Le prime 200 righe.
Kak Ji Sook!
Kak Ji Sook.
Kau mengenalnya?
Tidak... Tidak.
Aku tak mengenal orang itu.
Kak Ji Sook! Lepaskan aku. Kak Ji Sook!
Lepaskan aku! Kak Ji Sook!
Kak Ji Sook! Kak Ji Sook!
Kak Ji Sook!
Kak Ji Sook! Lepas!
Kak Ji Sook! Kak Ji Sook!
(Episode 6 - Keluarga, kenangan yang menyakitkan)
Adik ipar.
Ya?
Tak apa-apa. Tak ada yang perlu dikhawatirkan.
Kau khawatir akan apa yang keluarga ini pikirkan setelah kejadian itu.
Maksudku soal pria yang datang mencarimu selagi kau berdansa waltz.
Lagipula semuanya sudah berlalu.
Apa dia pria yang dulu kau kencani? Dia memanggilmu "Kak Ji Sook".
Berapa usianya?
Mi Yeon.
Eun Ha bilang dia tak mengenalnya.
Kau tidak mendengarnya? Atau kau pura-pura tak mendengarnya?
Seseorang yang tidak kau kenal,
kalau begitu syukurlah.
Lalu kenapa itu terjadi pada hari itu? Itu aneh.
Tak mungkin menantu perempuanku...
akan berbohong.
Bukankah begitu?
Dia mungkin saja seorang penguntit.
Bukankah pernah ada kejadian seperti itu saat kau belajar di luar negeri?
Bahkan pada saat itu pun, kau merasa sangat khawatir.
Aku akan memeriksanya.
Jika dia penguntit, maka kau harus menangkap dan serahkan pada polisi.
Bagaimana jika ada sesuatu yang buruk terjadi pada adik iparku?
Aku pun juga berpikir begitu. Itu bisa menjadi masalah besar.
Adik ipar! Mari kita bicara.
Aku harus bersiap-siap untuk pergi.
Adikmu, kenapa dia bisa mengikutimu sampai ke sana?
Kenapa kau buat masalahnya jadi lebih rumit?
Adikku?
Tadi kau bilang dia seorang penguntit.
Tolong beri tahu aku, kau bilang ada sesuatu yang ingin kau katakan?
Penguntit itu,
kau pernah melihat dia di suatu tempat? Bahkan sedikit informasi pun...
Informasi itu, aku akan mencarinya.
Saat orang-orang mengatakan bahwa langit itu biru,
aku tak mempercayainya sampai aku melihatnya sendiri.
Aku ingat orang itu,
di mana aku pernah melihatnya.
Jangan khawatir, Adik ipar. Entah dia penguntit atau bukan,
aku akan mencari tahu dan memberitahukannya padamu.
Hari ini adalah hari pertamamu di kantor pusat,
pastikan tak ada masalah.
Takkan ada masalah seperti itu.
Ayah sudah begitu khawatir, aku takkan menambah kekhawatiran itu.
Cepat!
Tunggu! Tunggu!
Astaga.
Apa kalian sudah mendengar tentang Direktur Utama?
Kepribadiannya tak main-main.
Kudengar dia akan sangat marah jika dia melihat laporan yang salah ketik.
Kudengar dia punya banyak keriput karena dia selalu mengerutkan keningnya.
Dengan perut besar dan rambut tipis...
Aku merasa kasihan pada istrinya.
Dia bahkan berobat ke psikiater. Karena dia punya begitu banyak uang,
dia pasti menjadi gila karena menghitung uangnya.
Itu sedikit... / Ahh!
Silakan duluan.
Aku telah melakukan perhitungan, dan bagi orang-orang sepertinya,
bisa menghabiskan 10 juta won setiap hari
dan uangnya masih akan tersisa meski dia meninggal nanti.
Kenapa dia bekerja padahal dia sudah punya banyak uang?
Itulah maksudku.
Haruskah kita menanyakannya saat dia datang?
Kau tanyakan saja!
Apa yang membawa Anda kemari?
Saya datang untuk bekerja.
Tak mungkin. Itu bukan...
Bukan dia. Dia seharusnya datang siang ini.
Bagaimana jika aku dipecat?
Masih ada setahun lebih untuk melunasi hutang-hutangku!
Apa maksudmu? Kubilang bukan dia.
Anda sekalian sudah mendengar banyak rumor mengenai saya.
Sebagian ada yang benar dan sebagian ada yang salah.
Tapi satu hal yang pasti.
Saya mendapatkan posisi ini dengan bekerja sangat keras.
Karena sulitnya untuk bisa sampai di sini...
saya paham bahwa jalan ke depannya nanti juga takkan mudah.
Saya mengharapkan bantuan Anda sekalian.
Bukan sebagai atasan dan bawahan, melainkan hubungan yang bersahabat,
jalan kita akan mudah
jika kita bersama.
Tolong jaga beliau.
Ya. Ya. Tentu saja.
Saya tak mengira Anda masih muda dan tampan.
Saya juga!
Saya juga!
Nona Lee, kau sudah membersihkan kantornya, kan?
Belum. / Kenapa belum?
Aku sudah bilang padamu seminggu yang lalu.
Haruskah saya melakukannya sekarang?
Kau sudah dengar bahwa ada seseorang yang kucintai, kan?
Aku akan terus menemuinya bahkan setelah kita menikah,
dan jika kau keberatan dengan itu, maka aku tak bisa menikahimu.
Kak Ji Sook!
Kak Ji Sook! Lepas! Kak Ji Sook!
Ibu bilang ini adalah orang yang mengasuhnya saat dia masih kecil,
kenapa dia hidup seperti ini?
Tampaknya ada cerita di baliknya.
Bukankah menurutmu itu akan menyenangkan?
Kau sudah lihat poster untuk pamerannya?
Itu,
kurasa sebaiknya Anda yang membuat keputusan akhir.
Aku tak ingin membuat kesalahan...
Sungguh?
Karena kau belajar seni di luar negeri,
kupikir kau ahli dalam hal-hal seperti itu.
Dia mungkin kehilangan seluruh ingatan yang terkait dengan itu.
Apa mungkin kau mengenal pria yang datang di acara peringatan itu,
tapi tak bisa mengingatnya?
Tidak.
Bagaimana kau bisa tahu apakah kau kenal atau tidak?
Apa kau ingat masa kecilmu?
Kau ingin melihat ini?
Mi Yeon.
Kenapa? Dia mungkin saja mengingat masa kecilnya saat dia melihat ini.
Kau tidak penasaran?
Baik. Aku akan melihatnya.
Kau bilang itu mungkin bisa membantu mendapatkan ingatanku kembali.
Tidak.
Takkan menyenangkan jika aku memperlihatkannya padamu sekarang.
Aku akan memperlihatkannya saat ingatanmu kembali.
Kita harus mengecek apa ingatanmu yang kembali atau tidak.
Hingga saat itu tiba, Ibu bisa menyimpannya.
Jika kau mulai bekerja hari ini, bersihkan tempat ini lebih dulu.
Ayah bilang kalau kau harus sering bergerak
agar ingatanmu bisa lebih cepat kembali.
Kenapa? Kau tidak mau?
Katakan padaku kenapa kau tidak menyukaiku.
Apa?
Aku ingin hidup rukun dengan keluargaku.
Aku harus mengetahui alasannya untuk memperbaikinya.
Adik ipar.
Ya, Kakak ipar.
Tampaknya kau keliru akan sesuatu.
Kita bukan sebuah keluarga. Kita hanya tinggal bersama saja.
Kita hanya makan bersama.
Satu-satunya alasan kita makan bersama karena kita butuh satu sama lain.
Tak mungkin kita bisa menjadi sebuah keluarga.
Kau pikir aku tidak menyukaimu?
Kau salah.
Aku membencimu.
Aku begitu membencimu hingga aku ingin melenyapkanmu.
Kau akan tahu alasannya saat ingatanmu kembali.
Kau mungkin sudah tahu sekarang.
Untuk sekarang, bersihkan toilet jika kau ingin terus makan bersama.
Kau kemari untuk menemui Seo Eun Ha, kan?
Masuklah, mari kita bicara.
Kenapa aku harus bicara denganmu?
Aku akan membiarkanmu menemui Seo Eun Ha, jadi...
Jika aku ingin menemuinya, aku sendiri yang akan menemuinya.
Bukankah kau ingin tahu di mana dia tinggal?
Kau diusir saat kau mencoba datang ke rumahnya terakhir kali.
Apa aku salah?
Baik. Mari kita bicara.
Aku merasa tak nyaman masuk ke mobil orang asing dan pergi ke sana,
jadi kita bisa bicara di sana saja.
Apa hubunganmu dengan Seo Eun Ha?
Melihatmu bersikap seperti ini, tampaknya itu bukan hubungan biasa.
Apa hubunganmu dengannya?
Tampaknya kau tak punya hubungan yang baik dengannya.
Jadi,
kau pasti terluka, melihat aku mengganggunya.
Tampaknya kau tak mengencaninya, jadi kau hanya mengikutinya saja?
Atau kau diputuskan olehnya jadi kau ingin belas dendam?
Saat Seo Eun Ha menikah, kau seperti orang gila dan ingin menemuinya.
Karena itulah kau mencari dia, kan?
Itu benar. Yang baru saja kau katakan.
Semuanya.
Karena itulah aku harus tahu apa yang Seo Eun Ha pikirkan.
Tolong beritahu Seo Eun Ha.
Sampai aku tahu, aku akan terus mengikutinya.
Apakah itu penting apa yang dia pikirkan?
Bukankah lebih penting untuk membuatnya bercerai?
Entah kau ingin balas dendam atau tidak,
untuk membuat dia kembali padamu.
Mari kita saling kontak.
Kurasa kita punya tujuan yang sama.
Saat ini, sebagian besar keuntungan Grup SJ
yang berasal dari pusat perbelanjaan.
Saat direktur utama kita ini masih bekerja di pusat perbelanjaan,
beliau memberikan pengaruh besar di sana.
Sebaliknya, restoran-restoran...
Aku tak perlu tahu atau tak ingin tahu siapa pria itu.
Tapi, agar ini tak terjadi lagi...
Jika ada hal yang tak aku ketahui, aku tak bisa fokus pada yang lain...
Siapa pria itu? Beritahu aku sejujurnya.
Kenapa seseorang yang tak kau kenal memanggilmu Kakak?
Jadi, apa kesimpulan Anda?
No comments yet. Be the first to leave one.