Le prime 200 righe.
Selamat datang!
Terima kasih.
Kita punya karyawan baru, 'kan?
Ya, terhitung hari ini.
Katanya, dia sangat menyukai kue toko kita.
Ichinose, tolong ajari dia banyak hal, ya.
Baik.
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
ku tak tahu jawabannya
wakaranai yo Answer
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
bila saja cinta itu layaknya permen
okashi mitai ni suki mo
yang harus dilakukan menurut resep saja
Recipe toori ni ikeba ii no ni
bila saja jarak antara kita seperti kue busa
Meringue mitai ni kyouri mo
di mana hanya butuh waktu 'tuk mengubahnya
jikan shidai de kawareba ii no ni
ketenangan dan semangat itu kawan lama
reiseisa to nekketsusa ga osananajimi nan da
apa selama hidup ini kita jalani tanpa pegangan tangan
isshou te mo tsunagenai mama kana
aku tak mau
ya da yo
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
sebegitu canggung
bukiyou de
dan kikuknya itu
gikochinai hodo
akankah dimulai dengan sayang belaka
itoshiku hajimaru no
berilah ku jawaban
Give Me an Answer
jawaban 'tuk masa depan
miraikei no Answer
LIBUR MUSIM SEMIKU
Takeo.
Ya.
Kau jadi terlihat mencurigakan.
Benarkah?
Kau cemas, ya?
Kayaknya aku enggak perlu cemas.
Aku cuma perlu bersiap saja, siapa tahu Yamato kesulitan.
Takeo!
Oi, Yamato!
Kena!
Bagaimana kerjanya?
Ya, menyenangkan banget.
Ini semua karena Takeo meyakinkanku.
Menurutku, kue merekalah yang paling enak di dunia.
Bentuknya begitu rumit. Aku enggak mengerti bagaimana cara buatnya.
Suatu hari, aku mau lihat bagaimana cara membuatnya.
Mereka buka lowongan kerja sambilan, lo.
Eh?
Oh, ya.
Kenapa enggak coba saja?
Ya, tapi kalau aku mengambilnya, waktuku sama Takeo akan berkurang banyak.
Padahal sudah mau libur musim semi juga.
Enggak apa, Yamato.
Musim semi datang tiap tahun.
Bukankah kau selalu mau mencobanya?
Jadi ini kue dari Les Cerises, ya.
Hebat banget.
Terlihat kayak bangunan.
Kayak model plastik saja.
Eh?
Mungkin maksudnya kayak karya seni.
Aku mengerti! Pasti begitu, 'kan?
Begitu, ya.
Kayak yang Yamato bilang, ini hasil dari ahli kue.
Selamat makan.
Oh, manis, ya.
Ya.
Ini kue, ya.
Ya.
Kok aku enggak bisa berkomentar lebih baik?
Entah kenapa, rasanya enggak biasa.
Ya, 'kan?
Kaya rasa, tapi enggak berat.
Cara mereka gunakan bahan campuran juga inovatif banget.
Ada perusahaan yang bernama Mandarin.
Lalu, ada lomba yang diperuntukkan untuk gunakan bahan campuran mereka!
Hebat, Yamato.
Maaf, aku jadi bicara kue saja.
Enggak, lanjutkan saja.
Kau ini pendengar yang baik, jadi rasanya aku bisa terus bercerita.
Aku suka banget sisimu yang begitu.
Eh, aku ini bilang apa.
Aku suka!
Selesai kerja, mereka bilang aku boleh santai.
Aku malah jadi bingung harus apa kalau enggak kerja.
Begitu, ya.
Kalau begitu, kapan-kapan aku akan mampir.
Ya, aku akan berusaha.
Saat itu tiba, aku akan beli banyak kue.
Aku enggak sabar, Yamato.
Selamat datang!
Hoi!
Mengintip itu enggak baik!
Oh, maaf!
Bercanda, kok.
Kalau ada yang enggak dimengerti, tanya saja sama aku.
Eh?
Namaku Ichinose.
Bisa dibilang, aku ini tangan kanan manajer.
Anu, aku juga suka buat kue.
Saking hebatnya kau, aku enggak bisa berpaling.
Apa kau mau jadi koki kue?
Ya.
Susah, tahu.
Kelihatannya saja menawan, tapi sebetulnya bikin sakit siku.
Persaingannya berat, lo.
Ya, aku dulu pernah ikuti kompetisi dan sebagainya.
Hebat.
Ya, berjuanglah.
Baik!
Terima kasih!
Terima kasih untuk hari ini!
Ya?
Begini, aku sudah memerhatikanmu bekerja hari ini.
Logatmu saat mengatakan "selamat datang" sangat aneh.
Eh?
Selamat datang.
Juga, kau lambat saat bungkus kuenya.
Selamat—
Se—
Hati-hati, ya.
Kami enggak mau reputasi toko jadi rusak.
Manajer menyuruhku mengajarimu banyak hal, jadi...
Ya, berjuanglah untuk besok, ya.
Yamato sudah terbiasa belum, ya?
Kurasa lebih baik dari hari pertamanya.
Yamato!
Bekerja itu berat, ya.
Ya, kau betul.
Aku akan terus berusaha!
Aku akan bungkus kue dengan cepat!
Aku suka berada di dekat kue, lihat orang-orang beli kue.
Semuanya menyenangkan!
Aku juga belum melihatmu datang untuk beli kue!
Sampai itu terjadi, aku akan terus berusaha!
Tekad Yamato kuat.
Ya.
Ya, dia bekerja karenamu juga, sih.
Yamato.
Ya.
Kau enggak perlu khawatir dengan omongan Ichinose.
Eh?
Logatmu saat katakan "selamat datang" enggak aneh, kok.
Ichinose sebetulnya enggak terlalu peduli.
Dia punya dunianya sendiri.
Padahal dia berbakat dan tampan, sih.
Oh, ya.
Tekniknya sangat menakjubkan.
Pokoknya, omongannya jangan dimasukkan ke hati, ya.
Ya.
Aku pulang dulu.
Terima kasih!
Sampai jumpa besok.
Wah!
Apa kue ini menu baru?
Cantik banget.
Kayak mimpi saja.
Kilau-kilauan.
Rasanya kayak apa, ya?
Mau coba?
Tapi, aku enggak bisa.
Tapi mau, sih.
Makan saja.
Wah, apa ini?
Bergamot?
Ya, ada di dalam.
Betul juga. Manis, tapi sedikit asam. Enak!
Kau memang ahli, ya!
Kapan kuenya akan mulai dijual?
Enggak akan dijual.
Eh?
Kenapa enggak?
Karena ini adalah kue buatanku.
Eh?
Memangnya kuemu enggak boleh dijual?
Manajer bilang boleh.
Lalu, kenapa?
Pernah sekali, aku coba jual kueku.
Kuenya enggak habis.
Aku enggak tahan lihat kueku enggak habis!
No comments yet. Be the first to leave one.