Le prime 200 righe.
Disana.
Membuka telingaku selebar telinga keledai mungkin dengan begtiu aku bisa mendengar suara rakyat.
Sekali lagi, aku minta maaf.
Dia itu tidak tahu posisinya dimana.
Pasti menyenangkan memiliki anak yang juga ikut bergabung dengan kita.
Tidak. Dia bukan anakku.
Ketika aku perang di garis depan, dia pernah menyelamatkanku jadi aku membawanya dan memperlakukan dia seperti anak sendiri.
Kau telah merusak buruannya. Ayo pergi. Sekarang.
Aku takut sekali.
Apa? Pangeran? Dia hanyalah seorang bandit!
Kau tidak layak berada disini!
Kau! Lepaskan tanganmu darinya.
Apa yang salahku sehingga menerima perlakukan seperti ini?
Kau mau bilang, keledai sekalipun harus tunduk pada pangeran?
Kau masih membantah!
Bawa dia keluar dan kurung dia.
Ya, tuan.
Itu kau, Kwon-yoo?
Maafkan aku. Aku bersalah karena tidak mengajar hamba yang hina itu.
Maafkan aku.
Kusuruh kau jangan kemari sampai dia pergi.
Apa yang kau khawatirkan?
Jangan khawatir.
Kudengar kau tak membaca belakangan ini. Benarkah kau menghabiskan waktumu dengan berburu?
Aku sedang mencoba memperluas sudut pandanganku seperti orang lain dengan tidak berfokus pada belajar saja...
Apa aku memintamu melakukan itu?
Kenapa kau terus ke rumah keluarga Shin?
Apakah karena putrinya?
Tersisa keluarga Shin...
Dia wanita pertama yang aku suka...
Kau sudah lupa bahwa seluruh istana tak suka melihat saudara tiri Kaisar disini?
Jangan melakukan apapun yang membuat mereka punya alasan untuk membuat masalah.
Sudah menjadi kewajibanku untuk menemuimu dua kali sehari.
Kau masih belum memanggilku "ibu".
Tampaknya kau sedang memata-matai ku. Kau membuatku merasa tidak nyaman.
Apa maksudmu dengan memata-matai?
Kau masih belum memiliki ahli waris dan belum mendapatkan selir juga. Orang lain bilang aku yang membuatmu jadi begini.
Aku hanya merasa bersalah pada mendiang beliau. Tidak ada maksud lain.
Meski aku ibu barumu, kau harus paham bahwa aku tetap peduli padamu.
Kalau begitu, silahkan cari calon baru untuk posisi Permaisuri.
Aku akan mulai mencari Permaisuri baru.
Siapa?
Pangeran, silahkan masuk.
Oh, pangeran.
Kenapa kaulakukan ini padaku?
Sudah larut malam. Masuklah kedalam dulu.
Bukankah kau sudah berjanji padaku?
Benar. Tapi aku tidak bisa melawan perintah istana...
Kenapa? Apakah dia bilang tidak menginginkanku?
Masuklah dulu.
Suruh dia keluar.
Baiklah. Suruh dia keluar.
Baiklah.
Aku akan mengatakannya sendiri. Suruh dia keluar.
Karena kau tidak pergi ke istana, kita akan melarikan diri selama sisa hidup kita.
Aku takkan pernah pergi kemanapun sendirian.
Tak ada yang bisa kulakukan untukmu.
Yang kuinginkan hanya agar kita bisa bersama.
Kwon-yoo!
Bawa dia keluar./ Kwon-yoo!
Kwon-yoo!
Tidak. Jangan!
Kwon-yoo!
Tidak, Kwon-yoo! Jangan! Lepaskan. Kwon-yoo!
Tidak, Kwon-yoo! Jangan!
Tidak, Ayah! Aku yang meminta dia untuk kabur denganku. Ini bukan kesalahan Kwon-yoo.
Jika dia tahu, seluruh keluargaku tidak akan selamat.
Kumohon, biarkan Kwon-yoo hidup!
Sudah terlambat.
Apa yang kaulakukan?
Baik, tuan.
Aku akan masuk ke istana.
Jika Kwon-yoo mati, aku juga akan mati!
Lepaskan aku!
Kemana kau membawa Hwa-yeon? Hwa-yeon!
Lepaskan!
Aku akan melakukannya sendiri.
Bahkan mandi ada aturan dan tata caranya.
Maksudmu, aku tak memiliki kebebasan atas tubuhku sendiri?
5 Tahun Kemudian
Yang Mulia, pangeran Seong-won datang untuk bertemu.
Yang Mulia, pangeran Seong-won datang untuk bertemu.
Aku lama tak melihatmu. Darimana saja kau, saudaraku?
Aku mulai penasaran karena tinggal di tempat yang berbeda.
Yang Mulia, aku cemas anda terlihat sakit parah.
Aku kurang sehat selama beberapa hari ini, tapi melihatmu membuatku merasa jauh lebih baik.
Bagaimana suasana di luar istina?
Cuaca cukup dingin untuk pohon berbuah dan melihat warna musim gugur yang indah.
Rakyatmu membawa bunga krisan untuk dibuat arak...
Itu sering terjadi akhir-akhir ini.
Tabib istana juga tak tahu penyebabnya. Membuat frustasi saja.
Dia akan segera membaik. Yang Mulai tidak perlu khawatir.
Kau pergi begitu mendadak, aku khawatir sekali.
Kau mencemaskanku?
Karena kecerobahanku membuat kalian berdua khawatir.
Aku senang kau kembali dengan sehat.
Aku datang setelah mendengar tentang penyakit Yang Mulia. Aku akan pergi setelah beliau lebih baik.
Mungkin akan menjadi beban bagimu dan pangeran kalau aku tinggal di istana.
Beban apa? Yang Mulia senang bertemu denganmu.
Aku terlalu lama menyita waktumu sampai anda jadi bosan.
Seluruh tubuhnya membiru, pasti ada seseorang yang sengaja melukai dia.
Apa maksudmu melukai Yang Mulia? Jaga ucapanmu.
Tenanglah dan kita dengarkan yang dikatakan tabib.
Beliau sudah lemah karena penyakit tumor dan tidak cukup makan...
Kau yakin tak ada yang aneh dengan makanannya?
Jika ada masalah dengan makanan, kita harus menginterogasi juru masak istana dan mencari tahu kebenarannya.
Itu benar.
Kau salah. Masih belum terlambat melakukan penyelidikan setelah Yang Mulia membaik.
Apa yang kau bicarakan? Kita harus mencari tahu kebenarannya untuk membuat obat yang tepat baginya.
Yang Mulia, beliau sakit jadi kembalilah nanti.
Apa maksudmu? Aku ibunya. Minggir.
Yang Mulia!
Apa tujuanmu mencegahku bertemu beliau?
Aku harus melihat kondisinya dengan mataku sendiri.
Beritahu Ibu Suri bahwa Yang Mulia tidak dapat bertemu dia sekarang.
Kau mau bilang bahwa aku membahayakan beliau?
Bawakan peralatan sekarang, cepat.
Ya, tuan.
Dia tidak bisa bernapas?
Jangan hanya melihat, cobalah lakukan sesuatu.
Ini lokasi yang mematikan.
Yang Mulia, beritahu kami pewarismu. Tetapkanlah keputusanmu.
Yang Mulia!
Yang Mulia.
Kaisar telah wafat.
Kau sudah berusaha. Kau sudah sangat membantu.
Tapi permaisuri dan pangeran muda selamat, serta ayah permaisuri yang memiliki banyak pengikut dari keturunan prajurit...
Kau pikir aku tak bisa menangani seorang wanita dan anak kecil?
Setelah ayahnya dan menteri perang hilang, dia takkan punya peluang.
Yang Mulia, kita harus melakukan sesuatu sebelum Ibu Suri bertindak.
Ibu suri punya hak untuk memilih ahli waris.
Kau pikir mereka mudah dibujuk?
Yang Mulia, kalau kita mundur dari sini maka hidup pangeran muda bisa terancam.
Juga, ini catatan juru masak. Tak ada catatan saat Yang Mulia jatuh sakit.
Maksudmu?
Benar. Bahkan orang yang mencatat juga hilang.
Mereka pasti tak sempat membawa catatan itu keluar dari istana. Berarti, ia menyembunyikan di suatu tempat dalam istana.
Dalam istana?
Ya, Yang Mulia. Kita harus menemukan catatan itu dan membuktikan pembunuhan ini.
Para Menteri dan yang lain berencana menemukan kebenarannya. Yang kita butuhkan adalah menemukan bukti untuk membantu mereka.
Siapa kalian? Berani sekali kalian kemari...
Mereka semua pemberontak. Tangkap mereka.
Ya, tuan.
Pemberontak? Yoon-jungho, keparat! Kau tidak takut pada langit?
Sekarang langit sudah berubah.
Boo-won Goon (gelar ayah permasuri) keluar! Kau ditangkap.
Ada apa?
Dia adalah pemberontak. Ini perintah dari Ibu Suri.
Berani sekali kau berteriak disini? Pergi!
Disana. Tangkap dia.
Tangkap dia.
Warna merah itu dibuat dengan mencelupkan ke dalam campuran kelopak bunga. Butuh ratusan kali pencelupan untuk membuat merah terang seperti itu.
Merah ini adalah warna yang dipilih dari seluruh warna, yang menandakan warna sang Kaisar.
Yang Mulia.
Tugas kita bukanlah untuk menjadi bagian dari politik.
Kita bertanggung jawab atas kesejahteraan Yang Mulia serta menjaga tradisi dan peraturan istana.
Kita berpengaruh besar dalam kelancaran istana.
Yang kita lakukan adalah untuk Yang Mulia dan istana. Kalian harus ingat dan camkan.
Ya, tuan.
Karena Kaisar baru naik takhta, semua kasim harus siaga tanpa ada penggantian.
Jika kau tetap disini Yang Mulia akan bahaya. Jangan bergerak.
Kusuruh jangan bergerak!
Siapa orang itu?
Dia datang atas rekomendasi Menteri
Menteri Yoon-jungho.
Dia adalah bibit masa depan istana.
Apa maksudmu?
Sejak kau menjadi Kepala Kasim, kau menjadi licik.
Bagimu, kau mungin tikus yang duduk di atas periuk nasi tapi tak pernah tahu kapan keberuntunganmu akan habis.
Jika kau ingin lama tinggal disana, kau harus belajar menjinakkan anak muda seperti dia.
Cemas akan jabatanmu, kau juga akan menjadi tua.
Apa ada yang lebih penting ketimbang jabatan?
Kau tahu, aku hampir dipenggal kali ini.
Aku percaya padamu, jadi kelak tolong menjagaku juga.
Yang Mulia, silahkan berbaring di sebelah kiri Permaisuri.
Yang Mulia, angkat bagian kiri anda sehingga jantung anda akan lebih tinggi.
Pertama, mencium bibir bawah dan mengemotnya. Kemudian kau harus menelan ludahnya.
Tempatkan tanganmu di bawah perutnya, kemudian mulai membelainya. Teruskan sampai payudaranya mengembang...
Lalu tutupi payudaranya dengan satu tangan, tutupi sepenuhnya.
Yang Mulia, anda dapat mulai pergerakan.
Permaisuri harus merangkul pinggang Yang Mulia, lalu menerima penetrasinya.
Yang Mulia, aku sudah siap, jadi mulailah.
Kau mungkin sudah merasa kenikmatan.
Selanjutnya, posisikan dirimu di belakangnya.
Masih belum waktunya.
Masih belum waktunya.
Masih belum waktunya.
Anda bisa mendapatkan anak laki-laki hanya jika selesai bersama-sama.
Anda bisa mendapatkan anak laki-laki hanya jika selesai bersama-sama.
Anda bisa mendapatkan anak laki-laki hanya jika selesai bersama-sama.
Anda bisa mendapatkan anak laki-laki hanya jika selesai bersama-sama.
Sudah waktunya ke kamar tidur.
Yang Mulia, jika ibu suri mengetahui hal ini...
Apa yang terjadi?
Aku bahkan tak bisa bertanya karena kecurigaan di dapur istana.
Aku tak tahu kenapa tapi semua orang menghindariku.
Kita harus mencari kepala juru masak.
Yang Mulia.
Kau tahu sesuatu?
Beritahu aku.
No comments yet. Be the first to leave one.