Le prime 200 righe.
16 SEPTEMBER 1977
16 SEPTEMBER 1977
MANAJEMEN DENGAN BERAT HATI MEMBERHENTIKAN MARIA CALLAS DARI TOSCA
MARIA
SEMINGGU SEBELUMNYA
SEMINGGU SEBELUMNYA
Selamat pagi!
99 persen pengabdianmu adalah tentang makanan. 1 persen tentang cinta.
Bagaimana kondisi tulang belakangmu, Ferrucio?
Menurut dokter, serapuh ranting.
Kau harus berhati-hati.
Saat kusuruh lakukan sesuatu, sesekali kau harus menolak.
Aku selalu hati-hati, Nyonya.
Itu sebabnya aku tak pernah menolak.
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Aku tertidur hingga pukul 02.00.
Dan kemudian dia masuk ke kamarku.
Dan kuberkata dengan sangat jelas...
"Aku tahu kau sudah meninggal".
Dan ia pergi?
Benar sekali, sama sekali tak seperti dia.
Mungkin setelah tiada, pria menjadi lebih mudah diatur.
Mungkin.
Omong-omong, Nyonya.
Hari ini dokter akan datang. Pukul 11.00.
Ferrucio telah mengaturnya untukmu.
Aku tak bisa bertemu dokter hari ini. Aku sibuk.
Kau bisa ceritakan penampakan yang kau lihat...
dan pastinya dia akan mengubah pengobatanmu.
Aku sangat puas dengan pengobatanku dan manjur.
Aku senang dengan isi pikiranku.
Dokter sering menganggap penerawangan sebagai penyakit...
ketika nyatanya itu adalah suatu wujud kewarasan yang tak mereka pahami.
Mengerti?
Nyonya, kalau boleh tahu:
Kau akan sibuk mengerjakan apa?
Bruna, kuminta kau dengar baik-baik.
Dan kuingin kau jujur.
Bagaimana?
Itu...
menakjubkan.
Terima kasih.
Bagaimana dengan posisi pianonya, Nyonya?
Hmm.
Kurang tepat.
Tapi tak masalah.
Biarkan saja.
Satu jam lagi kru TV akan datang untuk mewawancaraiku.
Sebaiknya sembunyikan asbaknya.
Boleh aku masuk, Nyonya?
Hanya jika terpaksa.
Apa yang kau konsumsi?
Aku mengonsumsi kebebasan. Seumur hidupku.
Dan seluruh dunia mengonsumsinya bersamaku.
Kau tahu apa yang kumaksud, Nyonya.
Pagi ini aku hanya minum Mandrax.
Berapa?
Dua.
Kuingin pergi ke suatu tempat dan kuingin Mandrax menemaniku.
Mandrax bukanlah teman yang baik jika kau ingin pergi.
Aku akan mengantarmu.
Kau mau ke mana?
Aku akan jalan kaki.
Karena kau pasti akan tertawa.
Apa pendapat Bruna mengenai suaramu?
Dia bilang menakjubkan.
Dia seorang ART.
Dan seorang ART pasti tidak paham opera?
Mereka tak berkompeten untuk menilai.
Aku tahu kau mau ke mana.
Dia bilang "menakjubkan".
Dan sebelum itu, dia bilang "luar biasa".
Maka...
Dan "menakjubkan" artinya...
kau memutuskan untuk mencoba?
Benar. Berdasarkan pendapat seorang ART.
Nyonya, kru TV ini...
Ya?
Mereka sungguhan?
Tolong pindahkan pianonya ke jendela satunya.
Dan pagi ini...
mana yang nyata dan tidak nyata adalah urusanku.
Baik, Nyonya.
Dan aku takkan berada di sini untuk kunjungan dokter yang kau atur tanpa izinku.
Nyonya, kau harus...
Jangan dibatalkan. Biarkan mereka periksa punggungmu.
Kau mulai agak bungkuk.
Jaga-jaga jika kru TV itu sungguhan.
SANG DIVA
Nyonya Callas.
Namaku Mandrax.
Aku akan menemanimu menjalani hidup.
Hm.
Seorang pewawancara tampan selalu mendapat jawaban jujur.
Haruskah aku memanggilmu Maria atau La Callas?
Yang mana saja boleh.
Aku lebih suka La Callas.
Sama sekali tak masalah.
Kecuali kau merasa menjadi korban dari identitas itu?
Oh.
Begitu banyak artikel tentangku yang telah dituliskan...
dan banyak yang tidak adil.
Kisah yang sepenuhnya direkayasa.
Bisa kita duduk?
Baik, kamera roll.
Rolling.
Aku memiliki sifat pemberontak.
Aku pernah dengar kisah tentang kau yang membakar seluruh gaunmu.
Gaun apa?
Kostum teater lamamu.
Itu benar.
Bagus.
Ini akan seru.
Aku membakar seluruh gaunku sebelum meninggalkan Milan.
Boleh kutahu alasannya?
Tidak.
Baik, kapan terakhir kali kau tampil di atas panggung?
Kau harus lebih gigih memperjuangkan pertanyaanmu.
Kubakar seluruh gaun teaterku karena itu adalah bagian dari masa lalu.
Dan untuk menjawab pertanyaanmu yang kurang menarik...
terakhir kali aku tampil di atas panggung adalah 4,5 tahun yang lalu.
Karena...
tampil di atas panggung juga merupakan bagian dari masa lalu.
Kau tak akan tampil lagi?
Tidak.
Kalau begitu tolong jelaskan bagaimana rasanya di atas panggung?
Sungguh menyenangkan.
Begitu memabukkan.
Terkadang aku berpikir bahwa panggung itu sendiri akan terbakar.
Dan di masa yang buruk?
Ada dua sisi. Satu sisi berkata untuk terus berjuang.
Dan sisi lainnya berkata, "Kau sangat buruk dan seharusnya malu".
Aku khawatir para penonton mengharap mukjizat.
Aku tak lagi mampu menyajikan mukjizat.
Dan mungkin kita bisa sedikit membahas tentang kehidupanmu di luar panggung.
Tak ada kehidupan di luar panggung.
Panggung itu ada dalam pikiranku.
Aku harus pergi.
- Pergi? - Ya.
Tidak, kita sudah sepakat wawancara tiga jam.
Kalau begitu ikutlah bersamaku.
Ke mana?
"Ikutlah bersamaku", kata sang Diva...
dan tak perlu bertanya ke mana tujuannya.
Kalau begitu aku akan ikut ke mana pun kau pergi.
Berjalanlah bersamaku melintasi Paris.
Kepala pelayanku berkata bahwa Mandrax bukanlah teman yang baik, namun...
kurasa kita pasangan serasi.
Lihat? Saat bersamamu dan kameramu, Mandrax...
aku tak perlu bersandiwara, karena semua orang bersandiwara.
Aku telat.
Kau Maria Callas.
Kau tidak telat, mereka semua yang datang terlalu cepat.
Kau menebar remah roti seakan aku ini burung gagak...
dan panggung adalah meja burung.
Hm?
Tentu saja itu tak akan berhasil.
Meskipun pagi ini aku bernyanyi untuk Bruna...
dan ia berkata bahwa suaraku menakjubkan.
Bruna itu siapa?
Bruna adalah ART-ku.
Dia tengah memasak telur dadar.
Telur dadar buatannya sungguh lezat.
Dia sedikit paham tentang opera.
Dan pengetahuan itu dia dapat dariku.
Dan apa yang ia pelajari dariku adalah harus selalu memuji.
Maka, aku kemari atas dasar pendapat ART yang patuh.
Kau tahu, burung gagak punya lagu...
jika kau beli kasetnya, hanya tertulis...
"Lagu Gagak".
Pasti ada lagu berjudul "Lagu Manusia".
Aku ingin membawakannya sebelum berhenti.
Berhenti?
Maria...
kau berkata ingin kemari untuk setidaknya mencari tahu kondisi suaramu.
Aku bukan seorang repetiteur, aku di sini bukan untuk melatihmu, lagipula memang tak bisa.
Tetapi jika mendengar, aku akan tahu.
Puccini akan tahu.
Puccini telah tiada, dan ia mungkin bersyukur karenanya.
Mengapa kita tidak berdiam diri dan menatap seolah ini adalah tepian masa depan?
Lagu apa yang ingin kau nyanyikan?
Lagu cinta.
Dan kau jatuh cinta kepada siapa?
Tebak: Buruk rupa dan telah tiada.
Masih Tn. Onassis?
Dia hadir di ranjangku setiap malam.
Dia tak mau meninggalkanku. Aku suka mengantarnya pergi.
Kapan terakhir kali kau tampil?
Sudah lama sekali.
Itu membuatku mual.
Aku mengidap hernia dan kakiku membiru.
Semuanya membengkak, kecuali egoku.
Saat itu aku berada di Jepang dan semua dokter Jepang berkata, "Makhluk apa ini?"
Dan orangku berkata, "Dia adalah La Divina, La Prima Donna".
Lalu dokter itu berkata, "Lantas mengapa dia mirip katak ungu?"
Maka aku kembali ke Paris.
Dan duduk di apartemenku, menatap ke luar jendela, dan berkata...
"Tik-tok, tik-tok, si jahat sudah mati...
suaraku telah sirna, aku harus bagaimana sekarang?"
No comments yet. Be the first to leave one.