Le prime 86 righe.
Kenapa aku harus dihukum mati, ya?
Semua ini gara-gara kau!
Aku tak ingin menyesal dengan cara hidupku!
Tetapi bagaimana kalau orang yang kau tolong akan membunuh orang lain kelak?
Ketika kau mati, pastikan kau dikelilingi orang-orang.
Kau akan dihukum mati secara diam-diam.
Pokoknya aku sudah memutuskan bagaimana aku akan mati.
Apakah ibu dan aku sama-sama dikutuk oleh orang-orang?
Apa cara yang benar untuk mati?
Nilai kehidupan akan menjadi tak jelas.
Bahkan nilai orang-orang penting bisa menjadi tak jelas.
Aku takut akan hal itu.
Semua ini gara-gara kau.
Ketika kau mati, pastikan kau dikelilingi orang-orang.
Bantulah orang lain.
Aku tak boleh mati.
Aku tak pernah menyesal karena pernah menyelamatkanmu.
Berarti kita sekutu.
Aku tak akan kalah lagi.
Aku akan menang.
Pergilah ke dunia akhirat, dan minta maaf kepada adik-adikku!
Karena kau sangat kuat, bantulah orang lain.
Apa kau sudah siap, Itadori?
Manusia bisa mati, ini tak bisa dihindari.
Setidaknya aku ingin mati dengan benar.
Saat kau mati karena kutukan, kau mau menyalahkan kakekmu?
Aku ingin ada banyak orang yang memberikan penghormatan terakhir saat kematianku.
Di antara nyawa yang sudah kurenggut, ada beberapa yang bisa menangis.
Orang-orang itu mati karenamu!
Episode 42
Benar atau Salah
Duel Magis
Duel Magis
Malaysia.
Benar, aku ingin ke Malaysia.
Pergi ke Kuantan saja.
Mari bangun rumah di tepi laut yang tak berpenghuni.
Buku yang kubeli dan belum dibaca sudah menggunung.
Aku ingin membaca halaman demi halaman, seakan meraih kembali waktu selama ini.
Tidak, seharusnya aku pergi menyelamatkan Fushiguro.
Di mana Maki dan Naobito?
Bagaimana nasib mereka?
Aku lelah, benar-benar lelah.
Ya, aku lelah.
Aku sudah melakukan cukup banyak.
Ternyata kau di sini.
Aku di sini, selalu di sini.
Ternyata kau di sini.
Aku di sini, selalu di sini.
Mau berbincang sebentar?
Soalnya kau sering menemaniku bermain.
Haibara,
pada akhirnya, apa yang ingin kulakukan?
Padahal, aku pernah melarikan diri.
Tetapi aku terpancing kembali dengan alasan rasa pencapaian.
Tidak.
Ini tak benar.
Jangan, Haibara.
Aku tak boleh bicara begini.
Ini akan menjadi semacam kutukan untuknya.
Nanami.
Tak bisa.
Tidak.
Itadori.
Sisanya kuserahkan kepadamu.
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan, Mahito?
Tanpa kau berteriak pun aku bisa mendengarnya,
Yuji Itadori!
Tolong aku.
Tolong aku.
Multiplikasi Roh.
Penangkis Tubuh.
Kalau kau berdiri lebih tegap,
mungkin aku bisa menembus wajahmu.
Kenapa kau bisa terus-menerus
mempermainkan nyawa begitu banyak orang?
Kalau aku menghitung dan membunuh sambil terlihat kesusahan, apa kau akan puas?
Selanjutnya akan kulakukan seperti itu.
Mengenai dirimu yang cerewet ini,
aku akan menjawabmu dengan cerewet juga.
Yuji Itadori.
Tolong aku.
Kau adalah aku.
Jangan sedikit-sedikit marah.
Ini hanyalah omong kosong Kutukan.
No comments yet. Be the first to leave one.