最初の200行です。
-=Semua karakter, sekolah, tempat dan organisasi di drama ini fiktif.=-
Ada apa?
Aku mau ke toilet.
Sudah lama aku terfikir memperlihatkanmu ini...
karena aku mengkhawatirkanmu.
Jun Woo mengirimiku ini.
=Pesan dari Hwi Young=-
Orang yang paling penting bagimu, Yoo Soo Bin, kan?
Akan kurebut dia darimu.
Soo Bin.
Ada apa?
Mama menyuruhku pulang.
Mamamu? Ayo.
Kau...
terusin nonton saja. Aku bisa pulang sendiri.
Tidak ada gunanya nonton sendiri tanpamu.
Ayo.
Maaf.
Ayo cepat.
D
Da
Dam
Damn
Damn!
Damn! S
Damn! Su
Damn! Sup
Damn! Super
Damn! Super
Damn! Super S
Damn! Super Su
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub
Damn! Super Sub I
Damn! Super Sub In
Damn! Super Sub Ind
Damn! Super Sub Indo
Damn! Super Sub Indon
Damn! Super Sub Indone
Damn! Super Sub Indones
Damn! Super Sub Indonesi
Damn! Super Sub Indonesia
Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Saem ~
Duluan saja. Aku bisa pulang sendiri.
Aku tak mempercayainya.
Entah pesan yang kau kirim pada Hwi Young benar atau tidak.
Kalau benar...
aku takut akan terus menyukaimu.
Kau demam? Badanmu panas.
Biar kulihat.
Kau demam.
Di rumah ada obat?
Aku tak apa-apa.
Soo Bin, sebentar. Tunggu di sini sebentar.
=Apotek=-
Temanku demam.
Sedang apa kau, Yoo Soo Bin?
Kenapa menunggunya?
Pergi saja.
Pergi.
-=Episode 9=- Maafkan Aku...
Apoktekernya bilang mungkin karena sakit perut.
Jadi kubeliin obat sembelit juga.
Apa mamamu tahu...
kalau kau bersamaku?
Gak. Beliau menyuruhku pulang.
Pulanglah. Aku pergi.
Cepat sembuh ya.
Oh, Hwi Young.
- Halo. - Hai.
Gimana ya, Soo Bin keluar dengan teman-temannya.
Mama.
Oh, kalian mau makan siang bersama?
Siswa itu yang menggendong Soo Bin.
Yang dipaksa pindah?
Aku mengkhatirkanmu.
Pesannya benar?
Jun Woo...
pasti menyimpan dendam padaku.
Dia mengira aku bertanggung jawab...
atas semua yang telah terjadi sejauh ini.
Tapi itu hanya kesalahpahaman.
- Kau yakin? - Apa?
Ma Hwi Young, apa yang kaulakukan?
Hwi Young, aku minta tolong.
Aku ingin ini hanya kita berdua saja yang tahu.
Apa...
Ki Tae dan yang lain sudah tahu?
Tolong jangan bilang Choi Jun Woo
kalau aku sudah tahu.
Karena dia akan malu?
Bukan.
Karena itu akan melukai harga diriku.
Aku masuk dulu.
Hadiahnya belum sempat kuberikan.
Aku tak mau menyerahkan dia padanya.
Tak bisa kubiarkan hal itu terjadi.
Sedang apa?
Sendirian.
Yakin kau mau lakuin ini?
Kenapa tendanganmu keras sekali?
Santai dong!
Ada kejadian buruk?
Pergi.
Saat benci diri sendiri apa yang kaulakukan?
Saat marah pada diri sendiri.
Kenapa kau marah pada diri sendiri?
Karena aku bodoh sekali.
Lupakan. Sudahlah.
Soo Bin, kau gak apa-apa?
Kau kenapa juga?
Oh Je.
Gak panas?
Kau kenapa di sini?
Terus kau pulang gitu saja?
Gimana lagi? Mamanya menyuruhnya pulang.
- Kau yakin? - Apa?
Aigoo. Choi Jun Woo, dasar.
Apa gunanya kau rapi begini...
sampai ponimu kau sibakkan?
Nontonnya sampai selesai?
Separuh jalan kami pergi.
- Apa? - Sudah ah.
Jujur saja, aku gak pernah menyukai seseorang sebesar ini.
Cinta pertamamu?
Jadi ini cinta pertamamu.
Harusnya ini direkam.
Benar.
Ini cinta pertamaku.
Cinta pertama.
Menyenangkan 'kan, Jun Woo?
Rasanya seperti melayang-layang... di awan?
Entahlah.
Untuk saat ini bagian senangnya baru sebesar ini.
Yang lainnya terasa... apa ya...
berat dan canggung.
Berantakan...
dan membingungkan.
Kau tak bisa berhenti memikirkan kalau kau tak cukup baik.
Meski hanya bernafas, aku merasa telah mengganggunya.
Aku ingin melakukannya dengan baik,
tapi aku terus melakukan kesalahan.
Tapi tetap saja, bagus...
kau bisa menyukai seseorang.
Semangat, Bro.
Masalahnya apa? Kalian saling suka.
Saling suka?
Iya, sekarang aku di lobi.
Gedung B, Ruang 1901. Aku akan naik.
Mamanya Soo Bin.
Kau tinggal di sini?
Iya. Apartemenku di Yangjae-dong belum terjual.
Kau harus pindah. Soo Bin akan les di gedung ini.
Sungguh? Kapan mulai les?
Dia juga kemari?
Untungnya dia gak ikut.
Tunggu, Soo Bin Eomma.
Song Hee, kau tak apa-apa?
Kau tak apa-apa?
Lepaskan aku. Lepaskan.
Kau tak apa-apa?
Pergi!
Sebentar ya.
Hei, kau tak apa-apa?
Katakan kau baik-baik saja.
Lepaskan!
Kau tak apa-apa?
- Aduh. - Kau terluka?
Memalukan sekali. Sial.
Gimana ini? Ya ampun.
Dia sakit sekali?
Mama.
Mama terluka? Kok bisa?
Mama menemui guru lesmu, dan terjatuh.
Terjatuh gimana?
Kenapa mama harus cari tutor baru?
Bukan tutornya yang mendorong mama.
Tidurlah. Mama ingin tidur.
Iya.
Kau tak menjawab.
Aku khawatir.
Kenapa sakit sekali?
Kurasa bukan kena flu.
Aku melakukan kesalahan?
Aku ke bioskop.
Aku pacaran dengannya
Popcorn-nya apa terlalu besar?
Apa mungkin colanya?
Aku juga gak langsung menemukan kursi kami.
Saat pergi...
Kau terlalu lelet, Jun Woo.
Mama sudah tidur?
Mama belum makan malam, jadi kuangetin susu.
Taruh saja di situ.
Mama.
Terjadi sesuatu, 'kan?
Apa maksudmu?
Tangan mama sakit sekali.
Ma.
Kamu demam?
No comments yet. Be the first to leave one.