Le prime 200 righe.
Ada kepercayaan tentang makhluk gaib yang mirip dengan hantu.
Makhluk ini dikenal sebagai 'Jin', yang diciptakan oleh Tuhan dari api.
Mereka bukan bangsa manusia dan hidup di alam lain.
Amarah Jin
Membaca doa di makam
Kemarin aku mengajak Mariam dan Celine ke taman hiburan.
Ada wahana rumah hantu yang ditakuti anak-anak...
tapi cucumu, Celine, dia langsung masuk tanpa ragu!
Coba tebak, Yah?
Celine menutup matanya dan memegangku erat sepanjang wahana.
Aku berusaha terlihat berani, persis seperti dirimu.
Kenapa kita tak pernah duduk bersama dan berbincang saat kau masih hidup?
Ahmad Abdullah Lahir, 4 Oktober 1958
Wafat, 21 November 2024
Bagaimana dengan sekolahnya?
Jika pindah di tengah semester seperti ini apa ada sekolah yang mau menerimanya?
Jika aku tidak pulang, siapa yang akan merawat ibuku?
Aku mengerti.
Masalah sekolah, aku akan mencari yang dekat rumah...
supaya mudah mengantarnya.
Cari sekolah yang biasa saja, ya!
Baik, Bu!
Aduh!
- Celine! - Celine!
Celine!
Ini hanya luka kecil, jangan menangis.
Sini, Ibu obati.
Tak apa-apa, aku saja yang mengobati lukanya.
Lanjutkan saja pekerjaanmu.
Kemari, Nak.
Maafkan aku.
Sudah sikat gigi?
Kau bau.
Jika lukamu sudah sembuh, Ibu akan mengajakmu ke tempat yang menyenangkan.
Sungguh? Aku ingin ke pantai!
Ke pantai?
Namun, jika lukamu terkena air laut, itu akan terasa perih.
Itu takkan perih. Lukaku sudah sembuh.
Secepat itu?
Apa kita tak sebaiknya pergi ke tempat lain?
Tidak, Phuket saja.
- Bang Saen tidak terlalu jauh. - Samui.
Samui terlalu jauh.
Mariam!
Kau tidak apa-apa?
Kau tidak apa-apa?
Ya, aku baik-baik saja.
Tadi ada uap panas yang mengenai wajahku.
Sebaiknya kau duduk dulu.
Ayo.
Ayo, Nak. Kau terus mengutak-atik perban kakimu.
Pelan-pelan, duduk di sini.
Duduklah.
Hati-hati dengan kakimu.
Apa pernah terjadi sesuatu yang aneh di sekitar rumah ini?
Aneh? Apa maksudmu?
Bukan apa-apa, lupakan saja.
Setelah menyurvei sekolah, aku akan langsung ke lokasi syuting.
Malam ini ada syuting malam.
Kemungkinan aku baru pulang besok pagi.
Kau bekerja dari pagi hingga pagi lagi. Apa kau tidak apa-apa?
Aku hanyalah pemeran pengganti, harus mengambil kesempatan selagi ada.
Kalau tidak sanggup, beri tahu mereka. Jangan memaksakan diri.
Jika terjadi sesuatu kepadamu, mereka bisa mencari penggantimu.
Namun, aku dan Celine, kami tak bisa mencari penggantimu.
Bersabarlah. Beberapa tahun lagi aku akan berhenti.
Aku berangkat dulu.
Cepat cium Ayah!
Sudah, Yah! Kumismu membuatku sakit!
- Apa yang sakit? - Katanya, kumismu membuatnya sakit.
Temani Ibu, ya!
Tolong jaga ibuku.
Pahit!
Bu, es kopi satu, dibungkus.
Musa!
Benar dugaanku!
Ada apa?
Apa kabar? Bagaimana keadaanmu?
Kurang baik. Ayahku baru saja meninggal.
Bu, pesanan si ganteng ini aku yang bayar.
- Kau yang bayar? - Ya.
Utangmu saja belum lunas.
Jangan panggil aku "bu", apa kau tak melihat kecantikanku?
Sudah masukkan saja ke tagihanku.
Baiklah.
Kau terlihat sibuk saat pemakaman. Jadi, aku tidak sempat menyapa. Maaf.
Tak apa. Sekarang, kita punya banyak kesempatan.
Aku akan menetap di sini.
Itu bagus, Kawan! Menjadi warga di sini?
Hei, kau sebaiknya mencari seseorang untuk membacakan doa.
Kenapa?
Untuk mengusir jin!
Kau tak tahu ayahmu dibunuh oleh jin?
Aku takkan menyuruh orang lain untuk membasmimu!
Kau harus mati bersamaku!
Jin apa?
Ayahku sakit.
Dia menjadi tidak waras dan membakar dirinya sendiri.
Kau tahu, bunuh diri adalah dosa terbesar.
Kenapa orang alim seperti ayahmu melakukan hal itu?
Kau akan menjadi milikku!
Kau akan menjadi milikku!
Kau akan menjadi milikku!
Kau akan menjadi milikku!
Kau akan menjadi milikku!
Kau akan menjadi milikku!
Kau akan menjadi milikku!
Ibu!
Ada apa?
Ayo, Nak.
Musa?
Musa?
Pagi-pagi sudah main gim?
Sudah makan belum?
Ini, aku bawakan makanan dari lokasi syuting.
Di mana Ibu?
Ibu masih tidur.
Mariam.
Mariam.
Kau sakit?
Ayah, Ibu akan membaik, 'kan?
Tentu saja, Nak.
Ibu hanya sedikit kelelahan. Ibu akan segera membaik.
Kau tidak perlu khawatir.
Mariam!
Mariam!
Mariam.
Mariam!
Mariam!
Mariam!
Mariam, kau sedang apa?
Hentikan.
Mariam.
Mariam, apa yang kau lakukan?
Lepaskan aku!
Aku tidak mau pergi! Aku mau di sini!
Jangan, Mariam!
Kuminta lepaskan aku!
Mariam.
Jangan. Ini aku, Mariam!
Mariam!
Mariam.
Mariam.
Mariam.
Mariam.
Jin telah hidup di antara manusia sejak lama.
Kita hanya tidak bisa melihat mereka.
Mereka hidup seperti manusia.
Mereka lahir, menua, jatuh sakit, dan meninggal.
Mereka juga berkembang biak.
Jin dapat berubah wujud menjadi apa pun yang mereka inginkan.
Mereka sangat dekat dengan kita.
Mereka dapat melihat kita setiap saat, dan apa pun yang kita lakukan.
Maksudmu, mereka selalu bisa melihat kita.
Artinya, bahkan saat kita sedang makan...
saat di kamar mandi, mandi...
atau bahkan saat...
bersama istri kita?
Benar.
Itulah sebabnya mereka menganggap diri mereka seperti manusia...
dan ingin mengambil sesuatu yang kita miliki sebagai milik mereka.
Dari ceritamu...
Aku yakin jin itu menginginkan istrimu.
Apakah ada cara untuk menolongnya?
Membaca doa
Ibu!
Ibu. Ada apa?
Ibu!
Tunggu! Tunggu dulu.
Siapa yang kau panggil Ibu?
Dia itu ibuku.
- Ibu. - Tunggu.
Dengar dulu, Teman.
Ibumu sudah meninggal bahkan sebelum ayahmu.
Ayahmu tidak memberitahumu?
Ibu.
Sial!
Jin itu berubah menjadi ibumu.
Sial!
Astaga, kau menendang ibuku!
Itu bukan ibumu.
Rasakan tendangan kerasku, kini kau tumbang, 'kan?
Membaca doa
Ibumu sangat kuat.
Aku rasa dia sudah pergi.
Kau memang hebat.
Sial.
Musa!
- Ibu! - Musa, tangani ibumu!
Apa-apaan ini!
Bung!
Astaga!
Sial!
Apa-apaan ini?
Aku kira dia lebih kuat.
Kau merasakan tendangan Sarif, 'kan?
Celine!
Celine!
Ayah!
Apa yang kau lakukan, Mariam?
No comments yet. Be the first to leave one.