Paranormal Activity: The Marked Ones

Paranormal Activity: The Marked Ones

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Paranormal Activity The Marked Ones 2014 THEATRICAL BluRay x264-ROVERS
Un commento di tedi
Retail HMAX Resync for THEATRICAL BluRay

Tag

bluray
Pubblicato il: 2025-10-10
Download: 45
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Tapi ini bukan masa akhir.

Ini adalah masa awal yang baru

Masa transformasi, perubahan.

Aku tahu perubahan tidak selalu mudah, tapi perubahan

Akan membantu kita tumbuh sebagai individu dan merangkul takdir kita.

Untuk menjadi pribadi yang sudah seharusnya.

Hei, Jesse.

Salah satu favorit pribadiku, William Arthur Ward

"Berkah atau kutukan"

"Fajar atau senja."

Sudah waktunya kita merangkul babak selanjutnya dalam hidup kita.

Dan aku tahu kita siap.

Terima kasih, angkatan 2012. Terima kasih.

Terima kasih.

Jadi, 5 dolar, kakakmu tertidur.

Kakakku tertidur, aku bertaruh dengan para babas. Benar.

Karena kepala sekolah itu mabuk.

Jesse!

Selamat, Saudaraku.

- Apa yang kau pakai? - Diamlah.

Tunjukkan kasih sayang.

Hei, lihat ini.

Ini jagoanku.

- Ambil foto. - Kalian berdua.

Ambil foto, Hector. Tunjukkan ijazahnya.

Dua, tiga...

Cepat ambil satu.

- Semua sahabat terbaik? - Semua teman.

Terlihat bagus.

Hei, apa kabar, Oscar? Kabarmu baik?

- Ya, selamat. - Pidato yang hebat.

Ini ibuku. Dan dia saudaraku, Arturo.

Semoga kalian menikmati musim panas. Hati-hati.

Beri kami waktu sebentar.

Apa? Itu saudaranya?

Kamera ini bagus.

- Ya. Berapa harganya? - Sekitar 300 dolar.

Apa aku boleh merekam dengan itu? Bermain-main?

Aku tidak akan menjatuhkannya. Aku suka kamera ini, Ayah.

- Serius. - Baiklah. Hati-hati.

Hei, Chavo!

Kau dengar itu? Ayahmu lulus.

Ya, pas-pasan.

Jangan membenci, hargailah.

- Serius... - Apa?

Ibu pasti sangat bangga melihatmu lulus.

Aku berharap dia ada di sini.

Terima kasih. Itu hal terbaik yang pernah kau katakan.

Jangan terbiasa.

- Yang datang sangat banyak. - Ya, 'kan?

Orang-orang benar-benar peduli padaku.

Hei, Marisol!

- Apa kabar? - Kau di mana hari ini?

Aku sudah bilang aku tidak bisa libur kerja.

Tapi aku membuatkanmu salsa.

- Hei. - Terima kasih.

- Selamat. - Terima kasih banyak.

- Bagaimana rasanya? - Aku merasa seperti pria sekarang.

Hei, berikan kameranya.

Kau lihat itu?

Habiskan!

Ya, Nenek!

- Koran di seluruh jendela? - Itu si Ana yang aneh.

Ya, tetanggaku yang gila, Ana, tinggal di sana.

Dia tinggal tepat di bawahku.

Jadi, di kamar ayahku, ada ventilasi yang terhubung ke kamarnya.

Kadang-kadang di tengah malam...

Ada suara-suara aneh.

Aku mendengar seperti, rintihan, erangan.

Jess! Jesse! Dengarkan!

Kita harus pergi, Kawan! Ayo.

Bagus! Baiklah, ayo pergi.

Ketemu kau. Lihat si bodoh ini.

Apa yang dia lakukan?

Goyangkan.

Astaga, aku tidak akan membiarkan orang ini bekerja untukku.

Ada apa?

Apa?

Ya. Aku akan ke sana.

Akhirnya aku dapat ini!

- Keren, 'kan? - Ya, itu keren.

- Jangan jatuhkan barangku. - Tidak akan.

- Keren. - Kau nanti dipecat.

Aku yakin bisa bekerja lebih baik darimu.

Kawan, lihat zoom ini!

Ini bisa zoom sangat jauh.

- Ayo lihat ini! - Sial!

Apa yang kalian lakukan?

- Celaka. - Apa yang kalian lakukan?

Tidak ada apa-apa, Kawan.

Apa maksudmu? Kau bawa kamera!

Ini bahkan tidak merekam, aku bersumpah.

Mana mungkin ini tidak menyala.

- Persetan denganmu! - Hei, ayo!

Berikan kamera itu!

Sial! Pergi!

Dasar bodoh!

Pergi! Lari!

Apa itu?

Itu GoPro. Aku mendapatkannya dengan kameraku.

Apa yang kau lakukan?

Ini akan keren. Lihat saja.

Lihat, begini caramu menggerakkannya.

Tidak mungkin. Kau tidak akan...

Aku tidak akan pakai itu. Aku tidak akan makan makananmu.

Aku sedang makan tortilla karena kau tidak punya keripik!

Aku tidak akan masuk ke sana. Aku tidak akan...

- Lakukan saja! - Diamlah, Kawan.

Naiklah ke sini.

Aku tidak akan naik ke sana.

Aku tidak punya asuransi. Kau yang akan bayar...

Jangan jadi pengecut!

Tiga. Dua. Satu. Mulai!

Sial!

Astaga. Sial!

Sial!

Kemaluanku tertiban! Astaga, penisku!

Aku tidak percaya kau benar-benar melakukannya!

Dasar bodoh. Naiklah ke sana dan lakukan!

Aku bukan yang bodoh.

Itu tinggi sekali. Astaga.

Itu tidak keren.

Kau selalu menyuruhku melakukan hal bodoh.

Bagaimana rasanya saat turun?

Apa-apaan ini?

Itu dari apartemen Ana?

Ya, itu Ana.

Astaga! Itu Oscar.

Hei! Oscar!

Hai, Jesse.

Apa yang kau lakukan di sini?

Hei! Apa-apaan?

Itu orang dari sekolahmu?

- Ya. - Adik Arturo?

- Itu orang yang sama? - Ya.

- Apa yang dia lakukan di sini? - Dia sedang apa di apartemen Ana?

Wanita itu aneh sekali.

- Aku tak tahu dia sedang apa. - Bagaimana dia kenal Ana?

- Masak apa? - Tidak memasak.

Irm, mau tequila? Aku punya kejutan untukmu.

Apa yang kau bicarakan? Kau tidak mau?

- Hanya setengah. - Kau akan tidur nyenyak.

Astaga...

Lihat itu!

Lihat...

- Untuk nenekmu, Irma. - Ya!

Bersulang.

Bersulang.

Lihat wajahnya.

Ya! Satu gelas lagi.

Ayolah. Kumohon.

Tunggu.

Kalian dengar itu?

Apa itu?

Seseorang sedang bercinta.

Sial!

Apa-apaan ini?

Apa-apaan itu?

Aku tidak tahu. Tapi kedengarannya tidak bagus.

Andai kita bisa melihat ke bawah sana.

Ambil GoPro kecilmu itu.

Kita ikat saja, lalu turunkan ke sana.

Dengan apa?

- Kau dapat? - Ya, aku menemukan tali kecil ini.

- Kau ikat saja di sana. - Astaga.

Aku bawa kabel Hedmi dari pamanku.

Bodoh, itu HDMI.

Dapat! Lihat ini.

Ayolah!

- Periksa ke sana. - Baiklah.

Teruskan. Masih gelap.

Masih masuk ke ventilasi.

Sial!

Tidak, ya... Tunggu, itu dia.

Aku baru melihat sesuatu.

Setengah dari sesuatu.

Astaga!

Ada gadis telanjang!

Ada gadis telanjang!

Lihat dia! Dia cantik sekali!

Kau serius?

Tidak, tetap di sana! Astaga!

- Aku ingin melihat. Putar TV-nya. - Bung, dia punya payudara besar.

- Kau pegang ini. - Tidak, tetap di sana!

Tidak. Ini hari terbaik dalam hidupku.

Kau seharusnya tetap di sana. Kau tutup pintunya.

- Putar TV-nya. - Kau tetap di sana.

Apa... Baiklah, tunggu.

Dia telanjang bulat!

Sial!

- Nenek. - Tunggu!

Tidak, tidak apa-apa!

Kau bisa mencuci pakaiannya nanti!

- Kunci pintunya, bodoh! - Sial!

Apa-apaan ini? Dia hanya berdiri di sana.

- Dia cantik? - Ya, tentu saja, dia cantik.

- Sial! - Payudaranya bagus atau tidak?

- Sial! - Apa?

- Dia punya penis? - Sial... Tidak!

Ada...

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left