るろうに剣心 -明治剣客浪漫譚- 維新志士への鎮魂歌
Le prime 200 righe.
Akhir Masa "Ke-Shogunan Tokugawa" "Era Bakumatsu"
"Kyoto"
Selama "Era Bakumatsu" (Reformasi) seorang pria yang dijuluki "Hitokiri Battosai" (Pembunuh Terkuat).
Ia juga sangat "ditakuti" musuh-musuhnya.
11 Tahun Dari Era Meiji -
YOKOHAMA -
"Arsitektur barat" dan "lampu jalanan"?
Minggir! "Wa-dow"!
Oh, Saya minta maaf.
Tak apa. Tak apa
Lain kali "hati-hati" ya, "Bocah Samurai".
"Bocah"?
Kenshin, kemari!
Ya ampun, lo bisa "nyasar" kalau "gak hati-hati".
Jangan "marahin dia", Yahiko.
Kenshin cuma "kegirangan" naik "kereta api".
Ini "sangat luar biasa".
Kenapa sih nih "orang-orang"?
"Jauh-jauh" ke "Yokohama" cuma mau liat "bangunan aneh" begini.
Harus naik "kereta api" segala lagi.
Padahal tadi lo doang yang "paling kegirangan" di "kereta".
Jika kau "protes" lebih baik ganti "ongkos kereta-nya"!
Eh, iya-iya, deh,
lagian juga pada "nyadar" gak sih, kalo "bangunan-nya sama semua"?
Ya, memang.
Namun "Jepang" telah "berubah",
dan itu hal yang "bagus".
Gimana, "keren", gak?
Apanya yang "keren"? kalo cuma pakai "otot".
Apa lo "bilang"?
"Kita" kan bukan "monyet". Kalau "kita" pakai "alat".
Jangan "kesana". "Berbahaya".
Hentikan semua itu! Kalian membuat orang "takut"!
"Kita kesini" bawa "kebaikan", dan pastinya sih...
"kita" pengen banget "akrab" sama "cewe-cewe" disini.
Hai "cewe kece", "Nippon", "Shogun", "Gunung Fuji", "Geisha".
ikut "kita" yuk?
"Mulut-mu bau".
"Nongkrong" yuk...
Supaya bisa "tambah kenal".
Lepaskan aku!
Jangan diam saja.
Kenapa tidak kau saja?
Jangan!
Hentikan "perbuatan" ini atau kau "akan terluka".
"Apa-apaan nih"?
Siapa sih lo?
Nih "Bangsat" udah "bosen idup" ya.
Toki, "berlindunglah".
Ya.
Hey!
Jangan "ngambek" dong...
masa gitu aja "marah"...
"Becanda"! Cuma "becanda"!
Tunggu, tunggu, biar gue "jelasin" dulu sama lo.
"JELASIN nih"!
Apa dia menggunakan "pedang-nya"?
Aku tak tau. "Cepat sekali"!
"Hebat juga".
"Hahaha..rasain"!
"Ngepet"! Woi, jangan pada diem aja!
"Kuat" juga tuh "King-kong".
"Yahiko", berikan aku "pedang bambu-mu"!
Aku akan "menolong" pria itu.
Dia "tidak membutuhkan-nya".
bila kau pikir "adat kami" tidak "berlaku" untuk kalian
karena "kalian orang asing", maka kalian "salah".
Ini!
Diam lo! "Banyak bacot"!
"Berengsek"
"Ngemeng aja lo"! "Bangsat"!
"Ngoceh mulu"!
Hey, ada apa-an tuh?! Bawa "barang" keatas "buruan"!
Lihat! "Teman-teman-nya" datang!
Awas!
Kau "tidak boleh" menggunakan "senjata api" dalam perkelahian.
Kenshin, "mana" Kenshin?
Kenshin, dia lo "tebas" ya?
Tentu tidak.
Kau kan tau kalau aku tak dapat "menebas" dengan "pedang ini".
Oiya, "bener juga".
Hentikan sekarang!
Kenshin, kayanya lo bisa kena "razia" kalo bawa-bawa "pedang".
Mending lo "kabur" dulu.
Oi, "Bang Samurai", lo juga "kabur gih"!
Toki, kau "sembunyi saja". Kita akan "berkumpul" nanti.
Ayo.
"Buruan kesini".
Woi "urusan" kita "belom kelar"!
Gue juga "belom kelar" sama lo pada!
Apa yang terjadi disana?
"Aparat"...
kenapa sih "ganggu aja" orang lagi "asik"?
Gue gimana ya sekarang?
"Maju kena".... "Mundur kena" nih!
Ok deh, sini lo lawan gue... Woi, "Bocah Bangkotan"!
"Kunyuk lo"!
Apa-apaan kau?
Bukan gue yang "dorong"!
Diam, kau!
"Hajar"!
"Titi DJ"...ya semua.
Apa "teman-mu" baik-baik saja?
Tentu, kau tak perlu khawatirkan Sanosuke.
Ngomong-ngomong, tadi kau "hebat" juga.
Ah Tidak, Aku tak melakukan apa-apa.
Kau "rendah hati". Lalu, mengapa kau bawa "pedang terbalik"?
Kau "menyadari-nya"?
Beberapa tahun lalu, aku "bersumpah" tidak akan pernah "membunuh" lagi.
Begitu ya.
"kekerasan" hanya akan membuat "gila".
"Mereka" yang telah "mati" selama "Era Bakumatsu",
tak bisa "melihat" bahwa pemerintahan "Meiji" juga sama "bobrok-nya".
Andai mereka "tau", pastinya mereka akan "menangis" dan "menyesal".
Tidak, mungkin saja mereka malah "tertawa dalam kegetiran".
"Langit" yang kulihat dulu "sangatlah biru".
"Langit" seharusnya "tinggi" dan "cerah", iya kan?
Ya.
Lagipula, Aku tidak bisa "meninggalkan" Tokio sendiri.
Siapa "nama-mu"?
Kenshin, namaku "Kenshin Himura".
Aku "Takimi Shigure".
"Takimi Shigure"?
Kuharap kita "bertemu lagi".
Aku juga "berharap itu".
Apa yang "kau inginkan"?
Huh...Seperti biasa ..."selalu waspada".
"Lihat dirimu sendiri".
Kau tidak datang ke "Yokohama" hanya untuk melihat "lampu" kan?
Biar kuberi kau "nasehat".
"Jauhi pria itu".
Takimi Shigure, dia adalah "pria yang berbahaya".
"Cantik bener" ya, cewe tadi?
"Beda banget" tuh sama "cewe yang lain".
Apa maksudmu: "cewe yang lain"?
Lo tanya "nama-nya" gak?
"Pasti dong".
"Mantep"...
Ya ampun...
Kalian memang "idiot"!
Dia anak-nya "Samurai" dari "Klan Aizu", nama-nya Toki.
"Nona Toki Takatsuki!
Tadi apa lo bilang, "Klan Aizu"? Wah pastinya "idupnya susah" tuh.
Ku "harap" itu bukan hal yang "sama" seperti yang "kupikirkan".
"Aizu"!
Apa!?
Maksud gue dia pernah "idup menderita"!
"Gak mungkin"!, pasti maksud-mu "menderita" karena dia "cantik" kan.
Ya, iya lah...
Takatsuki dari "Klan Aizu"...
"Dasar bego"!
Aduh..
Laper deh...
"Nah itu dia"! "Yokohama" kan "kota turis",
"turis" makan-nya "steak"
Apa "ngaruh-nya"?
Itulah "alasan" Sanosuke mau ikut ke Yokohama, bukan begitu?
"Yo-i".
Oo gitu. Tapi kan ini bukan "Warteg Akabeko", lo gak akan bisa "ngutang makan" disini.
Nah, gimana tuh?
"Jangan tega-tega lah"... Gue pasti "bayar" pas sampe rumah.
Woi, Yahiko, bantu "ngerayu" juga dong.
"Ogah", Gue "gak ikut campur".
"Gak asik" lo!
"Serang"!
Kenshin!
Apa yang terjadi?
Apa mereka "mati"?
Tidak, sepertinya mereka hanya "pingsan".
"Menyingkir dari jalan"!
Whoa! Whoa!
"Raden Tamono"!
Kawai, lapor ke "markas" segera.
Siap, Pak.
Sakashita, hubungi "pos polisi" terdekat.
Siap, Pak.
"Pasukan pertama", Maju.
Bersiaplah, "jangan menembak" sebelum "aba-aba-ku". Pergi!
"Pasukan kedua", menyebar di "seputar lokasi"
Siap, Pak.
"Sisanya", jaga disini dan "lindungi warga sipil".
Siap, Pak.
Disini "berbahaya", Silahkan anda "menyingkir".
Wah "Keren Abis"!
Bentuk "dua barisan"!
Bagus! Bergerak sesuai "rencana".
Mereka tak boleh "melarikan diri"! "Kejar" mereka.
"Tangkap"! Jangan sampai mereka "lolos"!
Wah, kaya-nya banyak yang "happening" hari ini?
"Yokohama" emang "sesuatu banget".
Iya sih, ada...
"Kereta Api Uap"..."Toki Takatsuki", dan...kau "Ngutang Makan Steak".
"Tentara" yang tadi "mantep" ya.
Emang lo mau jadi "tentara"?
Enggak, Gue gak mau "masuk militer". Tapi "keren aja...
Lagian juga...
Lo "kudu" bisa "naik kuda" dulu.
"Bisa"!
"Setau"ku, naik kuda harus "tinggi". "Semoga" saja kau tidak "terjatuh".
Iya kan, Kenshin?
No comments yet. Be the first to leave one.