empat emosi?

Sosok empat iblis itu menghilang.

Apa-apaan yang terjadi?

Aku tak paham situasinya!

Padahal tadi dia si Iblis Marah.

Aku rasa saat pedang Tanjiro akan memenggal kepala si Kerdil,

si Iblis Marah mengangkat kedua tangannya.

Dalam satu kedipan mata, dia sudah memegang

si Iblis Gembira dan si Iblis Lega.

Seolah seperti daging yang diremukkan, dua iblis itu diserap olehnya.

Saat aku berkedip lagi,

si Iblis Marah sudah ada di depan Aizetsu.

Aizetsu membuka mulut seakan ingin menolak,

tetapi dia diserap tanpa sempat mengeluarkan suara.

Lalu, tubuh si iblis Marah berubah menjadi sosok itu.

Apa-apaan itu sebenarnya?

Dia menyerap tiga iblis? Apa mereka bergabung?

Dia tak membelah diri, tetapi malah semakin muda.

Menjadi anak kecil.

Sosok gabungan tanpa tubuh utama, yaitu si Pria Tua itu.

Gawat! Dia membungkus tubuh utamanya.

Tunggu!

Aku susah bernapas.

Tekanannya bukan main.

Jantungku sakit.

Apa?

Apa kau tak suka dengan apa yang kulakukan?

Jawab aku, penjahat sekalian.

Suara dan tekanannya berat.

Tangan dan kakiku sampai kehilangan tenaga.

Berdiri saja susah.

Ke...

Kenapa...

Kenapa malah kami penjahatnya?

Karena kalian menyiksa yang lemah.

Baru saja kalian mencoba membunuh yang lemah, si Kerdil yang cuma seukuran telapak tangan.

Dasar orang-orang zalim.

Perbuatan kalian sungguh biadab.

Si Kerdil yang lemah?

Siapa? Siapa yang lemah?

Persetan!

Bau kalian, bau darah orang-orang.

Aku yakin kalian sudah makan lebih dari seratus atau dua ratus orang!

Apa yang mereka lakukan kepadamu?

Apa mereka semuanya melakukan sesuatu yang bayarannya sepadan dengan nyawa?

Jangan sok jadi korban setelah membunuh dan memakan banyak orang!

Perangaimu sudah kacau!

Tak bisa dimaafkan!

Iblis keparat! Aku sendiri yang akan memenggal kepalamu!

Aura tekanan iblis itu kuatnya bukan main.

Aku tak bisa gerak sama sekali.

Sudah selesai bicaranya?

Aku sendiri yang akan memenggal kepalamu!

Apa ada kerabatmu di antara orang-orang yang kumakan?

Tidak, tetapi...

Artinya, tak ada hubungannya denganmu.

Bukan soal ada hubungannya atau tidak!

Aku tak akan membiarkan ada orang lain merasakan hal yang sama!

Mereka juga tak ada hubungannya denganmu.

Menolong orang lain tak butuh alasan!

Kaulah yang bengis karena tak paham ucapanku!

Melihat wajah orang yang menderita sungguh nikmat sekali!

Memberiku ide, seolah kreativitasku mengalir deras!

Tadinya aku ingin melihat seberapa lama kau bisa bertahan,

tetapi aku akan melihat ada apa di dalam gubuk lusuh ini.

Apakah karena ada sesuatu yang berharga, makanya kau menjaga tempat ini?

Dengan sisa udara di paru-paruku,

aku masih bisa melancarkan satu serangan.

Ilmu Napas Kabut, Jurus Pertama:

Awang Menjulai Kabut Jauh!

Bahkan tak bisa pecah dengan jurus menikam.

Tak heran akan sulit jika pakai pedang keropos begini.

Semuanya sia-sia. Berakhir sudah.

Aku harap mereka mengirim bala bantuan.

Tuan Besar, aku akan mati.

Sekarang Anda harus mencari dua Pilar pengganti.

Kenapa kau berpikir demikian?

Kenapa kau berpikir demikian?

Tak ada yang tahu masa depan.

Apa?

Itu bukan dia.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left