Le prime 200 righe.
Aku bermimpi.
Tolong bangun, Pak.
Pengantinmu sudah selesai bersiap.
Aku memimpikan hari yang bagaikan mimpi saat aku bertemu denganmu...
Paket Daging Sapi Panggang.
Tanpa daging sapi panggang.
Segera datang!
Orang kira hidangan termurah di kantin ini adalah nasi, tapi itu salah.
Jika kau kurangi daging seharga 200 yen dari Paket Daging Sapi Panggang,
kau akan dapat sup miso dan acar dengan harga nasi saja.
Serta isi ulang air minum gratis. Aku suka kantin sekolah!
Uesugi sendirian lagi.
Menyedihkan sekali!
Apa?
Itu bukan seragam sekolah ini.
Tunggu, bagaimana ini bisa terjadi?
Aku tiba di sini lebih dahulu. Meja di sampingnya kosong.
Pindahlah ke sana!
Ini tempatku duduk setiap hari. Kau yang minggir.
Lihat. Uesugi makan bersama seorang gadis.
Astaga, yang benar?
Dasar mereka...
Wajahnya merah padam.
Kenapa kau begitu memaksakan diri?
Mi udon, 250 yen.
Dua tempura udang, 300 yen.
Tempura cumi-cumi, 100 yen.
Tempura ayam, tempura ubi,
ditambah puding untuk hidangan penutup?
Lebih dari 1.000 yen untuk makan siang? Memangnya kau selebritas?
Lakukanlah sesukamu.
Selamat makan.
Itu tidak sopan.
Kau belajar sambil makan?
Aku sedang mengulas hasil tesku. Jangan ganggu aku.
Sungguh, kau pasti kesulitan.
Berapa nilaimu?
Hei!
Futaro Uesugi. Nilaimu...
Seratus?
Bukankah ini...
Astaga, aku malu!
Kau sengaja menunjukkan ini kepadaku!
Aku benci mengakuinya,
tapi belajar bukanlah keahlianku, jadi, aku iri kepadamu.
Benar juga!
Karena kita satu meja, bagaimana jika kau mengajariku?
Terima kasih atas makanannya.
Apa? Kau sudah selesai makan?
Kau hanya akan makan siang dengan makanan irit itu?
Mau kubagi sebagian makananku?
Sebenarnya makananmu yang terlalu banyak.
Kau akan gemuk.
Ge...
Aku tidak pernah bertemu orang yang begitu kejam sepertimu!
Aku tidak akan memberimu apa pun!
"Sendiri lagi? Telepon aku!"
Utang kita akan lunas?
Ayah menemukan pekerjaan paruh waktu yang bagus!
Tampaknya keluarga kaya yang baru saja pindah
sedang mencari tutor untuk putri mereka.
Tutor?
Tempat kerja yang nyaman dan menyenangkan.
Ditambah lagi, bayarannya lima kali lipat dari biasanya!
Terdengar seperti pekerjaan ilegal bagiku.
Katanya orang bisa tetap hidup meski dengan satu ginjal.
Kau menyuruhku melakukannya?
Aku hanya bercanda!
Tapi kini kita bisa makan sampai kenyang!
Bukan begitu, Kak?
Astaga.
Jadi, orang macam apa si putri ini?
Dia masih SMA,
dan kudengar dia pindah ke sekolahmu.
Namanya Nakano...
Namaku Itsuki Nakano. Senang bertemu dengan kalian.
Aku kenal gadis ini.
Murid pindahannya perempuan!
Dia cukup manis!
Bukankah itu seragam Black Rose?
Sungguh? Dia kaya raya!
Murid pindahan dan kaya.
Berarti dia orangnya.
Hai.
Salam kenal.
Gawat.
Ini Paket Daging Sapi Panggang tanpa daging sapi panggang pesananmu!
Aku mengacau kemarin.
Tapi jika aku ditolak olehnya,
lowongan pekerjaan sebagai tutor akan hilang.
Aku harus mencari cara untuk menebus kesalahanku...
Aku datang karena ingin satu meja denganmu lagi.
Bukan hanya untuk makan siang bersama, tapi juga belajar.
Astaga!
Sempurna!
Maaf sudah menunggu.
Dia makan bersama teman-teman...
Maaf, semua kursinya sudah penuh.
Hei, kau! Kau akan pergi begitu saja?
Aku yakin kau mengincar Itsuki, bukan?
Aku tidak mengincarnya.
Jadi, benar Itsuki?
Astaga, apa alasanmu mengincarnya?
Karakter seriusnya? Aku yakin kau suka itu.
Ya, aku akan memanggilnya untukmu.
Tunggu!
Itu bukan urusanmu.
Aku akan mengurus masalahku sendiri.
Ucapanmu jantan sekali untuk ukuran seorang kutu buku!
Mintalah bantuanku, Kak Ichika, jika ada masalah!
Karena terdengar menyenangkan juga!
"Kak"?
Kita satu angkatan...
Sepertinya.
Tapi ini sungguh merepotkan.
Aku harus menghadapinya sepulang sekolah hari ini
- sebagai tutor barunya. - Uesugi.
- Sebelum itu... - Uesugi?
Uesugi!
Akhirnya kau mendongak.
Siapa kau? Bagaimana kau bisa tahu namaku?
Aku senang kau bertanya!
Kau menjatuhkan lembar ujian dengan nilai 100 ini?
Atau lembar ujian dengan nilai nol ini?
Lembar ujianku? Kenapa kau...
Itu karena...
Pada saat itu...
ini terjadi.
Dan aku menyadarinya.
Itulah alasannya!
Jadi, yang mana?
Yang kanan.
Astaga, kau jujur sekali!
Akan kuberikan keduanya sebagai satu paket!
Aku tidak menginginkan keduanya.
Lagi pula, ujian bernilai nol milik siapa ini?
Itu milikku.
Aku terkejut kau ingin memberikan ini!
Kesan pertamaku tentangmu adalah kau murung dan mungkin penyendiri,
tapi kini akan kutambahkan bahwa kau juga genius!
Cepat sekali!
Sampai kapan kau akan mengikutiku?
Kau belum mengucapkan terima kasih.
Apa?
Berterimakasihlah pada orang yang memungut bendamu yang jatuh.
Kau genius, tapi tidak tahu itu?
Aku kebetulan memungut ini.
Sekarang kita impas.
Begitu rupanya! Terima kasih banyak!
Dia langsung berterima kasih...
Kukira dia akan sendirian dalam perjalanan pulang, tapi...
Itsuki, bukankah kau terlalu banyak makan?
Benarkah?
Ini baru yang kedua.
Dasar monster bakpao!
Hentikan!
Kau tidak akan pernah punya pacar!
Itu bukan urusanmu!
Aku bahkan tidak berkesempatan untuk meminta maaf.
Kau bersenang-senang sendirian?
Itu...
Begitulah.
Ini hobiku.
Begitu.
Hobi menatap gadis-gadis SMA...
Kemungkinan orang mesum.
Bisakah kau tidak melaporkanku?
Juga, jangan beri tahu temanmu, Itsuki.
Baiklah.
Tapi dia bukan temanku.
Apa?
Astaga.
Ini tempatnya?
Dia benar-benar kaya raya.
Aku tidak salah, bukan?
Astaga!
Apa kau penguntit? Jika butuh sesuatu, akan kudengarkan.
Tidak ada gunanya bicara dengan kalian.
Kau gigih.
Aku yakin pacarmu tidak banyak.
Pulanglah!
Pulang? Ini rumahku.
Kau serius? Maaf...
Paket daging sapi panggang tanpa daging sapi panggang.
Kau sedang diet?
Apa?
Hei, kau!
Sudah kuduga!
Itu dia!
Ini kesempatan terakhirku untuk bicara dengannya!
Tolong biarkan aku berhasil!
Astaga!
Ini semua salahnya!
Perasaan stres karena dipersulit oleh orang asing!
Kenapa aku berlari sampai berkeringat di tempat seperti ini sepulang sekolah...
Kenapa aku tertangkap oleh orang-orang aneh itu...
Semuanya!
Semua itu...
salahnya.
Kau...
No comments yet. Be the first to leave one.