Le prime 200 righe.
Di balik tembok itu terdapat laut, itulah yang dikatakan oleh Armin.
Tapi apa yang ada di balik laut,
aku selalu bertanya- tanya tentang hal itu.
layaknya langit malam yang gelap
layaknya langit malam yang gelap
like a scarlet night
like a scarlet night
di dalam kegelapan itu
di dalam kegelapan itu
fell in the dark
fell in the dark
kau bisa sembunyikan rasa takutmu
kau bisa sembunyikan rasa takutmu
you can hide your fear
you can hide your fear
dan kau juga masih bisa berbohong
dan kau juga masih bisa berbohong
can lie my dear
can lie my dear
teruskan saja dan raihlah mimpimu
teruskan saja dan raihlah mimpimu
kono mama yume wo mite
kono mama yume wo mite
bentangkan sayapmu, kepakkanlah
bentangkan sayapmu, kepakkanlah
chidarake no tsubasa hirogete
chidarake no tsubasa hirogete
seperti apa kebenarannya
seperti apa kebenarannya
what's the truth?
what's the truth?
yang ingin kupercayai
yang ingin kupercayai
what to believe?
what to believe?
bak malaikat yang jatuh
bak malaikat yang jatuh
like a fallen angel
like a fallen angel
diterbangkan oleh angin waktu
diterbangkan oleh angin waktu
toki no kaze ni
toki no kaze ni
seraya terjatuh
seraya terjatuh
nagasarete oshite yuku
nagasarete oshite yuku
ke langit yang penuh bintang
ke langit yang penuh bintang
into the starry night
into the starry night
nan indah seperti dewi
nan indah seperti dewi
kagami no you ni
kagami no you ni
dan kau kan kupeluk selama-lamanya
dan kau kan kupeluk selama-lamanya
dakisihimete eien wo
dakisihimete eien wo
hingga terbang sampai nirwana
hingga terbang sampai nirwana
fly to heaven
fly to heaven
Tanda Asap
Sasha, kau coba-coba curi makanan, 'kan?
Aku akan bilang ke Kapten Levi dan kau akan dicincang, lo.
Tidak, kok.
Oh.
Kalian! Bersihkan dulu kakinya sebelum masuk ke sini!
Apa?
Tak kubersihkan. Kau tak bisa lihat kami sedang bawa banyak barang?
Kaupikir alasan seperti itu akan diterima Kapten Levi?
Aku bahkan bersihkan kasurmu tadi pagi.
Berisik. Memangnya kau ibuku, apa?
Kami kembali.
Tunggu, kau memotong kayu?
Aku juga tak boleh diam saja.
Kau baru saja diremas oleh Raksasa. Harusnya kau istirahat dulu.
Sudah kubilang padanya, tapi tak didengarkan.
Bahkan tadi kulihat dia Sit-up.
Kurang ajar! Kau mengintipnya?
Mikasa, kau itu bukan hewan liar.
Apa? Mengintip katamu?
Kita seperti kembali seperti di pelatihan dulu, ya?
Ya.
Kenapa kita yang terpilih masuk regu Levi menurutmu?
Padahal melindungi Eren dan Historia itu adalah misi yang penting.
Pastinya, karena kita bertalenta.
Sasha, apa yang barusan kau masukkan tas?
Bukan roti, kok.
Sialan kau!
Kembalikan.
Ayolah. Kita harus bersihkan tempat ini sebelum Kapten Levi kembali.
Taruh kembali rotinya.
Apa yang kalian ributkan?
Ini sudah yang keberapa kali?
Ini sih...
Makanan kita ini berharga.
Taruh kembali, Gadis Kentang!
Aku yakin sudah berikan kalian waktu yang cukup.
Daripada itu...
Kita akan diskusikan tugas bersih-bersih kalian lain waktu.
Eren.
Hange sudah menunggumu di eksperimennya.
Baik.
Eren.
Kenapa, Eren? Berdirilah!
Nasib umat manusia ada padamu.
Ayo berdirilah!
Mata Empat.
Kali ini sudah berbeda situasinya.
Tingginya bahkan tak sampai 10 meter, bagian tubuhnya tak berotot.
Serta, pantatnya kurus.
Aku mengerti itu.
Eren! Kau masih bisa bergerak?
Berikan kami tanda atau apa pun!
Eren!
Mikasa!
Hoi, anak sialan itu mulai bertindak seenaknya.
Harusnya kita beri hukuman.
Tak ada tanda. Kita selesai sekarang.
Eren!
Panas! Sialan, kau benar-benar panas!
Ketua Hange, tunggu, Eren berdarah.
Wah! Lihat, Moblit!
Wajah Eren. Cepat sketsakan!
Ketua Regu. Apa peri kemanusiaan sudah hilang?
Maaf, aku terbawa suasana.
Jalan yang kita lalui masih panjang,
sebelum dapat gunakan kekuatan pengerasan Raksasa dan menyegel tembok.
Ya, kupikir sangat susah juga kalau memulai dari nol.
Sebenarnya strategi ini tak buruk.
Daripada bawa banyak material ke tembok, yang kita butuhkan hanya seorang Eren.
Kita kesulitan atau tidak, semuanya tergantung pada Eren.
Eksperimennya selesai! Semuanya mundurlah!
Baik!
Mundur dan periksa daerah sekitar sini!
Baik!
Kau juga, naiklah kereta yang sama dengan Eren.
Aku memimpin bersama Hange dan regunya menuju Trost.
Baik.
Yang penting, carilah gadis itu.
Kalau gadis itu, dia mungkin tahu rahasia yang bahkan tak kami ketahui.
Distrik Trost
Begitu, ya. Kali ini juga gagal.
Kalau rencananya berhasil, kita hanya membutuhkan
waktu sehari saja untuk tutup lubang di Shiganshina.
Karena kita kekurangan informasi.
Beda ceritanya kalau kita punya buku panduan mengeraskan Raksasanya.
Selanjutnya Krista... Tidak, Historia Reiss.
Mungkinkah kita harus bertanya tentang tembok kepadanya?
Aku sudah baca semua laporan mengenai gadis itu.
Gadis itu adalah anak haram dari Raja Reiss, hal itu bukan sebuah kisah bahagia.
Tapi misteri terbesarnya adalah...
Kenapa seorang anak yang tak dianggap bisa tahu rahasia dari tembok?
Eren!
Kau harusnya masih istirahat, 'kan.
Tak apa. Aku sudah tidur seharian.
Selain itu, ini salahku. Penyegelan Tembok Maria terhambat karena aku.
Ini bukan salahmu.
Jadi, kau tak perlu khawatir.
Aku hanya ingin bisa hadapi Raksasa Hewan Buas itu saja.
Siapa pun monyet itu, takkan pernah kumaafkan.
Sudah waktunya ganti jaga.
Mikasa?
Enak, ya?
Kau dan lainnya, mungkin kesusahan, tapi punya tujuan untuk dijalani.
Tapi aku, sejak Ymir tak ada, aku tak tahu apa yang harus kulakukan.
Bukankah kau ingin selamatkan Ymir?
Tapi...
Saat itu,
aku memang tak percaya dengan yang dia lakukan, tapi ingin kuselamatkan.
Tapi sekarang, kurasa berbeda.
Ymir lebih pilih jalan hidupnya sendiri.
Dan aku juga tak berhak lakukan apa pun terhadapnya, bahkan tak perlu.
Akhirnya kau bicara normal juga.
Apa?
Saat kau datang ke sini, kau selalu bicara tentang dirimu saja.
Sejak itu, kau bahkan tak pernah tersenyum, bicara hal lain pun tak pernah.
Karena merepotkan.
Maaf.
Krista si gadis yang baik ke semua orang, sekarang sudah tiada.
Tidak, kupikir lebih baik begini saja.
Eh?
Sebelumnya kau selalu buat senyum palsu.
Sangat tak alami, dan itu menjijikkan.
Begitu, ya.
Tapi kau yang sekarang sudah normal.
Hanya seorang gadis bodoh yang normal.
Selebihnya, kau punya banyak waktu untuk pikirkan tentang Ymir.
Aku juga berutang banyak padanya.
Bukankah ini ingatanku waktu itu, 'kan?
Ketua Hange dan yang lain sudah tiba.
Berkumpullah di ruang utama.
Apa? Apa yang kaubicarakan?
Dia sudah mati. Pendeta Nick.
Dia dibunuh.
Pagi ini, di barak Distrik Trost.
Hoi.
Jangan merusak TKP!
No comments yet. Be the first to leave one.