Le prime 200 righe.
Menurutmu sapi-sapi itu bisa pergi jauh dengan cara ini?
Mungkin.
Lebih baik istirahatkan mereka.
OPEN RANGE
Ayo, Tig.
Akhirnya datang hujan.
Tampaknya kita harus melewatinya.
Kau lihat mereka?
Tak bisa melihat mereka. Tak bisa mendengar mereka.
Kau pernah melihat yang separah ini?
Tidak sejak banjir Nuh.
Seharusnya kau tahu, Bos, karena kau ada di sana.
Apa kau katakan?
Dia katakan, "Seharusnya kau tahu karena kau ada di sana."
Bahkan hujan saat itu tak selebat yang ini.
Satu hal yang pasti.
Nuh tidak memasukkan banyak sapi ke dalam kapalnya.
Mari kita mengisi waktu luang.
Mose?
Hei!
Sakit?/ Ya.
Mose, kau menyimpan kartunya?
Ya, aku menyimpannya.
Ayo ambil, mari kita bermain kartu setelah sarapan.
Button!
Taruh mangkuknya di sebelah sini.
Kau ingin memainkan kartu itu, Mose, atau menatapnya sambil melamun?
Jangan mengacaukanku.
Aku ambil empat.
Oh, sayang sekali. "Ambil empat."
Baik, cukup.
Aku selesai.
Aku juga.
Kepercayaan seseorang adalah sesuatu yang berharga, Button.
Kau tak ingin kehilangan hal itu demi setumpuk kartu.
Setidaknya hari ini tidak hujan.
Segera berpakaian, Button. Bantu Mose membersihkan tempat ini.
Lalu kalian berkeliling dan mencari kuda-kuda.
Tampaknya kau bisa menggunakan ototmu di sana, Charley.
Kau tetap tak berubah.
Kau akan mendapat kesempatan tak lama lagi.
Tak perlu meminta pekerjaan lebih banyak, Mose.
Pria perlu mengurangi berat badannya, Button.
Ya, tapi beratku cuma setengah dari berat badanmu.
Kau tahu, terkadang sulit menebak sikap Charley.
Aku bahkan tak yakin apa dia suka padaku.
Dia suka padamu.
Kau tahu, tekadang Bos ragu untuk mempekerjakanku.
Terlalu besar untuk berkeliling dengan kuda dan mengurus sapi mereka.
Kuatir aku akan makan terlalu banyak.
Charley yang bicara padanya,
dan aku tak ingin menyia-nyiakan kepercayaan sseorang.
Kau tahu aku juga tidak.
Aku tahu itu, tapi sebaiknya kau tetap mengingatnya...
jika kau ingin rasa hormat...
saat kau mengembara dengan orang seperti Charley dan Bos.
Button, tarik.
Tarik.
Button!
Button!
Berhenti bermain dengan anjing itu dan tarik gerobaknya!
Tarik!
Tarik!/ Oh, ya!
Ya. Bagus.
Hei, hei! Lihat itu!
Bos Tua memang seorang koboi, bukan?
Ya.
Dia sudah berpengalaman.
Kelompok utama akan berada di sekitar aliran air.
Kita akan menyusuri daerah ini, mencari sisanya,
dan menggiring mereka ke sana.
Coba lihat itu.
Dasar anak-anak.
Bagaimanapun, setelah kita menemukan mereka,
kita bisa menggiring mereka kembali mendekati kamp.
Ini butuh waktu sebelum kita singgah ke kota lain.
Menambah persediaan, kopi dan semacamnya.
Mose!
Aduh!
Mose!
Kau harus kembali ke kota yang telah kita lewati.
Kapan kau ingin aku ke sana?
Malam ini.
Aku akan pergi.
Aku bisa melakukannya.
Menurutmu berapa lama, Charley?
Tanpa sapi yang memperlambat, mungkin satu hari ke sana, satu hari kembali kemari.
Tampaknya itu benar.
Ayolah, Bos.
Aku bisa melakukannya.
Tentu kau bisa, nak.
Aku cuma tak tahu apa kota itu siap...
untuk melepasmu berkeliaran di sana.
Inggris!
Sial! Brengsek!
Omong kosong!
Demi Tuhan, jika kau ingin mengangkat kakimu seperti monyet,
kau bisa melakukannya berlawanan arah angin.
Aku berani bersumpah, Tig tua lebih mampu mengurus dirinya.
Mulai memikirkan itu sebuah kesalahan...
takkan membuatmu bisa belajar berdagang di kota.
Aku tak suka kota. Tak pernah menyukainya.
Kau mengatakan begitu karena kau baru saja mendengarnya dariku.
Kau bisa berdagang di kota.
Kau akan selalu punya atap di atas kepalamu,
tempat tidur di atas tanah,
dan makanan tak jauh dari kafe.
Bukan begitu, Charley?
Itu bantuan yang besar.
Sama seperti bicara pada kuda ini.
Kenakan sepatumu, Button. Kita kembali bekerja.
Tentu saja, jika kau ingin tinggal di kota...
kau harus lebih rajin membersihkannya.
Jika tidak, tak ada yang ingin mencium bau tersebut.
Kenapa kau lakukan itu?!
Curang saat bermain kartu.
Curang.
Aku sudah minta maaf padamu atas hal itu!
Boss? Aku sudah minta maaf padanya.
Berarti dia mengganggapnya belum selesai.
Sudah mulai gelap, Bos.
Bisa saja dia terluka dalam perjalanan dari kota ke kamp.
Mungkin dua butuh waktu.
Menurutmu dia tak sedang bermain poker, bukan?
Dia takkan berjudi memakai uangmu, Bos.
Bagaimana jika dia terbaring di sana dan menunggu kita untuk datang?
Kita takkan mencarinya malam ini. Sekarang turun dari sana.
Dia kuatir.
Kau kuatir?/ Ya, aku kuatir.
Aku sudah kuatir sejak kemarin. Seharusnya kau mengirimku.
Mose bisa menjaga dirinya.
Lalu kenapa dia tak di sini bersama kita?
Biasanya kau tak pernah mau pergi ke kota.
Sekarang juga aku tak mau.
Tapi sebaiknya kita cari dia, di manapun dia berada.
Baik.
Kau dan kau akan berangkat saat fajar menyingsing. Button akan menjaga peralatan.
Button, turun dari sana dan siapkan makan malam.
Kemungkinan besar kami akan kembali sebelum makan malam.
Tapi tiga pasang mata, lebih baik dari dua.
Kau tetap di gerobak./ Ayolah, Bos.
Takkan ada yang mengganggunya.
Kita tak melihat seorang pun sejak kita mendirikan kamp.
Aku selalu merasa lebih baik jika ada seseorang berada di sekitar sini.
Kau telah bekerja keras, kini kau bisa sedikit bersantai.
Tetap di sini.
Tetap di sini, Tig.
Dia ingin pergi.
Tampaknya dia ingin pergi, tapi tak bisa.
Dia masih punya semangat, tapi tidak dengan kakinya.
Selalu taruh senjatanya di dekatmu.
Sama sepertiku selalu memeriksa pistol dengan bobot tertentu.
Aku mengambil ini dari seorang pria yang tak bisa membayar hutang atas beberapa sapi.
Pistol yang bagus.
Tampaknya kau menyukai sesuatu yang ringan, bukan?
Taruh saja di situ. Terima kasih.
Halo!
Apa kabar./ Apa kabar.
Kami ingin memandikan kuda, memberinya minum, membersihkan pelananya.
Baik, masing-masing empat keping.
Ini untukmu./ Terima kasih.
Tak ada rencana untuk tinggal lama di sini?
Sepanjang waktu yang dibutuhkan menemukan siapa yang kami cari.
Mungkin aku bisa membantu, tuan-tuan.
Aku sudah di sini sejak Harmonville masih bernama Fort Harmon...
dan kami punya tentara untuk mengejar orang-orang Indian.
Aku kenal semua orang di kota hingga satu mil di luar.
Seorang pria besar berambut gondrong, usia sekitar 30.
Pelananya ada di sana.
Oh, ya. Aku tahu siapa yang kalian maksud.
Anak muda yang sangat bersahabat.
Tampaknya dia menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan kantong pelana.
Kudanya ada di kandang.
Dia ikut kalian, bukan?
Kau tahu di mana kami bisa menemukannya?
Ya.
Ya, dia ditahan di penjara.
Dia berkelahi dengan beberapa peternak...
di sebuah toko umum.
Beberapa peternak./ Ya.
Dia membuat mereka babak belur,
sebelum Marshal Poole datang...
dan memukulnya di kepala dengan laras pistolnya.
Ya, dia beruntung tak ditembak dari belakang.
Mungkin kalian perlu mengingatnya baik-baik...
saat kalian bicara dengan Marshal Poole.
Pelana kudanya.
Ini cukup untuk hutangnya?
Oh, ya.
Namaku Percy jika kau butuh yang lainnya.
Terima kasih banyak.
Tunggu.
Sudah berapa lama kau menahannya di sini?
Aku menahannya sejak kemarin sore.
Tak mudah memasukkannya ke dalam sel.
Kenapa begitu?
Dia seperti beruang. Badannya besar.
Selamat sore. Namaku Boss Spearman.
Ini Charley Waite.
Selamat sore.
No comments yet. Be the first to leave one.