Le prime 200 righe.
Ha O, ini dia.
Lompat!
Bagaimana rasanya bepergian dengan ayah? Menyenangkan?
- Aku merasa senang. - Benarkah?
Tapi kita mau ke mana?
Ayo kita lihat.
- Mari kita lihat apa di sini seru. - Di mana?
- Astaga. - Apa itu?
Ada pohon palem di dalam rumah.
Pohon palem yang menyegarkan dan laut berwarna zamrud
terungkap di rumah ini.
Inilah surga di dunia. Selamat datang di Hawaii.
- Hawaii. - Hawaii. Benar sekali.
- Di mana kita? - Kita pernah pergi ke Hawaii.
Aku memikirkan waktu yang dilewati di sana dan mendekorasi ruangan.
- Apa terasa seperti di Hawaii? - Ya.
Mereka membuat banyak kenangan di Hawaii.
Begitu rupanya.
Kita melihat gitaris di sana.
- Kailua. - Benar. Itu Kailua.
Halo, Kailua. Kamu baik-baik saja?
Ha O, kamu ingat ini?
Ayah naik papan selancar ini dan masuk ke air, bukan?
Ha O, naiklah. Ayah akan mendorongmu.
Jadi, mereka berada di Pantai Kailua di Hawaii sekarang.
- Haruskah kita memakai ini? - Ya.
- Ini dia. Kamu tampak manis sekali. - Setidaknya kita atur suasana.
Pakai ini juga. Seperti ini cara memakainya.
Kamu tampak manis sekali.
Manis sekali.
Ayah juga harus memakainya sepertiku.
"Dia akan menjadi pria berjiwa bebas"
- Tunggu. - Dia terlihat seperti orang lokal.
- Tapi dia cocok dengan wignya. - Kemarilah.
- Benar. - Aku suka yang kuning.
Kamu harus memakai rok hula saat pergi ke Hawaii.
Seperti ini cara menari hula. Tapi ayah juga tidak pandai.
Satu, dua.
"Menggerakkan pinggulnya mengikuti hitungan Gary"
Tiga, empat. Ya, kamu melakukannya dengan baik.
Hula. Tarian hula.
- Apa terasa seperti di Hawaii? - Ya.
- Astaga, aku lelah. - Benarkah?
The Return of Superman Episode 362.
"Bersamamu Membawa Kebahagiaan Bagiku".
- Ha O. - Ya?
Ada sesuatu yang sangat ingin ayah lakukan lagi.
Ada apa?
- Dalgona. - Membuat dalgona sangat berbahaya.
Itu berbahaya.
Benar juga. Ha O punya ingatan pahit tentang membuat dalgona.
- Dia merusak wajannya. - Tidak!
- Sudah berakhir. - Tidak!
"Kamu tidak bisa membuat dalgona lagi"
Ayah bisa bekerja dengan baik hari ini.
- Bagaimana Ayah akan membuatnya? - Dalgona?
Ayah tidak pandai hari itu, tapi hari ini ayah akan lebih baik.
Tidak!
Tidak, ayah bisa.
Ayah bisa!
Aku akan mengawasi Ayah. Kalau begitu, aku akan mengawasi.
- Kamu akan mengawasi ayah? - Ya.
Itu tekanan yang besar.
Benar, bukan?
- Jangan khawatir. Ayah bisa. - Kalau begitu...
Kalau begitu, aku akan tekan dalgona-nya.
Baiklah.
- Lakukan dengan baik. - Baiklah.
- Ayo, Ayah! - Ayo!
Seperti nenek itu, ayah akan mulai dengan sendok dahulu.
Kalau begitu, ayah akan membuat yang besar.
- Apa itu tadi? - Astaga, itu mengejutkanku.
- Sendok supnya terbakar. - Apa?
Bukan apa-apa.
Lagi.
"Segera menanganinya andai dia dimarahi"
- Gosong. - Bukankah itu gosong?
Ha O, ayah rasa berjalan lancar.
Ini berhasil. Berjalan lancar.
Ini dia.
Baiklah. Minggir.
Kurasa hasilnya bagus.
- Cepat. Ambil cetakannya. - Hasilnya bagus!
- Dia berhasil. - Cepat. Ambil cetakan bentuk hati.
Cetakan berbentuk hati. Ha O, letakkan di sana.
- Cepat tekan. - Cepatlah sebelum mengeras.
Aku berhasil.
Mari kita tekan sekarang.
Tekanlah.
"Begitu dia menekannya dengan keras..."
Astaga, sudah selesai.
Ayah hebat!
Apa ayah hebat?
- Bagus. Ayah tidak membakarnya. - Benar sekali.
Bagus.
"Tertawa"
Aku mencemaskan Ayah.
- Benarkah? Kenapa kamu khawatir? - Ya.
Aku takut Ayah membuat kesalahan.
Ayah akan menunjukkan kemampuan ayah.
- Boleh aku makan yang besar? - Ya.
Ayah akan membuat yang besar. Ini tidak akan berhasil.
Astaga, kedengarannya menyenangkan!
Astaga.
Sedikit lebih kecil.
Kamu mengatakan itu karena ayah mungkin gagal seperti waktu itu?
- Ya. - Aku gugup soal ini.
"Tolong hati-hati"
Aku akan tetap di sini.
Astaga, meleleh.
Ini hampir selesai.
Bisakah ayah melakukannya?
Ayah tidak bisa melakukannya.
Ayah gagal waktu itu.
Ayah tidak akan gagal kali ini. Ayah adalah Superman Ha O.
"Menumpahkan"
"Bukankah itu terlalu banyak?"
Ini tidak akan cukup.
Tunggu. Dia menambahkan lagi?
Tidak. Itu berlebihan.
"Mendidih"
- Dalgona-nya mengembang. - Ha O.
Ha O, ini berhasil. Ha O.
Ha O, minggir!
- Minggir. Menjauhlah. - Apa ini?
"Awal dari film horor"
- Minggir. - Hei.
- Astaga. Terus mengembang. - Ha O.
- Tunggu. Jangan bergerak. - Tampak seperti lava.
Baiklah. Tidak! Hentikan.
Itu dalgona atau magma?
- Ini magma. - Tetap di sana. Jangan mendekat.
Ini magma. Jangan datang ke sini.
"Lava menyembur"
Tidak!
Jangan datang ke sini. Tunggu.
- Tunggu. Tunggu. - Apa itu?
- Kenapa dia memakai wajan? - Lari!
Dalgona-nya akan meledak. Mungkin akan meledak.
- Apa ini? Tetap di sana. - Astaga.
Astaga. Sudah hancur!
"Astaga. Sudah hancur!"
"Bencana besar"
Ini benar-benar bencana.
"Bencana besar"
Dalgona-nya melewati lubang.
"Dalgona menakutkan menutupinya tanpa membiarkan lubang kosong"
Kenapa aku tidak bisa melakukan ini?
Aku harus membersihkan ini.
- Ha O. - Ya?
Ini sulit seperti waktu itu.
"Aku akan membersihkannya"
Astaga. Bagaimana dia akan membersihkannya?
Dia baru saja merusak penggorengan yang bagus.
- Ayah. - Ya?
Orang dewasa tidak bisa menaiki ini.
Hanya anak besar yang bisa menaikinya.
Kamu sudah besar sekarang?
Ya. Aku sudah besar, jadi, aku bisa menaikinya.
Saat kali pertama kita menyapa
pemirsa acara ini, kamu masih bayi.
Kamu sudah besar sekarang?
Ya. Aku sudah besar sekarang.
Ha O. Hari ini, kamu dan ayah
akan lulus dari acara ini.
- Lulus? - Ha O, hari ini
hari terakhir kamu akan melihat juru kamera, penulis,
dan produser.
Produser juga?
Ya. Biar ayah beri tahu apa arti lulus.
Itu artinya kamu tidak sekolah lagi.
Kamu mengerti?
- Bagaimana dengan besok? - Apa?
- Besok. - Besok...
Kita tidak akan melakukannya besok. Hari ini
hari terakhir. Kita akan lulus hari ini.
"Sulit baginya untuk menerima hari ini adalah hari terakhir"
"Terlihat sedih"
Lihatlah dia cemberut.
Kalau begitu, kita akan berpamitan?
"Kalau begitu, kita akan berpamitan?"
Tidak selamanya.
Kita bisa bertemu lagi.
"Berkaca-kaca"
Bukankah kita bersenang-senang bersama?
"Gary berusaha menenangkannya, tapi akhirnya dia menangis"
- Itu pasti membuatnya sedih. - Astaga. Dia tahu apa artinya.
Tidak. Kamu tidak perlu sedih.
Ini bukan peristiwa menyedihkan.
Aku tidak akan bertemu kalian.
Kamu tidak akan bertemu siapa?
- Kalian. - "Kalian."
"Mereka bingung"
- "Beraninya kalian meninggalkanku?" - Kalian.
- Kalian. - Astaga.
Aku tidak akan bertemu kalian.
Tidak, kita bisa bertemu secara pribadi. Kita bisa bertemu lagi.
- Tapi... - Apa mereka akan datang ke rumahku?
Ke rumahku.
- Ke rumahku? - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.