Theeb (ذيب)

Theeb (ذيب)

Indonesian 字幕をダウンロード

リリース情報

Theeb 2014 720p BRRip x264 titler
解説: Irwan19

タグ

brrip
x264
720p
720
公開日: 2016-05-09
ダウンロード: 55
聴覚障害者向け: No

Indonesian字幕のプレビュー

最初の200行です。

Barang siapa berenang di Laut Merah tak akan tahu kedalamannya.

Bukan sembarang orang, Theeb putraku, yang bisa mencapai dasarnya.

Mengenai rasa persaudaraan, jangan pernah menolak tamu.

Jadilah tangan kanan kebenaran saat seseorang memutuskan sikapnya.

Jika serigala menawarkan pertemanan, jangan mengharapkan keberhasilan.

Ia tak akan mendampingimu saat menghadapi kematian.

THEEB "SERIGALA"

Theeb.

Hei, Theeb!

Kemari.

Beri minum untanya.

Akan kubawa unta yang satunya.

- Jangan bermain, kemari... - Biar aku saja.

Isi.

Begitu.

Perhatikan.

Lihat ini?

Lihat sasarannya di sini, mengerti?

Lalu sejajarkan arahnya.

Bagus, sekarang perhatikan aku.

Bagus.

Kemari.

Taruh di bahumu.

Pegang yang benar. Arahkan ke depan.

- Bagus. - Tembak.

- Apa? - Mana pelurunya?

Mana pelurunya?

Nanti kalau sudah bisa membidik dengan benar.

Setuju?

Jangan!

Ambil.

Hati-hati, tajam.

- Tunggu, tunggu! - Bangun, nanti jatuh.

Lepaskan, kalau tidak...

- Kalau tidak kenapa? - Lepaskan.

- Mau kujatuhkan? - Hussein, jangan!

- Jangan bercanda lagi, mengerti? - Mengerti.

- Ayo makan, aku kelaparan. - Ayo pulang.

- Enam! - Tabb.

- Dia dapat. - Tidak, punyanya pendek.

- Tidak. - Ini Tabb.

- Jangan sentuh! - Ini Tabb.

- Ini Tabb, jangan berdebat. - Gilirannya Abu Eid.

- Emas Ottoman! - Ini dua.

- Giliranmu, Sheikh. - Berapa?

- Enam lagi. - Enam!

- Dua. - Tak ada gunanya.

- Tak ada peluang. - Hitung.

Kau curang.

- Kita kalah. - Belum.

- Berapa? - Enam, Sheikh.

Pasti, enam.

- Enam! - Dapat.

Dia keluar.

Tenang!

Ada seseorang di sana.

Siapa, Hussein?

Kita kedatangan tamu.

Persilakan masuk.

Assalamu'alaikum.

Wa'alaikumsalam.

- Apa kabar? - Selamat datang.

- Assalamu'alaikum. - Selamat datang.

- Apa kabar? - Baik, dan kabar Anda?

- Selamat datang. - Silakan masuk.

Silakan duduk.

Bismillah.

- Apa kabar? - Kami baik, dan Anda?

- Selamat malam. - Selamat malam.

- Kopi, Hussein. - Sebentar.

Selamat malam semuanya.

- Semoga panjang umur. - Panjang umur.

- Perjalanan jauh? - Ya, perjalanannya jauh.

Allah memberimu kekuatan.

- Bagaimana dengan tamu kita? - Baik. Dan Anda?

Apa kabar? Sehat?

Ayo, Theeb.

- Siapa orang asing itu? - Tak tahu.

- Mau apa dia? - Jangan berisik.

Pilih seekor.

Yang itu.

Bagus.

Yang ini bagus.

Bismillah.

- Mau menyembelihnya? - Ya.

- Baik, tapi jangan bilang kakak. - Jangan khawatir.

Ambil ini. Berdoa dulu.

Jangan takut. Potong di sini.

- Aku saja yang menyembelih? - Tidak.

Tidak, aku saja.

Bantu aku memegangnya.

Bismillah.

- Makan, makan. - Ini enak.

Kau tak makan.

Airnya di sana.

Theeb, ambilkan air.

- Dari mana asalnya? - Dia orang Inggris.

Hentikan.

Kuserahkan kau pada ibu.

- Di mana Bani Sheikh Abu Hmoud? - Ini tempatnya.

- Bagaimana kabar Sheikh? - Beliau sudah wafat.

Innalillahi.

- Beliau orang baik. - Terima kasih.

- Beliau punya anak? - Ya.

Aku anak sulung dan ini Hussein dan Theeb.

- Sebuah kehormatan bagiku. - Kamilah yang merasa terhormat.

Dia bilang apa?

Entahlah.

Jangan berisik.

Ambilkan bara apinya.

Dia punya.

Terima kasih.

Kau seorang pangeran?

Sudah membunuh berapa orang?

- Aku punya permintaan, Sheikh? - Tentu.

Sharif berkata Anda bisa memandu kami menuju Sumur Romawi.

Di jalur ziarah naik haji?

Jalur itu sudah ditinggalkan sejak ada rel kereta.

Orangku ada di sana.

Dengan segala hormat,..

..ada lebih banyak penyamun daripada peziarah di jalur itu.

Reputasi ayah Anda yang membawa kami kemari.

Kalian sudah tiba di sini.

Adikku Hussein akan memandu kalian.

- Sampai jumpa lagi. - Insya Allah.

- Dengan restu Anda, Sheikh. - Selamat jalan.

Hussein!

Hussein.

Hussein!

Theeb?

Kita butuh kakaknya sebagai pemandu.

Bagaimana dengan anak itu?

Kita tak bisa meninggalkannya.

- Dia bilang apa? - Sebentar.

Siapa yang akan mengantar anak itu pulang?

Kita butuh kakaknya sebagai pemandu.

- Dia bilang apa? - Kau harus ikut dengan kami.

Kuantar dia pulang dulu, lalu kembali ke sini.

Dia ingin berangkat sekarang juga.

- Bujuk dia. - Dia tak mau mendengarkan.

Bagaimana?

Ayo jalan.

Siapa wanita itu?

Istrinya.

Hussein ingin menikah.

- Jangan lancang. - Selamat.

Harus menunggu lama.

Kenapa kau selalu meliriknya?

Diam, tak tahu sopan santun.

Wanita.

- Apa itu? - Tunggu sampai kau dewasa.

Minta temanmu menyanyi.

- Menyanyi. - Menyanyi.

Menyanyilah untuk kami.

- Menyanyi! - Menyanyi, menyanyi.

- Bagaimana menurutmu? - Enam pengendara kuda.

Mungkin rombongan haji.

Kalau begitu ayo jalan.

Ada masalah, Marji?

Tidak.

Mau apa mereka dengan sumur itu?

Entahlah. Kita antarkan lalu pulang.

- Apa isi kotak itu? - Kotak?

Dia marah jika aku menyentuhnya.

Orang Inggris menyimpan emas di dalamnya.

Aku akan memberi mereka roti.

Jangan memukulnya!

- Jangan memukulnya! - Tenanglah.

- Ke sana. - Jangan memukulnya!

Jangan pernah memukul adikku! Tak peduli apa alasannya.

Dia melarang siapa pun menyentuh kotak itu.

- Adikku tak tahu. - Kalau begitu beri tahu dia.

Jangan sentuh kotaknya lagi.

Mengerti?

Itu sumur yang kau cari.

Mereka akan datang.

Marji, darah.

- Para penyamun membantai mereka. - Ayo pergi.

Kita diawasi.

Mungkin mereka orangmu?

Ayo lekas pergi dari sini.

Ke sana, ke sana.

Mereka membunuh orang-orang kita.

Yang di dalam sumur itu orang kita.

Ada apa?

Kita butuh bala bantuan.

Dia gila.

Tak bisa.

Aku tak bisa meninggalkan mereka.

Kenapa kau ini?

Kita yang membawa mereka ke sini.

Kita tak bisa meninggalkan mereka.

Aku tak bisa meninggalkan mereka!

Meski nyawa taruhannya aku tak akan meninggalkan mereka!

- Apa yang mereka ributkan? - Bukan urusan kita.

Persaudaraan lebih penting dibandingkan rel keretamu.

Kau pergi?

Kau cukup sampai di sini saja.

Kau menjunjung nama baik ayahmu.

- Assalamu'alaikum. - Selamat tinggal, Marji.

More Indonesian subtitles for Theeb (ذيب)

コメント

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left