Whindersson Nunes: Adult

Whindersson Nunes: Adult (Whindersson Nunes: Adulto)

Indonesian 字幕をダウンロード

リリース情報

Whindersson Nunes Adult 2019 NF WEB-DL
解説: Putra14
Netflix Retail.

タグ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
公開日: 2019-10-12
ダウンロード: 10
聴覚障害者向け: No

Indonesian字幕のプレビュー

最初の200行です。

KOMEDI SPESIAL NETFLIX

Ini Fortaleza!

Selamat malam, Fortaleza!

Ya!

Terima kasih banyak! Berikan sambutan hangat

untuk pemain keyboard-ku, maestro Caio César.

Tepuk tangan meriah untuk Caio César!

Jagoanku!

Dia yang menyusun lagu tema,

agar acaranya menjadi keren dan bagus.

Tahun ini, aku menikah...

dengan wanita! Hebat, 'kan? Itu bagus sekali.

Itu bagus sekali.

Karena kita harus berevolusi.

Orang harus berkembang, 'kan?

Dan sekarang, syukurlah,

aku mendapatkan standar hidup yang tak kusangka bisa kuperoleh.

Begini, tak kusangka tetapi aku bersyukur

atas semua yang terjadi di dalam hidupku.

Aku tak lupa atas semua yang kualami saat aku masih sangat miskin.

Kusimpan di lubuk hati yang paling dalam

agar bisa membuatku tetap...

rendah hati, bersahaja dan apa adanya,

di mana itu yang kalian sukai dariku.

Sebenarnya, itu alasan kalian datang kemari, bukan?

Dan syukurlah...

Aku jadi terharu, aku ingat dulu naik...

Apa yang biasa dinaiki orang?

Bus. Betul, aku dulu sering menaikinya.

Namun itu sudah lama sekali.

Kita harus berkembang.

Belajar berbagi.

Semua orang harus berbagi. Tak ada yang bisa...

Akan kujelaskan dengan perumpamaan, agar kalian paham.

Tolong matikan lampu saat kita berbicara kepada Tuhan.

Bisakah?

Ya, begitu.

Bagus.

Berikan sedikit asap jika ada.

Tekan tombol dan muncullah asap.

Hembuskan.

Jangan ditahan. Hembuskan saja.

Yang banyak. Hembuskan lagi.

Jadikan ini konser reggae.

Ya, sangat...

Ya, begitu!

Sebelah sini.

Semuanya mengarah ke sana. Astaga!

Ya, begitu. Mainkan lagu sedih untukku.

Akan kujelaskan.

Haleluya.

Dahulu kala, ada tiga ekor tikus...

kelaparan...

kesepian...

tidak tahu harus ke mana.

Kemudian tikus pertama...

menemukan remahan keju.

Para tikus itu senang.

Mereka berkata, "Hore...

Hore, kita dapat keju!"

Tikus yang di belakang

menatap tikus yang menemukan remahan keju dan berkata,

"Jerry...

maukah kau berbagi dengan kami, Jerry?"

Lalu Jerry berkata, "Kawan, aku lapar."

Lalu dia memakannya.

Dia tidak berbagi.

Para tikus terus berjalan...

kelaparan...

kesepian...

tanpa tujuan.

Lalu tikus kedua...

menemukan remahan keju lain.

Para tikus senang dan bersorak, "Hore...

Hore...

kita mendapat keju!"

Tikus yang ada di belakang menatap tikus kedua

yang menemukan remahan keju kedua lalu bertanya,

"Mickey...

maukah berbagi dengan kami, Mickey?

Lalu Mickey menjawab, "Aku lapar!"

Dia tak berbagi justru memakannya!

Para tikus terus berjalan...

kelaparan...

kesepian.

Mereka melihat Ratatouille mengisap kokaina di tengah jalan.

Saat itulah tikus ketiga...

menemukan sepotong keju utuh, Saudara.

Lihat orang di sampingmu dan katakan, "Sepotong keju utuh."

Colek dia, Kawan. Colek dan katakan,

"Sepotong keju utuh."

Para tikus senang.

Mereka berkata, "Hore!

Kita mendapat keju untuk setahun!"

Lalu kedua tikus...

yang menemukan keju dan tidak berbagi...

manatap tikus ketiga dan berkata,

"Stuart Little...

maukah kau berbagi dengan kami, Stuart Little?"

Saat itu Stuart Little berurai air mata...

sangat terharu...

karena semua menemukan tetapi tak berbagi dengannya

dia muak dengan semuanya.

Itulah saat yang tepat mengajarkan kebenaran.

Dia menatap dan berkata, "Persetan, kalian saja tak berbagi!"

Itulah pelajaran yang bisa kuajarkan hari ini.

Hei...

berbagilah...

karena aku miskin...

tetapi bukan miskin biasa,

aku orang miskin yang akan menyuarakan "garpu"...

"setara"...

"gereja"...

dan yang paling buruk, "pusar".

Semuanya, "Bukankah itu pusar? Lalu apa?"

Saat aku melihat foto tua, aku berkata,

"Bagaimana kau bisa begitu?"Karena aku...

Sejak lahir, kepalaku sama besarnya dengan yang sekarang.

Di sekolah, aku dipanggil "kepala besar", jika kalian tahu maksudku.

Mengerikan!

Dan ayahku menyukainya.

Dia mendatangi rumah sakit dan berkata, "Anakku telah lahir!"

"Di mana anakku? Di mana dia?'

Ayahku masuk ke ruangan

dengan pintu bertuliskan, "Anak Rupawan."

Dia tak pernah menyatukan wajahnya dan ibuku

dan menyadari itu takkan berjalan baik.

Ayahku jelek.

Dia adalah sperma terburuk kakekku. Itu buruk.

Aku selalu takut.

Saat bertemu keluargaku, kata mereka, "Kau mirip ayahmu."

dan jawabku, "Tidak!"

Aku tak punya keahlian apa pun.

Aku seorang bocah, dari pedesaan Piauí

hanya bisa bermain sepak bola.

Hanya itu keahlianku.

Tak seperti anak Sao Paulo. Karena kini aku tinggal di Sao Paulo.

Aku melihat mereka bermain dan tak bisa seperti anak-anak di sini.

Tidak sama sekali!

Mereka bodoh...

berlarian.

Ibunya dari lantai 15,

"Saatnya minum jus strawberry dengan stroberi!"

Anak-anak itu berlarian...

Tahukah kalian anak-anak kaya berlari

seolah didorong dari belakang? Seperti...

Semua bungkuk.

Tidak mungkin!

Mereka bahkan ingin menggandeng tangan kita.

"Paman Whinds..."

Aku tak mau menggandeng anak 12 tahun. Mereka bau seperti penis. Tidak.

Bahkan terkadang itu bukan penis mereka.

Itu sebabnya aku...

Mereka selalu begini...

Apa itu?

Cuci tanganmu, dasar jorok.

Aku menggandeng pria tua.

Mereka tak menyentuh penis, tetapi celana sebagai gantinya.

Pria tua memang yang terbaik.

Aku tak sabar menjadi tua

dan mengusir semua orang seperti pria tua pada umumnya.

Itu luar biasa.

Jika dipikir-pikir, pria tua itu keren.

Pria tua bisa tertidur, secara mendadak.

Namun mereka menyangkalnya.

Bagaimana dengan pria tua yang tidur

dan hanya menggerakkan kaki agar dianggap terjaga? Begini...

"Astaga, tidurlah di kasurmu!"

Mereka tak bisa stres.

Itulah kenapa aku suka pria tua.

Remaja merisaukan banyak hal.

Saat menyikat gigi untuk pergi ke sekolah,

pasta gigi kena baju, mereka marah...

"Aku benci keluargaku!"

Kemudian mereka ribut.

"Sialan kau, Nak!"

Mereka marah.

Pria tua tidak begitu.

Saat pria tua akan pergi, lalu mengancingkan baju seperti ini...

Dia sadar kancing terakhirnya salah tempat lalu berkata, "Sial!

Selipkan saja di sini."

Dia memakai topi koboi lalu pergi.

Bersin itu sangat mengganggu.

Astaga.

Bersinnya pria tua itu yang paling keras.

Remaja takut jika orang lain tahu mereka bersin.

Mereka begini...

"Sorry. Astaga.

Astaga!"

Pria tua mungkin sedang berdoa novena,

dalam keheningan lalu mereka...

"Kurasa aku terkena flu."

Lalu mereka pergi dengan santai.

Jika kau mendengarkan, tak apa. Jika tidak, pergi ke neraka!

Begitulah mereka, Kawan.

Begitulah pria tua.

Untuk para remaja...

Aku dari pedesaan Piauí... Kau sudah gila?

Bermain sepak bola itu berbeda.

Begitu juga di sini di Ceara.

Whindersson Nunes: Adult subtitles in other languages

コメント

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left