リリース情報

사이코지만괜찮아ㆍIt's Okay To Not Be Okay E12-WEBRip-NF
解説: SubsOnDemand
Ep. 12 - COLORED. Runtime 1:12:34 [ NEXT Ver. ]

タグ

webrip
web
BRip
公開日: 2020-07-26
ダウンロード: 43
聴覚障害者向け: No

Indonesian字幕のプレビュー

最初の200行です。

BAB 12 ROMEO DAN JULIET

Mau roti panggang? Sudah kubuatkan.

- Mau taburan apa? - Tidak, terima kasih.

Saat kau tertidur lelap,

dia membuat gosong roti panggang,

dan aku mencuci baju sampai encok.

Bangunkan aku saja.

Aku bahkan menamparmu agar terbangun,

tapi kau terus terlelap seperti Putri Tidur.

Putri Tidur.

Putri Tidur harus dicium agar bisa terbangun.

Itu juga sudah.

Kita harus

memberi nama tokoh ceritanya.

- Dia anak lelaki tanpa jati diri. - Ya.

Dia tong kosong tanpa emosi.

Ya.

- Dia... - Itu bukan nama.

Nama itu seperti Gang-tae atau Sang-tae. Sebutanmu bukan nama.

Aku libur hari ini.

Tanpa nama sedang tren.

Tren? Apa itu tren?

Kau tak perlu tahu.

Kalian mau jalan-jalan nanti?

- Berhenti bertanya. - Aku bertanya karena penasaran.

Jangan penasaran.

Kau harus sopan dengan kakakmu.

- Aku bosmu. - Jangan seenaknya.

- Habiskan semua ini. - Tak mau. Rasanya tak enak.

- Beri tahu setelah rapat selesai. - Aku kesal!

- Kenapa kesal? Apa salahku? - Aku tunggu di kamar.

Kau mau bertengkar denganku?

Gang-tae bilang jangan bertengkar.

- Kita harus sabar dan hidup rukun. - Aku pergi?

Kita sedang rapat. Pikirkan nama untuk mereka.

- Kau sedang apa? - Bersiap-siap pergi ke restoran.

Aku libur hari ini.

Lalu?

Mau bermain?

Mau bepergian naik Alberto?

Kau mengajak peringkat ketiga karena peringkat pertama dan kedua

tak mau bermain denganmu?

Kau kesal lagi?

Gang-tae. Mau tahu sesuatu?

Apa?

Kau seperti rubah yang licik.

Saat membutuhkan sesuatu, kau pandai mengambil hati orang

menggunakan suaramu yang rendah dan mata berlinang-linang.

Setelah mendapatkan semuanya, kau berubah menjadi kasar.

Dasar egois.

Kau tak mau bermain denganku?

- Pilih aku atau Sang-tae? - Kau.

Aku atau Mun-yeong?

- Kau. - Datang ke restoranku.

Sial!

"Rubah yang licik"?

Bu.

Ini.

Ju-ri sangat mencemaskan lututmu

karena kau terus berdiri

dan memasak sepanjang hari.

Untukmu.

Kapan aku katakan itu?

Makanlah secara teratur demi kesehatanmu.

Astaga.

Tidak perlu. Berikan saja untuk orang tuamu.

Aku sudah menyimpan satu kotak untuk orang tuaku di bagasi.

Hari ini akan kuberikan.

Begitu?

Astaga. Terima kasih atas perhatiannya.

Bolehkah aku langsung mencobanya?

Ya, tentu saja.

Kau jauh lebih baik daripada putriku.

Mari kita coba.

Kau akan menemui orang tuamu?

Ya. Ada urusan keluarga.

Aku mau ke kamar dahulu.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Tidak ada masalah, hanya acara rutin tiap bulan.

Acara rutin tiap bulan?

Ayahku harus diopname karena tiga tulang rusuknya patah.

Kenapa bisa begitu? Dia baik-baik saja?

Lalu bagaimana?

Dia bohong.

Ayah Pak Lee pembohong.

Sama seperti ayahnya

Apel jatuh tak jauh dari pohonnya

Dasar berandal kecil. Dia mengganggu saja!

Kau sungguh berbohong?

Sebenarnya, tiap melihat sanak saudara yang menikah,

ayahku menjadi cemburu,

dan berbohong sebisa mungkin untuk membuatku pulang ke rumah.

Aku harus bertemu wanita yang dikenalkan

untuk memenuhi keinginan orang tua.

Kau akan kencan buta?

Ya. Sebulan sekali.

Makanya acara rutin tiap bulan.

- Hati-hati di jalan. - Ya.

Aku akan menghubungimu.

Menghubungiku?

Dia benar-benar tipeku.

- Perlu minta nomornya? - Jangan.

Dia keren saat menopang dagu.

- Astaga! Lihat dia. - Dia tampan sekali.

- Dia seperti model. - Tampan sekali.

Penulis Ko Mun-yeong yang terhormat.

Seperti semut-semut yang menyerbu permen manis,

banyak wanita mengincar Gang-tae yang terlihat kesepian.

Mohon segera datang ke restoranku.

Sial. Minggir!

Aku akan singkirkan semua semut sialan itu! Minggir!

Ini pilihan pizamu.

Cobalah piza labu yang manis sepertimu.

Enak.

Apa kau tahu?

Saat seseorang jatuh cinta,

otak mengeluarkan zat vitamin

hingga mereka tampak lebih menarik.

Dopamin, bukan vitamin.

Jangan sok karena kau bekerja di rumah sakit.

Kita berpendidikan rendah. Bagai pinang pecah dua.

Bagai pinang dibelah dua.

- Kau lebih baik berhati-hati. - Dari?

- Wanita. - Apa?

Wanita yang mengincarmu.

Kau harus lebih berhati-hati

dengan wanita psikopat yang mengincar para wanita yang mengincarmu.

Omong kosong.

Selamat datang.

Aku sudah menyiapkan banyak kotak piza untuk pesananmu hari ini.

Aku sudah kenyang.

Kenapa kau tahu aku di sini?

Bukankah ada rapat dengan Sang-tae?

Rapat bisa ditunda.

Kudengar banyak semut mengincarmu.

Sia-sia aku melipat kotak piza.

Cepat habiskan makananmu, dan pergi dari sarang semut ini.

Aku baru mulai makan. Tunggu aku.

Sial.

KEBUN SAYURAN OK

Halo. Hai.

Halo.

Halo, Pohon. Pagi yang indah, ya?

Astaga. Halo.

Meskipun terlihat berbeda, kalian sama-sama unggas.

Jangan berkelahi, ya?

Menggemaskan. Kalian baik sekali. Aku pergi.

Sampai jumpa, Pohon.

Dia datang.

Kupikir tak akan datang karena kesal denganku.

Ya.

Kau memanggilku?

Ada yang ingin kutanyakan.

Ya.

Kenapa kau sudah membereskan kasur Bu Ok-ran?

- Dia tak bisa kembali. - Tak bisa kembali?

Jarang ada pasien kabur yang kembali dengan sendirinya,

dan banyak antrean pasien baru.

Meski begitu, kasur Pak Dae-hwan jangan dibereskan,

dan jangan hubungi panti wreda.

Biarkan dia tinggal di sini dengan nyaman.

Ya. Aku sudah perintahkan perawat lain seperti itu.

Kau cekatan sekali.

Tapi, Pak.

Mengenai hari itu,

kenapa Pak Dae-hwan mengamuk saat melihat Bu Ok-ran?

Kemungkinan besar karena delusi.

Sepertinya dia keliru mengira Bu Ok-ran sebagai istrinya.

Penulis Do Hui-jae?

Kurasa dia benci dan takut

- kepada istrinya. - Kenapa?

Dia bilang istrinya membunuh orang.

Siapa yang dia bunuh?

Halo.

- Sang-tae! - Halo, Kepala Perawat.

- Halo. Silakan duduk di sini. - Ya.

Silakan mengobrol. Aku pamit.

- Senang berjumpa denganmu. - Ya.

- Tidak boleh! - Aku juga mau.

Aku benci hewan dan anak-anak.

- Kenapa? - Mereka suka bertingkah,

selalu merengek,

dan haus cinta.

Aku menyukainya.

Mereka membuatku cemas karena suka bertingkah,

terlihat menggemaskan saat merengek,

dan karena mereka haus cinta, hatiku menjadi luluh.

Seperti dirimu.

Aku tak mau hamil anakmu.

Jangan berharap.

Aku tak mau cemburu dengan anakku.

Mendekatlah.

Lebih dekat lagi.

Kau pikir semua orang bisa menjadi ibu?

Astaga.

Sialan.

- Tunggu. - Aku mau yang itu.

Min-jae duduk. Ayo duduklah.

- Ini. Enak? - Ya.

Bagus. Makan yang banyak.

コメント

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left