Le prime 179 righe.
Kita semua punya sisi yang tak kita tunjukkan pada siapa pun.
Entah kepada teman, kekasih, atau bahkan keluarga,
kita sembunyikan perasaan dan karakter dengan senyum palsu dan kepura-puraan.
Dan seperti itulah dunia mempertahankan perdamaian sementara.
Negara-negara di dunia bertempur dalam perang informasi yang rahasia dan sengit.
Dua negara, Timur dan Barat, berada di posisi sama kuat.
Ostania di timur merencanakan perang.
Westalis di barat berusaha mencegahnya.
Westalis meluncurkan Operasi Strix untuk mengetahui
pergerakan orang-orang penting di pemerintahan Ostania.
Agen B-1 Twilight, bertugas memimpin operasi.
Pria dengan seratus wajah ini
harus memenuhi misi menciptakan keluarga.
KARYA ORISINIL TATSUYA ENDO SERIAL DI SHŌNEN JUMP PLUS DARI SHUEISHA
128 IBU KOTA OSTANIA, BERLINT WEST WART, JALAN PARK
Apa ini semua barangmu?
Ya.
Tak begitu banyak.
PERNAK-PERNIK - KAMAR TIDUR
KAMAR TIDUR
Loid, bagaimana dengan kamar tidurnya?
Tentu kita tidur di kamar berbeda.
Kita akan menyesuaikan kalau ada tamu.
Tentu!
Selamat datang di rumah Anya!
Aku senang bisa tinggal denganmu, Anya!
Ini keluarga yang tidak biasa.
Ayahnya, Loid Forger, adalah psikiater.
Identitas aslinya seorang mata-mata. Nama kodenya adalah Twilight.
Ibunya, Yor Forger, adalah pegawai balai kota.
Dia sesungguhnya seorang pembunuh. Nama kodenya adalah Thorn Princess.
Putrinya adalah Anya Forger.
Dia mampu melakukan telepati.
Anya senang karena punya ibu sekarang!
Aku akan membantu.
Omong-omong, aku punya koneksi
dengan hakim, dan dia akan membuat seolah-olah kita menikah setahun silam.
Sesungguhnya, itu dipalsukan.
Kita akan pikirkan alasan kenapa sempat tinggal terpisah nanti,
juga harus bilang apa ke adikmu.
Baik.
Kalau kami menikah tepat sebelum wawancara,
sekolahnya akan curiga.
"Penjaga Toko" memberikan persetujuan. Jadi, aku lega.
Sungguh menyenangkan!
Ayah. Ibu. Anak.
Dengan alasan masing-masing, mereka bertiga menciptakan
keluarga palsu yang tinggal seatap,
menyembunyikan identitas asli dari satu sama lain.
3 BERSIAP UNTUK UJIAN MASUK
Anya akan mengantar Ibu melihat-lihat!
Setelah itu, kita akan berlatih untuk wawancara.
Ini dapurnya! Ayah pintar memasak!
Begitu, ya?
Ini toilet dan ruang mandi.
Bersih sekali!
Anya bisa cuci muka sendiri.
Anak pintar!
Ini kamar Anya!
Selamat datang!
Boleh aku masuk?
Kamar yang cantik sekali!
Aku akan perkenalkan kau dengan Kimera.
Aku Kimera. Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu, Kimera. Aku ibu Anya.
Ini kamar Ayah!
Jadi, ini kamar Loid.
Kamar Ibu di sini.
Ayo masuk, Ibu.
Baik, terima kasih.
Ini kamarku…
Kamar yang sangat indah!
Aku senang.
Sudah semua.
Bagaimana pengaturan perabotnya?
Aku juga bersih-bersih sedikit.
Ini sempurna.
Anya bantu bersih-bersih juga!
Sungguh! Terima kasih!
Aku pintar, bukan? Aku anak pintar, bukan?
Yang kau lakukan hanya menggulingkan ember.
Maaf!
Aku tak tahu harus bagaimana. Kau mengizinkanku pinjam kamar yang indah.
Apa maksudmu? Anggap saja ini rumahmu sendiri.
Sesungguhnya, ini rumahmu. Lakukan yang kau mau.
Terima kasih!
Akan kuambil kardusnya setelah dikosongkan.
Loid, aku sudah selesai menata semuanya.
Kau sungguh efisien.
Ini adikmu?
Ya.
Dia pegawai negeri sepertimu, ya?
Benar. Dia sepertinya lumayan sibuk belakangan ini.
Jadi, aku hanya bicara dengannya di telepon.
Kalian berdua mirip.
Begitu ujian Anya selesai, aku harus perkenalkan diri.
Mengenai itu, Loid…
Aku tidak punya baju yang sesuai untuk wawancara.
Kalau begitu, mari kita pergi ke pembuat baju sekarang.
Terima kasih!
Aku akan membantu.
Anya! Biar aku yang bereskan itu!
Ada senjata yang sangat beracun di sana untuk pekerjaan…
PERNAK-PERNIK - KAMAR TIDUR
- Kau mau minum apa, Loid? - Kopi hitam.
Anya mau cokelat panas!
Dengan susu dan gula, bukan?
Tepat.
Wow, biskuit buatan sendiri?
Sesungguhnya, itu pertama kalinya aku memanggang biskuit.
Aku mengikuti resep. Jadi, seharusnya lumayan enak.
Aku harap kau suka.
Selamat makan.
Lezat! Kau sangat pintar memasak!
Tidak juga.
Anya juga membantu membuat biskuitnya!
Begitu, ya?
Kau hanya makan kacang setelah melumuri tubuhmu dengan tepung.
Bagaimana kalau kita mulai setelah istirahat?
Akademi Eden adalah salah satu sekolah elite terbaik di negeri ini.
Anak-anak dan orang tua mereka disaring saat proses wawancara.
Karakter dan jenjang pendidikan keluarga yang baik juga diuji.
Mengerti? Sekarang, pertanyaan pertama.
Tolong beri tahu aku nama dan alamatmu.
A… Anya F… Forger. Alamat?
Untuk rumah ini.
Rumah Anya!
Bukan itu yang aku tanyakan.
Anya, apa yang kau lakukan saat libur?
Ayahku menyuruhku tetap di rumah.
Jadi, aku menonton TV sendirian.
Tunggu.
Itu memberikan kesan yang buruk. Ibu.
Ya!
Tolong beri tahu kenapa kau mati-matian ingin masuk Akademi Eden.
Alasan mati-matian? Mati…
Serangan jantung, pendarahan berlebihan,
patah tulang parah di sekujur tubuh, atau retak tengkorak…
Kuajukan pertanyaan lain.
Apa prinsip pendidikanmu?
Kemenangan diraih oleh orang yang pertama bergerak?
Bagaimana adiknya bisa tumbuh dewasa dengan baik-baik saja?
Sudah sepuluh tahun aku jadi mata-mata.
Aku sudah menjalani banyak misi dan nyaris putus asa.
Tidak mungkin kita akan lolos wawancara seperti ini.
Kita lupakan saja sekolahnya.
Loid! Ingatlah harapan mendiang istrimu!
Mungkin terlalu dini untuk simulasi wawancara.
Baiklah, ayo kita keluar.
Pertama, perluas wawasan, raih pengetahuan tentang keluarga menengah atas,
dan ciptakan pemahaman umum di antara kita bertiga.
Tama-siap! La, la, la, la!
Maksudmu "tamasya".
Ibu, mau kugandeng?
Dengan senang hati!
Aku senang mereka sepertinya saling menyukai.
Aku sudah punya rencana.
Di akhir hari, kami akan tampak normal. Bukan, seperti keluarga sungguhan.
Dia mengingatkanku pada adikku saat masih kecil dan lucu.
Aku pernah memeluknya dengan erat dan dua rusuknya patah.
Harus hati-hati.
Ha? Apa?
Mungkin aku keliru.
Omong-omong, kita akan pergi ke mana?
Aku mendapatkan banyak tiket melalui koneksiku di tempat kerja.
Nilai-nilai, tradisi, dan prestise Akademi Eden.
Akan kuperdalam pendidikan kami dengan menunjukkan hal-hal kelas satu.
Harus dipastikan kami tak buat kesalahan dan tertangkap.
Bagus. Ayo ke tempat berikutnya.
Anya, kau harus tenang di sini.
Baik.
Setelah musik kelas satu, selanjutnya terpapar seni kelas satu.
Ayah! Dia telanjang bulat!
Tanpa kepala, tanpa badan!
Sudah kubilang kau harus tenang.
Yor?
Yo…
TEMPAT ANAK-ANAK
Anya mau melakukan itu!
No comments yet. Be the first to leave one.