最初の200行です。
Sebelumnya dalam The Shield...
Seharusnya aku menjadi kapten dalam dua hari.
Aku masih punya urusan yang belum selesai.
Kau mencuri ide-ideku
- dan kau mengambil pekerjaanku. - Aku punya kuasa
- untuk mewujudkan ide-ide itu! - Itu ada di resumeku.
Aku masih bisa membuat perbedaan di sini.
- Ini pekerjaanku. - Belum.
Mereka membunuh orang-orang Armenia yang mencari uang dari kereta uang kita.
Hanya ada empat orang yang tahu kita mengambil uang itu
dan mereka semua duduk di sini. Jadi, tetap pada rencana.
Bekerja seperti biasa.
- Hai, semuanya. - Hei.
- Kami mengganggu? - Tidak. Kami hanya...
Kami baru selesai.
Aku hanya perlu bertanya sesuatu dan mengambil kesempatan untuk mencium.
Kau baru kenal gadis ini selama dua bulan dan kau membelikannya mobil baru?
Mobil bekas.
Sama saja. Harga termurah, paham?
Kenapa kau bilang kau akan membantuku jika kau tak bisa?
- Ini sangat memalukan. - Maafkan aku.
Aku harus mencari pendapatan.
Apa kau mau beli rumah setengah juta dolar dari orang yang mengendarai Neon '97?
Aku melihat Byz Lats mempersenjatai diri dengan MP5.
Byz Lats punya senjata mereka.
Aku akan melucuti senjata orang-orang Meksiko itu.
Ya, aku biasanya percaya itu.
Beri aku waktu malam ini untuk membuktikannya.
Siapa yang membeli senjata untuk Byz Lats?
OG.
Namanya Garza.
Kau dapat senjatanya?
Setengahnya.
Byz Lats sudah membawa setengahnya.
Aku mencoba membelinya saat semuanya masih di penjual yang sama.
- Aku butuh uang. - Berapa banyak?
- Seratus ribu doar. - Yang benar saja.
Hanya untuk menunjukkan kepada mereka kita serius.
Kau harus membuat dokumen resmi
dan menunggu beberapa hari untuk seratus ribu dolar
atau kau bisa mengambilnya di ATM.
Astaga, antara dengkurmu dan suara telepon.
- Ya. - Bangun, Cantik.
- Saatnya bekerja. - Kau di mana?
Sekitar satu setengah meter dari pintumu.
Sepertinya kita harus bangun.
Hei, Bung.
Atur pertemuan dengan Byz Lats. Kita rebut senjatanya kembali malam ini.
- Mau kubuatkan kopi? - Tak ada waktu. Terima kasih.
Aku bertanya kepadanya.
Jangan cemas. Tidurlah kembali. Aku akan cepat pulang.
Ambil pistolmu, tinggalkan lencanamu.
Malam ini kita bukan polisi.
Kita neo-Nazi.
- Sampai jumpa, Sayang. - Ya.
Sampai jumpa.
- Siap? - Ya.
Kulihat ada yang memarkir Lexus baru di area parkirmu.
Mara membutuhkannya untuk bekerja, itu mobil bekas.
Kubilang jangan membelikannya. Akan kita bahas nanti.
Garza akan menyerahkan senjatanya? Kenapa?
Itulah namanya perdagangan. Kau yang bawa uangnya.
- Sial. - Senapan MP5 standar militer mahal.
Aceveda mengizinkannya?
Tidak juga. Aku tak punya waktu memakai jalur normal.
- Ini dari uang rampasan kita? - Hanya untuk pajangan.
Akan dikembalikan setelahnya.
Kubilang kepada Kern, kita akan merebut kembali senjatanya.
Kerja kita menjadi lebih mudah dan lebih aman.
Jadi, kau mengambil dari tabungan kita demi janji kepada orang berengsek?
Aceveda takkan meneken tepat waktu, jadi, ini operasi tak resmi.
Kita tak akan dapat imbalan untuk mengamankan senjata-senjata ini.
- Akan kita bahas ini juga nanti. - Ya.
Kau Garza?
Ada kiriman paket senapan MP5.
Itu milik organisasi kami.
- Organisasi apa? - Pedang Sang Pencipta.
Jika itu milik kalian, kenapa bisa ada di tanganku?
Kami sudah memberikan panjar.
Penyalurnya gugup dan membuangnya.
Setengah untuk kalian, setengahnya untuk geng kulit hitam.
Tapi geng kulit hitam itu ditangkap, sehingga senjata itu menjadi milik kami.
Bukan salahmu kesepakatan kita menjadi kacau.
Itu sebabnya kami rela memberi kompensasi kepadamu untuk benda itu
daripada mengambilnya darimu.
Percayalah, berbisnis dengan kami lebih baik daripada berseteru.
Kami pun masih butuh tenaga untuk berjaga-jaga
saat perang ras ini usai.
Terima kasih.
Kembali kasih.
Berapa pun keuntunganmu, kubayar dobel.
Dengar, kau punya dua pilihan. Kau terima uangnya
atau Elwood akan menghubungi ATF.
Aku punya saudara ipar di sana.
Kalian pernah menghadapi agen federal?
Berikan setengah uangmu di muka.
Berikan setengah senjatanya lebih dulu.
- Kita bertemu sejam lagi. - Aku yang menentukan tempatnya.
Aku ingin 36 senjata itu.
- Bawa dia. Kuamankan mobilnya. - Tunjukkan tanganmu.
Tunjukkan tanganmu!
Kau terluka?
Dia mati.
Satu-Tango-Empat. Kode enam. 1949, Coronado.
Dua korban tertembak.
Meminta tiga unit tambahan dan penyelia TKP.
- Kalian siap? - Kami siap.
Ada empat tersangka.
Sopir dan satu penumpang. Pengawal di kursi belakang.
Dua. Bersenjata lengkap.
Bagaimana aku bisa tahu mereka akan menipu kita?
Aku akan mengatasi pria bertopi.
Baik, si gendut bagianku.
Ada tanda-tanda senjatanya?
Ya.
Bertahanlah, kami sepuluh menit lagi.
Sial.
- Berapa magasin yang habis? - Penembaknya banyak?
- Siapa itu? - Penumpang di belakang.
- Dia ketakutan saat kami datang. - Hei!
Kutemukan ini di gang belakang.
Cukup satu penembak jika memakai benda itu.
Suruh dua temanmu yang bersembunyi untuk menjatuhkan senjatanya
dan keluar sambil mengangkat tangan.
Kau mengawasiku?
Kami butuh uangnya dan senjata untuk perluasan operasi.
Jangan bertindak bodoh.
- Apa kabar? - Senjata-senjatanya.
Turunkan senjatamu, Bung. Akan kuambilkan.
Suruh mereka melepaskannya, Bajingan!
Usiaku sudah dapat bonus lima tahun. Para rekan sepermainanku sudah mati.
Tembak saja langsung.
Jadikan aku pahlawan.
Tapi Byz Lats melenggang membawa uangnya.
Orangmu menarik pelatuk,
orangku akan melesakkan peluru ke belakang tengkorakmu.
- Tembak bajingan itu. - Jangan!
Ronnie...
Letakkan senjatamu.
Dia terlebih dahulu.
Ronnie.
Ayolah.
Ayo.
Urus masalah kalian sendiri, Bodoh.
Malam yang berat?
Hei.
Kadang ibumu tak akan marah jika kau membuat kekacauan.
Diam.
Baiklah.
Begini rencananya.
Kita akan menjebak Garza dalam penggerebekan narkoba.
Gunakan sebagai jaminan agar Byz Lats melepas senjatanya.
- Siapa Garza? - Calon mantan-pemimpin mereka.
Hubungi para kontakmu. Kuhubungi para kontakku.
Kita cari siapa yang menjual senjata kepada kru geng ini.
Aku sudah tahu mereka menguasai Humboldt.
Aku ingin menjerat Garza dengan kasus berat.
Dengan vonis penjara yang lebih berat.
Kau kejar kokainanya, kucari tahu penyuplai heroinanya.
Baiklah.
Lalu bagaimana dengan uang kita?
Prioritas kita senjatanya aman
dan Garza dipenjara, kita yang membuatnya di sana.
Prioritas kita? Aku tak diajak rembuk. Kau?
Hei, Bung, itu salahku disergap dari belakang.
Seharusnya kau waspada.
Shane benar.
Kesalahan semalam tanggung jawabku.
Jarak kita berjauhan, kalah orang. Tak akan terulang lagi.
Sementara ini, kalian kehilangan seratus ribu dolar.
Ya, aku pun salah. Jadi, berhenti mengeluh dan aku ganti bagianmu?
- Sepakat. - Itu risiko pekerjaan, bukan?
Kita sama-sama rugi.
Shane butuh uang.
Kau cerita kepadanya,
dia baru membeli mobil mewah? Melanggar perintahku?
Dalam pekerjaan ini, kau bosnya.
Tapi jika soal uang rampasan, kita adalah partner.
Aku bebas menjalani hidupku.
Silakan saja. Hitung uangmu dan cucilah Lexus-mu.
Kami bisa menangkap sendiri Garza dan merebut senjatanya.
Berita pagi, Byz Lats mengusir neo-Nazi yang mau membeli senjata.
Satu berkepala botak, yang lain, orang Selatan kumuh.
Sudahlah.
Tiga anggota Byz Lats terluka dan satu mati karena kalian.
Dengar, aku tak bisa mengontrol semua orang.
Mereka melihat para Byz Lats membawa senapan MP5. Sinting.
Peluru tajammu tampaknya tak sia-sia.
Itu baku tembak. Anak buahku terdesak, terpaksa.
Mereka sesumbar akan menghabisi kekasih dan anak Byz Lats selanjutnya.
Kau harus menghentikan mereka.
Aku bisa mengarahkan, tapi tak bisa berputar balik.
Aku akan merebut senapan MP5 itu dan memenjarakan Garza selamanya.
Ya, waktu terus berjalan.
Kuberi tahu, aku bisa meninggalkanmu. Itu sungguhan.
Kuingatkan, jika ada korban sipil lagi, kau yang bertanggung jawab.
Kantor Wali Kota dan beri tahu mereka aku butuh rapat.
Pak Bankston, aku kesulitan meneleponmu.
Karena aku menghindarimu, Detektif.
Aku salah atau kehilangan penawaran posisi kapten?
No comments yet. Be the first to leave one.