最初の200行です。
Sunder, jangan lupa sapa pengacara itu.
Kemari, Nathu - Baik, Tuan.
Halo, Sunder.
- Halo Radha. - Halo.
Kau terlambat sekali.
- Aku lapar! Ayo, Gopal - Ayo, Sunder.
Radha, kemari.
Radha, rumahku sudah siap.
- Aku lihat. - Bagaimana?
Ini bukan rumah. Hanya ada satu kamar.
Radha, kemari. Lihat ini.
Rumah ini s angat bagus. Ada banyak sekali ruangan.
Mobilnya pun terparkir di teras.
Jika dia punya motor, aku punya pesawat.
Aku akan membawamu keliling dunia.
Radha, jangan terpengaruh ucapannya.
Dia akan mati dan membunuhmu juga.
Lupakan dia. Tinggalah di rumahku. Mau?
Dia takkan tinggal. Radha di rumahku.
- Aku bertanya pada Radha. - Kubilang dia takkan tinggal.
- Siapa kau? - Mau kutunjukkan siapa aku?
Tidak, jangan bertengkar. Aku di sini.
Tidak, dia akan tinggal di rumahku.
Tidak, Radha akan tinggal di rumahku.
- Aku akan tinggal di rumah kalian. - Radha, menyingkir.
Sunder.
Sunder, lepaskan Gopal. Kubilang lepas!
Sunder.
Sunder memukul Gopal. Dia berdarah.
Lihat? Mereka bertengkar lagi.
- Mau kau ulangi lagi? - Ya.
Ada apa, Gopal?
Apa Sunder memukulmu?
Tidak, Ayah. Aku tersandung batu tadi.
Radha bilang Sunder memukulmu.
Dia berbohong.
Dia melakukannya! Dia memukul Gopal!
Diam. Kapan dia memukulku?
Ayah, dia berbohong.
Bagus, Nak. Aku suka sikapmu.
Kau terluka tapi membela temanmu.
Radha. Rumahku sudah besar untuk Gopal.
- Sekarang kau bisa tinggal - Tidak.
- Kenapa? - Karena aku tak suka rumahmu.
Jika kau orang lain, kuberi pelajaran.
Lepaskan.
Sunder - Lepaskan dia.
Beri pelajaran? Aku veteran perang.
Sudahlah, Kapten, dia masih anak-anak.
Nathu, kendalikan bocah nakal ini.
Jangan bersikap seperti anak kecil juga.
Pergilah bermain, anak-anak. Kau juga.
Bermainlah dengan Gopal. Teman sejenis.
Dia punya mobil, tapi aku punya pesawat.
Akan kubawa dia keliling dunia:
London, Roma, Paris.
Semua orang akan melihat. Kubawa dia.
Turunlah ke sini dan lihat nanti!
Semoga kau jatuh ke selokan.
Turunlah ke sini dan lihat nanti!
Sunder! Apa yang kau lakukan?
Kailku meleset saat kulempar ke air.
Kembalikan pakaianku.
Tak bisa. Sudah kusut, seperti takdir.
Sebut namaku lagi. Indah kudengar.
Hentikan! Kembalikan pakaianku.
Akan kukembalikan, jawab dulu tanyaku.
- Sudah kujawab seratus kali - Tapi selalu tidak.
Katakan ya. Atau pakaianmu tak kembali.
Omong kosong!
Bayangkan sejenak aku bukan Sunder...
...tapi Gopal yang bertanya padamu:
Seperti Sungai Gangga dan Sungai Jumna.
Katakan, Radha, akankah kita bersatu?
Seperti Sungai Gangga dan Sungai Jumna.
Katakan, Radha, akankah kita bersatu?
Katakan, Radha, akankah kita bersatu?
Tidak, tidak akan!
Bertahun-tahun telah berlalu...
...dalam usahaku meyakinkanmu.
Takkan ada yang sesabar diriku.
Akankah hatiku yang berat ini tenang?
Katakan, Radha, akankah kita bersatu?
Katakan, Radha, akankah kita bersatu?
Pergilah!
Aku menderita demi dirimu.
Seperti tanah gersang merindu hujan.
Radha, Radha.
Setiap nafasku menyebut namamu.
Kau melempariku, namun hatimu luluh?
Katakan, Radha, akankah kita bersatu?
Seperti Sungai Gangga dan Sungai Jumna.
Katakan, Radha, akankah kita bersatu?
Katakan, Radha, akankah kita bersatu?
Pergilah! Jangan menggangguku!
Baik! Kita akan bersatu!
Radha, dengar!
Gopal kembali dari London lusa.
Gopal kembali dari London lusa.
Bibi!
Dia ada di ruang doa.
Gopal.
- Berita buruk? - Berita luar biasa!
Dia lulus ujian universitas terbaik.
Benar. Aku membesarkan dan mendidiknya.
Kau tak percaya?
Baca artikelnya. Akan kuberitahu semua.
- Mari rayakan sebelum kau pergi - Aku akan merayakannya dengan Gopal.
Lihat ini.
Di mana Sunder? Tahu dia aku datang?
Tentu saja. Dia menyebar berita ke kota.
- Kenapa dia tidak datang? - Dia akan hadir di pesta nanti.
Pesta?
Untuk merayakan kepulanganmu.
Aku akan melewati bea cukai dulu.
Gopal.
Wah, pengacaraku? Apa kabar?
Kenapa kau tak ada di bandara?
Aku ke sana naik sepeda...
...tapi kau sudah pergi berkendara.
Aku berteriak "Gopal," kau tak dengar.
Kau hebat. Apa kalung bunga ini?
Kalung? Kubawa ini untukmu.
Karena kau pergi, aku memakainya.
Kau dan aku, kita sama saja.
Kau belajar hukum, aku jadi pengacara.
Akhirnya kutemukan kau.
Ini, temanku.
Selamat datang di rumah, Gopal.
- Kau pergi begitu lama - Ayo.
Mari duduk.
Kau tinggalkan Angkatan Udara ke klub?
Ya! Aku mengajar orang terbang.
Tapi tak ada yang ingin menyentuh langit.
Apa yang bisa kukatakan, Sakina?
Aku senang saat Gopal memujiku.
Tidakkah kau harus bicara pada Gopal?
Kau tak berpikir dia...
Tidak.
Bermain rumah-rumahan saat kecil lain...
...dengan menikah dan mengurus rumah.
Malam ini kukatakan segalanya padanya.
Selamat, Gopal, kau pengacara sekarang.
Terima kasih... Mau bergabung dengan hakim?
Kapten, kenapa sembunyi di sudut?
Aku menikmati suasana pesta ini.
Tentu, boleh kutambah minumanmu?
- Boleh aku minta minuman juga? - Sakina!
Kau tampak mempesona. - Terima kasih.
Apa yang bisa kubantu?
Tanya dulu apa yang kubawa untukmu.
- Apa itu? - Di sana.
Radha.
Aku datang untuk bersenang-senang.
Tapi dia ingin bicara denganmu.
- Bicara soal apa? - Tanyakan saja padanya.
Oh, aku lupa. Biar kuambil minum.
- Jangan merepotkan diri - Biarkan saja.
Kita punya cukup pelayan di sini.
Biarkan saja. Dia harus belajar caranya.
Dia kan akan jadi pengantin di sini.
Kau memukau malam ini. Siapa sasarannya?
Apa kabar, Radha?
Apa yang dikatakan Sakina tadi?
Dia benar... apa yang dia katakan?
Bahwa kau ingin bicara denganku.
- Selamat, Gopal - Terima kasih.
Kau terlihat cantik.
Dan Sunder? Belum datang? Aneh sekali.
- Sudah bicara dengannya? - Bagaimana? Ramai sekali di sini.
Susah bergerak.
- Aku tak melihat Sunder - Sebentar lagi dia datang.
Itu dia!
Selalu terlambat. Apa harus hari ini?
Aku hanya punya satu setelan jas.
Aku harus memperbaiki celananya.
Ingin terlihat rapi. Radha datang hari ini.
Dia di sini? Di mana?
Radha, kau harus bicara dengan Gopal.
Bagaimana jika si idiot itu di sana?
Gopal, tetaplah bersamaku.
Bagaimana jika jantungku berhenti berdetak?
Sapa dia. Aku segera kembali.
- Haruskah? - Pergilah!
Lihat, Tuan Hakim datang ke sini.
Sunder biar aku, kau jebak Gopal.
Hei, Tuan Sunder...
"Tuan?" Panggil aku Sir, aku pakai jas.
Sir Sunder, kita jarang bertemu sekarang.
Masalahnya, kita jarang bertemu sekarang.
Bicara dengan Sakina, aku kembali nanti.
Lihat?
Jadi bicara padaku.
- Soal apa? - Bicara tentang Radha.
Tentang Radha? Lanjutkan.
Kudengar kau tergila-gila padanya.
Apa berita itu sudah tersebar?
Jika kau tak keberatan, boleh bicara?
Dengan senang hati.
Kenapa tak tanya apa keinginan Radha?
No comments yet. Be the first to leave one.