Dead to Rights

Dead to Rights (南京照相馆)

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Dead To Rights 2025 HD1080
Un commento di broth3rmax
⏱️[02.17.00]

Tag

webdl
Pubblicato il: 2025-10-30
Download: 525
Sottotitoli per non udenti: No
FPS: 23.976

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 200 righe.

BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI

Dengan serangan udara,

penembakan dan tank,

tentara Jepang menyerang pertahanan Cina dengan sengit,

berniat untuk menduduki Nanjing.

Pertempuran sengitpun terjadi di lima gerbang ibu kota,

diantaranya

pertempuran di luar Gerbang Zhonghua yang paling sengit.

Pasukan kami bertahan dengan kuat di posisi artileri di atas Bukit Yahuatai,

meningkatkan perlawanan sengit.

Musuh menyerang ibu kota dari berbagai rute selama berhari-hari.

Pada tanggal 12 serangannya semakin gencar.

Pesawat musuh melakukan pengeboman berskala besar pada tembok-tembok kota,

yang melindungi dari serangan ganas pasukan darat musuh,

bermaksud untuk menerobos dan menyerang.

Pertempuran di luar Gerbang Guanghua sangat sengit.

Dari pagi hari, lebih dari 4.000 pasukan musuh

meluncurkan lebih dari 10 serangan gencar ke kota.

Pasukan kami di posisi bertahan dan menghalau serangan.

Angkatan Udara kami juga melakukan pengeboman udara pada posisi musuh.

Paman.

Artileri kami menambahkan pemboman.

Saat bagian belakang mereka diserang,

musuh mundur dengan panik.

Kami manfaatkan kesempatan itu untuk mengejar mereka ke luar kota.

Korban dari musuh sangat banyak. Kami juga banyak jatuh korban secara heroik.

Semua orang sepakat untuk bertempur sampai mati,

melawan dengan gagah berani.

terjemahan broth3rmax

Lepaskan!

Cepat!

Lepas! Copot!

Lepas sekarang!

Ya ampun!

Bawa anak ini.

Bawa dia.

Tolong bawa anak ini.

Ulurkan tanganmu.

Ayah!

Nak! / Ayah!

Ayah!

Kau akan hidup bila keluar kota ini.

DEAD TO RIGHTS

Lemparkan semua tas suratnya!

Ganti baju sebelum naik truk.

Ganti bajumu.

Ganti baju dan naik.

Lepas bajumu.

Ayo, A-chang! Cepat, cepat!

Ganti bajumu dan naik.

Lebih kayak tentara pakai seragam begitu.

A-chang! Cepat, cepat!

Kemana? / Ada kapal uap pos menunggu kita di Dermaga Xiaguan.

A-chang! A-chang!

A-chang! Apa ada surat dari putriku?

Tak ada waktu lagi! / Dari Lu'an.

Lu'an!

Ayo! Cepat!

A-chang! / Ikut aku.

Ayo.

Cepat!

Distrik 2? / Ya, ya, Distrik 2.

Jalan Laidao.

Siapa namanya? / Sujun.

Ketemu? / Benar.

Ini tulisan tangan putriku.

Ya.

A-chang. terima kasih. / Terima kasih, A-chang.

Sujun baik-baik saja.

Dia aman di sana.

Kepala Kantor Pos! Tunggu...

Kepala Kantor Pos!

Tunggu aku! / A-chang!

Tak ada waktu lagi! Kita ketemu di dermaga!

Tunggu aku!

Kepala Kantor Pos!

Kepala Kantor Pos!

Para perwira dan tentara Cina.

Komandan Garnisun Nanjing, Tang Shengzhi

telah kabur meninggalkan kalian.

Semua posisi di Nanjing

[13 Desember 1937 Nanjing, Gerbang Zhonghua]

telah diduduki Tentara Kekaisaran Jepang.

Letakkan senjata kalian.

Segera menyerahlah.

Tentara Kekaisaran akan mematuhi Konvensi Jenewa

dan memperlakukan tawanan perang dengan baik.

Ambil ini!

Maju!

Bro! Ambil ini!

Ambil ini!

Ambil ini! Ambil ini!

Serang!

Siap tembak! Tembak!

Serang!

Iblis Jepang keparat!

Halo, kawan.

Aku warga yang baik.

Hidup persahabatan Cina-Jepang.

Yuxin, ayo pergi.

Kau pergilah dulu, tak usah pikirkan aku.

Jepang datang! / Aku tak pergi.

Ayo pergi!

Jepang datang dan kau masih saja tak lihat kematian mendekat!

Ayo, lekas pergi!

Ayo pergi, mbak! / Cepat, cepat!

Kuroshima. / Ya, pak.

Apa fotografernya belum tiba? / Sebentar lagi dia ke sini.

Matahari mulai terbenam.

Lamban!

Maaf, pak.

Maaf kalian telah menunggu.

Resimen Infanteri-13,

fotografer Letnan Ito Hideo

melapor untuk bertugas.

Bentuk barisan!

Hidup Kekaisaran Jepang!

Banzai!

KOTA NANJING

Kembali!

Kembali ke kota! Tak ada yang boleh lewat!

Kami mundur atas perintah Jenderal Tang.

Biarkan kami lewat sekarang!

Siapapun yang berani maju akan ditembak!

Aku seorang kolonel.

Kau cuma letnan kolonal mau membantahku?

Cunli!

Kasih jalan aku!

Lancangnya kau nembak ke tentaramu sendiri!

Maju!

Serang!

Cunli!

Cunli!

Maju selangkah lagi maka mati!

Tembak!

Cunli! Cunli!

Komandan divisi memerintahkan untuk mencegah pasukan pertahanan

kabur dari sini!

Mereka pembangkang.

Paksa para pembangkang kembali ke kota untuk melawan Jepang!

Ini perintah!

Tembak!

Berlutut!

Berlutut!

Rekrutan baru, dengarkan.

Ayo eksekusi mereka.

Mayor, membunuh tawanan melanggar hukum perang.

Diam!

Ambil senjata kalian! / Siap.

Siap...

Cina itu babi.

Jangan anggap mereka itu manusia.

Angkat senjata! Tembak!

Angkat senjata! Tembak!

Dasar sampah tak guna.

Biar kutunjukkan.

Fotografer. Kemarilah. / Ya, pak.

Sini.

Kuingin kau memotret momen saat peluru

menembus para babi Cina ini. / Peluru itu terlalu cepat.

Kamera ini tak sempat memotretnya.

Aku ganti film dulu.

Aku belum memotret. / Tolol!

Kalian semua, angkat senjata.

Siap tembak!

Lapor.

Cahayanya kurang cukup.

Sensifitas film terlalu rendah.

Kau goblok!

Kau tahu siapa dia?

Apa boleh orang udik sepertimu mengasari dia?

Maafkan aku.

Akan segera kuminta film sensitiftas tinggi

dan menjamin efek yang dibutuhkan Mayor Kuroshima nanti tertangkap kamera.

Ito.

Kapan foto-foto pengepungan di publikasikan?

Perlengkapan cuci-cetak foto habis.

Perlengkapan baru masih dalam perjalanan.

Bagaimana kalau negatifnya dikirim ke Shanghai?

Layanan pos militer saat ini sedang kacau.

Fim negatif ini sangat berharga, kalau sampai hilang,

foto-foto tak bisa lagi dicetak.

Selesaikan masalah ini di Nanjing secepatnya.

Upacara penyambutan beberapa hari lagi.

Jenderal Matsui akan menghadiri langsung.

Akan kusiapkan kau untuk memotret dia.

Aku mengerti.

Terima kasih banyak.

Paman.

Bibi.

Dia memakai puttees.

Tentara Cina!

Jangan lari!

Siapapun yang bunuh dia duluan mendapatkan sake.

Ayah. Ayah.

Sempurna.

Lumayanlah.

"Sempurna."

"Sempurna."

Beginilah penampilan seorang ksatria.

More Indonesian subtitles for Dead to Rights

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left