Le prime 200 righe.
(Tayangan ini fiktif. Seluruh tokoh, tempat, organisasi...)
Desa menjadi tegang belakangan ini.
Sejak desa dijadikan area pembangunan bendungan...
...semua orang menjadi anarkis.
Kini, banyak sekali keributan.
Tolong tinggal dan bantu kami.
80 keluarga di Wolchu-ri, yang akan ditenggelamkan...
- ...jadi bendungan... - Penatua Choi!
- ...akan menerima bantuan. - Penatua Choi!
- Kim Min Chul. Itu Kim Min Chul. - Hei.
Jangan ambil uangnya.
- Tuhan berikan padaku demi kebaikan! - Tidak!
Aku akan menggunakannya untuk kebaikan, Berengsek!
Kau mencari tempat untuk membangun gereja, bukannya bepergian?
Baguslah!
Tidak usah pergi jauh.
Sudah kubilang hati-hati.
Berapa kali aku memberitahumu?
Byung Ryul bodoh itu tak tahu apa-apa.
Aku akan pergi ke A Demain setelah aku melahirkan.
Penatua Choi.
Siapa kau sebenarnya?
Dasar penipu.
Kau menipu orang yang salah.
Jika aku melihatmu lagi, aku akan melemparmu kembali ke penjara.
Aku ingin adakan kebaktian hari Minggu.
Ini kebaktian pertama di Wolchu-ri...
...jadi kuharap kalian semua datang.
Menyenangkan masih muda.
Aku ingin tahu apakah aku seperti itu...
...di usia 20-an.
Ibu, bajingan itu sudah bebas?
Dia dibebaskan?
Keluar!
Beraninya kau datang ke sini.
- Keluar! - Sial.
Apa? Kau akan memukulku?
Pukul saja. Silakan. Pukul aku!
Berhenti. Tolong hentikan...
Putraku tidak mengangkat teleponnya.
Dia belum pernah mematikan ponselnya.
Kau bahkan tidak bisa mengurusnya?
Bagaimanapun kau harus menangkapnya. Paham?
Karenamu segalanya jadi kacau.
Itu salahmu atau salahku?
Kau pikir siapa yang memberimu informasi tentang penduduk desa?
Kau mau mati sekarang?
Aku terlalu baik padamu karena kau memberiku informasi.
Apa kau lupa siapa aku?
Tolong jangan bunuh aku.
Ampuni aku!
Apa yang membawamu kemari?
Profesor Choi.
Apa yang membawamu kemari, Profesor?
Dia seorang pimpinan?
Bagaimana Penatua Choi kenal seseorang seperti dia?
Lihatlah bajingan ini.
Kau melihatku seolah-olah sampah sebelumnya.
Sekarang kau tersenyum seakan tak terjadi apa-apa.
Ke mana perginya bajingan tua itu?
Dasar psikopat! Ke mana dia?
Akan aku habisi kau!
Aku mendengar dia berbicara di telepon.
Dia itu mencurigakan dan aneh. Dia memukulku!
Siapa yang berani memukulmu?
Bajingan berambut putih yang ada di kamar sebelumnya.
Siapa dia?
Lupakan.
Dia orang yang berbudi.
Jika tidak menangkapnya hari ini, tamatlah kita. Paham?
Pastikan tangkap dia.
Kami menangkapnya.
Apa itu?
Sial. Merepotkan sekali.
SAVE ME 2
Min Chul.
Ayo makan.
Dia...
...bahkan mengasihani anaknya yang menyia-nyiakan hidupnya...
...dan mengadakan pesta saat dia pulang.
Begitulah dia.
Astaga.
Bibi! Ada apa ini? Biar aku saja.
Astaga.
Apa ada yang ulang tahun?
Tidak ada, ini untuk Min Chul.
Ini makanan rumahan pertamanya sejak dia keluar dari penjara.
Astaga. Sebanyak ini?
Min Chul.
Cepatlah, Min Chul.
Ayolah.
- Terima kasih untuk makanannya. - Selamat menikmati.
Lezat.
Min Chul, kau masih saja makan babi tepung seperti anak kecil.
Tentu pria harus makan babi tepung. Maafkan aku.
- Taruh. - Hanya satu saja.
- Satu saja... - Jangan kau makan. Jangan...
- Pulang sana. - Bibi, aku bisa makan di sini, ya?
Tentu saja.
Dasar...
Kau di sini.
Min Chul mampir ke restoran.
Itu tidak ada hubungannya denganku.
Min Chul, biar Ibu olesi salep.
Ya? Lukamu terlihat buruk.
Tak perlu. Aku akan pakai nanti.
Halo?
Sungguh?
Ya. Baiklah, terima kasih.
Dari bengkel mobil. Katanya ada di sini.
Ayo.
Min Chul, tunggu.
Ada apa?
Pastikan kau makan, ya?
Tak perlu. Ibu lebih membutuhkannya.
- Kau butuh uang untuk makan. - Masuklah.
Sampai jumpa lagi!
Ternyata mereka cepat sekali mengabari.
Kenapa kau harus kabur?
Penatua Choi...
Jin Sook...
Kalian semua di pihak yang sama?
Sial.
Lalu? Apa lagi yang kau tahu?
Kau ingin tahu?
Kau ingin tahu siapa lagi yang tahu selain aku?
Tidak mungkin.
Kau tak pernah bisa yakin akan apa pun.
Siapa lagi yang tahu?
Jangan mimpi, bajingan.
Berengsek!
Apa sudah pas?
Jung Byung Ryul.
Aku pikir kau bodoh.
Silakan berbincang.
Kau akan terus begini?
Kau harus membayar penyimpanannya dahulu.
Jika aku terlambat sedetik saja...
Pasti akan sangat mengerikan.
Tenanglah.
Tn. Oh.
Kau tidak bisa bersikap seperti ini setelah apa yang kulakukan untukmu.
Profesor.
Berapa kali aku harus katakan bahwa ini tidaklah gratis.
Kau berusaha mengurungnya di pulau, tapi dia kabur.
Jadi aku menangkapnya lagi untukmu.
Bahkan tim forensik tidak bisa masuk kemari.
Maksudmu NIS.
Barang ini sepertinya penting. Kau harus membawanya.
Baik.
Jaga barangku dengan baik dan jangan sampai tergores.
Beri aku waktu sebentar.
Aku tidak mau menunggu lama.
Hati-hati keracunan makanan.
Byung Ryul!
Astaga. Apa ini? Lepaskan dia sekarang! Cepat!
Byung Ryul, bangunlah.
Byung Ryul. Sadarlah.
Ayo kita ke rumah sakit. Ayo.
Byung Ryul.
Penatua Choi.
Ya, ini aku. Aku di sini.
Jangan tatap aku seperti itu.
Berhentilah bermain-main denganku!
Byung Ryul. Apa maksudmu?
Kau dan Jin Sook saling kenal, 'kan?
Tentu saja. Dia istrimu.
Tidak.
Kalian saling kenal sebelum bertemu denganku.
Kalian merencanakan ini bersama. Aku mendengar semuanya!
Hanya sebatang rokok. Kenapa ribut?
Byung Ryul tidak tahu apa-apa.
Kau pikir aku bodoh?
Ambilkan barangnya.
Jadi, ini rupanya.
Harus kuakui, aku ceroboh.
Sayang sekali.
Aku bisa saja memanfaatkanmu lebih lama.
Apa yang sebenarnya kau inginkan?
Apa karena uang kompensasi yang kudapat?
Dasar bajingan kotor!
Kau membuat kaget saja. Astaga.
Jika kau ganggu ibuku atau Sung Ho...
...aku akan membunuhmu, Berengsek!
Itu semua tergantung padamu.
Sial.
Ini sup belut yang sudah dimasak lama.
Boongeo bersusah payah mendapatkannya untuk kita.
Kudengar ini bagus untuk wanita hamil.
Ibu, aku tidak bisa makan makanan seperti itu.
Jangan pedulikan rasanya.
Kau harus makan demi kesehatan.
Tidak terlalu amis karena kucampur dengan pasta kacang.
Kau bisa menelannya. Ayo.
Bibi.
Baik.
Minumlah. Bagus.
- Aku juga mau. - Habiskan semuanya.
Sekarang, makanlah dagingnya.
Jangan!
No comments yet. Be the first to leave one.