The Legend of Korra

The Legend of Korra

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 3

Informazioni sulla release

11 Ultimatum
Un commento di Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tag

other
Pubblicato il: 2014-08-28
Download: 259
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 163 righe.

Bumi.

Api.

Udara.

Air.

Hanya Avatar yang bisa menguasai keempat elemen

dan membawa keseimbangan pada dunia.

ZainuddinAri mempersembahkan

Ba Sing Se telah jatuh!

Setelah Zaheer dan anggota Teratai Merah membunuh ratu bumi,

kota dilanda kekacauan.

Sementara itu, Korra dan Asami yang coba melarikan diri dari penculiknya,

justru terjatuh di gurun pasir.

Setelah mengamankan diri, mereka bertemu

dengan Raja Zuko, Tonraq, dan Beifong.

Di Ba Sing Se, Zaheer membebaskan Mako dan Bolin,

agar bisa menyampaikan pesan penting kepada Korra.

Tapi akankah kakak beradik ini bisa menemukan Korra tepat waktu?

Buku Tiga

Buku Tiga

Perubahan

Perubahan

Bab Sebelas

Bab Sebelas

Ultimatum

Ultimatum

Sulit dipercaya. Kelas atas berada dalam kekacauan.

Jangan coba hentikan kami. Kami akan rebut kembali hak kami.

Menghentikan kalian? Aku malah mau ikut dengan kalian.

Aku tahu di mana barang-barang berharganya.

Apa kita harus lakukan sesuatu?

Ini bukan masalah kita.

Kita harus segera antarkan pesan Zaheer kepada Korra.

Benar. Oke. Cari Korra, dan sampaikan pesannya.

Ya, seharusnya ini mudah.

Kita hanya perlu keluar dari kota

dan melewati gurun pasir, lalu entah bagaimana menemukannya

di dataran gurun pasir yang sangat luas sampai ribuan

dan ribuan mil jauhnya.

Ini tak akan mudah.

Kita butuh kapal udara.

Oh!

Permisi, bisa minta perhatiannya sebentar?

Aku polisi dari Kota Republik,

dan aku perlu ambil alih kapal udara ini untuk membantu Avatar.

Biar aku yang coba.

He, emas ratu ada di lantai tiga istana!

Pintu kedua dari kanan!

Kau hanya perlu berbicara dengan cara yang benar, Bro.

Mereka mengambil semuanya.

Maksudku, siapa juga yang mau curi radio transmisi?

Beberapa orang tak punya rasa hormat

terhadap barang orang lain.

Sekarang ayo kita curi kapal udara ini!

Kau tahu cara menerbangkannya?

Jujur saja sih, tidak.

Tapi, ayolah, memangnya sesulit apa, sih?

Naik! Naik!

Aku tak lihat tombol ke atasnya. Aku hanya lihat tuas dan sakelar.

Oh, ini dia.

Seluruh kota hancur berantakan.

Mako, keluarga kita ada di bawah sana.

Minggir.

Kita akan bawa mereka pergi.

Oh, hanya karena kau mengencani Asami,

kau jadi tahu cara mengoperasikannya daripada aku?

Ya.

Bolin? Apa yang kaulakukan di sini?

Aku datang untuk bawa kalian pergi.

Seluruh blok ini sudah terbakar.

Ayo, Mako dan aku bawa kapal udara di atap.

Tak bisa. Nenek tak mau pergi.

Tempat ini adalah duniaku. Nenek tak mau pergi.

Oh, tapi Nenek senang Bolin kecilku mau datang untuk menengok.

Duduklah. Kau mau teh?

Nek, kita tak punya waktu untuk minum teh.

Ibu, kumohon.

Tidak!

Aku tak mau tinggalkan tempat di mana aku membesarkan keluargaku.

Ini rumahku.

Nek, ada satu hal yang Mako dan aku pelajari

dari seluruh kehidupan kami di jalanan.

Tak peduli ke mana kau pergi,

kalau kau selalu bersama keluarga,

kau akan selalu berada di rumah.

Nenek tak mau pergi.

Baiklah. Tak ada pilihan lain.

Kita pergi sekarang!

Tunggu.

Oke, ayo.

Terima kasih sudah bawa kami keluar dari sana.

Maksudku, aku mungkin bisa saja melakukannya sendiri

kalau kalian tak datang, tapi terima kasih.

Semoga beliau istirahat dengan tenang.

Kapal udara ini bagus. Apa ini rumah baru kita?

Tidak, Nek, aku belum yakin akan membawamu ke mana.

Tapi saat ini, kita harus temukan Korra.

Apa terjadi sesuatu pada Avatar?

Sepertinya begitu.

Kapal udaranya terjatuh di suatu tempat di gurun pasir.

Dia datang dari pangkalan militer yang ada di dekat oasis Misty Palms

dan menuju Ba Sing Se.

Kalau kita lacak kembali rutenya ke pangkalan,

seharusnya kita bisa menemukannya.

Semuanya, itu puing-puingnya. Aku menemukannya.

Di sana.

Itu memang kapal udara Ba Sing Se.

Tapi di mana puing sisanya?

Aku tak tahu, tapi ada semacam jejak.

Lihat? Sudah kubilang. Mendarat itu sulit.

Para roh.

Baiklah, semuanya, sepertinya Korra berhasil kembali ke sini.

Sekarang kita berpencar dan menyebar ke dalam kota.

Ya, kami juga butuh bantuanmu, Pabu.

Sekarang beri aku waktu untuk—

Tunggu. Pabu?

Pabu!

Kenapa Bolin memeluk tikus besar?

Oh, sekarang dia menciumnya.

Aku tak akan meninggalkanmu lagi.

Semuanya, lihat! Ada anjing raksasa!

Oke, tak apa-apa, Naga. Senang bertemu denganmu.

Ah, hentikan. Jilatanmu mengenai mulutku.

Asami! Korra!

Kalian tak apa-apa!

Maaf, aku tadi hanya— senang bisa melihatmu.

Aku senang bisa melihatmu, melihat kalian berdua.

Bagus. Kalian tak mati.

Jangan cemberut begitu padaku, Kepala.

Tonraq, Tuan.

Oh, ya ampun. Ini Raja Zuko.

Aku tak percaya ini.

Eh, maafkan adikku.

Kami sangat terhormat bisa bertemu denganmu, Tuan.

Aku juga senang bisa bertemu dengan kalian.

Kau pasti Avatar.

Mako sudah banyak cerita tentangmu.

Kau bahkan lebih cantik dari yang kubayangkan.

Eh, sebenarnya, itu Asami. Inilah Avatar Korra.

Korra, ini nenekku, Yin.

Kau sangat berotot untuk seorang wanita.

Eh, terima kasih.

Gadis muda yang menyenangkan.

Mako, kenapa kau tak memacari gadis-gadis seperti mereka?

Eh, jadi apa yang terjadi pada kalian berdua?

Dari mana saja kalian?

Kami tertangkap oleh Zaheer dan dibawa ke Ba Sing Se.

Kami di sana saat ratu bumi ditaklukkan.

Apa? Bagaimana kalian bisa kabur?

Zaheer membiarkan kami pergi.

Kenapa dia melakukannya?

Karena dia ingin kami mencarimu dan menyampaikan pesannya.

Zaheer sedang menuju ke kuil udara wilayah utara.

Katanya dia akan musnahkan negeri udara yang baru

dan semua orang, kecuali kalau kau serahkan dirimu padanya.

Zaheer membahayakan nyawa orang-orang tak bersalah, hanya untuk mendapatkanku.

Dia pasti menggertak.

Dia sudah membunuh ratu bumi.

Kurasa dia tak menggertak.

Kita harus hubungi Tenzin dan memperingatkannya

kalau Teratai Merah akan datang.

Aku setuju, tapi sayang sekali,

kita tak punya radio di dalam kapal udara.

Ada radio portabel di jip,

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left