Le prime 171 righe.
Sendirian?
Jadi, mau berapa banyak?
Sebanyak mungkin.
Aku ingin semua yang kalian miliki.
Apa?
Memangnya kau punya uang?
Tak ada.
Apa kau bilang?
Aku tak punya uang.
Tapi aku minta kalian untuk beri semua obat terlarang yang kalian miliki.
Jangan macam-macam, ya!
Hoi!
Berengsek.
Kau pikir bisa kabur?
Sebaiknya kalian hentikan hal ini.
Siapa kau ini?
Namaku adalah Boogiepop, dan begitulah adanya.
Kerja bagus, Masaki.
Pakaian ini buatku gerah, ya.
Tapi memang begitu pakaiannya kalau menurut rumor.
Benar-benar sulit bertarung pakai ini, aduh.
Masaki adalah pahlawan.
Berkat dirimu
mungkin ratusan orang jadi terselamatkan dari pengaruh obat-obatan terlarang ini.
Sungguh perbuatan yang terhormat.
Terhormat, ya?
Wah, tanganmu itu...
Tanganku?
Bukan apa-apa, kok.
Maaf, ya.
Semua ini salahku.
Tanpa sadar, aku sudah berpura- pura jadi Boogiepop selama
kurang lebih sekitar dua minggu.
Periode sekolah sebentar lagi dimulai, bagaimana?
Kita tak bisa terus melakukannya, 'kan.
Hal seperti ini.
Kau mau aku memakainya?
Nanti setiap kau muncul, harus memakai ini.
Apa begini tak masalah?
Apa aku tak terlalu berlebihan, ya?
Kau memang hebat, Masaki.
Aku tak terlalu suka jadikanmu sebagai umpan.
Sampai sekarang aku masih belum tahu apa tujuannya.
Tapi syukurlah hari ini tak ada masalah.
Kalau tiap hari bertarung seram juga.
Jadi? Mau diteruskan?
Masaki.
Apa?
Adakah yang kau inginkan dariku?
Selama kau bilang, apa pun yang kau inginkan akan kulakukan, Masaki.
Aku tahu ini tidaklah cukup, tapi...
Aku ingin penuhi keinginanmu.
Kalau begitu, kita teruskan saja pura-pura jadi Boogiepop-nya.
Yakin?
Ya, aku juga mulai merasa seru melakukan ini.
Masaki bodoh, ya.
Ya juga.
Kalau begitu, sampai nanti.
Eh, Masaki. Apa kau...
Tadi kau bilang apa?
Tidak, bukan apa-apa.
Kalau begitu, selamat malam.
Selamat malam juga.
Ya, dengan Orihata.
Camille?
Ya.
Dia masih belum termakan perangkap?
Sampai sekarang masih belum.
Sepertinya dia takkan tertipu sama Boogiepop palsu yang berkeliaran, ya.
Ya sudahlah.
Kita bisa buat Masaki Taniguchi lakukan hal lain.
Jangan berhubungan lagi dengannya.
Kalau tak ada pilihan lain, akan kusterilisasi seluruh wilayah ini.
Nanti akan kuberikan perintah selanjutnya.
Sekian.
Ya, dengan Sasahara.
Kutaruh obatnya di loker koin.
Masukkan itu ke dalam minuman yang kau hidangkan di restoran cepat saji.
Baik. Akan kulakukan.
Apa?
Laporan berkala.
Ya?
Krim berduri sudah terjual sebanyak 70%.
Tapi masih belum ada perubahan yang terlihat pada para pembelinya.
Baik. Mari mulai tahap dua kepada semua orang yang sudah membelinya
entah hasilnya terlihat atau tidak.
Baik.
Laporan darurat.
Apa kau temukan sesuatu?
Sepertinya dia terlihat di dekat jembatan penyeberangan.
Itu si palsu yang kusuruh muncul!
Ada lagi?
Sepertinya ada rumor kalau terdapat bayangan hitam yang terlihat di atas atap Twin City.
Aku tahu kalau itu! Cek dulu informasinya sebelum mengabariku, Sialan!
Boogiepop sialan.
Kalau tak ada pilihan lagi, akan kuhancurkan wilayah ini bersama denganmu!
Tapi yang dikatakannya waktu itu terus muncul di kepalaku.
Aku sekarang sedang cari Imaginator yang kembali muncul.
Kalau aku bisa tahu siapa Imaginator yang dimaksud, mungkin...
Setiap aku merasa depresi, aku selalu datangi tempat rahasia ini.
Dengar, ya.
Sampai aku tahu sesuatu tentangnya, usahakan jangan dekati dia dulu.
Aku ketemu Kak Jin pertama kali itu pas berumur lima tahun.
Setelah sekian lama akhirnya datang ternyata karena ini?
Hentikanlah, Kak.
Sekalipun kita bersaudara
kau sendiri yang putuskan keluar dari keluarga ini, tak ada uang untukmu.
Paman benar, Ayah.
Mana mungkin dia pinjamkan uang padamu begitu saja.
Ayo pulang.
Ya, kau benar.
Dia adalah cinta pertamaku, tapi aku tak tahu harus bilang apa padanya.
Kukira aku takkan pernah bisa bertemu dia lagi.
Tapi pas aku berumur sembilan tahun
kami bertemu lagi di kondisi yang tak pernah tebersit dalam pikiranku.
Kau tak butuh uang lagi?
Ya, maaf soal yang waktu itu.
Tapi aku sudah tak butuh uang lagi.
Lalu ada perlu apa kau kemari?
Koji, apa kau tertarik sama lukisan?
Lukisan?
Sebuah mahakarya.
Sekarang pekerjaanku berhubungan dengan hal itu.
Menjual lukisan, ya? Tapi pekerjaan itu
membutuhkan mata yang jeli, karena kalau tidak, bisa kacau nanti.
Tenang saja, hal semacam itu kuserahkan padanya.
Pada Jin?
Dia ini anak genius, sudah banyak penghargaan seni yang dimenangkannya.
Oh, Jin, apa cita-citamu ingin jadi seorang seniman?
Itu adalah mimpiku.
Lalu pada malamnya...
Apa yang sedang kaulakukan?
Maaf ya, aku tak bermaksud mengejutkanmu.
Hanya saja, aku berharap kalau salju akan turun.
Salju?
Ya. Aku yakin kalau salju akan turun.
Apa kau suka sama salju?
Begitulah, meski agak seperti anak-anak.
Sesaat setelah itu, pamanku meninggal dunia
dan Kak Jin hidup sendirian.
Penyebab kematiannya misterius.
Tak ada tanda-tanda diracuni, jadi, penyebab kematiannya belum bisa dipastikan.
Dia anak yang baik, diadopsi saja harusnya.
Tapi dia sendiri yang menolak, 'kan?
Meski begitu, fakta kalau kita bisa terus jadi sepupu dan bukan adik kakak
membuatku merasa sedikit lega.
Tapi...
Kak Jin.
Oh, jadi, itu nama pria idamanmu, ya?
Namanya Kotoe Kinukawa, umurnya 17 tahun.
Kinukawa?
Karena itu dia punya kunci utama.
Kebetulan. Akan kugunakan ini untuk mencari tahu tentang Imaginator.
Ada sesuatu yang ingin kutanyakan.
Apa?
Apa kau pernah dengar soal Imaginator?
Hoi, dari mana kau dengar nama itu?
Di mana si berengsek itu?
Dia hanya satu orang?
Aku yang sedang bertanya!
Dengar ya, semua kawan kami jadi bersikap aneh
akibat si Imaginator sialan itu!
Bersikap aneh? Apa kau bisa beri tahu detailnya?
Akan kubayar informasi itu.
Kau ini siapa sebenarnya?
Setidaknya, aku ini bukan rekan dari Imaginator.
Aku sendiri belum melihatnya secara langsung.
Kebetulan, aku kenal sama orang yang lihat dia beraksi.
Aksinya sudah seperti fenomena supernatural saja kedengarannya.
Memang begitu.
Entah apa yang terjadi, tapi dia berhasil terbangkan banyak orang dengan mudahnya.
No comments yet. Be the first to leave one.