Le prime 200 righe.
Dahulu kala,
hiduplah Monster Merah yang tinggal sendirian di gunung.
Rumah untuk monster baik hati. Semua boleh masuk. Ada permen lezat dan teh.
Monster Merah ingin sekali berteman dengan manusia.
Tapi...
Para manusia takut dengannya yang tinggal jauh dari mereka.
Temannya, Monster Biru, datang dan mengatakan,
"Hoi, Merah.
Bagaimana kalau aku buat kekacauan di desa itu?
Kau bisa kalahkanku.
Jadi, mereka akan mengerti siapa dirimu yang sebetulnya.
Terus, kau bisa berteman."
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
ku tak tahu jawabannya
wakaranai yo Answer
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
bila saja cinta itu layaknya permen
okashi mitai ni suki mo
yang harus dilakukan menurut resep saja
Recipe toori ni ikeba ii no ni
bila saja jarak antara kita seperti kue busa
Meringue mitai ni kyouri mo
di mana hanya butuh waktu 'tuk mengubahnya
jikan shidai de kawareba ii no ni
ketenangan dan semangat itu kawan lama
reiseisa to nekketsusa ga osananajimi nan da
apa selama hidup ini kita jalani tanpa pegangan tangan
isshou te mo tsunagenai mama kana
aku tak mau
ya da yo
tak terkejar
oitsukenai
meski ingin kukejar
oitsukitai no ni
inilah kisah yang tak terduga, berilah ku jawaban
totsuzen monogatari Give Me an Answer
sebegitu canggung
bukiyou de
dan kikuknya itu
gikochinai hodo
akankah dimulai dengan sayang belaka
itoshiku hajimaru no
berilah ku jawaban
Give Me an Answer
jawaban 'tuk masa depan
miraikei no Answer
Namaku Takeo Gouda.
Kelas tiga SMP.
Ini upacara hari terakhirku
Kelulusan Angkatan Ke-50 SMP Shuuei
jadi murid SMP.
Inilah saatnya untuk berpisah.
Saatnya untuk bilang selamat tinggal.
CERITAKU
Takeo!
Kami akan kesepian tanpamu di sekolah baru!
Begitu, ya.
Aku mau kita satu sekolah lagi!
Ya.
Hubungi kami terus, ya?
Kami akan datang ke rumahmu.
Ya!
Kak Takeo!
Ya.
Terima kasih sudah tiga tahun bareng di klub!
Kapan-kapan kunjungi kami!
Ya.
Ini semua dari kami.
Ya, terima kasih.
Semoga juara tahun ini, ya!
Dah!
Kakak!
Kakak!
Kak Takeo!
Tunggu sebentar!
Kakak!
Takeo!
Hoi, Takeo!
Kau mau ke mana?
Takeo!
Ada temanku bernama Satou dari anggota OSIS.
Dia baik dan punya senyuman yang indah.
Gouda.
Aku mau nyatakan perasaanku sebelum lulus.
Satou, di mana kau?
Satou!
Begini, aku...
Aku selalu menyukaimu, Sunakawa!
Aku enggak punya perasaan apa pun padamu.
Oh, Takeo.
Kau mau pulang?
Ah, ya.
Mau pulang?
Ayo, pulang.
Cowok ini adalah temanku, Makoto Sunakawa.
Kalian pasti heran kenapa kami berteman, 'kan?
Aku juga enggak terlalu yakin.
Kapan upacara penerimaan murid baru SMA?
7 April, 'kan?
Enggak, 6 April.
Sekitar di tanggal itu.
Enggak bisa diandalkan.
Suna terkenal banget di kalangan anak cewek.
Sunakawa keren banget, ya!
Aku belum pernah lihat dia tertawa.
Aku mau melihatnya.
Dia pasti mau tertawa cuma di depan cewek yang disukainya.
Keren banget!
Ya, 'kan?
Saat kami lulus TK,
aku menyukai Yuzuha.
Sunakawa, aku menyukaimu.
Aku enggak menyukaimu.
Terus, dia buat cewek itu menangis.
Jangan buat cewek menangis!
Maaf.
Enggak apa-apa.
Terus, terulang lagi kejadian sama dengan cewek yang kusuka, Misaki.
Aku suka padamu.
Aku enggak.
Terus, Si Kayomi.
Enggak.
Eriha juga.
Enggak mau.
Serta Si Mao.
Aku enggak suka.
Mereka semua jatuh cinta sama Suna.
Semua orang bertanya, kok aku berteman dengannya?
Kami tinggal di satu apartemen,
tetanggaan, dan ibu kami berteman.
Saat kecil, kami sering main bareng.
Permisi!
Ah, masuklah! Maaf berantakan!
Asyik!
Pria sejati itu harus bertarung!
Sudah saatnya kita duel!
Duel apa kali ini?
Sumo?
Adu pedang?
Main kartu?
Hore!
Meskipun ibu kami berteman baik,
bukan berarti kami juga begitu.
Gim video saja.
Meski begitu...
Sial!
Kok bisa?
Kok aku kalah terus, sih?
Habis mainnya payah.
Kesal!
Aku selalu kalah!
Aku kesal!
Sial!
Kami enggak pernah bertengkar.
Ya ampun, kalah lagi!
Aku kalah lagi!
Terus, sekarang begini.
Mungkin begitulah, ya?
Lihat, itu Sunakawa!
Rumahnya lewat sini!
Oh, Kak Sunakawa.
Cowok itu keren, ya?
He, Suna.
Ya?
Apa kau dengar gosip, ada yang incar anak-anak di sekitar sini?
Oh.
Apa? Serius?
Dia incar anak-anak?
Enggak bisa dimaafkan!
Aku berpikir mau tangkap pelakunya, jadi aku...
SD Negeri Shisuda
Kau ini...
Kami dapat telepon, ada pria menakutkan berdiri di depan gerbang sekolah.
Aku dilaporkan ke polisi kemarin.
Hoi, semua cewek.
Inilah wajahnya saat tertawa.
Jangan berlebihan, dong!
Oh, maaf.
Enggak apa-apa, sih.
Maaf ya, sebentar lagi kita sampai, kok.
Wah!
Baik banget.
Bagus!
Hebat banget.
Silakan duduk.
Te-Terima kasih.
Kok aku enggak bisa kayak Suna, ya?
He.
Pria itu...
Dia mencurigakan, bukan?
Kayaknya dia lakukan sesuatu.
Turun dari kereta ini di stasiun berikutnya!
No comments yet. Be the first to leave one.