Le prime 186 righe.
Eng...
Terima kasih atas kehadirannya dalam acara malam festival hari ini.
Saya Rimuru, yang baru-baru ini menjadi seorang Raja Iblis.
Malam ini, saya harap Anda semua bisa bersantai sejenak
sembari menikmati sajian dari negara kami.
Tanpa panjang lebar lagi,
mari kita mulai acara malam hari ini!
Bersulang!
- Bersulang! - Bersulang!
Enak sekali! Shuna dan Pak Yoshida memang hebat!
Tampaknya para tamu juga puas dengan hidangannya.
Aku jadi tenang.
Tuan, apa itu?
Oh, sudah mulai rupanya.
Ikan apa itu?
Ukurannya mengerikan!
Oh, kelihatannya enak!
Ah, tapi...
Sepertinya tidak ada yang berani mencicipinya.
Dunia ini tidak mengenal kebiasaan memakan ikan mentah.
Maaf, Tuan. Rasanya aku juga agak...
Berarti dianggap sebagai makanan aneh, ya?
Baiklah.
Aku mau satu.
Oh. Kalau begitu, silakan.
Mantap sekali, Hakurou!
Iya, kan?
Saya sempat khawatir makanan pembuka yang enak ini tidak akan cukup,
tapi sepertinya itu tidak akan terjadi.
Akan kunikmati sisanya sambil minum nanti.
Boleh minta tuna lemaknya tanpa wasabi?
Seperti bocah saja.
Cerewet.
Aku tidak tahan sama rasa yang terlalu tajam.
Selain itu,
akan lebih baik kalau jenisnya lebih beragam.
Kamu ini egois juga rupanya.
Masa seorang penikmat sejati makannya enggak pakai wasabi?
Memang apa hubungannya dengan menjadi seorang penikmat?
Kalau memang enak, ya, pasti enak.
Silakan.
Benar-benar nikmat!
Aku agak benci mengakuinya,
tapi aku menghormatimu, Rimuru.
Kalau begitu,
aku juga pesan satu.
Karena aku bukan bocah, pakai wasabi, ya.
Enak banget! Rasanya sampai meleleh di mulut!
Wah, aku benar-benar enggak menyangka bisa menikmati
susyi seenaknya ini di sini!
Ternyata rasanya memang berbeda dengan ikan air tawar.
Padahal permintaanku ke Serikat Bebas selalu ditolak
dan aku menyerah karena tidak bisa memindahkannya dengan sihir.
Sepertinya bertambah lagi hal kecil yang menyenangkan.
Habis, mau bagaimana lagi.
Laut di utara tempatnya makhluk-makhluk berukuran besar dan sangat berbahaya,
sedangkan transportasi di selatan terkendala masalah jarak.
Tidak ada untungnya memindahkan ikan yang ditangkap di laut lepas.
Ternyata benar, distribusi masih menjadi kendala utama di dunia ini.
Itulah yang kuincar.
Kalau mereka hanya bisa menikmati makanan-makanan enak ini di Tempest...
Tuan Rimuru.
Bolehkah kami juga mencobanya?
Iya, silakan saja.
Hebat sekali!
Wah, ternyata ini enak!
Siapa sangka ikan iblis itu punya rasa yang seenak ini!
Kupikir ikan hanya bisa diolah dengan cara dibakar saja.
Enggak masalah juga, kan? Asalkan rasanya enak.
Saya juga ingin mencobanya!
Saya pesan satu!
Saya juga!
Gawat!
Ada apa? Apa terjadi sesuatu?
Ada benda terbang besar yang mendarat di bagian luar kota!
Benda terbang?
Lapor! Sa-Sang Raja Naga Pelindung
dari Dinasti Penyihir Sarion muncul!
Ini darurat! Yang Mulia Elmesia El Ru Sarion
telah mendarat di sini!
Saat ini, Yang Mulia Elmesia dan rombongannya sedang menuju ke sini!
Astaga, bikin kaget saja. Kupikir ada kejadian apa.
Seperti biasa, kamu ini santai sekali dan tidak tahu apa-apa, ya.
Semua akan gempar saat mendengar Elmesia sang Penguasa Langit meninggalkan negaranya.
Maksudmu?
Dinasti Penyihir Sarion adalah sebuah negara besar
yang kekuatannya bahkan setara dengan Negara Bersenjata Dwargon-ku.
Negara independen yang tak bergabung dalam Dewan Negara-Negara Barat.
Terbentuk dari konfederasi tiga belas keluarga kerajaan yang dikenal sebagai dinasti,
Yang Mulia Elmesia menyebut dirinya sebagai keturunan para dewa
dan memiliki kekuatan luar biasa sehingga dikenal sebagai sang Penguasa Langit.
Dwargon punya sejarah seribu tahun.
Sedangkan konon Sarion memiliki sejarah selama dua ribu tahun.
Bahkan aku saja tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengannya.
Terlebih bagi manusia yang masa hidupnya lebih singkat,
rasanya mustahil bisa bertemu dengannya.
Begitu, ya.
Padahal aku bermaksud mengundang Adipati Elalude,
tapi tak kusangka orang sepenting dia juga datang.
Sepertinya dia sudah tiba.
Jangan lengah, Rimuru.
Anggaplah dia monster rubah tua yang licik.
Kuucapkan
terima kasih atas undangannya.
Aku sangat senang menerimanya.
Kami juga
merasa terhormat atas kedatangan...
Lapor. "Gangguan Spiritual" terdeteksi. Berhasil dihalangi.
Ini bukan bentuk serangan,
melainkan efek "Kekuatan Pahlawan" yang meluap secara alami.
Gawat!
Dia punya level "Kekuatan Pahlawan" yang jauh lebih tinggi daripada Gazel!
Jangan sampai aku dianggap sebagai musuhnya.
Kuharap kalian menikmati acara malam ini.
Tentu.
Aku sangat menantikan festival yang akan dimulai besok,
jadi jangan sampai mengecewakanku, ya.
Selain itu,
tidak harus hari ini, tapi kuharap kamu bisa meluangkan waktu untukku.
Ada yang ingin kubahas denganmu dalam pertemuan yang lebih santai.
Baiklah. Akan kuhubungi kalau aku sudah luang.
Duh, capeknya.
Tadi kamu pasti sempat kewalahan, kan?
Kalau tadi kamu tidak tenang, pasti nenek itu sudah...
Elf punya pendengaran yang tajam, ya. Aku harus hati-hati, nih
Tuan Rimuru.
Oh, Nak Mjolmile! Bagaimana persiapannya?
Semuanya sempurna!
Penilaian dari para pedagang yang baru datang juga sangat baik!
Tampaknya kita bisa menjalin hubungan baik dengan mereka.
Berarti enggak ada masalah, ya?
Iya, semuanya lancar.
Hanya saja...
Ah, bukan apa-apa.
Eh, ada apa?
Sepertinya cuma perasaan saya saja, sih.
Saya merasa agak terganggu karena ada banyak
wajah asing yang datang bersama
para pedagang besar yang kukenal.
Lalu, setelah saya selidiki,
ternyata tidak ada masalah.
Sepertinya saya jadi agak cemas
karena terlalu semangat menjalankan tugas sebesar ini.
Kalau begitu, saya permisi, ya.
Enggak makan dulu?
Saya belum bisa istirahat karena besok turnamen bela dirinya akan dimulai.
Permisi.
Kamu benar-benar rajin, Nak Mjolmile.
Hei, lihat!
Akhirnya mereka tiba juga.
Iya, tadinya aku sempat khawatir karena mereka terlambat.
Maaf, aku pergi sebentar, ya.
Ah, ternyata Nona Milim, ya. Hari ini pakaiannya beda dari biasanya.
Para Raja Iblis sudah tiba, ya?
Tidak pakai wasabi, ya.
Tanpa wasabi.
Hei, Rimuru!
Akhirnya hari ini tiba juga!
Aku tak sabar melihat Middray takjub dengan makanan hebat buatan kalian!
Serahkan saja pada kami.
Omong-omong, kamu kena marah, tidak?
A-Aman.
Aku menyadari peranku sebagai seorang penguasa,
jadi aku meyakinkan Frey kalau aku pergi untuk melindungi wilayah kekuasaanku.
Yang kamu lindungi bukan wilayah kekuasaanmu,
tapi labirin bawah tanah, kan?
Kayaknya dia tahu, deh.
Terima kasih atas undangannya hari ini.
Maaf atas kedatangan kami yang terlambat.
Tuan kami, Nona Milim,
sempat lama menghilang
sehingga kami kesulitan untuk menyiapkan pakaian yang pantas.
Kami tidak keberatan, kok,
jadi nikmati saja acara hari ini.
Iya.
Padahal saya sudah merepotkan Anda dengan pembangunan ibu kota baru,
namun Anda masih berkenan mengundang saya dalam acara sebesar ini.
Saya sangat berterima kasih.
Jangan terlalu dipikirkan, yang penting kalian menikmati makanannya.
Oh, iya, apa ada bahan makanan yang tidak kalian suka?
Kami juga menyajikan hidangan berbahan unggas, saya harap tidak...
Ah...
Unggas
katamu?
Ma-
Mati aku!
No comments yet. Be the first to leave one.