Le prime 189 righe.
Rabo.
Reiki.
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
ZainuddinAri mempersembahkan
pistol penuh dengan peluru berada di satu tanganku
dangan kometa shojuu wo boku wa katate ni motteiru
sambil gemetaran ku menuju tempatmu berada secepatnya
furueta kimi no iru basho he ashi wo hayame mukatteiru
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
hanya untuk menyulut hati yang terburu-buru
aseru kokoro wo sekashita dake
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
terus maju walau tak tahu arah mana yang kutuju
todomaru kehai mo naku susunde yuku
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
awal dan akhir dari mimpi tak masuk akal
owari to hajimari no sakayume
jam berdetik di tanganku
TICTAC hari wo TICTAC to
semuanya bertumpuk jadi satu
subete kasanatta
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
suara pintu yang didobrak
DOOR keaburu sono oto wo
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sendirian dalam kamar yang redup ini
usugurai heya hitorikiri
hei, kenapa aku menunggu?
hei, doushite boku wa matteita
sudah tak ada lagi yang kutakutkan
mou osoreru koto wa nai yo
memegang pistol terisi penuh peluru
dangan kometa shojuu wo motteta
kutendang puntu yang tertutup rapat
kataku tozasareta DOOR keyabutta
pistol yang mengarah padaku meletus menembus aku yang kemarin
tsuitsuita juukou ga hanete kinou no boku wo tsuranuita
kubuang keputusasaan dan aku yang besok mulai berjalan
uwazumisou zetsubou wo totte ashita no boku wa arukihajimeta
ayo bertemu lagi malam ini
mata konya machiawase yo
Apa yang terjadi?
Kayaknya Yato dan Yukki sudah pulang.
Sejak kapan mereka jadi penghuni tempat ini?
Aku enggak 'ngerti, nih!
Tenang dulu, Yato.
Hiyori itu kenapa, sih?
Yukine, dia ini siapa?
Eh? Kenapa tanya itu?
Apaan nih, Hiyori? Lelucon tahun baru?
Ini aku!
Mas Iniaku?
Betul! Iniaku!
Eh, aku orang mana, sih?
Yukine, kau kenal orang ini?
Apa dia pelawak atau semacamnya?
Eh?
Dia pasti hilang ingatan.
Jadi memang 'gitu?
Entah kenapa dia hanya lupa semua tentangmu.
Bagaimana, nih?
Jangan ribut, dong!
Pasti hanya berlangsung sementara. Dia akan segera ingat lagi, kok.
Tak mau.
Yato?
Aku pasti akan mengembalikan Hiyori seperti dulu.
Episode
Dewa yang Ditinggalkan
Baiklah! Lewat sini!
Aku hanya mau memberimu buku pelajaran ini.
Turuti saja keinginannya.
Kalau lihat di sebelah kiri, kau akan lihat jalan terkenal dan melegenda
tempat Dewa Yato dan seorang gadis menyelamatkan Kaisar!
Eh?
Kaisar lewat sini?
Jadi jalan ini penuh dengan sejarah!
Kayaknya dia enggak ingat.
Kaisar mana, Mas Yato?
Pakai "mas"?
Dulu kau biasa memanggilku "Yato" doang, 'kan?
Tapi tak sopan kalau langsung memanggil nama saja.
Hiyori, lihatlah!
Hei! Jangan bikin coretan di bukuku lagi!
Inilah Kaisar! Ini!
Mas Yato, kau terampil dalam menggambar, ya?
Yang mau kutunjukkan bukan itu, Hiyori!
Oh, begitu! Jadi Kaisar itu nama kucing, ya?
Kau sudah ingat? Llu tentang aku juga.
Eh.
Pengarang komik?
Aku harus pergi sekarang.
Yukine, kita belajar bareng lain kali saja, ya?
Tugas-tugasnya sudah ada di dalam.
Ah, ya.
Sampai ketemu.
Hiyori!
Hiyori.
Apa kau benar-benar lupa?
Kau tak bisa ingat tentangku?
Kalau begitu...
Tidurlah sekasur bersamaku.
Dengan begitu, kau mungkin akan ingat saat di rumah sakit-
Orang bejat!
Yato dan Yukki katanya makan malam nanti saja.
Ya. Soal perut, tetap tak kelewatan.
Cerita gambar tentang kenangan?
Apa bisa mengembalikan ingatannya?
Pasti bisa! Reaksinya saat melihat gambarku...
Pasti ada sesuatu di dalam diri Hiyori yang akan bangkit!
Jangan malas-malasan! Cepat bantu aku!
Bodoh amat. Kayak anak kecil banget.
Kenapa...
Kenapa orang itu sangat bersikeras, ya?
Sip!
Sekarang aku bisa membuat cerita gambar yang sempurna!
Tak akan butuh waktu lama!
Kau malah menghabiskan semua koin 5 yen milikmu buat beli alat-alat gambar.
Tunggu saja, Hiyori!
Tapi, kenapa semuanya bisa jadi seperti ini?
Yato?
Apa?
Sudah kuduga kau yang berada di balik semua ini, Nora.
Aku mengambil ingatannya tentangmu.
Sangat mudah.
Dia memang tak butuh ingatan tentang makhluk alam roh seperti kita.
Orang-orang dengan cepat melupakanmu.
Benar, 'kan?
Sebanyak apa pun kau mengabulkan permohonan, perasaan manusia selalu berubah dan tak menentu.
Sudah berulang kali kau dibuat terluka.
Kasihan sekali kau, Yato.
Ingatlah jati dirimu yang sesungguhnya.
Yato!
Jangan dengar apa pun perkataannya!
Yukine.
Nora, apa yang kaurencanakan kali ini?
Aku hanya mau kau mengunjungi tempat kami.
Reiki.
Ka-Kau...
Rabo!
Kau masih hidup?
Lama tak bertemu, Dewa Yato.
Siapa dia?
Kenapa kau pakai pelindung matahari segala?
Bersiaplah.
Kemarilah, Sekki!
Kau mau membunuhnya, Yato?
Kalau aku tak serius menghadapinya,
dia yang akan membunuhku!
Dia selalu saja cepat!
Dewa Yato.
Kau kenapa?
Kekuatanmu bukan hanya segini.
Ingatlah.
Ingatlah.
Ingatlah!
Yato!
Yato, kau tak apa-apa? Yato!
Laporan selanjutnya.
Apa ini?
Apa yang terjadi?
Ya-Yato.
Yukine!
Ternyata benar.
Dia bukan Dewa Yato yang kutahu, Furuhime.
Tapi sekarang kau tahu, 'kan?
Yato.
Kalau kau bisa mengalahkan Rabo, aku akan mengembalikan ingatan Hiyori Iki.
Aku janji.
Jadi tentang badai aneh ini...
Ya. Tak ada hubungannya dengan wanitaku.
Aku ingin menanyakan kalau liang angin terbuka secara tak terduga,
tapi tak kusangka ini ada hubungannya dengan Yato.
Kami sama sekali tak sepadan dengan Rabo.
Rabo?
Nama yang belum pernah kudengar.
Rabo adalah dewa bencana.
No comments yet. Be the first to leave one.