Le prime 200 righe.
Episode 14
Buka pintunya.
Buka pintunya sebelum aku membunuhmu! Buka pintunya!
- Buka pintunya, Choi Young Do. - Bukalah.
Aku akan membunuhmu kalau aku membukanya. Buka!
Saat aku bilang kalau aku akan menganggu orang lain kecuali kau...
Kim Tan salah satu dari mereka.
Termasuk aku juga.
Cha Eun Sang, keluar.
Jangan lakukan.
Jangan masuk.
Kau pikir kau menyentuh siapa?
Seberapa jauh lagi kau melangkah?
Berapa lama lagi aku harus bersabar denganmu?
Sudah kubilang jangan sentuh Cha Eun Sang.
Kau harus melepaskan dia dulu agar aku untuk tak menyentuhnya.
Aku sudah memperingatkanmu.
Jangan melindungi Cha Eun Sang.
Kenapa kau tidak mendengarkan?
Aku benar-benar sudah muak.
Jadi, kau akan terus melakukannya?
Tentu saja. Aku sudah sejauh ini.
Hanya untuk mengalahkanmu seorang, ...
...aku kehilangan kesempatan makan malam terakhir dengan Ibuku.
Aku ingin bunuh diri tiap kali aku bertemu denganmu.
Bagaimana aku bisa berhenti sekarang?
Berhentilah merengek seperti bayi.
Sebenarnya berapa banyak lagi kesempatan yang harus kuberikan padamu?
Jangan sok bersikap dewasa.
Itu memuakkan.
Bahkan saat kau menyakitiku...
Bahkan saat kau mengejek Ibuku...
Bahkan saat Ibumu meninggalkanmu...
Aku berusaha yang terbaik.
Kau masih tidak mengerti kalau sebenarnya itu yang membuatku gila.
Kau selalu berusaha membuat orang lain menderita, sedang kau sendiri juga begitu.
Kau sudah berusaha semampumu.
Kenapa kau tak pernah berubah?
Bagaimana denganmu? Kau sendiri sudah berubah?
Pertarungan lebih besar? Pantatku.
Kau membatalkan pertunanganmu?
Pada akhirnya, kau akan berlutut pada ayahmu. Lakukan saja sekarang.
Atau...
Kali ini kau akan menyuruh Cha Eun Sang menggantikannya untukmu?
Yang kau lakukan ini bukan pertarungan besar. Kau hanya nekat.
Apa kau pernah mencoba nekat?
Jika aku harus berlutut, aku akan melakukannya!
Tapi... Aku hanya perlu berdiri lagi.
Dan suatu hari nanti, aku takkan jatuh lagi.
Kau tetap masih di sana, Choi Young Do.
Sekarang aku tidak mau lagi di sana.
Kedua pewaris berkelahi karena dirimu?
Jika bakal begini, kenapa kau menyuruhku diam?
Kau bilang sampai mati kau takkan mengatakannya. Kenapa tiba-tiba kau berubah pikiran?
- Aku tak berubah pikiran. - Lalu, apa maksud pengumumanmu tadi?
Aku hanya perlu menemui seseorang sebentar saja.
Maaf karena ikut campur dalam pertengkaran ini. Tapi ini bukan salahku.
- Kau tidak terluka? - Oh.
- Sebenarnya kenapa kalian selalu bertengkar? - Ini karena dirimu.
Tidakkah kau lihat, ini cinta segitiga?
Ini bukan hanya karena aku.
Ketahuan juga.
Tetap saja, aku menyesal.
Young Do menyalahkan dirinya sendiri.
Tapi, aku tidak mampu melawan diriku sendiri.
- Bagaimana denganmu? - Aku kenapa?
Kau juga tahu kalau Kim Tan tidak bersalah.
Kim Tan tidak pernah sekalipun memberimu harapan.
Kaulah yang duluan melanggar aturan tentang pernikahan politik.
Ini politik, tapi kau malah terobsesi.
Itu curang.
Tapi, apa kau mau memaafkannya?
Kau bisa mengakui pada Kim Tan kalau kau yang salah?
Aku juga begitu.
Aku hanya bersikeras kalau aku ini benar.
Rasanya, kau dan Young Do yang berpacaran.
Tak ada yang hubungan seperti kami.
Kau memakai seragammu.
- Kau yang mencucinya? - Lalu siapa lagi yang cuci?
Kainnya rusak.
Kau mencucinya dengan tangan?
Buka!
Sekarang?
Di sini?
- Sampai mana? Semuanya? - Hei!
Semuanya?
Ya, aku baru saja dari ruang siaran. Pintunya rusak!
Senior, kapan kau datang?
Aku akan meneleponmu lagi nanti.
Hei, Yoon Chan Young! Bagaimana bisa sekalipun kau tak menel...?
Yoon Chan Young! Kau serius mau begini?
Kenapa kau melakukan hal ini padaku? Hei, Yoon Chan Young!
Aaahh! Kurasa kakiku patah! Darahnya banyak sekali!
Aahhh! Sakit!
Aahhh! Sakit! Aku berdarah!
Aku mau minta tolong.
Besok aku ada audisi drama.
Skenarioku ketinggalan di studio Myung Soo.
Kurasa aku tak bisa lagi ke sana.
Bisa kau tolong ambilkan untukku?
Baiklah. Tapi... Kau tidak apa-apa?
Kau juga menganggapku aneh, 'kan?
Pasti itu yang kau pikirkan.
Kenapa semua orang di sekolah ini suka mengira-ngira apa yang dipikirkan orang lain?
Kalian semua salah.
Tak seorang pun dari kalian tahu caranya meminta maaf.
Aku akan menghubungimu kalau aku menemukannya.
- Kau tahu nomorku? - Hmm, tahu.
Maafkan aku!
Aku akan menelponmu.
Aku kemari mengambil barangnya Ye Sol.
Choi Young Do.
Ini.
Apa yang kau lakukan di sini?
- Ada yang minta tolong padaku. - Begitu?
- Kau mencari apa? - Skenario. Aku yakin ada di sini.
Ahh... Aku sudah mengambilnya.
Kau mau memberikan ini padanya?
Ah, tak perlu. Pastikan kau memberikan padanya. Dia membutuhkannya untuk audisi besok.
Aiyoo... Kau memang baik.
Mana.
Plester.
Karena itu, maafkan saja dia.
Dia sendiri datang mengambilkan skenario Ye Sol untuknya.
Memang begitulah Bo Na-ku.
Dia sangat imut kalau bertingkah begitu.
Tadinya aku hampir menoleh ke belakang.
Bagus bagimu. Kau yang duluan bertingkah begitu.
Cepatlah berbaikan dengannya, atau seseorang akan merebutnya.
Kututup ya.
Ahjumma! Apa yang kau lakukan sekarang?
Apa itu untuk penggantimu?
Kenapa kau pindah secepat LTE*?
Kau seperti orang kedua yang sudah pergi. Benar-benar...
Lagian aku belum menemukan penggantimu. Kau begitu ingin pergi?
Nyonya, ada tamu yang mencarimu.
Tunangan putra keduamu.
Siapa? Rachel?
Ibu, aku pergi kerja dulu.
Nak, kau tetaplah di kamarmu.
Jangan keluar! Sekarang, Rachel ada di sini.
Masuklah! Jangan pergi kerja.
Kau tidak boleh ketemu dengannya.
Jika dia tahu kau ada di sini, kau benar-benar bisa berakhir dengan Tan.
Mengerti?
Hari ini, aku juga tak pengen bekerja. Baguslah.
Halo, Ibu.
Kau datang.
Komisaris tak ada di rumah. Tan juga belum pulang.
Hari ini aku datang untuk menemui Ibu.
Aku?
Untuk menemuiku?
Ibu, silakan bicara biasa saja denganku.
Aku senang akhirnya bisa bertemu denganmu.
Seandainya aku tahu, secepatnya aku datang untuk menemuimu.
Kau suka bunga?
Ini pasti keputusan yang sulit. Tan melakukan sesuatu yang menakjubkan.
Dia pasti sangat mempedulikan Ibu.
Menurutmu begitu?
Ohh, terima kasih.
Tapi... Ibumu marah, 'kan?
Dia agak kaget.
Terutama, saat dia tahu kalau Ibu adalah Ibunya Eun Sang.
Benar, dia pasti sangat terkejut.
Ngomong-ngomong Ibu, kenapa kau datang ke rapat orang tua sebagai Ibunya Eun Sang?
Oohh... Hari itu Ibunya Eun Sang tak bisa hadir, makanya aku menggantikannya.
Kau mengenal keluarganya Eun Sang?
Bisa dibilang begitu.
Aku khawatir karena Tan tampaknya menyukai Eun Sang.
Suka apa? Dia hanya baik padanya karena aku mengenalnya.
Jangan salah paham.
Baiklah.
Ibu, aku tidak mau membatalkan pertunangan ini.
Meskipun aku tak tahu apa yang Ibuku pikirkan. Tapi bukan itu kemauanku.
Benarkah? Terima kasih, Rachel.
Terima kasih banyak.
Aku akan sangat bahagia kalau kau bisa membantu Tan.
Baik.
Ibu! Ini aku, Rachel.
Ya, aku ingin bertanya sesuatu.
Kau kenal Eun Sang...
Kenapa dia tinggal di rumah Tan?
Nomor yang anda tuju sedang...
Mana seragamku?
- Kau tidak bisa menemukannya? - Dimana!
Aku membuangnya... Ke tempat sampah.
Kurasa sudah dibakar sekarang.
Ibu susah payah membelikan ini untukku.
Apa rasanya sakit?
Apa itu melukai hatimu?
Bayangkan bagaimana perasaanku saat aku menemukannya di rumah Tan.
Begini perasaanmu lebih senang?
Kau senang melihatku membongkar sampah mencari ini?
Apa maksudmu?
Kau tak mengenalku?
Ini baru permulaan.
Anak pembantu berpura-pura menjadi orang kaya baru itu sangat menyebalkan.
Dan gadis brengsek itu sekarang mengencani tunanganku.
Kau pikir itu membuatku perasaanku lebih baik?
Apa itu akan membuatmu lebih baik?
No comments yet. Be the first to leave one.