My Love Story!!

My Love Story!! (俺物語!!)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Stagione 1

Informazioni sulla release

[Cerita Cintaku!!] 21 Aku dan Surat
Un commento di Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tag

other
Pubblicato il: 2015-11-16
Download: 11
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Takeo!

Oh, senangnya!

Terima kasih.

Eh, jangan-jangan, kau membuatnya sendiri?

Hebat, dia bisa tahu cuma dengan lihat kotaknya.

Mau lihat! Boleh kubuka?

Boleh.

Maaf.

Saat dibakar sesuai waktu yang ditentukan, entah kenapa warnanya malah putih pucat.

Jadi, kupikir dibakar sebentar lagi enggak masalah, pertamanya enggak apa.

Tapi, malah jadi hangus.

Karena terlalu berharga, aku enggak bisa memakannya!

Tapi, aku mau coba.

Boleh?

Boleh.

Keras, enggak?

Enak banget, kok.

Takeo?

Ya, ada seseorang yang makan kue buatanku, aku jadi senang.

Melihat orang yang disukai memakan kue buatanku dengan senang.

Aku juga selalu merasa begitu, kok.

Begitu, ya.

tak terkejar

oitsukenai

meski ingin kukejar

oitsukitai no ni

inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban

totsuzen monogatari Give Me an Answer

ku tak tahu jawabannya

wakaranai yo Answer

ZAINUDDINARI

MEMPERSEMBAHKAN

ZAINUDDINARI

MEMPERSEMBAHKAN

bila saja cinta itu layaknya permen

okashi mitai ni suki mo

yang harus dilakukan menurut resep saja

Recipe toori ni ikeba ii no ni

bila saja jarak antara kita seperti kue busa

Meringue mitai ni kyouri mo

di mana hanya butuh waktu 'tuk mengubahnya

jikan shidai de kawareba ii no ni

ketenangan dan semangat itu kawan lama

reiseisa to nekketsusa ga osananajimi nan da

apa selama hidup ini kita jalani tanpa pegangan tangan

isshou te mo tsunagenai mama kana

aku tak mau

ya da yo

tak terkejar

oitsukenai

meski ingin kukejar

oitsukitai no ni

inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban

totsuzen monogatari Give Me an Answer

sebegitu canggung

bukiyou de

dan kikuknya itu

gikochinai hodo

akankah dimulai dengan sayang belaka

itoshiku hajimaru no

berilah ku jawaban

Give Me an Answer

jawaban 'tuk masa depan

miraikei no Answer

AKU DAN SURAT

Apa dia suka kuenya?

Ya.

Aku doakan kau supaya cepat punya pacar.

Dengan begitu, orang yang kau sukai akan buatkanmu kue beras rumahan.

Kue beras?

Aku salah ucap.

Kalau cewek itu suka tersenyum sambil makan kue,

semacam kue beras yang keras bersamamu, maka...

Suna, kau duluan saja.

Oke, aku duluan.

Ada perlu apa?

Hoi, kau ada perlu apa?

Surat?

Padahal mau kuberikan sama Sunakawa.

Maaf!

Eh?

Maaf, aku sudah salah sangka.

Juga, enggak sengaja membacanya.

Jadi, cewek ini yang suka berikan Suna surat tanpa nama.

Maaf ya, suratmu jadi begini.

Aku bisa tulis ulang—

Enggak! Biarkan aku membantumu.

Katakan saja.

Begitu ya, kalau kau butuh bantuan, katakan saja sama aku.

Dah!

Ta-Takeo!

Takeo?

Ka-Kalau begitu, tolong dengarkan ceritaku.

Biarkan aku ceritakan Sunakawa padamu!

Ya.

Oh, tentu saja kau enggak mengingatku, ya.

Kita pernah satu TK, sekelas di kelas sakura.

Aku Yukika Amami.

Yukika Amami.

E-Enggak perlu sampai begitu, enggak ingat juga enggak apa.

Rasanya aku ingat.

Yukika Amami, ya!

Ya.

Kok dia diam saja?

Tunggu kesempatan?

Apa sebaiknya aku yang mulai duluan?

Aku enggak pandai dalam hal ini.

Tapi, tetap saja harus dicoba.

Katakan saja!

Maaf.

Maaf buatmu cemas.

Aku enggak biasa mengobrol sama cowok.

Begitu, ya.

Habisnya, hampir semua cowok di TK dulu,

suka mengacak-acak bak pasir cewek yang lagi main.

Kayaknya pernah kulakukan.

Mereka juga bawa serangga dan lainnya ke dalam kelas.

Aku melakukannya.

Mereka penuh lumpur meski masih pagi.

Itu aku.

Kaus kaki mereka juga selalu kotor.

Itu juga aku.

Tapi, Sunakawa enggak begitu.

Dia punya pesona sendiri.

Dia sering terlihat baca buku.

Aku juga suka baca buku kayak Sunakawa, ternyata buku yang kami baca sama.

Sunakawa enggak pernah berlepotan saat makan bekal makan siangnya.

Dia juga hebat dalam bermain lempar bola.

Kakinya betul-betul gesit untuk menghindar.

Dia selalu jadi yang terakhir bertahan.

Menurutku dia hebat banget.

Tapi, pernah sekali...

Sunakawa, out!

Aku ada di belakang Sunakawa, jadi aku enggak lihat ada anak yang lempar bola sama aku.

Kalau Sunakawa enggak terkena bola itu, bolanya pasti kena aku.

Suna baik banget.

Sejak itu...

Anu, maafkan aku.

Gara-gara aku, kau jadi kena.

Aku cuma berpikir akan bahaya kalau sampai kacamatamu kena.

Aku langsung suka sama dia!

Sekarang aku mulai mengerti.

Itu percakapan terakhirku sama Sunakawa.

Sejak itu belum pernah bercakap lagi?

Itu saat SD, 'kan?

Bukan, saat TK.

TK?

Sekarang aku sudah SMA, jadi sudah sepuluh tahun lalu.

Sepuluh tahun? Sepuluh tahun ini kau ke mana saja?

Memerhatikannya.

Misalnya saat pekan olahraga,

atau saat enggak terjadi apa-apa.

Aku lihat semua kehidupan Sunakawa.

Aku pun kumpulkan semua informasi yang dibutuhkan buat meramalnya.

Dia peramal?

Tapi, kau belum coba bicara sama dia.

Aku bahkan enggak bisa bicara sama cowok normal.

Bagaimana bisa bicara sama cowok yang kusuka?

Jadi, kau mau bagaimana?

Enggak tahu.

Aku enggak berani bicara, apalagi nyatakan sama dia.

Sejak TK, SD, SMP, bahkan SMA sekalipun,

setiap kali Sunakawa menolak cewek yang menembak dia, aku merasa lega.

Kalau enggak bisa jadi milikku, maka lebih baik dia tak punya pacar seumur hidup.

Kutukan?

Meski begitu, setiap hari kasih sayang tiba, aku selalu berencana buat menembak dia.

Tapi, aku enggak berani tulis namaku dalam surat.

Karena enggak berani bicara, aku selalu tulis surat enggak berguna buatnya.

Sepuluh tahun ya, hebat.

Pacarmu yang bernama Yamato itu, kayaknya cewek baik.

Ya.

Melihat kalian berdua begitu bahagia, aku jadi ingin.

Punya cinta yang terbalas itu enak.

Di hari kasih sayang tahun ini pun, enggak bisa kutulis namaku.

Jadi, kurasa memang seharusnya berikan suratnya langsung saja.

Tapi, aku cuma terus bawa surat ini selama hampir sebulan.

Enggak berani memberikannya.

Sunakawa itu orangnya selalu kalem dan keren.

Dia enggak pernah lakukan hal aneh.

Enggak juga.

Dia juga suka yang aneh-aneh.

Book.

Bu.

Lagi apa kau?

Kupikir akan menarik kalau dia memanggilmu, "Brother".

Betul juga, ya.

Saat bersamamu, dia banyak tertawa.

Enggak adil.

Aku juga ingin bertetangga sama dia.

Dengan begitu jadi bisa naik bus yang sama ke TK, dan mandi bareng.

Sekarang sih, sudah enggak mungkin.

Bisa saling ambil foto saat di kamar mandi.

Kami enggak pernah lakukan itu!

Sudah sejak lama aku cemburu.

Begitu ya, maaf.

Tapi, aku juga butuhkan Suna.

Memang Suna itu keren.

Oh ya, dia keren.

Cowok ideal.

Ideal?

More Indonesian subtitles for My Love Story!!

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left