The Virtuoso

The Virtuoso

Indonesian 字幕をダウンロード

リリース情報

The Virtuoso 2021 720p 1080p All-BluRay BDrip
解説: xtalplanet
IDFL™ SubsCrew

タグ

bdrip
bdr
BluRay
720p
720
1080
BDR
公開日: 2021-04-23
ダウンロード: 93
聴覚障害者向け: No

Indonesian字幕のプレビュー

最初の200行です。

Kau lebih suka bekerja di perusahaan atau pemerintahan.

Biasanya dengan berkas lengkap.

Dengan begitu kau punya waktu untuk membuat rencana.

Rencana diperlukan agar tak mencolok.

Tak mencolok lebih aman.

Tak mencolok hampir tak ada riak.

Tak mencolok itu tidak spektakuler.

Waktu bisa jadi masalah.

Kau mungkin harus percepat semuanya.

Latihan mungkin bisa memperlambat nafasmu,

memungkinkan jantungmu tenang.

Satu kilogram tekanan dan...,

Tapi organisasi kriminal menyukai pesan yang jelas.

Memberitahu bahwa kau ada di sana. Mengirim pesan yang ditulis dengan darah.

Di dalam pekerjaan ini, kau jarang mendapat nama,

terkadang bahkan tidak.

Karena bisa menambah risiko, dan menambah biaya.

Tapi kau tahu resikonya tetap ada.

Risiko kejahatan terorganisir:

ia menciptakan musuh.

Pengalaman mengajari jika pelacur takkan minta bantuan

sampai ia menguras semua uangnya

hingga sampai ke celah celana dalamnya.

Penting bagimu tidak tergesa-gesa.

Kau andalkan rencanamu, akurasimu.

Dua menit lagi dia menelepon meja depan.

Lima belas hingga 30 detik untuk memanggil manajer,

orang tolol yang sangat lambat.

Dia akan hubungi bosnya atau kepala keamanan.

Keduanya sedang tidur di rumah.

Dering telepon berselang tiap enam detik.

Biasanya butuh 4 kali dering sebelum mereka mengangkatnya.

Itu memakan waktu 18 detik.

Satu menit sebelum polisi berangkat.

Di kota ini, polisi akan tiba kurang dari tiga menit.

Kau seorang profesional...,

seseorang yang menjunjung waktu dan ketepatan.

Seorang virtuoso.

Penerjemah: xtalplanet Instagram : @BENGKELSUB

Kau simpan peralatan dalam kondisi bersih.

Kesempurnaan menuntut ketelitian.

Presisi menuntut ketekunan.

Kau hidup di luar jaringan selama mungkin.

Kau tak mau tinggalkan jejak.

Kau adalah bayangan.

Kau tetap merahasiakan identitas asli.

Kau hindari layanan pos pemerintah

memilih memakai kotak surat perusahaan independen.

Tanpa nama.

Tanpa jejak.

Kau pastikan prosesnya

cukup rumit untuk menjaga identitas.

Mungkin kau melewatkan beberapa tugas.

Kau anggap sebagai kerugian dalam bisnis.

Namun kompensasinya harus setimpal.

Kau mengenali kodenya.

Bicaralah.

Ini diluar protokol yang baku.

Hanya sekali saja.

Setelah ini kita kembali ke prosedur.

Waktunya sangat singkat.

Seberapa singkat? / 48 jam.

Tak cukup waktu untuk membuat rencana.

Itu kecelakaan.

Apa itu setimpal?

Bayarannya ganda.

Biar kuperjelas.

Bayaran ini...,

sangat menggiurkan.

Hasil tertentu yang diminta oleh klien.

Mengerti. / Bagus.

Aku tahu kau sanggup. Kita sudah lama kenal.

Jangan tempatkan aku pada posisi yang buruk.

Hubungi aku jika sudah selesai.

Detailnya?

Kau akan dapatkan informasinya hari ini...,

pukul 6:32.

Enam, tiga, dua.

Kau harus buat seperti kecelakaan.

Kau tak mempermasalahkan kerumitan tambahan.

Tapi untuk melakukannya dengan benar, butuh tambahan waktu untuk rencana.

Dan jangan sampai masuk berita.

Senyap.

Sebuah rencana tercipta di kepalamu.

Kau harus menembak target 2 inchi di dalam mobil

yang bergerak dengan kecepatan 100 km/jam dari jarak 45 meter.

Dan kesempatanmu hanya satu.

Ban yang pecah harus bisa membuat mobil berbelok kanan.

Dia akan belok kiri dan harusnya akan menabrak gedung didekatnya.

Itu tergesa-gesa, kau tahu itu.

Kau berharap punya banyak waktu.

Tapi itulah rencananya, dan harus dilakukan.

Kau tahu aturannya.

Jangan tergesa-gesa.

Jangan ragu-ragu.

Hai, ibu.

Bu! Ini, tangkap.

Baik, tendanglah.

Bagus, Bu.

Jangan sampai teralihkan.

Akan kuambil. Jangan takut.

Jangan ragu.

Awas!

Bu!

Bu! Bu!

Panggil polisi! / Ya, Tuhan!

Seseorang hubungi 911!

Santai.

Hanya aku.

Ayahmu prajurit yang baik.

Itu katamu. / Itu kenyataan.

Dan kau juga.

Medalinya mengatakan itu.

Ini bisnis keluarga.

Aku terpaksa mencarimu di sini karena kau tak menjawab telepon.

Aku butuh waktu. / Aku mengerti.

Sampai sekarang, kau sempurna, tepat.

Aku mendesakmu. Tak ada jalan lain.

Jadi ini salahku, bukan kau.

Ya.

Korban tak bersalah. Sering terjadi.

Kau tahu itu.

Ini bukan Amarijah.

Aku tahu apa yang terjadi di sana.

Jangan biarkan hal ini mempengaruhimu, nak.

Tidak.

Itu bukan salahmu.

Ayahmu pernah cerita tentang Pinkville?

Dia tak pernah cerita.

Tidak mengherankan.

Kami bertemu di Pinkville. Aku dan orang tuamu.

Kami masih remaja, baru keluar dari kamp pelatihan.

Suatu malam, komandan memberi tahu kami,

"Besok kalian akan bertemu musuh, satu batalion orang bar-bar

Viet Cong, yang membunuh...,

teman, kerabatmu, keluargamu,

dan memperkosa saudarimu jika bisa".

Jadi kami mengisap ganja, dan para komandan minum-minum,

karena mereka, kau tahu...,

mempersiapkan kami, begitu katanya.

Jadi kami bersiap, dan...,

kami bangun pada jam 3 pagi, naik helikopter dan...,

kami lepas landas...,

untuk membunuh atau dibunuh.

Itu sangat sederhana sebenarnya.

Saat kami tiba di sana,

hasil intelejen ternyata keliru, biasanya memang begitu.

Tak ada tembakan sama sekali, sungguh.

Hanya ada orang tua,

wanita dan anak-anak,

duduk di sekitar api unggun, memanaskan nasi, siap untuk sarapan.

Jadi mereka akhirnya dikumpulkan...,

orang tua dan wanita dan anak-anak, bahkan babi

dan anjing mereka, kucing mereka dan lalu...,

memasukkan mereka dalam selokan.

Mereka memerintahkan kami, aku dan orang tuamu...,

untuk menembaki mereka.

Jadi kami melakukannya. Magasin demi magasin.

Seperti robot otomatis, yang tugasnya hanya menembak...,

Jadi kami tak bisa melihat target,

darah dan pembantaian.

Sampai kami berhenti menembak.

Kemudian, sama buruknya,

setelah itu kami makan siang tepat didekat parit itu.

Mungkin jaraknya sekitar 4-5 meter dari mayat,

dari parit dan dari suara rintihan.

Tiba-tiba kami mendengar suara. Seperti lengkingan atau semacamnya.

Mungkin salah satu babi mereka.

Jadi kami memeriksa ke dalam parit dan melihat untuk pertama kalinya.

Dan itu...,

Itu bukan babi. Bukan, pak.

Itu anak laki-laki,

dua, mungkin tiga, sulit untuk dikatakan.

Ibunya pasti melindungi mereka dengan tubuhnya.

Dan mereka terlalu kecil untuk mau bersikap pura-pura mati, anak malang.

Jadi seluruh pasukan melihat mereka,

merangkak dengan tangan dan kaki kecilnya di atas mayat,

mungkin seluruh keluarganya.

Kami tak ada yang bergerak.

Kami hanya menonton.

Mungkin turut merasakan anak itu.

Sampai akhirnya dia keluar parit, mulai berlari menuju hutan.

Hutan.

Dan tetap saja kami tidak bergerak.

Kemudian orang kecil ini, komandan, seorang letnan,

berlari ke arah kami sambil memakan ransumnya.

Dia melihat kami memandang ke arah hutan,

dan ia melihat anak kecil itu, mungkin sejauh 28 meter, masih berlari.

Komandan menatap orang tuamu, sembari berkata "tembak dia".

Sambil menunjuk anak itu. "Tembak dia".

"Tembak dia".

Jadi aku dan orang tuamu saling menatap...,

Aku bisa lihat jelas di matanya, seperti 'aku tak bisa', 'aku menyerah'.

Jadi aku menatap ke arah letnan ini,

seorang bajingan brengsek yang tidak berperikemanusiaan...,

dia balik menatapku sambil tersenyum.

Dia menunjuk anak itu lagi, "Tembak dia, sialan".

"Tembak dia".

Ya.

Oh, ya.

More Indonesian subtitles for The Virtuoso

コメント

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left