The Strays

The Strays

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

The Strays 2023 1080p 720p NF WEBRip x264
Un commento di MRJAYSUB
Maria Dolorosa

Tag

webrip
web
x264
720p
720
BRip
1080
Pubblicato il: 2023-08-27
Download: 69
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Aku muak. Aku tak bisa bernapas di sini.

Kau kenapa? Cheryl, tenanglah.

Tidak!

Tidak, mereka melihat kita seperti kita tak ada harganya.

Kita dibuat diam dan menunggu saja,

macam kita ini berandal atau sejenisnya.

Seolah-olah sampah di sol sepatu mereka.

Siapa yang menyuruhmu menunggu? Ucapanmu tak masuk akal.

Kau sedang depresi lagi?

Dinas Perumahan.

Aku ke sana untuk minta bantuan membayar sewa.

Kau punya pekerjaan.

Kau dan Michael harus berhenti hidup mewah dari kartu kredit.

Aku memenangkan Penjual Terbaik Tahun Ini tiga kali berturut-turut.

Tak seharusnya aku di posisi ini!

Carl, periksa adikmu.

Aku ingin lebih. Apa salah kalau aku ingin lebih?

Kita semua ingin lebih, Cheryl.

Tapi ini keadaan yang harus kita terima.

Kau harus berusaha menjadikannya sebaik mungkin.

Jadi, kapan kau akan mampir nanti?

Ya, kau benar.

Sebaik mungkin.

Hariku hanya buruk.

Agak depresi.

Kita bertemu pukul lima, ya?

Halo. Teleponmu belum bisa dijawab saat ini,

jadi silakan tinggalkan pesan setelah nada.

Halo. Teleponmu belum bisa dijawab saat ini,

jadi silakan tinggalkan pesan setelah nada.

Cheryl, di mana kau?

Jawab teleponnya.

BERTAHUN-TAHUN KEMUDIAN

Pagi yang indah, ya?

Pagi yang indah.

Pagi yang indah, ya?

Benar sekali.

Dan kau tampak menawan seperti biasanya.

Suka memuji.

Kau akan datang ke acara amalku Jumat nanti?

- Kami mengundang banyak tamu. - Seru sekali!

- Disabilitas di Gambia. - Kedengarannya bagus.

Bisa kucatat 500 darimu?

- Pound? - Ya, kecuali...

Ya, tentu saja. Bahkan 550. Senang bisa membantu.

Kau baik sekali.

Apa tak bisa ditambah? Kita ingin tamunya penuh.

Aku pekerja asuransi, Sayang, bukan perhotelan.

Ini penting, Ian.

Hal ini sangat berpengaruh pada komunitas.

Sudah lama aku mengupayakan ini.

Baiklah.

Baik, akan kukerjakan.

Dan jangan lupa hidangan langoustine -nya.

Halo, Neve.

- Bagaimana keadaannya? - Dia menyenangkan.

Sungguh lebah pekerja kecil.

Benar, 'kan? Kau apakan rambutmu, Sayang?

- Ini gaya. - Baik.

Tren selalu berubah, ya?

Memang.

Apa kau ingin sesuatu untuk acaramu?

Mary bercerita banyak padaku. Paduan suara bahasa isyarat?

Ya. The Dream of Gerontius karya Elgar.

Perjalanan jiwa orang mati.

Terdengar luar biasa.

Akan Ibu belikan sampo mahal dan menyiapkan air berendam.

Memanjakan diri sedikit.

Saat kau datang ke sini, kau tak tahu apa itu festival desa.

Dan lihat dirimu sekarang. Mengadakan galamu sendiri.

- Pasti terinspirasi olehmu. - Ingin kuanggap begitu.

Kami semua sangat bangga.

Kau contoh nyata ketabahan, Neve.

Aku bisa mengerti keinginan untuk beramal.

Ini bukan sekadar soal beramal.

Ini tentang menyatukan semuanya, waktuku di sini.

Semacam kelulusan.

Dan kesempatan untuk memamerkan dapur baru?

Ya, jelas itu juga.

Tapi, Neve, ayolah, tak ada yang perlu dibuktikan di sini.

Kau sudah jadi bagian dari kami.

- Bisa dikatakan. - Kau tahu maksudku.

Dan kau luar biasa cantik. Kau tak menua sedikit pun.

Sebenarnya cukup menyebalkan.

- Aku saja. - Aku minta maaf.

Terima kasih banyak. Permisi. Aku butuh ke toilet.

Tanpa biaya pelayanan. Terima kasih.

Butuh bantuan, Sayang?

Aku baik-baik saja.

Kau tak akan percaya yang terjadi padaku hari ini, di mobil.

Lihat posterku?

Poster apa? Ian.

Yang Lil Wayne? Di gimnasium?

- Ibumu sedang cerita. - Lalu menghilang begitu saja?

Jadi, ya, aku baru saja minum teh dengan Amanda, dan aku...

- Jangan pakai ponsel di meja makan, Mary. - Maaf.

Aku menyetir, lalu kulihat orang mencurigakan dari luar kota,

dan, kau tak akan percaya,

langsung menabrak belakang mobil Sonia. Hampir mencopot bumpernya.

- Suruh dia datang. - Kau akan bantu?

- Tentu saja. - Terima kasih, Sayang.

- Manis. - Menjijikkan.

Kami mempekerjakan gadis dari luar kota.

Sungguh? Siapa?

Gadis kulit hitam yang baik.

Kulit hitam?

- Ya, kita kulit hitam. - Ya.

Siapa namanya? Gadis itu?

Abigail. Dia menawan.

Keahlian tersembunyimu.

Aku sudah cerita.

Kerja sampinganku saat usiaku 15.

Di Catford?

- Di Fulham. - Benarkah?

Memang mengejutkan.

Menurutmu Sebastian baik?

Kenapa tidak?

Apa kita memberinya cukup ruang untuk, entahlah...

- Apa? - Mengekspresikan diri.

Sebastian punya semua yang dia butuhkan.

Terkait itu, aku baru prapesan X-box baru untuk ulang tahunnya.

Memangnya yang lama kenapa?

Kau tak perlu menutupinya.

Aku tahu tak perlu.

Aku suka gaya rambutmu yang dulu.

Terima kasih sudah mengungkapkan perasaanmu.

Ayolah, kau tahu maksudku.

Ini hanya perawatan, itu saja.

Ayo kita tidur.

Kususul sebentar lagi.

Sebas, apa kau menggambar di kaca spion?

Apa? Tentu tidak.

SEKOLAH SWASTA

Jaga diri, ya!

Pagi, Bu Williams.

SMA Castle Combe sekali lagi

melampaui sekolah swasta lain di seluruh negeri.

Dan untuk lima tahun berturut-turut,

Wakil Kepala Sekolah dan pembimbing mata pelajaran teologi kita, Bu Williams,

telah mengalahkan kita dengan murid berprestasi terbanyak akhir tahun ini.

Meskipun dia masih belum memberikan surat referensi.

Aku ingin menerima medali lain, tapi aku kehabisan ruang.

Masuklah ke kelas.

Jangan berkeliaran di koridor.

Sekarang.

Ayo, Anak-Anak. Ini bukan pemotretan. Segera ke kelas.

Cepat.

Sebas. Sebastian!

- Apa? - Apa?

- Seharusnya kau di kelas, bukan? - Ya, aku mau ke sana.

Maka lakukan, ketimbang mengobrol dengan orang asing.

Orang asing?

- Kau bawa ponselmu? - Mungkin.

Nyalakan terus, jaga-jaga Ibu perlu menghubungimu.

Dan sekarang suaranya.

Tepat begitu. Bagus sekali.

Siapa yang memberimu itu?

- Di mana dia? - Siapa?

Siapa? Kau mau berpura-pura dengan ibumu?

- Aku membelinya. - Jangan membodohi Ibu.

Ibu bisa menskorsmu. Jangan lupa.

Aku ibumu dan juga kepala sekolah.

- Wakil. - Masuk, sekarang.

Kita selesaikan nanti.

- Di mana kakakmu? - Ini hari Selasa.

- Ya? - Basket.

Basket, ya. Tentu saja. Basket.

Bu! Awas!

- Di sini. - Apa?

Rumah Emily.

Ibu tak apa-apa?

Ya, Ibu tak apa.

- Sampai nanti. - Dan Jessie mengantarmu pulang?

Ya, Bu. Aku sayang Ibu. Dah.

Ibu sayang kau. Dah.

Hei, apa kabar?

- Halo, Sayang. Maaf kami terlambat. - Jangan khawatir.

- Barry sibuk menata rambutnya lagi. - Itu lucu.

Wah, bumbunya. Sungguh lezat.

Entah bagaimana kau melakukannya.

Barry selalu mengeluh soal ayamku.

- Benarkah? - Kau harus mengajariku.

Kau harus mengajariku salah satu ramuan rahasiamu.

- Kita bisa jadikan malam spesial. - Bisa.

Mau?

Dia pemikir bebas.

Dia membicarakan hal-hal

yang ditakuti media arus utama.

Dia memancing reaksi keras.

"Eksodus kulit putih."

Itu ungkapan yang dia pakai.

- Apa artinya? - Bisa kita bahas hal lain?

Artinya saat orang kulit putih di area urban kabur ke pinggiran kota.

- Kenapa kabur? - Karena mereka tak berbudaya.

Tak ada hubungannya dengan budaya.

Apa itu? Di luar jendela.

- Sayang? - Di luar jendela.

Aku tak melihat apa pun.

Ada yang datang. Ada orang di sana. Kau tak lihat?

- Apa? - Ada yang datang!

More Indonesian subtitles for The Strays

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left