Le prime 200 righe.
Penerjemah: Macb3th --- Kendari, 26 Juni 2018 ---
- Kau mencuri jus jeruk-ku? - Tidak.
- Kau mencuri... - Aku membayarnya.
Kau mencuri jus jeruk-ku.
Kasus pencurian dan penembakan di South Figueroa. Tersangka tewas.
- Aku tidak menembaknya. - Letakkan senjata itu, sekarang!
Gadis itu ada di sana semenit yang lalu, kemudian dia meninggal.
- Tapi aku tidak menembaknya. - Apa yang kau lakukan?
Aku... Aku menembaknya.
Dia bilang menembaknya? Akan kubunuh dia.
Pergi dari sini.
Jangan main-main! Aku tak ingin diganggu!
Merunduk Shawnte.
- Kemarilah, Jordan. - Tiger.
- Apa kalian sudah gila? - Merunduk!
Menjauhlah, hentikan omong kosong ini.
"Los Angeles Tahun 1991"
Kamera pengawas merekam pemilik toko Soon Ja Du dan Latasha Harlins usia 15 tahun,
dia mencuri jus jeruk.
Soon Ja Du memegang pistol, dan menembak kepala Harlins.
Juri menghukum Soon Ja Du atas pembunuhan.
Dia direkomendasikan laporan sebelumnya, penjara tidak lebih dari 16 tahun.
Tapi Hakim Joyce Carlin menyetujui pembebasan bersyarat
dan denda $500 dengan hukuman penjara ditangguhkan.
- Apa pendapat Anda? - Dia lolos dari hukumannya.
Bagaimana orang menikmati kedamaian sementara hal seperti ini terjadi?
Bangun, Los Angeles! Bangunlah!
Kita mendengar LAPD memukuli seorang tersangka.
Kalian lihat Latasha, dia didepan kamera pengawas.
Omong kosong apa ini?!
Rodney King. Kita tak bisa terima ini memukul dengan cara seperti itu.
George Holiday tinggal di seberang jalan.
Dia merekam semua kejadian ketika tersangka ditangkap.
Kami tidak mengerti.
Apa ini masuk akal?
Dia masih anak-anak, ditembak kepalanya.
"7 Minggu Menuju Kerusuhan"
Perdebatan dimulai hari ini di California Selatan
kasus yang membuat tercengang, pada LAPD
suatu rekaman video yang dramatis.
Persidangan empat petugas polisi, mengarahkan kita lagi ke peristiwa yang mengerikan
mengutuk LAPD dan tak bisa lagi mempercayai mereka.
Pengacara pembela mengklaim mereka tidak mendapatkan keadilan...
Halo, pagi ini kau bangun cepat.
Tubuhmu sangat hangat.
- Kue kecil kesukaanku. - Aku bukan kue kecil.
Bagus, bagus, bagus. Oke, pergilah.
Selamat pagi semuanya.
Bangun, halo.
Selamat pagi, sayang.
Selamat pagi. Saatnya sekolah, bangun.
Selamat pagi.
Selamat pagi, sayang.
Lihatlah dirimu, selamat pagi.
- Mama. - Bagus.
Halo bayi kecil, selamat pagi.
Beri aku pelukan.
Burung-ku.
Bangun, ayo.
Ibu ingin kau mengurus anak-anak, oke?
Ibu harus pergi urus kue.
- Ibu menyakiti tanganku. - Dengar, jika tidak... Nicole.
Aku selalu mendapat nilai bagus, aku takkan melanggar aturan.
Dengar, jika kau tidak berhenti, Ibu akan mengusirmu dari sini.
- Ya, aku mengerti. - Kau melanggar aturan atas kemauanmu sendiri.
Aku mengerti!
Kalian melihat keparat itu di sana? Dia mencekik-ku?
- Kedua tangan. - Tenanglah.
Tenang? Ibu ingin aku apa? Aku bisa menjual alpukat, pisang dan nanas.
Maaf, menyingkirlah.
- Kau harus hubungi konselor sekolah. - Lupakan, kita berada di daerah kumuh.
Aku menerima kalian!
Kumohon, Ibu ingin kau memanggil konselor, dia bisa membantumu, Nicole.
LAPD datang.
Boom boom! Boom boom! Boom boom!
Apa kalian suka menghajar mereka?
- Pelankan suaramu. - Kenapa?
- Kau harus tinggalkan sekolah. - Ibu lihat yang mereka lakukan pada Rodney King?
Sudah melihat wajahnya? Babak belur.
- Pulanglah. - Wajahnya terluka, Ny. Baum.
- Pulanglah, Nicole. - Tidak terlihat bagus.
- Rodney King! Rodney King! - Panggil konselor, pulanglah.
- Rodney King! Rodney King! - Rodney King! Rodney King!
- Kalian harus hentikan ini. - Rodney King! Rodney King!
- Pulanglah atau kau akan... - Rodney King! Rodney King!
Kembali ke kelas.
Baiklah, anak-anak kembali ke kelas.
Rodney King layak mendapat apa yang dia miliki.
Kembali ke kelas sekarang.
Di Los Angeles, dituduh melakukan kejahatan, di berita malam ini.
Ada dugaan penganiayaan.
Empat petugas polisi yang ada dalam rekaman video
yang memukul Rodney King.
Kasus melawan Sersan Stacey Koon serta petugas Laurence Powell,
Timothy Wind dan Theodore Briseno, dituduh memukul menggunakan senjata.
Tak bisa membayangkan apa yang terjadi.
- Kau baik-baik saja, Jess? - Ya, biarkan aku sendiri.
- Wajahmu sangat jelek. - Kau sudah bangun?
- Tidak, tutup pintunya. - Kau sakit?
- Tidak. - Ayolah, kami lapar, kami lapar!
- Sarapan! Sarapan! Sarapan! - Sarapan! Sarapan! Sarapan!
- Apa kita tidak menyiapkan sarapan? - Aku lapar.
Akan siap segera.
- Ambillah. - Popcorn! Popcorn! Popcorn!
- Biar aku saja. - Latasha Harlins dibunuh oleh penjaga toko.
- Halo? - CSC. Millie ada di sana?
- Millie ada di luar, ada apa? - Ibu Jordan bebas dari penjara.
- Dia ingin mengambil anaknya. - Maaf, aku tidak bisa mendengar.
- Kau bilang apa? - Dia ingin mengambil Jordan
- dan ingin bertemu dengannya segera. - Api, api.
- Jadi kau harus... - Oke.
- Api, api. - Semuanya keluar sekarang, ayo, ayo!
- Ayo, ayo keluar. - Ayo.
- Kau punya kunci? - Ayo, hati-hati.
- Ayo Tiger, cari Carter. - Oke, berhati-hatilah.
Carter!
Kita baik-baik saja, sudah berakhir.
- Apa tidak akan meledak? - Tidak.
Ayo, masuk.
- Tenanglah. - Aku pulang.
- Hei, Millie. - Kalian siap ke sekolah?
- Ya, kami siap. - Ya.
Aku menerima telepon dari Lembaga Pengasuhan Anak.
Ini tentang Jordan.
Ayo, cepat, bersiap.
Ayo, ambil tasmu.
Kau siap?
- Kau menemukan jaketmu? - Aku tidak tahu dimana.
- Carilah di sana. - Di sini.
- Kemarilah, sayangku. - Ayo.
Pakai jaketmu, berhenti.
Apa yang terjadi?
- Jangan menangis di depan Jordan. - Ibu tak bisa.
Ibu sudah membesarkan dia. Anak-ku.
Aku tahu itu.
Aku menyayangimu.
Tidak, sudah cukup.
Apa yang kau lakukan di sini, nak?
- Masuk ke mobil! - Apa yang kau lakukan Nyonya? Berhenti!
- Tidak ada yang boleh menangkapmu. - Hei.
Kau berada di sini melakukan omong kosong ini?
Aku tidak menyakitimu kan, sayang?
- Tidak. - Oke.
- Kau putra Dantisha, kan? - Ya.
Ya.
- Aku pergi. - Tidak berarti kau memberinya makan.
- Aku suka melakukan ini. - Dia sudah dewasa, berapa usiamu?
Berapa usia Peaches?
Aku sudah mencabut gigi-gigi dari Peaches.
- 5 tahun? - 5? Dia 6 tahun.
- Itu benar. - Shawnte...
- Tiger, Ruben dan Peaches. - Tiger, Ruben dan Peaches.
- Senang bertemu. - Kami punya adik laki-laki dan perempuan.
Saudara kita ada di atas. Namanya Carter, usia dua tahun.
- Ya, di atas. - Dan adik perempuan kami Sherridane.
Dia berusia sekitar dua tahun.
- Jesse, kakak kita. - Maksudku...
Ibu setuju kita tidak akan mengasuh lebih banyak anak lagi.
Benar. Tapi Ibunya dipenjara dan rumahnya disegel.
Aku menghubungi Lembaga Sosial, tapi kita tak bisa meninggalkan anak itu di jalanan.
Bodoh! Kau sedang apa?
- Semua bisa melihatmu. - Siapa?
- Anak-anakku. - Di mana mereka?
Di sini.
Enyahlah!
Selamat pagi, kami akan membawakan berita terbaru...
- Di mana tas Ibu? - Ini dia.
Terima kasih.
Ibu segera kembali.
- Di mana kau mencerahkan? - Kulitnya.
Kau harus keluar dari jalan, apa yang terjadi padamu?
- Kau tidak pakai celana. - Apa yang dia lakukan?
- Ada apa dengan mereka? - Berhentilah tertawa.
Putrinya tertembak, ambilkan jaket. Terima kasih.
- Pergi dari sini, pelacur! - Apa?
- Ya Tuhan. - Tidak, tidak.
- Kau bilang apa? "Pelacur"? - Jangan, jangan, berhenti.
- Kau bilang padanya "Pelacur"? - Apa-apaan? Jangan menyentuhku!
Jangan sakiti dia. Lepaskan!
Pergilah!
Setiap ada anak di jalan, Ibu selalu membawanya pulang.
- Anak ini gila. - Jauhkan dia!
- Buka pintunya! - Biarkan dia sendiri! Biarkan dia sendiri!
- Masuk ke mobil. - Ini selalu terjadi.
Dia sudah di dalam, kita tak usah mendekatinya!
Kenny. Hei Kenny, Kenny, Kenny.
Aku butuh bir, Kenny.
Akan kubunuh yang menyerangku!
Keparat!
- Kau lihat yang terjadi, brengsek? - Dia hanya anak-anak.
Pergilah makan kotoran. Dia bukan anak-anak.
- Kau bilang apa? - Tidak ada.
Tidak, katakan lagi, bodoh! Katakan saja!
- Kau ingin aku mengatakannya? - Ya.
Kau biarkan anakmu mengacau. Kupanggil Lembaga Sosial, bagaimana?!
- Aku punya senjata. - Tembak saja, Kenny.
Semua masuk ke mobil, sekarang!
Ayo pergi, ayo pergi.
Itu bagus, sangat bagus.
- Panggil Ibumu, aku tak peduli. - Pria kulit putih di sini!
No comments yet. Be the first to leave one.