Rurouni Kenshin: Meiji Kenkaku Romantan

Rurouni Kenshin: Meiji Kenkaku Romantan

Scarica il sottotitolo Indonesian

Informazioni sulla release

Kenshin Si Pengembara - 08
Un commento di Inisial ZA
08. Buronan Cantik

Tag

other
Pubblicato il: 2023-08-28
Download: 46
Sottotitoli per non udenti: No

Anteprima dei sottotitoli in Indonesian

Le prime 197 righe.

Jin-e.

Jangan menatapku begitu, Battousai.

Matamu saat berhasrat membunuhku tadi,

masih terlihat jauh lebih baik.

Jati dirimu memang seorang pembantai.

Opini dari sesama pembantai, sudah pasti tepat.

Sampai mati, seorang pembantai akan tetap menjadi pembantai.

Itu sudah mendarah daging dan tak akan berubah!

Akan kulihat kau sampai kapan tetap mengaku sebagai pengembara,

dari ujung neraka sana!

Jin-e.

Cobalah saja amatiku dari ujung neraka sana.

Meski sejatiku adalah seorang pembantai,

aku akan menguburnya hingga akhir hayat.

Sampai mati pun, aku akan tetap menjadi pengembara yang tak membunuh.

Kami pulang.

Benar sekali.

Episode 8 Buronan Cantik

Berhenti kau!

Kubilang berhenti, Tepos!

Kenshin!

Hei, kau di mana?

Jawab, dong!

Kenshin?

Jangan-jangan...

Kalau cari Kenshin, tadi diajak pergi Sanosuke.

Masa?

Buat apa aku bohong?

Oalah, kukira kali ini akan benar-benar berkelana.

Syukurlah.

Kau ini lama-lama posesif amat, sih.

Kasih kalung rantai sekalian, sana.

Menjadi hubungan majikan dan piaraan?

Bilangnya jadi "Guk".

Wah!

Jangan malah "wah-weh-wah-weh"!

Jadi, mereka pergi ke mana?

Kedai makan bernama Shueiya.

Katanya mau ada judi di sana.

Judi?

Ayo, waktunya pasang!

Ganjil atau genap!

Yang mana?

Ganjil lima-enam, mungkin.

Ganjil!

Siap!

Ganjil lima-enam!

Pengguna Hiten Mitsurugi-ryu memang top!

Cara menebak dadunya beda level!

Aku ikut karena katamu ada yang mendesak, Sano.

Berjudi itu tindakan ilegal, lo.

Kau ini bicara apa?

Sakabato-mu kan juga ilegal.

Melawan UU Peniadaan Pedang.

Ada benarnya, sih.

Jangan takut, deh.

Orang-orang ini kawanku semua.

Mereka bukan orang licik yang dibutakan oleh uang,

melainkan orang-orang yang ingin menongkrong doang.

Tetap saja...

Mumpung sudah ikutan,

ayo kita nikmati saja.

Sekalian menjernihkan pikiran.

Kau mendengar wasiat Jin-e dari Nona Kaoru?

Apaan?

Tak tahu.

Kumulai lagi!

Ayo, mending tebak lagi!

Sekarang ganjil atau genap?

Genap mata ular, sih.

Mungkin.

Mantap! Genap mata ular!

Sano, kau lagi membara amat?

Sekali-sekali kasih kami belas kasihan, dong.

Jangan mengawur!

Kalian bersiaplah pulang telanjang bulat!

Sano.

Merepotkan saja!

Pikirmu bisa kabur sendirian, ha?

Masih mengotot saja!

Berhenti kau!

Oh, ya, Yoita si Juragan Permen ke mana?

Tumben banget dia tak ikut berjudi.

Kau belum dengar kabarnya, Sano?

Yoita meninggal awal bulan ini.

Apa katamu?

Mati sakit-sakitan?

Atau kecelakaan?

Overdosis.

Dia terlanjur menghirup opium terlalu banyak.

Opium adalah bahan baku narkotika yang dihasilkan dari getah buah candu.

Dengan efek sampingnya yang berbahaya,

di zaman ini ada larangan keras untuk mengonsumsi narkoba tersebut,

karena berpotensi merusak negara.

Orang bodoh!

Sempat-sempatnya pegang narkoba!

Tetapi itu aneh sekali.

Opium adalah narkoba yang mahal.

Seharusnya bukan jenis yang bisa diperoleh rakyat biasa.

Kau orang mana?

Tolong selamatkan aku!

Lah, kok?

Aku dikejar-kejar orang jahat!

Kumohon, tolong aku!

Eh.

Sini kau, Megumi Bangsat!

Kau tak akan bisa kabur lagi!

Ada saja masalah, mau kalian apa, sih?

Diam! Jangan ikut campur!

Cepat serahkan wanita itu!

Kalau tidak...

Saat ini aku lagi marah besar!

Jaga sopan santunmu saat bicara!

Keparat, jangan harap tak ada ganjarannya!

Kami adalah anak buah Pak Kanryu!

Kalau melawan kami, artinya...

Kau sedang memusuhi Pak Kanryu!

Ayo, lo!

Sudah kubilang jaga ucapanmu, Goblok!

Kanryu?

Gawat ini.

Pasti maksudnya si Kanryu Takeda, 'kan?

Kanryu Takeda?

Memang siapa pria itu?

Pengusaha muda yang tinggal di pinggiran kota,

tetapi cuma kedoknya.

Entah bisnis gelap apa yang dilakukannya, beberapa tahun ini mendadak tajir.

Bahkan sekarang mampu membentuk pasukan pribadi.

Tipe orang bau rubah, lah.

Dari yakuza sampai politisi kota ini, semua ingin menjauhi konflik dengannya.

Kalau mereka anggota pasukan khususnya,

berarti kau selirnya Kanryu?

Bukan!

Aku tak tahu apa-apa.

Termasuk siapa si Kanryu itu.

Jangan bersilat lidah, Megumi Takani.

Orang itu...

Sejak kapan masuk ke dalam?

Tampaknya, kau mengira bisa kabur karena cuma diawasi dua orang.

Padahal tangan kanan bos kami selalu mengawasimu dari jauh.

Tetapi aku memang bukan selirnya Kanryu.

Pulang dan sampaikan ini ke Kanryu!

Aku pasti bisa lolos darinya!

Lugu sekali.

Terutama karena masih berpikir dapat kabur.

Keparat!

Cepat pergi dari sini!

Tomo! Ginji!

Sengeki Rasenbyo.

Yang tadi hanyalah peringatan, tetapi berikutnya, Megumi...

Ini akan merobek kakimu.

Itu pun belum termasuk hukuman.

Membalik tatami?

Tetapi peluruku bisa dengan mudah...

Meski belum jelas masalahnya,

tetapi aku tak bisa berdiam diri saja melihat orang dilukai.

Banyak bacot segala!

Beraninya kau melukai kawanku, Keparat!

Ini sih, betulan gawat.

Mereka menghajar tiga orang dari pasukannya Kanryu Takeda.

Mereka tangguh juga, ya.

Terutama si Pendekar Pedang itu, terlihat sangat unggul.

Aku punya sebuah penawaran.

Maukah kalian membantuku kabur dari Kanryu?

Imbalannya pasti kubayar melimpah, kok.

Sebelum itu, cobalah perkenalkan dirimu dahulu.

Eh?

Aduh!

Dua kawanku sampai terluka!

Aku butuh penjelasan dari semua ini!

Sakit, tahu!

Jangan dicengkeram sekuat tenaga, dong!

Itu opium!

Bungkus itu ada di tempat Yoita juga!

Yang kau maksud imbalan, bukan benda-benda terlarang ini, 'kan?

Kenshin si Pengembara

Kisah Heroik Pendekar Pedang Meiji—

Mereka kok lama, ya?

Pasti antara untung atau bangkrut, nih.

Kalau ternyata bangkrut, mungkin pulangnya pakai dalaman doang.

Eh?

Amit-amit, aku tak mau melihatnya.

Kami pulang.

Kenshin, selamat da...

Rumahnya cukup reyot, ya.

Ini perguruan pedang?

Oh, ini adalah Nona Megumi Takani.

Sempat ada kerusuhan di tempat judi...

Gara-gara mereka tak bisa bayar tunai ke kami,

jadi, dibayar pakai wanita ini.

Maaf, dia menumpang dahulu di sini, ya.

Oh, ternyata hasilnya untung, ya?

Sano?

Kalau bilang aslinya, topiknya bakal ke narkoba.

Mending kita rahasiakan berdua.

Kenshin.

Apa itu benar?

Commenti

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left