Spiders on a Plane

Spiders on a Plane

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Spiders On A Plane 2024 WEBRip x264 AAC YTS MX
Un commento di subber.id

Tag

webdl
Pubblicato il: 2025-08-26
Download: 45
Sottotitoli per non udenti: No
FPS: 23.976

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

Persetan denganmu.

Kau memang bodoh, Vadim.

Kau patriot sejati.

Atau mungkin hanya dilatih dengan baik.

Sekarang aku butuh jawaban darimu.

Siapa informannya?

Aku tak bisa memberitahumu.

Kau tak bisa beritahu aku karena takut konsekuensinya?

Ya.

Kau akan lebih takut dengan konsekuensi di ruangan ini.

Itu adalah Gusev.

Informannya adalah Gusev.

Gusev?

Ya, aku bersumpah.

Terima kasih.

Gusev.

Apa kau informan?

Kau datang ke pesta ulang tahun putriku.

Dia bohong.

Aku takkan pernah membohongimu.

Tepat sekali.

Itu tak mungkin kau.

Mari coba ini lagi.

Menurutmu apa fobia terburukmu?

Tidak. Tidak, aku mohon.

Tidak, kumohon!

Tidak. Tidak.

Tidak, kumohon. Tidak.

Tidak.

Lepaskan itu!

Lepaskan itu!

Bukan ini tujuan dari eksperimenku.

Itu cara organisasi kami beroperasi, Tn. Sokolov.

Bersyukurlah kami memilih gunakan orang dari negaramu,

Di masa yang tidak stabil ini.

Peperangan sudah berubah, dan tak lama lagi,

Eksperimenmu akan jadi acuan dari perubahan itu.

Anggap dirimu beruntung kau di pihak pemenang.

Sekarang,

Dari yang aku mengerti,

Jika kelompok baru siap untuk dipindahkan.

Benar.

Bagus.

Sekutu kita di AS akan sangat senang,

Untuk pelajari mereka secara dekat untuk penelitian.

Kau sebaiknya mulai berkemas.

Kau terbang besok.

Jangan kacaukan itu.

Kau tak bisa pindahkan sesuatu seperti itu.

Aku tidak peduli!

- Kau tak mengerti konsekuensinya. - Diam dan jalan!

- Kau tidak tahu. - Jalan!

Aku sudah tak sabar!

Aku butuh liburan ini.

Kalian beruntung aku sangat menyayangimu,

Atau aku takkan ikut.

Tidak akan.

- Ayolah! Kau pasti menyukainya! - Tidak.

Aku bahkan tak tahu jika aku bisa bertahan di pesawat.

Aku berharap kita bisa lompat langsung ke bagian sampai di sana.

Itu lucu berasal dari gadis yang cinta pesawat.

- Aku tidak "cinta" pesawat, Gracie. - Kau cinta pesawat.

Ayahku yang mau aku bergabung RAF seperti dia, tapi...

Kau memilih jalamu sendiri. Aku tahu, aku tahu.

Bukankah dia melacak ponselmu?

Itu janggal.

Ya, itu benar.

Aku rasa dia hanya terlalu overprotektif setelah semuanya.

Menurutku dia hanya ingin menebus karena tak bisa selamatkan ibuku.

Entahlah.

Kau hadapi itu dengan sangat baik. Serius.

Dan aku merasa lebih aman mengetahui...

...kau akan berada satu pesawat denganku, jadi...

Aku berusaha.

Kau bekerja dengan baik, dasar jalang.

Oke, sudah cukup. Ini semakin canggung. Beth!

- Beth! - Tunggu sebentar!

Aku membawa sekitar 100 tas.

Beth, kenapa kau membawa semuanya?

Zack memaksaku.

- Zack! - Apa-apaan?

Perutku sangat sakit.

Tanganmu baik-baik saja. Kau masih bisa gunakan itu.

Apa seperti ini rasanya melahirkan?

Tidak, itu jelas dari kari yang kau makan semalam.

Itu yang aku katakan pada dia.

Sekarang kau harus terbang 8 jam dengan diare.

- Kau memang bodoh. - Oke, tenanglah, jagoan.

Aku hanya harus bertahan setelah lepas landas.

Saat mendarat, aku akan habiskan sisa waktuku di toilet.

Dengar, aku sudah usahakan untuk ikut dalam perjalanan ini,

Jadi cobalah untuk menjaga dirimu.

- Beth. - Ya?

Kenapa kau memakai payet?

Karena aku mau terlihat bagus saat sampai di sana.

Kau tahu kita pergi mendaki, 'kan?

Mendaki gunung dan lainnya?

Aku mewakili Beth's Boutiques, Corrine.

Aku harus tunjukkan mereknya, hingga pesawat lepas landas.

Oke, Beth.

Tapi di sana juga akan ada kota, 'kan?

Ya. Benar!

Itu Kolombia. Pasti ada sesuatu untuk semua orang.

Aku sudah pastikan itu.

Terima kasih sudah mengaturnya, sayang.

Maaf aku tak berguna untuk persoalan ini.

Kau bukan tidak berguna.

Kau yakin akan ada cukup toilet untuk Zack buang air?

Aku selalu lupa kau sangat lucu bagi orang yang tak punya perasaan.

- Oke, kalian sudah siap? - Ya!

Ya? Kita siap untuk pergi? Karena kita takkan kembali lagi.

Oke?

- Ya. - Ayo!

Perut bermasalah di pesawat.

Aku merasa deja vu dari Reading Festival.

Kau sebaiknya tidak buang air padaku lagi.

Gracie, tukar kursi denganku.

Kupikir kita sepakat untuk tak pernah bicarakan itu lagi.

Kau yang mengungkitnya.

Kenapa kau tidak pakai lensa kontakmu?

Kau jelas tak bisa melihat, dasar bodoh.

Maaf, Gracie.

Mungkin aku terlalu sibuk dengan diare pagi ini untuk mengingatnya.

Kau akan baik saja hingga kita mengalami turbulensi.

Kau sebaiknya berharap penerbangannya mulus, Zacky.

Aku harap begitu.

Selamat datang.

- Selamat datang di pesawat. - Selamat datang di pesawat, Bu.

- Itu sudah semuanya? - Ya.

Oke.

Kau tahu bagaimana ibu-ibu Asia.

Mereka terus mengoceh. Mereka sangat berisik!

Soal rincian terkecil!

Selalu memanggil setiap waktu. Hentikanlah!

Jangan ganggu hidupku!

Bagaimana kelihatannya hari ini?

Penerbangannya harusnya lancar.

Kita mungkin sedikit alami turbulensi setelah lepas landas,

Tapi tak ada yang terlalu berarti.

- Berarti perjalanan seperti biasanya? - Aku rasa begitu.

Aku mungkin sebaiknya kurangi minum kopi.

Jangan sampai bencana Mesir terulang.

Ya, terakhir kali kau tinggalkan aku sendirian tiga jam.

Dua jam.

Tiga jam.

Dengan kargo penuh hewan bau.

Takkan pernah lagi.

Kenapa ini sangat kosong?

Itu dampak dari krisis kehidupan.

Maksudku, alasan kita bisa pergi ke Kolombia...

...itu karena kerabatnya Corrine, dan mereka menyertakan kita.

Dan untuk orang lainnya,

Aku rasa mereka ingin bertemu keluarganya.

Maaf, aku hanya ingin memastikan.

Berapa lama aku bisa memesan alkohol setelah pesawat landas?

Kami akan datang dengan troli minuman...

...sesaat lampu tanda memakai sabuk pengaman dimatikan.

Terima kasih. Aku bertanya untuk teman yang berkabung.

- Gracie! - Apa?

Terserah jika dia tak mau mabuk, tapi aku mau.

Aku tak mau berpesta setiap waktu.

Aku sebenarnya ingin mengingat liburan ini.

Kita akan bersenang-senang dan membuat banyak kenangan.

Mungkin.

Ya. Tentu.

Cukup hati-hati dengan makhluk merayap yang seram.

Tolong jangan.

Tidak.

- Bisa kau... - Kau mau ini...

Ya.

Biar aku taruk itu untukmu.

- Sudah meminta alkohol. - Tidak.

Aku masih merasakan efek dari semalam.

Bukan kau, konyol.

Penumpang.

Ini masih terlalu pagi.

Keuntungan masa muda.

Aku tidak merasa muda.

Aku merasa seperti wanita paruh baya.

Maaf.

Bajingan.

Kau tak apa?

Aku merasa seperti akan muntah.

Astaga. Kau sebaiknya menjauh dari sana.

- Aku akan coba menahannya. - Oke.

Yang lainnya?

Tidak, bukan yang lainnya.

Ini orangnya.

Aku rasa itu yang kau katakan untuk dua gadis sebelumnya.

Tidak, yang ini berbeda.

Dia spesial.

Aku ingat perasaan itu.

Kau tahu, aku rasa ini waktunya aku lebih banyak berada di darat...

...daripada di awan.

Apa, pensiun?

Mungkin.

Aku hanya tak mau hanya melihat putriku bertumbuh lewat foto.

Kau tahu, aku akan merindukanmu.

Sungguh?

Ya.

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left