Le prime 200 righe.
Uploaded by ichemicalwolf
Matikan mesin dan hapus semua catatan.
Lepas cakram kerasnya. Kita bawa.
Sedikit lagi jadi satu miliar.
Hanya cetak dan potong kertas, beres. Berapa menit, Tn. Torres?
- Sebelas. - Sebelas.
Kau membulatkan angka, Nairobi.
Kau kira ini apa? Acara permainan TV?
Kemasi barangmu, akan kuurus uangnya.
Kubilang aku mau membawa satu miliar!
Jika kubilang berhenti, berhenti!
Kau tahu kenapa aku memimpin?
Karena kau tak punya otak.
Kau mau tinggal di perangkap tikus ini untuk mencapai satu miliar?
Kau tahu itu mengingatkanku pada siapa?
Pada seorang ibu...
yang meninggalkan anaknya,
seorang bayi, untuk menjual obat.
Dia ditangkap, anaknya diambil.
Di bawah perintahku, itu takkan terjadi!
Tidak, tentu saja tidak.
Di bawah perintahmu, kita berencana menikahi sandera.
Apa? Kau akan menikah di pantai, berbaju putih?
Kau, yang merasa tahu segalanya, kau tahu perasaan wanita itu padamu?
Kau membuatnya muak! Aku mendengarnya di kamar mandi.
Satu-satunya penghiburan baginya, dia akan menyimpan uangmu.
Untuk bertahan denganmu sampai kau mati.
Dan saat kau sekarat, dia akan berkata padamu,
betapa setiap kau memerkosanya, karena kau memang memerkosanya,
dia akan ke kamar mandi untuk muntah.
Hanya itu yang tersisa baginya. Meludahimu di ranjang kematianmu.
Begitulah kau mengubahnya.
Torres,
matikan semua mesin.
Nona Nairobi...
- Matikan semua mesin, Torres. - Baiklah.
Kolonel.
Ada panggilan telepon pada Raquel.
Dari ponsel Angel.
- Apa? - Deputi Inspektur Rubio.
Hubungi rumah sakit apa Rubio sadar dari koma.
Jika ya, kirim tiga orang dan suruh bergegas.
Wanita jalang itu bisa muncul kapan pun.
Sudah. Pengatur waktu dan sel siap.
Ini akan menyibukkan polisi sejenak.
Mereka harus mematikannya satu per satu.
Apa rencanamu besok?
Besok?
Besok aku akan berlayar
di kapal kargo. Berjemur tanpa bra.
Tanpa bra?
Agar tidak belang.
Jadi, kau akan di sana tanpa bra
bersama para pelaut kesepian yang tak melihat wanita selama tiga bulan?
Ada apa? Kau pikir aku tak bisa membela diri?
- Atau mau membelaku dari tukang intip? - Bukan begitu.
Bukan?
Itu akan menjadi perjalanan terakhir kita.
Entah apa yang kau lakukan sesudahnya.
Entah kau naik jet ski dengan pistol menyalak
atau apa yang kau lakukan, entahlah.
Jadi, aku mau kau tinggal.
Denganku.
Di kabinku.
Hei.
Kami menemukan dinding batu bata.
Pegang ini.
Lubangi dinding itu.
Itu mengarah ke riol. Di sanalah kita akan keluar.
Cepat.
Ini.
Kau melihat semua bom itu?
Sial.
Dua puluh tahun hidupku.
Dua puluh tahun.
Jesus, berikan palu godam itu.
Kita 200 meter dari jalan keluar. Estimasi, enam menit.
Ayo.
Diterima. Kami akan menginfokan gerakan seismik.
Berlin,
hentikan sekarang.
Nairobi, kita pergi.
- Masih ada yang dikemas... - Itu kelebihan. Semuanya,
senang bisa merampok kalian,
tapi ini saatnya menikmati liburan yang pantas diterima.
Dokter Sanchez diminta ke kamar tujuh.
Dokter Sanchez...
Raquel.
Apa kabar?
Beginilah.
Aku senang kau selamat.
- Aku berutang maaf padamu... - Kau tak perlu minta maaf.
Meskipun kau menyebutku bodoh dan badut.
Ejekan paling memalukan sepanjang hidupku.
Aku tak bisa beristirahat tenang dalam koma.
Aku sungguh minta maaf.
Kenapa kau diberhentikan dari kasus ini?
Mereka mengira aku bagian dari perampokan.
Benarkah itu?
Tidak.
Tapi kau berhubungan dengan pria itu, ya?
Ya.
Kau jatuh cinta padanya?
Aku akan memberimu informasi lokasi hanggar.
Dari sanalah pria itu mengatur seluruh operasi.
Jika ingin reputasimu bersih, pecahkan kasus dan kalahkan mereka.
Aku tahu lokasi hanggar itu.
Tapi aku takkan bilang pada mereka.
Kenapa tidak?
Karena aku tak tahu lagi siapa yang baik dan jahat.
- Jangan bergerak! - Angkat tangan!
Angkat tanganmu.
Lopez.
Arenas.
Gomez...
Kau tahu akan ada aturan di pulau kita?
Kau harus telanjang seharian. Aku boleh pakai Speedo.
Tolong pasang peledak di gudang, ya?
Tokyo!
Merunduk!
Cepat!
Pistolku!
Ambil yang ini!
Cepat!
Apa yang kita lakukan?
Tameng huru-hara! Kita harus menembak kaki mereka!
Lindungi aku!
Dasar bedebah!
Lobo, laporan kerusakan!
Mereka menembak beberapa agen, Pak!
Aku akan melindungimu!
Evakuasi yang cedera! Evakuasi yang cedera dan maju!
Jika kita selamat, kugantung senjataku. Sumpah.
Kau serius?
Bahkan senapan angin di pameran.
Ayo, tembak terus!
Lagi pula, kita harus berbelanja untuk pulau kita, 'kan?
- Gorden, sofa... - Kau bilang "pulau kita"?
Dasar bedebah!
Tembak terus! Habisi!
- Berengsek! - Lobo, sekarang!
- Mereka datang! - Ayo!
- Berengsek! - Ayo!
Ayo! Cepat!
Cepat.
Berengsek!
- Maju! - Ayo.
- Tahan. - Kita harus ke pintu itu!
Tahan! Jangan tembak!
- Anibal. - Apa?
Tetap berlindung.
Berikan lencanamu.
Lencana pertunangan?
Sekarang.
- Aku mencintaimu! - Aku mencintaimu!
Sekarang!
Tokyo!
Tokyo!
Tokyo!
Tokyo.
Kau ditangkap! Jangan bergerak!
- Rio! - Jangan bergerak!
- Rio. - Jangan tembak!
Menjauh darinya!
- Angkat tangan! - Rio, tiarap!
Sial!
Lari!
Lobo, Ruiz! Bagaimana?
Ruiz, sial! Evakuasi Ruiz!
- Rio! Denver! - Apa?
Ambil Browning. Temui kami di ruang brankas!
- Cepat! - Ayo cepat!
Kita diserbu!
Bentuk formasi dan maju! Ayo, kejar mereka!
Ya, Pak.
Aku akan menyambungkannya.
BIN sudah mengambil alih.
Ini Kolonel Prieto.
Angel, bagaimana kabarmu?
Aku pernah melihat hari yang lebih baik, jujur saja.
Hei, aku penasaran,
kenapa kau menelepon Inspektur Murillo begitu sadar?
Karena kami berteman.
Jangan main-main.
Katakan, kenapa dia menemuimu?
Dia datang karena kami berteman.
Dia mempermalukanmu di depan tim, nyaris mengakhiri karier dan hidupmu.
Berhenti mengelabuiku dengan omong kosong persahabatan.
Kuulangi pertanyaanku, Angel.
Kenapa kau menelepon Inspektur Murillo?
Karena dia temanku.
Kau datang ke persembunyian pria itu, si Profesor.
Aku tahu kau mengambil sendok teh dan meminta forensik menganalisisnya.
Berikan alamatnya.
Aku tidak ingat apa pun.
- Aku tidak ingat satu hal pun. - Baik.
Kau tahu informasi yang kau rahasiakan dari kami bisa dianggap pelanggaran.
Kau bisa berbagi sel dengan para perampok,
atau dengan "temanmu."
Berikan alamatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.