Informazioni sulla release

그래서 나는 안티팬과 결혼했다 So I Married An Anti-Fan E15 1080p IQ WEB-DL AAC H 264-HoneyG
Un commento di KURIRMALAM
Subtitle by iQiyi

Tag

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
Pubblicato il: 2021-06-18
Download: 28
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 163 righe.

Aku tahu banyak orang tertarik soal hubunganku dengan Nona Oh In-hyung.

Ya, kami pernah punya hubungan spesial.

Tapi dia menjadi korban dari banyak kesalahpahaman dan rumor

bahwa dia telah memanfaatkanku demi kesuksesannya.

Kuharap Nona Oh tidak akan menderita

dari spekulasi atau rumor apa pun.

Ini hanya akan berakhir jika aku melakukan ini.

In-hyung.

Aku bisa sukses berkat kebohongan itu.

[Aku sadar tidak punya tempat untuk kembali dengan semua kebohongan.]

Aku mengakui semuanya, dan berbesar hati menerima keputusan apa pun

sesuai keinginan kalian.

Sekali lagi,

aku sungguh minta maaf.

- Who-joon di sini. - Dia datang.

Apa Anda seperti Penggembala dan Biri-biri?

- Ada lagi yang ingin Anda sampaikan? - Tolong beri jalan.

- Ada berita sela! - Apa?

- JJ mengalami kecelakaan. - Apa?

Sudah dengar soal kecelakaan JJ dan Oh In-hyung?

Menurut laporan, Oh In-hyung mencoba bunuh diri.

- Tinggalkan kami! - Apa ini berkaitan?

- Ada yang ingin Anda sampaikan? - Apa kebenarannya?

Ji-hyang, bisa cari tahu apa yang terjadi?

Su-hwan.

Ya, konferensi pers itu.

[Tidak, bukan itu. Oh In-hyung mencoba bunuh diri.]

- Who-joon! - Tunggu, Who-joon!

- Katakan sesuatu! - Who-joon!

- Tolong katakan sesuatu! - Ada komentar?

- Tolong katakan sesuatu! - Apa yang terjadi?

- Anda terlibat dalam insiden ini? - Who-joon!

[Jika aku pergi bersama Jae-joon saat itu,]

[jika aku mengatakan semua kebenaran ini lebih awal,]

["Cinta Pertama Who-joon, Oh In-hyung, dan JJ Dibawa ke RS Usai Kecelakaan Mobil."]

Syukurlah, operasinya berjalan lancar.

Tapi mereka masih belum siuman.

Kondisi Pak Choi jauh lebih buruk daripada kondisi Nona Oh.

Mereka dibawa ke ICU. Kami akan mengawasi kondisi keduanya.

Terima kasih.

Kumohon.

[Apa Jae-joon dan In-hyung baik-baik saja?]

Jae-joon, kau bukan orang yang jahat bagiku.

Kenapa kau tidak memberitahuku sedikit lebih awal?

Ucapanmu barusan

seperti hal yang akan kau katakan untuk menghibur bedebah dan pemberontak.

Kau baik-baik saja? Bagaimana kabar In-hyung dan Jae-joon?

Mereka di ICU.

Maafkan aku. Ini semua salahku.

Geun-young.

Aku sedang banyak pikiran.

Maafkan aku,

tapi tolong beri aku waktu.

Joon, sampai kapan kau akan tinggal di sini?

Kita harus menunggu dan melihat hasilnya. Ayo pulang...

Mereka akan siuman.

Ya, aku tahu.

Maaf aku membahas ini sekarang,

tapi ada masalah dengan iklan dan filmmu.

Aku akan menemui para pengiklan lebih dahulu.

Aku akan pergi sendiri.

Kau yakin?

Aku tidak akan menghindar lagi.

Ayo.

Baiklah.

[Who-joon Bermuka Dua, Sadar Dirilah, Bagaimana Bisa Kau Sebut Dirimu Manusia?]

- Who-joon! - Pembohong!

[Who-joon si Pembohong, mundurlah! Who-joon si Pembohong]

- Tolong mundur! - Kenapa kau membohongi kami?

- Minggirlah. - Kau yang terburuk!

Tolong minggir.

- Berhenti! - Mundur!

Orang-orang itu keterlaluan.

- Ayo pergi, Ji-hyang. - Mereka mengerikan.

- Berhenti! - Kau pembohong, pensiun saja!

- Tolong katakan sesuatu! - Kau harus pensiun!

- Apa ada hal lain yang terjadi? - Tidak, Pak.

Aku minta maaf.

Tim hukum mendesak kami untuk menuntutmu.

Tolong beri waktu. Publik akan segera tenang.

Ini bukan tentang pendapat publik. Ini tentang citramu.

Kami tidak bisa membantumu lagi.

Kau harus bersiap membayar kerugiannya.

Aku minta maaf.

Jangan khawatir.

Aku ragu mereka akan menuntut.

Maafkan aku, Ji-hyang.

Aku membuatmu membayar ganti rugi begitu kau menjadi CEO.

Jangan bilang begitu, Bintang Besar.

Aku mengatur pertemuan dengan perusahaan film.

Mari kita hadapi satu per satu.

Baiklah.

Joon, In-hyung sudah siuman.

Who-joon.

Syukurlah.

Apa yang terjadi?

Apa yang terjadi pada Jae-joon?

Dia juga akan segera siuman.

Lagi pula, kau sudah siuman.

Ini salahku.

Itu bukan salahmu, mengerti?

Kita hanya

melupakan hal yang sangat penting.

["Bagaimana Akhir Kisah Penggembala dan Biri-biri?"]

Bagaimana dengan Joon? Publik akan segera berpaling darinya.

Dia harus menghadapi itu,

dan bisakah kau menghadapinya saat dia di posisi itu?

Inilah saatnya. Sudah kuduga ada sesuatu saat itu.

Astaga, tentu saja. Firasatmu bagus.

Ayolah, hentikan itu.

Ada apa, Peri-ku?

Astaga, peri apa? Hentikan.

Astaga.

Ada apa?

Akibat dari konferensi persnya.

Kita harus membatalkan acara ini.

Dia menyuruh kita membatalkannya?

Kurasa para petinggi sudah memutuskan.

Dia menyuruh kita menayangkan episode terakhir pekan ini.

Aku tidak percaya banyaknya kesulitan yang kulalui saat melakukan acara ini.

Selebritas top Who-joon jatuh,

lalu, aku diminta untuk membatalkan acara.

Aku tidak percaya ini terus terjadi.

Berhentilah menyunting acara itu.

Lagi pula, kita tidak bisa menayangkannya.

[Dia berhasil melewatinya, tapi entah kapan dia akan siuman.]

In-hyung siuman dalam keadaan sehat.

Jadi...

Aku juga berharap kau segera siuman.

Aku harus membersihkan ruangan Pak Choi.

Sebagian besar hanya perlengkapan kantor, jadi, aku mengurusnya.

Tapi ini tampak penting, jadi, aku membawanya ke sini.

Terima kasih.

[Aku akan mengingat hari pertama kita bertemu. Jalanannya, momennya.]

Aku hendak meninggalkan dunia ini.

Kenapa kau berbaring di sini seperti ini?

Kenapa kau tidak membiarkanku?

Kenapa kau melakukan itu?

["Oh In-hyung Siuman, Tapi Siapa yang Menyelamatkannya? Who-joon atau JJ?]

Syukurlah.

[Aku merindukanmu. Sampai jumpa di taman pukul 19.00.]

Sekali lagi, maaf.

Bisakah kita menunda tanggal rilisnya?

Itu tidak mudah dilakukan. Filmnya akan segera tayang perdana.

Tapi jika kita merilisnya sekarang, kita akan bangkrut bersama.

Aku minta maaf.

Aku akan mencari cara untuk membayar kerugiannya.

Uang tidak akan cukup.

Sutradara akan datang sekarang. Mari kita tunggu.

Baiklah.

[Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Silakan...]

[Maafkan aku. Ada urusan mendadak, jadi, aku tidak bisa datang.]

Kenapa dia tidak datang?

Aku pasti sudah gila.

Salju turun.

Who-joon, maaf. Aku agak terlambat.

Silakan.

Baiklah, kalau begitu.

Mari kita bahas masalah yang kita hadapi.

Aku tidak punya alasan.

[Maafkan aku. Ada urusan mendadak, jadi, aku tidak bisa datang.]

[Aku akan segera mengurus semuanya dan mendatangimu.]

Joon.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left