Le prime 200 righe.
Bu, tetap sadar, ya.
Sudah hampir sampai. Tahan sebentar lagi.
Bu, kau harus tetap sadar.
- Sekarang fokuslah. - Siap? Mulai!
Bagus. Bagus sekali, Bu.
Tarik napas. Dorong sekali lagi.
Sekali lagi, Bu. Lebih panjang. Dorong!
Cantik sekali.
Dia sangat cantik.
Sungguh menggemaskan.
Ha-ri, anakmu sangat cantik. Mau lihat?
Ayo kita lihat Ibu, Nak.
- "Ibu." - "Hai, Ibu."
"Ibu."
Ibu.
Ibu!
Halo, aku 39 tahun dan masih lajang.
Kemarin dan hari ini aku lajang.
Besok sepertinya juga masih akan lajang.
Sudah lama aku tak punya pacar.
Mungkin, kini cinta adalah sebuah keajaiban untukku.
Bisakah kau berikan keajaiban untukku yang masih berharap
dengan mengirimkan camilan?
Jang Ha-ri, ceritamu mirip denganku.
Dan hari ini, keajaiban yang kau inginkan akan kami kabulkan.
Kau memenangkan undian dan mendapatkan
sekotak camilan dari kami!
Namamu Jang Ha-ri, 39 tahun,
dan belum menikah.
Kau pernah melakukan hubungan seks, 'kan?
Ya.
Sekitar waktu Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010…
Kalau begitu, tidak baru-baru ini, 'kan?
Aku melakukan kencan buta, tapi…
Kapan haid terakhirmu?
Satu bulan lalu.
Harusnya sekarang aku haid.
Akhir-akhir ini, nyeri haidku sangat parah.
Bulan lalu sakitnya membuatku hampir pingsan.
Aku pernah dibawa ke IGD karena itu.
Lantas kenapa tak memeriksakannya?
Aku terlalu sibuk bekerja.
Hari ini aku juga tak punya waktu,
aku hanya mau resep obat penawar rasa sakit,
dan melakukan tes AMH.
Aku hanya perlu tes darah, 'kan?
Kita bisa tahu usia indung telur, dan sisa telur yang ada
dari kadar hormonmu.
Apa kau berencana untuk hamil?
Kapan kau akan menikah?
Aku tak tahu.
Bagiku, punya anak lebih utama daripada menikah.
Itu sebabnya aku mau membekukan sel telurku.
Aku mau membekukannya dengan baik
sampai aku bertemu dengan jodohku.
Permisi.
Apa?
Maksudnya aku?
Ya?
Apa di sekitar sini ada apotek?
Apotek?
APOTEK
Ada di sebelah sana.
Astaga.
Aku akan melaporkanmu.
Diam di situ.
Astaga. Hei!
Halo?
Tolong!
- Ada orang mesum di sini! - Kemari!
- Hei! - Halo?
- Tangkap dia. - Ini kantor polisi?
Kami menangkapmu.
Ha-ri!
Kau sungguh akan membekukan sel telurmu?
Kenapa kau suka anak-anak? Melihatnya saja membuatku muak.
Bagaimana bisa begitu?
Melihat mereka saja membuatku senang.
Sangat jarang wanita sepertimu.
Zaman sekarang tak ada yang mau punya anak.
Aku tak akan menikahi suamiku jika dia mau punya anak.
Bagaimana bisa menikahi pria yang tak mau punya anak?
Itu dia.
Mana yang lebih baik?
- Yang ini. - Baiklah.
Ini cocok.
Lantas kenapa bertanya?
STUDIO JAMBI
- Kami datang. Halo. - Halo.
Halo.
Kalian sudah datang?
Itu Pororo!
Halo, Pororo!
Halo, Teman!
Halo
Halo, Pororo.
Kau datang dengan temanmu?
Kau debut tahun 2003
dan masih dicintai hingga sekarang.
Apa rahasianya?
Menurutmu, apa salah satu daya tarik terbesarmu?
Apa ada alasan khusus kau selalu memakai kacamata?
HAN ISANG
Aku menemukannya.
Pak Nam!
Sang-hui, jangan berlari.
- Pak Nam! - Jangan.
- Aku menemukannya. - Sungguh?
Dia ada di Stargram.
Benar dia, 'kan?
Ya, benar. Han I-sang.
Ternyata dia sudah kembali ke Korea.
Apa kegiatannya sekarang?
UNGGAHAN 13, PENGIKUT 4 MENGIKUTI 0
MENGIKUTI 0
Kali pertamaku menggunakan Stargram.
Kali pertamaku belajar menyulam.
Kali pertamaku berlari maraton.
Kali pertamaku bermain Katapel Raksasa.
Astaga.
Dia punya banyak uang dan waktu luang.
Hidupnya menyenangkan.
Baguslah kalau memang begitu.
Namun, jangan beri tahu cerita I-sang kepada Nona Jang.
Kenapa?
Aku masih mau hidup.
Halo.
Kalian sudah datang?
- Halo. - Halo.
Astaga. Kau sehat?
Kau senang?
Aku sungguh boleh di sini?
Aku takut kepada Ha-ri.
Jika tahu kau pindah, dia pasti marah.
Tapi dia tak bisa apa-apa.
Itu rumahku, bukan rumahnya.
Jangan khawatir. Urus saja pekerjaanmu.
Semoga beruntung.
Baiklah.
Hari yang pas untuk buat kekacauan.
KELAS AEROBIK MENYENANGKAN
Kau sudah cukup tersiksa.
Sekarang, mari hidup dengan layak.
Makan makanan layak,
dan pakai pakaian bersih.
Do-a!
Ayah akan memberimu pengasuh yang terbaik.
Putriku, kau sudah kesusahan selama ini.
Kau sangat cantik.
Do-a.
Cantik sekali.
Jangan sampai model kita tertidur karena kenyang.
Ji-yul tertawa lebar jika kenyang. Ya, 'kan?
Sangat menggemaskan.
Dia tak tidur siang karena mau bermain.
Dia main, makan, dan tidur.
Harusnya dibiasakan makan, main, dan tidur.
Pasti kau tidur sambil menyusu kepada ibumu.
Bagaimana kau tahu?
Biasanya bayi yang makan lalu tidur setelah bermain begitu.
Kulihat kau juga minum kopi.
Kau pasti sering terjaga pada malam hari.
Apa kau seorang detektif?
Kau membuatku takut.
Namun, aku harus berhenti menyusuinya di malam hari.
Kau akan temukan jalan keluarnya jika tulis rutinitas keseharian Ji-yul.
Makan satu jam, bermain dua jam, dan tidur siang dua jam.
Jika kau lakukan itu dengan teratur beberapa hari, dia akan terbiasa.
Nona Jang, kau harus segera menikah dan punya anak.
Rumahnya bagus. Ya, 'kan?
Karena Han I-sang kembali,
banyak sekali perusahaan majalah dan iklan
yang menghubungiku.
Kenapa kau memaksaku kembali? Aku masih mau beristirahat.
Tiga tahun sudah cukup untuk istirahat.
Kau yakin mau menolak pemotretan dengan banyak bintang ternama?
Ya, aku yakin.
- Kenapa? - Karena kau memaksaku.
Kau pikir kau remaja puber?
Aku sudah membantumu pindahan begini. Jangan begitu.
Letakkan itu. Kau membuatku tak nyaman.
Aku sedang menjilatmu agar kau mau.
Bergabunglah dengan agensiku.
Kau mau, 'kan?
Tidak.
Kau ada waktu untuk maraton, tapi tak jawab teleponku.
Ada waktu untuk main, tapi tak ada waktu menemuiku.
Kau pergi ke taman bermain, tapi tak menghubungiku.
Kau ada waktu menyulam, tapi tak membalas pesanku.
Halo!
Bibi!
Aku menengok secara refleks tadi.
Dia memanggil seniornya "Bibi"?
Katanya aku seumuran dengan bibi termudanya.
Dia sudah gila. Kita sedang di kantor.
Kenapa diam saja? Lakukan sesuatu.
Bagaimana bisa begitu?
Aku sendiri yang menyetujuinya.
Semuanya sudah telanjur.
Dia akan berubah jika peka.
No comments yet. Be the first to leave one.