Le prime 200 righe.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
EPISODE 8
Bu Oh.
Ya?
Aku ingin mencobanya.
- Mencoba apa? - Kau pernah bilang,
aku harus membuktikan bahwa aku orang yang dibutuhkan
tim Pengembangan Produk Baru.
- Lantas? - Aku akan mencoba…
mengikuti kontes.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Jika memenangkan kontes,
tolong akui aku sebagai bagian timmu.
Baiklah.
Kutunggu kabar baik darimu.
Baik.
Aku akan berusaha sebisaku.
- Hanwoo. - Galbi.
- Hanwoo. - Galbi.
- Semangat! - Hanwoo Galbi!
- Semangat! - Semangat!
Mulai sekarang, kita satu tim. Lakukanlah yang terbaik.
Aku pamit. Sampai jumpa besok.
Selamat tinggal.
Selamat tinggal.
- Dah! - Dah.
Tunggu pembalasanku, Pria Tua Jahat!
Hati-hati di jalan.
Geum-ja.
Aku paham dia mengajak kita ikut kontes,
tetapi kenapa nama timnya Hanwoo Galbi?
Mungkin…
dia ingin memenangkan hadiah dan makan iga sepuasnya.
Kasihan sekali.
Padahal bisa kubelikan jika dia minta.
Kenapa kau belikan?
Bagaimana jika kita minum miras?
- Satu jam saja. - Astaga.
- Sebentar saja. - Pulanglah.
- Tidak. Kita harus merayakan hari ini. - Ayolah.
PENGANAN JOA
Apa kau sudah makan malam?
Ini.
Kukira resep rahasiaku,
sepadan dengan daging sapi, alih-alih daging babi.
Akan kutraktir makanan yang lebih enak jika sudah mendapat gaji.
Kau mau sup doenjang dan nasi?
Tidak. Aku mau mengisi perutku dengan daging.
Kau selalu mengabaikanku saat aku minta ditraktir.
Jadi, ada apa?
Kemarin ini, kau mengajakku untuk mengikuti kontes bersama.
Ya.
Mari kita lakukan bersama.
- Apa? - Kau pandai memasak
dan punya banyak lisensi.
Tolong bantu aku.
Tunggu sebentar.
Yu-hyeon menolak membantuku.
Apa boleh buat?
Anthony.
Anthony.
Lagi pula, bedebah itu memang tak berguna.
Baguslah kalian tak bekerja bersama.
Selagi berdekatan,
bagaimana jika beri aku kecupan. Tidak, kita berciuman saja.
Ada apa denganmu? Kau membuatku malu.
Aku juga jadi malu.
Ayo, cium aku.
Tak boleh!
Tak boleh?
Bukan begitu. Tunggu sebentar.
Karena suatu alasan, Hanwoo Galbi terpaksa dibubarkan.
Selamat tinggal, Semuanya!
KELUAR DARI GRUP BINCANG?
Daging babi adalah yang terbaik.
Apa?
Aku mau ikut kontes bersamamu.
PIMPINAN HAN JI-MAN
Aku tahu apa yang kau khawatirkan.
Namun, kita bertanggung jawab mempertahankan
ideologi perusahaan yang sudah ada sejak kepemimpinan Ayah.
Tak ada salahnya memercayai Ji-eun.
Ya.
Baiklah.
Setelah kupikir baik-baik, Ji-eun benar.
Penjualan dan keuntungan bukanlah segalanya.
Sudah waktunya orang-orang setua kita menyingkir untuk para anak muda.
Jangan samakan aku denganmu. Aku belum setua itu.
Kau sudah bekerja keras selama ini.
Istirahatlah juga.
Benar juga. Aku merasa tenang karena mereka sangat cekatan.
Mau potong bagian mana? Tak ada yang bisa dipotong lagi.
Sebelumnya lebih tipis. Apa tulang bagian ini tumbuh?
Karena kau hanya mengunyah di sisi ini.
Ini untukmu.
UNTUK ANTHONY
DARI BAHN HA-NI
- Bahn Ha-ni? - Tunggu.
Apa dia mengirimkan ini?
Astaga. Dia sengaja memotongnya berkeping-keping sebelum dikirim.
Sekarang, masalahnya sudah selesai, bukan?
Berani-beraninya dia merendahkanku. Apa? Aku lebih payah daripada sebelumnya?
Benar. Berani-beraninya dia mengatai bintang ternama sepertimu.
Dia pikir dia hebat?
Dia bahkan melahirkan anak di usia dini.
Benar.
Dia hanya wanita tua, bukan lagi Lee Hyo-ri versi SMA Hosu.
Dia tak terlihat setua itu.
Kau tahu betapa populernya dia dahulu?
Pria sepertimu tak akan punya peluang.
Dia akan langsung menamparmu.
Aku mengatainya untuk mendukungmu.
Aku tak meminta dukunganmu.
Aku selesai mencocokkan satu foto.
Kenapa kau mencocokkannya?
Maafkan aku.
Kalian sudah seperti keluarga bagiku, tetapi sama sekali tak membantu.
Omong-omong, tak ada kabar dari Penulis Kim?
Belum, tetapi para aktor lain melakukan bincang-bincang di media.
Kalau begitu, kita juga harus melakukannya.
Tak bisa. Tak ada artikel yang bisa kita keluarkan.
Sial!
Pak Park.
Jika tak ada, kita bisa mengikuti apa yang dilakukan aktor lain.
- Baiklah. - Pak Park!
- Aku mengerti. - Kau mengecewakan.
Anthony.
Ada banyak artikel mengenaimu. Lihat ini.
Kau bisa menjadi populer lagi.
Tiba-tiba? Apa yang terjadi?
Biar kucari tahu.
Pak Park, ada yang aneh.
Hei, Anthony.
Kau mengunggah apa di media sosial?
Aku tak unggah apa pun.
Karena pemeran utama di drama Penulis Kim seorang koki,
aku memotret makanan yang kupesan, lalu mengunggahnya untuk memberi petunjuk.
Rupanya para reporter melihat itu.
Hidup seorang seleb… Selebritas? Benar, bukan?
Inilah hidup seorang selebritas.
"Meraba semangka."
"Progres berbiji."
"Penggila kaki."
Tak ada satu kalimat pun
- yang ditulis dengan benar. - Apa maksudmu?
Pak Park, kau tahu bahwa Anthony lama tinggal di Amerika.
Memang kata-katanya agak keterlaluan.
Aku sudah reservasi di restoran Jepang, mari kita makan bersama.
Para reporter pikir mereka Raja Sejong?
Apa mereka tak pernah salah eja?
- Hanya untuk mempersulitku… - Ya.
- Kuharap kau bisa meluangkan waktu. - Sial.
Baik.
Sial.
Belakangan ini, tak ada satu pun yang berjalan lancar.
Pak Park. Menurutku ini tidak akan berhasil.
Kau harus mengalihkan perhatian publik.
Apa kau punya ide lain?
Bagaimana jika kita mengadakan
bakti sosial untuk hewan telantar bersama para pembencinya.
Aku sudah cari tahu beberapa tempat.
Itu ide bagus.
Bakti sosial adalah yang terbaik untuk memperbaiki citra.
Anthony, bagaimana?
Kenapa masih tanya? Hubungi semua pengomentar jahat besok.
Apa mereka bersedia melakukannya?
Ada ketentuan mereka harus ikut bakti sosial dalam kesepakatan.
- Apa ada? - Apa ada?
- Ada. - Bagus. Hubungi si payah, Bahn Ha-ni.
Jika tak mau, kita gugat karena melanggar kesepakatan.
Langsung gugat saja.
Kenapa?
Apa ada sesuatu di wajahku?
Tidak.
- Apa aku boleh tanya sesuatu? - Apa?
Apa hubunganmu dengan si Anthony itu?
Dia teman SMA-ku.
Aku tahu kau hidup dengan bebas,
tetapi kenapa berciuman dengan teman SMA?
Apa?
Apa maksudmu?
Aku tak sengaja bertemu dengannya.
- Katanya kalian pernah berciuman. - Dia sudah gila!
Aku tak pernah melakukannya!
Kami…
tak sengaja bertabrakan dan dia membentur bibirku.
- Begitu, ya? - Ya.
Itu salah satu kenangan yang paling ingin kulupakan.
Sepertinya dia sengaja berbohong padaku untuk menyombongkan diri.
- Dasar pengecut. - Maksudmu Chun-sik?
Namanya Chun-sik?
Ya, Yang Chun-sik.
Namanya norak sekali.
Dia terlihat tak begitu suka membahas masa lalu.
Pura-puralah tak tahu.
Lihat saja nanti.
Aku pamit.
Baiklah.
- Apa ini? - Ini…
Kita satu tim sekarang. Mari lakukan yang terbaik.
No comments yet. Be the first to leave one.