Le prime 200 righe.
Habisi dia!
Ayo!
- Pagi, Chiquinho. - Pagi, Kaki Besi.
Pagi, João. Ini punyaku?
Terima kasih.
Raimundo! Kapan kau akan latihan?
Ayo.
Cepat, Toni!
Toni!
Toni!
Cepat ke sini!
Mundur, Paulina, mundur! Ayo, mundur!
WRATH
Tetap fokus, Júnior!
Pasang pertahananmu!
Bajingan sialan.
Malamute!
ANTÔNIO TRINDADE FRANCISCO LOPES, 313
Hei. Tak ada orang di sana.
Kau mencari Toni?
Antônio Trindade.
- Kau tahu dia di mana? - Di pertarungan Malamute.
Fokus pada pertarungan, Sialan!
Bagus, Nak!
Bajingan. Bodoh, berengsek.
Sialan!
- Ayo! - Kau membuatnya marah!
Berputar!
Bagus!
Bagus, Nak!
- Habisi dia! - Sialan!
Kau akan mati!
Bangun, Sialan!
Kau akan mati!
- Dia sudah bangkit! - Gila!
Aku yang terbaik!
Inilah Trindade!
- Pertarungan yang bagus, Júnior. - Trindade!
Aku Malamute! Dari Trindade!
- Hentikan omong kosong ini. Ayo! - Malamute!
Turun.
Pertarungan bagus.
Ada apa, Pelatih? Aku menang.
Memang, tapi apa kau bertarung sendiri? Salami dia.
Jabat tangannya, Sialan.
Tank.
- Pertarungan yang bagus. - Apa kabar, Kaki Besi? Senang bertemu.
Malamute!
Begitulah sikap seorang juara.
Kalau begitu, biarkan aku jadi juara.
Biarkan aku melawan Neco. Akan kuhancurkan wajahnya.
Pertarungan ada di akal dan hati.
Di hati dan akal.
Pahami itu, dan aku akan memberimu pertarungan apa pun, kapan pun kau mau.
Ikut aku, Júnior.
Pertarungan yang luar biasa, Malamute! Sabuk itu akan jadi milikmu!
Tentu saja, aku siap!
Beri tahu semua orang, aku akan jadi juaranya!
Siapa pun yang punya ponsel,
ambil ponsel kalian dan mulailah merekam.
Rekam semuanya dan unggah.
Neco Si Penghancur, kau ada di daftarku.
Aku yang akan menghancurkanmu!
Dia masih bocah, Kaki Besi.
Bocah apanya?
Aku Malamute, sialan!
Itulah juara kita.
Keren!
Sayang! Kau menonton?
Ya! Aku datang untuk menemuimu.
Tank kalah total!
Pertarungan yang hebat.
Aku terima kekalahan ini.
Terima kasih, Bu Yana. Maaf soal petarungmu, aku hanya…
Tak perlu minta maaf. Kau hanya melakukan tugasmu.
- Ayo? - Gabriela, bagaimana denganmu?
Kapan aku bisa melihatmu bertarung lagi?
Tendangan 540 derajatmu. Luar biasa.
Aku merindukanmu.
- Terima kasih. - Ayo.
Toni…
Selamat.
Sampai jumpa, Kaki Besi!
Kaki Besi. Hei, Kaki Besi.
- Santai, Bung. - Itu Toni. Bicaralah dengannya.
Kau kabur dari rumah sakit?
Apa maumu?
Aku hanya mau berterima kasih. Katanya kau menyelamatkanku.
Bukan aku. Berterimakasihlah kepada dokter dan Tuhan.
Dengan lubang di kepalamu, kau seharusnya sudah mati.
Aku pergi dulu, ya?
Jaga dirimu.
Kau tahu siapa aku? Marcelo Lazarus.
Kau menulis ini. Itukah namaku?
Kau tak tahu namamu sendiri?
Tidak.
Kau hilang ingatan?
Dengar.
Kukira seseorang membuang mayat di tempat pembuangan sampah,
dan kau terus mengulangi nama itu.
Marcelo.
Aku ambil Lazarus dari Alkitab, karena saat kutemukan, kau sudah mati.
Aku melakukan yang Tuhan minta. Dia memberkatimu dengan hidup.
Semoga Tuhan menerangi jalanmu.
TRINDADE AKADEMI BELA DIRI
ALKITAB
"Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan.
Percayalah juga kepada-Nya.
Dan Ia akan mewujudkannya."
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
MARCELO LAZARUS
Selamat pagi!
Selamat pagi!
Apa kabar, Olívia?
Lihatlah sang pemenang ini! Selamat pagi!
Pagi. Apa kabar?
Aku suka videonya.
Anak itu pikir dia akan mengalahkanmu, tapi kau menghajarnya.
- Kau pamer. - Kepalaku sakit.
Kau pikir orang yang memukul tak akan kena pukul juga?
Tidak. Aku hanya mabuk.
Aku minum banyak. Aku boleh bersenang-senang, bukan?
- Aku sudah berlatih. - Ya.
Aku tak seharusnya ke Trindade hari ini.
Pelatih kita takkan bersikap lunak kepadamu.
MMA itu serius. Kini kau mewakili Trindade.
Ya. Kau duluan saja, ada yang perlu kuurus.
- Ayo latihan. - Aku akan menyusulmu nanti.
Dengar, Júnior.
Jika kau mempermainkan temanku, kau akan menyesal.
Aku mengawasimu.
Aku mengawasimu, mengerti?
Hai, Bu Yana.
Aku mau melanjutkan pembicaraan kita kemarin.
Aku mau bekerja sama denganmu, membuat kariermu berkembang.
Aku masih memikirkannya.
Júnior, begini kesepakatannya. Terimalah atau tidak, paham?
Lihatlah itu!
Hei, Olívia! Akhirnya!
- Akhirnya tepat waktu. - Pagi, Semua!
- Keren! - Apa kabar?
Kacamata yang bagus!
Terima kasih. Ini dari Praça XV.
- Akhirnya kau datang lebih awal! - Aku? Ya, dong.
Pagi!
Hei!
Di mana pelatihku?
Pagi.
Pagi.
Pagi.
- Bagaimana kemenangan Malamute? - Kemenangan apa?
- Pagi, Pelatih! - Dia mengajari anak itu.
Kemenangan dan pertarungan itu kemarin.
Hari ini latihan keras. Kalian akan kuhabisi.
Jika ingin dimanja, adopsi saja anjing jalanan. Ayo!
Itu dia.
Beri ruang, Catolé! Sialan!
Pukulanmu buruk sekali. Ayo!
Ya, ke bawah. Jangan biarkan dia!
- Kecepatan. - Ayo, Catolé. Bagus.
Gerakan kaki. Gerakkan kakimu.
Itu dia.
Tutup cengkeramanmu di sini.
- Ayah. - Bagus.
Hei, Sayang.
- Itu dia. - Hati-hati, dia lebih besar darimu.
Sikunya tetap di atas, Olívia.
Ayo, Olívia!
Jangan sampai dia merusak keseimbanganmu. Seperti itu, area bawah.
Jangan biarkan dia. Cepat.
Kau baik-baik saja?
Sibuk seperti biasa.
Ada apa, Sayang? Di mana pacarmu?
Di mana petarungmu?
- Ayah bukan pengasuhnya. - Haruskah kuasuh jagoan Ayah?
Ayah sudah cukup dengan satu anak! Di mana dia?
Hei! Waktunya makan siang!
Simpankan punyaku.
Hei, di mana feijoada -ku? Ini?
- Ya. - Ada ayam?
Tak ada ayam hari ini.
Darah siapa ini?
Darah siapa ini?
Catolé.
Kau pikir bisa membodohi siapa, Catolé?
Jika itu darahmu, siapa yang bersihkan?
Aku, Pelatih.
Kalau begitu, ambil kain pel dan bersihkan darahmu.
Saat makan siang, Bos? Yang benar saja.
Akan kuhajar kau. Bersihkan darahmu!
Setelah itu baru makan.
Siapa anak di dekat pintu itu?
Ayo, serang. Cepat.
- Sebentar lagi. Ayo! - Ayo, Catolé.
- Ayo. - Dorongan terakhir.
- Ayo! - Semuanya. Cepat!
Sisa dua puluh detik di ronde ketiga. Sekarang waktunya!
Ini latihan, Catolé. Kecepatan.
Jangan berpikir. Itu dia!
Berkomitmenlah.
No comments yet. Be the first to leave one.