Rain Town

Rain Town (雨城)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Rain Town 2023 CHINESE WEBRip NF
Un commento di tedi
Retail NF | 1:56:44 Fix common errors

Tag

webdl
Pubblicato il: 2024-09-10
Download: 26
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Taiping juga dikenal sebagai "kota hujan".

Kami memiliki curah hujan terbesar di Malaysia.

Hujan adalah air.

Air adalah simbol kemakmuran.

Itu jika kau tahu cara mendapatkannya.

Jika tidak, terlalu banyak hal baik

juga bisa mendatangkan keburukan.

Terkadang, di sini tidak turun hujan selama berbulan-bulan.

Cuaca itu tidak dapat diprediksi, dan orang-orang suka mengambil kesempatan.

Itu sebabnya "taruhan hujan" muncul.

Aku selalu menang.

Aku percaya, dalam hidup, satu-satunya cara untuk bahagia

adalah dengan menang.

Hore! Kalian kalah!

- Mengapa dia selalu menang? - Hei, hujan!

Ini hari keberuntunganku.

Hari ini, keberuntungan itu milikku.

Teman-Teman...

Di mana kalian?

Cepatlah!

Kalian takut kalah? Ayo!

Mengapa kalian lama sekali?

Hari ini, aku akan menang!

Tidak mungkin!

Aku punya master feng shui baru. Aku akan memenangkan semuanya!

Master feng shui yang baru?

Memangnya ada apa dengan master yang lama? Sudah meninggal?

Omong kosong!

Master yang baru sangat bagus.

Menang atau kalah,

kita harus meneruskan tradisi taruhan hujan yang bagus.

"Tradisi bagus"?

Membuat lentera, seperti apa yang biasa dilakukan Choo,

itu baru "tradisi bagus".

Ini hanyalah hiburan tidak berguna bagi kita, orang tua yang membosankan.

- Hei, aku sampai! - Cepatlah.

Mengapa kau lama sekali?

- Istrimu tidak mengizinkanmu keluar? - Dia memberiku izin. Kini aku di sini.

Istriku yang terbaik. Ayo, mari kita mulai!

Pasang taruhan kalian!

Seharusnya bisa turun kapan saja sekarang.

Bu, sampai kapan aku harus mengaduknya?

Festival Kue Bulan masih lama.

Hei, kau sudah tidak betah? Mengapa kau terburu-buru?

Nak, tolong ambilkan sirop emasnya.

Aku ini dokter. Aku sangat sibuk.

Bu, sirop emas kita hampir habis.

- Bisakah memakai sirop gula? - Coba periksa di belakang.

Sirop gula tidak bagus. Nanti adonannya keras.

Tolong jangan mengubah resep nenekmu, ya?

Baik.

Membuat kue bulan itu adalah seni.

Namanya bukan kue bulan lagi jika kau melakukannya dengan salah.

Mengerti?

- Yang ini? - Ya, benar. Anak pintar.

Dik, kau dengar itu? Jangan mengubah resep Nenek.

Membuat kue bulan itu adalah seni.

Namanya bukan kue bulan lagi jika kau melakukannya dengan salah.

Tepat sekali.

Kecuali jika kau mau Pak Tua memarahimu.

Astaga, sejak kapan kalian berdua menjadi bosku?

Alex Choo, bagaimana jika kau diam dan membantu kami?

Aku sedang membantu. Membantu makan.

Yang benar saja!

Aku penasaran apakah Ayah menang hari ini.

Sudah kubilang, master feng shui baruku ini benar.

Aku tak tahu sihir hitam apa yang kau gunakan.

Kini Yang telah berubah menjadi Yin.

- Kata siapa? - Internet.

Ayah biasanya menang.

Namun, terkadang Ayah juga kalah.

Sepertinya Ayah akan menang hari ini.

Menurutku, sudah pasti kalah.

Jika menang, dia pasti akan memprediksi kapan Adik akan menikah lagi.

"Lagi"?

Apa maksudmu "lagi"?

Cukup, Alex. Kini kau terdengar seperti Ayah.

Yang benar saja. Aku tak seperti Ayah.

Ayah lebih parah.

Kalian bertiga, hentikanlah. Jangan bicarakan ayah kalian seperti itu.

Dia telah melakukan semuanya demi kebaikan kalian.

Aku tak melakukannya.

Sungguh? Apakah Ibu bercanda?

"Demi kebaikan kami"?

Itu sebabnya Kakak tak bisa bermusik seperti yang dia inginkan.

"Demi kebaikan kami" bagaimana?

Alex, cukup.

Apakah aku salah?

Alex.

Ini.

- Bu? - Ya?

- Aku harus keluar sebentar. - Kau ada praktik hari ini?

Ya, praktik untuk ini.

Selamat bersenang-senang.

- Isaac sedang sif malam? - Entahlah. Mungkin.

Sudahkah kau memikirkan soal...

hal yang kita bicarakan tempo hari?

Apa?

Soal membiarkan Isaac bermusik? Enak saja.

Mengapa?

Aku sudah memutuskan, Isaac harus menjadi dokter.

Musik itu membuang waktu, energi, dan uang.

Aileen, berhentilah memanjakannya.

Semua alat musik di kamarnya itu

membutuhkan uang.

Aku mau tidur. Matikan TV-nya.

- Lihatlah siapa yang datang! - Hei! Kau!

Kau selalu saja terlambat.

- Apa kabar, Bung? - Pak Choo!

Hei!

Maaf, Bung, macet.

- Selalu saja. - Alasan yang sama.

Tidak apa-apa. Setiap kali terlambat, kau yang traktir.

- Aku akan mentraktir kalian. - Ya. Jika terlambat, kau yang traktir.

- Baiklah. - Tenang saja.

Hei, kudengar kau tengah membuat bisnis baru.

Apa kau butuh rekan baru?

Aku sudah punya rekan baru. David. Kalian kenal David, 'kan?

David yang mana? David Leong?

Ya, Bung. David Leong.

- Dia lebih memilih David Leong. - David, ya?

Maafkan aku, Bung.

Bisnis macam apa ini?

Jual dan beli furnitur lama.

Jadikan mereka tampak seperti baru, lalu kami menjualnya.

- Apakah ada permintaannya? - Ya, tentu saja.

Belilah dengan harga murah, diperbarui, dan dijual dengan harga tinggi.

- Keuntungan tinggi. Itu baru temanku. - Benar, Kawan!

- Kau pintar. - Itulah pebisnis.

Itu baru bisnis, dengan sedikit perbedaan.

Jadi, ayahmu tahu soal ini?

Jangan khawatir, sudah beres.

- "Sudah beres"? Apa kau yakin? - Tentu saja, Bung.

Kau pikir aku takut dengan pak tua itu?

- Terima kasih. Ini rasa baru. - Baik, terima kasih.

Hei, Chip, bukankah itu Ruby?

Bagaimana keadaannya sekarang?

- Aku turut sedih dengan pernikahannya. - Ya.

Ini karena ayahku.

Aku dengar dia bicara kepada Melvin sebelum pernikahan,

tapi aku tak tahu apa yang dia katakan sampai Melvin menghilang.

- Aku kasihan kepadanya. - Ya, tentu saja.

- Hai, Ruby. - Hei, kau di sini?

Sudah dari tadi.

Ruby, kakak keduamu.

Ya, dia bergaul dengan teman-temannya.

Dia tak membantu apa-apa di rumah. Aku yang mengerjakan semuanya.

Kudengar dia membicarakan soal pernikahanmu dengan Melvin.

Aku bertanya kepadamu!

Aku tidak tahi detailnya. Ini hanya kecurigaanku.

Apa yang menyebabkan kecurigaanmu?

Karena aku bertemu dengan Melvin.

Dia bilang, Ayah membuat permintaan yang tak bisa dia turuti.

Permintaan? Permintaan apa?

Mana aku tahu? Tanyakan saja kepada Ayah!

Aku bertanya kepadamu sekarang!

Aku benar-benar tidak tahu.

Aku pasti sudah memberitahumu jika aku tahu.

Sangat tidak berguna!

"Tidak berguna"? Maksudmu siapa?

Lilian, bagaimana keadaan Lee?

Belakangan ini suamiku sakit-sakitan.

Namanya juga sudah tua.

Kami mengonsumsi obat-obatan Tiongkok belakangan ini.

- Rasanya menyegarkan! - Sungguh?

Ya, obat herbal itu bagus!

Makin tua usia kita, kita makin kurang bertenaga.

Contohnya aku.

Sudah berapa jauh kita berjalan kaki? Aku sudah merasa letih.

Hei, dulu kau adalah ratu lintasan.

Seorang juara sekolah!

Itu masa-masa yang indah! Sekarang sudah berlalu.

Bahkan jika mau ke kamar kecil, aku harus merangkak perlahan.

- Lihatlah "ban cadangan" ini! - Aku juga.

- Kau juga? - Ya.

Bagaimana kabar Choo?

Choo? Masih sama saja. Tidak ada yang berubah.

Apa dia masih taruhan hujan dan tak pernah membantu di rumah?

Dia melakukan apa pun yang dia inginkan. Aku tak bisa menghentikannya.

Sepertinya tak banyak yang bisa kau lakukan.

Aileen, aku mau ke sana. Sampai jumpa lagi.

Baiklah. Sampaikan salamku untuk Lee.

- Mari kita bicara lagi nanti. - Ya, tentu.

- Dah. - Hati-hati.

Dokter Isaac Choo!

Jadi, bagaimana keadaan di rumah sakit?

Semuanya baik-baik saja, Ayah.

Kemarilah, mari kita bicara soal pekerjaanmu di rumah sakit.

Ceritakan lebih banyak.

Saat ini kami diberikan lebih banyak tugas penting.

Awalnya, kami hanya melakukan pemeriksaan rutin.

Kini kami bisa melakukan lebih banyak pekerjaan dokter sungguhan.

Kami mengambil darah, memeriksanya, dan sebagainya.

Lalu...

Entahlah.

Itu...

Lingkungan di rumah sakit...

bisa...

terasa toksik dan sulit.

Tahukah kau mengapa kau merasa itu toksik atau apa pun itu?

Rain Town subtitles in other languages

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left