Le prime 200 righe.
BUKU KECIL TOKOH-TOKOH SEJARAH
Ya!
Ibu! Ayah!
Hari ini ulang tahunku.
- Kami tahu, Kevin. - Kami tahu. Sebentar.
- Ini dia. - Itu agak seksi, Sayang.
Yang itu terlalu intens. Bukan malam yang tepat untuk itu.
- Pilih yang meriah. Dia berulang tahun. - Bagaimana dengan yang itu?
Tidak. Itu...
- Itu bagus. Itu dia. - Kau siap?
Selamat ulang tahun.
Kau akan mengajak kami melihat bebatuan membosankan apa tahun ini?
Bukan bebatuan, Ayah.
Tapi kayu.
Kayu?
Woodhenge! Kita sedang di Woodhenge.
Ini pendahulu Stonehenge di zaman Neolitikum.
Ini tidak membosankan. Ini luar biasa.
Sangat membosankan.
Saffron, kau lucu sekali.
- Ini bahkan bukan kayu. - Tidak, Saff. Benar sekali.
Tiang-tiang ini menunjukkan di mana kayunya pernah berdiri.
Harusnya kita pergi ke Stonehenge.
Setidaknya di sana ada toko suvenir.
Kita akan ke Stonehenge saat ulang tahunku selanjutnya.
Kalaupun di sini ada toko suvenir, apa yang mereka jual? Tongkat?
Dan sekantong beton.
Di zaman dahulu tak ada toko suvenir, Bu.
Ada banyak misteri di sini.
Seperti, alasan Woodhenge dibangun.
Apakah itu sebuah kuil? Atau pasar?
Hei, menurut Ayah mungkin saja tempat ini dibuat untuk lakukan eksekusi.
Bisa jadi, ya. Ya, Ayah. Ya...
Orang-orang dibawa kemari agar mati kebosanan.
Kau jahat, Mike.
Menurutku ini adalah peta bintang.
Omong-omong.
Selamat ulang tahun, Kev.
Ya, selamat ulang tahun, Kevster.
Ayo, Sobat. Mari kita pergi. Ayo.
Hei. Astaga. Akhirnya.
Hei, Adik. Apa kau menikmati pesta ulang tahunku?
Ya. Woodhenge. Luar biasa.
Itu bagus... Sarkasme.
Tentu saja!
Kenapa kau tak bisa berulang tahun seperti orang normal dengan teman-temanmu?
Saffron, kau akan paham saat kau sudah lebih tua.
Ini fakta menyenangkan tentang sepak bola.
Lapangan sepak bola Mesoamerika tertua dibangun sekitar tahun 400 Masehi.
Beberapa cendekiawan bilang suku Maya bermain dengan penggalan kepala musuhnya.
Dulu tidak ada pertandingan persahabatan.
Tapi serius, permainan modern yang dikodifikasi oleh...
Kami memilih Scott.
Baik. Senang bisa menjadi bagian dari tim.
BUKU KECIL TOKOH-TOKOH SEJARAH
Kurasa ini binatang berkulit tebal terbaik yang pernah kau warnai, Kevin.
Terima kasih banyak.
Ini Mammuthus rumanus yang indah.
MAMUT BERBULU
"Meski orang dan mamut hidup berdampingan,
tak ada bukti manusia pernah menunggangi atau menjinakkan mereka."
Menarik.
Ya!
Aku menyerang Kamchatka dari Jepang.
Tentu saja, Jepang memang menyerang Kamchatka,
meski hanya sebentar, saat Perang Rusia-Jepang.
Baik. Giliranku.
Menurutku terlihat cukup bagus.
Dan menurutku juga begitu.
Benarkah, Kevin?
Ya, sungguh.
Bu, lemariku bergerak.
Apa-apaan ini?
Wah.
Halo.
Akan kupanggil orang tuaku.
Ibu! Ayah! Ada orang di kamarku!
- Orang? - Kurasa dia prajurit Viking.
Baik. Prajurit Viking.
Dia pasti dikejar oleh orang-orang Saxon yang sangat marah.
Itu hanya mimpi.
Astaga, Kevin, jangan berisik.
Bukan aku. Aku masih di sini.
- Ya, itu lebih baik. Ya. - Ya, kembalilah ke kamar, Sayang.
Orang Saxon itu hampir menembakkan panah ke tengkorakku.
Atau apa yang lebih mungkin terjadi, Kevin?
Itu hanya mimpi.
Benar. Hanya mimpi membosankan.
Sekarang, pergilah...
Pencemas Kecil.
Selamat malam.
Selamat malam, Sobat.
Maaf soal itu.
Orang tuaku bilang ini hanya mimpi.
Aku tak tahu apa artinya itu,
tapi aku tak boleh menerima tamu setelah pukul 19.30.
Terserah kau mau apa.
Aku penasaran apa kau bisa beri tahu kenapa para Viking
tiba-tiba berhenti membunuh dan mengadopsi agrarianisme.
Aku berdebat dengan guruku, Bu Murray,
dan dia bilang itu disebabkan oleh pembangunan kota-kota berbenteng.
Dan kubalas...
Apa-apaan itu?
Permisi. Kau butuh bantuanku?
Nei! Nei!
Kutebak Nei adalah bahasa Norwegia Kuno untuk ya.
- Nei! - Benarkah?
Baik, tunggulah di sana.
Maaf, Bu. Maaf, Ayah. Petualangan memanggilku.
Kevin, jangan berisik.
Apa kabar, Sayang?
Kepalaku sakit.
Kau mengalami gegar otak.
Tahu apa penyebabnya?
Aku menabrak lemari...
- Kau melihat ke belakang. - Tidak.
Kau terjebak di masa lalu, Kevin.
Apa gunanya mengetahui sejarah?
Itu adalah masa lalu. Apa gunanya? Itu sudah berlalu.
Kau harus melihat ke masa depan. Teknologi.
- Ya. Perkembangan. Peningkatan. - Ya, layar sentuh.
- Ya, musik. - Ya.
- Kami bisa belikan ponsel baru untukmu. - Aku tak butuh ponsel baru.
- Dia tak menggunakan ponselnya. - Kenapa tidak? Kami belikan itu untukmu.
- Kami membelikanmu ponsel. - Kenapa tak kau gunakan ponselmu?
- Gunakan ponselmu. - Mungkin dia bahkan tak tahu caranya.
- Siapa yang ingin menghubungiku? - Aku tahu. Tak ada.
Bisa kita gunakan untuk saling berkirim pesan.
Apa kita tak bisa mengobrol dengan cara lama?
Seperti sekarang. Ini namanya mengobrol.
Tidak, ini hanya berbicara.
Jika kau gunakan ponselmu,
kau bisa mengobrol dengan orang lain selagi kita bicara, seperti Ayah saat ini.
Kau sedang sibuk apa?
Kau terjebak di masa lalu, Kevin. Kau harus pahami kehidupan di abad ke-21.
Jika menjadi Viking itu lebih keren dari menjadi akuntan di firma konsultansi
atau menjadi konsultan di firma akuntansi,
pasti sekarang kita memakai helm bertanduk, 'kan?
Viking tak memakai helm bertanduk. Itu adalah kesalahpahaman karena...
- Tidak, Kevin. Hentikan! - Tidak.
Kau harus berhenti mengoceh soal Viking dan hal-hal kuno.
- Yunani kuno. - Itu juga.
Aku menyerah.
Maka obrolan ini berhasil, karena kau dapat pelajaran penting.
Terkadang, menyerahlah.
Tunggu. Itu pelajarannya?
"Terkadang, menyerahlah"?
Ya.
Kita tak bisa memilih keluarga kita.
Tidak, dan kita juga tak bisa memilih siapa anak kita.
Tak ada yang berkata begitu.
Benar, 'kan? Ada pesan.
Dari kau, Mike.
"Sedang sibuk apa?" Tidak sibuk.
Dorong pintunya.
Kita berhasil. Dia sudah tak ada.
Kita berhasil kabur.
Bagaimana jika dia masih mengikuti kita?
- Maka matilah kita. - Seperti Viking.
Makhluk Tertinggi tahu segalanya.
Bukankah dia tahu kita di mana karena dia tahu apa yang kita pikirkan?
Jika dia tahu isi pikiran kita, dia tak tahu apa-apa.
Jadi, dia sama bodohnya dengan kita.
Kecuali dia sungguh tahu segala hal yang kita pikirkan,
maka aku tak setuju
- dengan semua perkataanmu. Ya. - Benar.
Kita sungguh tersesat. Di mana kita?
- Di sini. - Aku tak tahu ini di mana.
Dia tak akan menemukan kita di sini. Cukup yakin soal itu.
Halo?
- Dia menemukan kita. - Ini ide Penelope.
Dia yang memimpin. Dia mencuri petanya.
Tidak, bukan aku yang memimpin. Kami semua setara.
Dan kuperintahkan kau agar berhenti bicara.
Bukan aku. Ini ulah mereka.
Jangan ubah kami menjadi garam.
Tak perlu takut padaku. Aku hanya anak-anak.
Ternyata anak-anak.
Kami kira kau Makhluk Tertinggi sedang meniru suara orang lain.
- Siapa? - Ya, ternyata bukan dia.
- Seperti kubilang. Widgit. Petanya. - Baiklah.
Ya. Jadi...
Bisa jadi di sini. Ya?
Atau mungkin di sini, tapi aku... Maaf, bisa jangan lakukan itu?
- Apakah posisinya benar? - Ya, tidak. Tidak, ini salah.
- Ini salah? Baiklah. - Tidak, tidak.
Jika posisinya dibenarkan... Biarkan aku... Jadi...
Itu tidak membantuku sama sekali.
Kupikir kita harus ada di sini jika ingin mencuri kuda itu.
- Benar. - Kalian pencuri kuda? Pencuri ternak.
- Siapa kau? - Aku Kevin Haddock.
Baik. Sedang apa kau di sini?
Ini kamarku. Sedang apa kalian di sini?
Aku tak boleh menerima tamu setelah pukul 19.30.
Baiklah, Devon Havelock...
- Paddock. - Tidak penting. Aku tak peduli.
Widgit, itu tidak penting.
Mungkin ini kamarmu, tapi tempat ini juga jalan keluar waktu.
Portal transtemporal dan sangat berbahaya untuk ditinggali.
Jadi, jika kau bisa diam sejenak, Widgit dan aku bisa cari tahu
No comments yet. Be the first to leave one.