Le prime 200 righe.
PERJALANAN DEMI CINTA
EPISODE 1
Serang!
Serang!
KEDIAMAN SUN SHI YI, IBU KOTA WU
Bagus!
- Bagus! - Bagus!
- Semuanya. - Bagus!
Dengan minuman ini,
mari kita berdoa untuk kemenangan Kaisar
saat mengalahkan Pasukan An dengan sempurna!
Dia pasti akan kembali dengan kemenangan.
Semoga Kaisar meraih kemenangan sempurna
dan mengalahkan Pasukan An.
Baik. Kalian semua akan dapat hadiah.
Nanti, kita bertemu di luar.
Leherku cukup tegang akhir-akhir ini.
Aku akan memijatmu nanti.
Mari kita istirahat.
LING LONG
Pergilah sekarang.
REN RU YI
Lepaskan aku!
Cantik, kau tak perlu melayani Pangeran Han sekarang.
Kenapa kau tak melayaniku lebih dulu?
Ling Long!
Kau sudah dewasa, tapi selalu mengacaukan keadaan.
Aku mau tahu siapa yang menyarankanmu menjadi Laskar Merah.
Aku tak pandai menjadi mata-mata sejak awal.
Jika bukan karena kau, aku akan...
Tapi kita harus selesaikan misi lebih dulu.
Atau kita semua akan mati.
Ada 20 Pipit Putih dari Laskar Merah An
di Ibu Kota Wu saja,
tapi Pangeran Han hanya menyukaimu.
Rapikan dirimu dan temui Pangeran Han.
Ingatlah untuk memikatnya dengan pesonamu
dan minta dia mengajakmu ke kediamannya.
Hasil perang hanya bergantung
kau bisa ambil peta perbekalan perang di ruang kerja ayahnya atau tidak.
Apa yang harus kita lakukan padanya?
Dia?
Kau tak perlu khawatir.
Aku membawa beberapa obat tidur.
Saat terbangun,
dia hanya akan ingat kalau dirinya mabuk
dan mengalami mimpi basah.
Setelah itu,
dia tak akan menjadi pria lagi.
Pangeran.
Aromamu
sangat harum hari ini.
Jangan.
Kita tak bisa melakukannya di sini.
Pangeran,
aku...
Aku tak mau lagi tinggal di gubuk kumuh pelatihan.
Bisakah kau membawaku ke kediamanmu
setelah jamuan makan selesai?
Tentu.
Aku akan membawamu ke kediamanku
dan menjadikanmu sebagai selirku
setelah jamuan makan selesai.
Terima kasih, Pangeran.
Mulailah tariannya.
Komandan Zhao dari Balai Enam Alam sudah tiba.
Pendekar Balai Enam Alam ada di sini?
Tn. Zhao.
ZHAO JI KETUA BALAI ENAM ALAM, WU
LOU QING QIANG, PENDEKAR BALAI ENAM ALAM, WU
Tn. Zhao, aku merasa terhormat atas kehadiranmu.
Maaf karena tak menyambutmu lebih awal.
Shi Yi, kau terlalu sopan.
Karena aku sudah menerima undangan jamuan ulang tahunmu,
tentu saja aku harus hadir.
Tn. Zhao, silakan masuk.
Mainkan musiknya.
Lanjutkan dengan tariannya.
Sungguh lancang!
Tn. Zhao, ada apa?
Lirik berikutnya adalah "Jenderal tewas setelah 100 pertempuran."
Kaisar adalah komandan pasukan kita saat ini.
Dia sendiri yang melawan An dalam pertempuran.
Beraninya kalian mencoba membawa sial bagi Kaisar dengan tarian ini?
Kalian pantas mati.
Tn. Zhao, tolong tenanglah.
Aku tak berani melakukannya.
Kami tak berani melakukannya.
Sepertinya Tn. Zhao mengincar hadiah ulang tahun.
Tn. Zhao, aku bodoh.
Aku gagal mengamankan situasi.
Aku khawatir mata-mata An sudah menyusup ke kediamanku.
Tn. Zhao,
aku khawatir beberapa dari hadiah ini
ditujukan untuk menjebakku atas hal yang tak kulakukan.
Tn. Zhao, tolong bawalah kembali dan selidiki semua hadiah ini.
Kalian semua boleh duduk.
Terima kasih, Tn. Zhao.
Pangeran.
Zhao Ji dari Balai Enam Alam sangat sombong.
Shi Yi merayakan ulang tahunnya di sini,
tapi dia sebenarnya memeras Shi Yi di depan umum.
Kau bisa meninggikan suaramu jika mau mati sekarang.
Apa kau pikir Balai Enam Alam masih berada di bawah Ning Yuan Zhou?
Apa kau lupa
bagaimana Petugas Zhou tewas bulan lalu?
Pangeran, kau ada benarnya.
Tn. Zhao,
sekarang,
menurutku tak ada alasan
untuk mencurigaiku, 'kan?
Hanya ada suap yang dikirim ke sini oleh mata-mata, ya?
Tapi aku tak lihat ada mata-mata di sini.
Tn. Zhao, kau benar.
Itu mereka.
Mereka semua adalah mata-mata.
Kalau begitu, seret dan pancung kepala mereka.
Ayo selesaikan masalahmu.
Baik, Tn. Zhao.
Pengawal.
Tuan, tolong selamatkan kami!
Tuan, tolong selamatkan kami!
- Tuan, tolong selamatkan kami! - Tolong selamatkan kami!
- Bangun! - Tuan, tolong selamatkan kami!
- Tuan, tolong selamatkan kami! - Bangun!
- Cepat! - Bangun!
- Selamatkan kami! Kami tak bersalah! - Pangeran!
- Pangeran, tolong selamatkan aku! - Tuan, tolong selamatkan kami!
Jalan!
- Tuan! - Cepat!
- Pangeran, selamatkan aku! - Jalan!
- Jalan! - Cepat!
- Cepat! - Jalan!
Cepat.
- Cepat! - Cepatlah.
Cepat!
XU JUN, PENDEKAR BALAI ENAM ALAM
Tuan, tolong selamatkan aku.
Aku tak bersalah.
Nona Cantik,
aku tahu kau tak bersalah.
Tapi sayangnya, Tn. Zhao kekurangan uang belakangan ini.
Menghadap kolam dan berlututlah!
- Berlutut! - Cepat!
- Apa yang harus kita lakukan? - Jangan takut.
Ikuti aku, lalu bertindaklah selaras.
Tuan, tunggu sebentar!
Aku punya mutiara berharga yang mau kuberikan padamu.
Aku hanya berharap kau tak membunuhku.
Jadi, dia juga tahu seni bela diri?
Tunggu, jangan bunuh dia dulu.
Berdasarkan tekniknya,
sepertinya dia adalah anggota Laskar Merah An.
Awas!
Ru Yi?
Jangan!
Ru Yi!
Ru Yi, jangan lakukan itu!
Hanya orang mati yang bisa menyimpan rahasia.
Bukankah pelatihmu mengajarkan itu
saat berada di Kamp Pipit Putih?
Tapi bagaimanapun, kita kerabat.
Siapa sebenarnya kau?
Bagaimana kau bisa begitu terampil?
Kau mau kebebasan, 'kan?
Ini kesempatan terbaikmu.
Anggota cabang di sini tak tahu kalau kita masih hidup.
Tapi Pipit Putih seperti kita
harus minum antidot setiap enam bulan agar tetap hidup.
- Kalau kita kabur sekarang... - Racun itu bukan apa-apa.
Kau hanya perlu mengonsumsi lima qian rhubarb
dan muntah tiga kali
dalam satu hari sebelum racun muncul,
saat toksisitasnya berada pada titik terendah.
Benarkah?
Terserah kau percaya atau tidak.
Bagaimana pengetahuanmu begitu banyak?
Dengan keterampilanmu, aku yakin kau bisa menjadi Utusan Ungu.
Kenapa kau malah bekerja sebagai Pipit Putih?
Aku sungguh bodoh.
Kupikir kau gadis yang lemah dan polos.
Aku bukan siapa-siapa.
Aku hanyalah roh pengembara.
Apa kau mau pergi bersamaku atau tidak?
Tidak.
Aku harus kembali ke cabang.
Yu Lang masih di sana.
Aku tak bisa pergi sendirian.
Kenapa kau menjadi Pipit Putih?
Untuk membayar utang keluargaku.
Kakakku sakit.
Ibuku tak punya pilihan selain menjualku.
Kenapa ibumu menjualmu
padahal kakakmu sakit?
Apa dia tak menghargai hidupmu karena kau wanita?
Sepuluh tahun lalu, keluargamu menjualmu demi seorang pria.
Sekarang, setelah sepuluh tahun, kau mempertaruhkan hidupmu
demi pria lain.
Apa itu layak?
Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.