最初の175行です。
Namaku Lara, putri duyung yang bangkit kembali setelah 200 tahun.
Aku kehilangan dunia laut, keluargaku,
dan cahayaku.
Aku harus temukan cinta sejati agar semua itu kembali.
Kali ini harus kuraih cinta sejati yang sebelumnya gagal.
Jadi, aku...
Aku harus cari pangeran di Shiga ini!
Aku pamit.
Aku Mari.
Kelas satu SMA Zeze Selatan.
Aku bangun pukul lima pagi untuk berlari pagi.
Aku suka tinju dan binatang peliharaanku Gon-chan.
Aku sudah menekuninya
selama 10 tahun bersama kakakku.
Aku ingin lebih...
OOTSU MARI
...kuat dari siapa pun.
Tidak kubiarkan siapa pun menghalangiku.
Pagi-pagi sudah semangat sekali.
Kak Nagahama.
Tak terkalahkan di pertandingan resmi.
Si Kilat dari Oumi, Ootsu Mari.
Tak ada manis-manisnya.
Mari!
Dasar bodoh.
Enak! Apa ini beras? Rasanya enak sekali!
Tidak usah buru-buru.
Temannya Mari makan banyak sekali.
Kamu punya nyali juga menyusul petinju terbaik di Shiga.
"Menyusul"?
Makan ini juga.
Apa ini?
Apa ini? Rasanya enak!
Bagaimana ini? Aku malah mengajak pulang duyung ini.
Kamu di rumah saja, aku akan pulang sore.
Mari!
Kamu mau ke mana?
Sekolah.
Sekolah itu apa?
Tempat berkumpul manusia.
Berapa jumlahnya?
10? Atau 20 orang?
Sekitar 60 orang.
Apa sekolah itu nama kerajaan?
Bodoh.
BUKA PINTU SEBELAH KIRI
TIGA BULAN LAGI MENUJU TURNAMEN
Lagi.
Lagi!
Aku harus... lebih kuat... dan jadi nomor satu!
Aku maklum dia masih anak kecil,
tapi ini sudah yang keberapa kali?
Sebagai orang tuanya, kamu harus mendidiknya dulu.
Gara-gara kamu sering bertengkar sama temanmu,
di rumah jadi banyak kue baumkuchen.
Bisa-bisa Ibu akan tambah gendut.
Aku suka kue baumkuchen.
Daripada baumkuchen, Ibu lebih suka anak baik yang tidak sering bertengkar.
Aku tidak salah sama sekali.
Hei, Mari, ayo bertengkar lawan Ibu.
Bertengkar?
Yang memalingkan pandangan akan kalah, yang kalah harus patuh.
Mulai!
Ibu menang!
Curang! Sekali lagi!
Tidak bisa.
Mulai sekarang kamu tidak boleh bertengkar lagi.
Ibu curang!
Yang kalah adalah yang memalingkan pandangan.
Ootsu.
Mau berapa lama lagi di sana?
Maaf, aku tidak menyadarinya.
Kamu harus patuhi peraturan.
Iya.
Apa maksud tatapanmu?
Seolah ada yang ingin kamu sampaikan.
Tidak, apa maksudmu?
Kalian tidak bisa hidup tanpa bertengkar, ya?
Kami tidak bertengkar.
Ootsu diberi latihan sama seperti kelas dua dan tiga.
Juara nasional tidak mungkin aku beri latihan seperti anak baru.
- Tapi itu saat dia SMP! - Nagahama.
Apa tugas kapten adalah memarahi juniornya?
- Bukan. - Bagus kamu sadar.
Ootsu juga salah. Kalian berdua perhatikan kondisi sekitar.
Baik.
Cinta sejati yang sebelumnya kamu dambakan
kandas karena penolakan dari sang pangeran.
Kamu harus singkirkan rasa sakit dan rasa takut waktu itu.
Maksudmu...
Maksudku, kamu harus cari pangeran baru.
Pangeran...
Benar. Carilah manusia yang kamu cintai.
Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan keluargaku.
Tapi aku takut.
Apa?
Aku takut keluar tanpa Mari...
Astaga, menyedihkan. Kamu ingin menyelamatkan keluargamu, 'kan?
Tidak ada waktu untuk ragu-ragu.
Kalau kamu bimbang...
Oh ya, minta bantuan kepada Mari saja.
Dia gadis yang keras kepala,
tapi asalkan kamu bisa menipunya, dia bisa dimanfaatkan.
Lara?
Aku tidak boleh begini terus!
Aku harus beradaptasi dengan situasi di permukaan!
Aku harus beradaptasi...
dengan dunia ini!
Aku harus lebih mengenal...
tentang manusia!
Ini... air...
Ootsu, kamu junior, 'kan?
Baru juga kelas satu, sombong sekali.
Kenapa mereka bertengkar lagi?
Masalah sarung tinjunya pakai plester atau tidak.
Apa pelatih tidak bisa melerai mereka?
TAKLUKKAN KINKI, TAKLUKKAN NASIONAL
Sebentar lagi ada turnamen, ya.
Ootsu, Nagahama, kalian berdua sama-sama ikut kelas berat, 'kan?
Hanya ada satu yang boleh ikut pertandingan.
Besok kalian akan tanding uji coba.
Di sanalah... penentuannya!
Jangan kabur.
Tidak akan.
Aku tidak sabar besok.
- Aku pulang... - Apa yang kamu lakukan?
Apa yang kamu lakukan?
Lap semua tempat yang habis kamu injak!
Baik!
Gon-chan, apa yang kamu lakukan?
Awasi dia!
Maklumi saja, dia adalah duyung.
Aku tidak peduli.
Mari!
Katanya dia butuh uang. Itu benda apa, ya?
Ada apa lagi?
Bukan apa-apa!
Dia hebat sekali, ya.
Tinggal pesan saja bisa langsung datang!
Apa yang kamu lakukan?
Aku sudah pesan kue. Kamu juga suka, 'kan, Mari?
Penyihir memberitahuku.
Dulu aku juga pernah mencobanya di permukaan.
Bentuknya aneh, ya?
TOTAL PESANAN
Kosongkan pikiran.
Aku harus kosongkan pikiran sekarang!
Jangan palingkan pandangan dari lawan!
Hajar!
PENENTUAN JUARA DUNIA
Keren, ya.
Ibu, ayo lawan aku.
Yang memalingkan pandangan harus patuh.
Tidak mau.
Ada apa?
Aku kalah.
Tidak apa-apa.
Aku ingin tinju.
Aku ingin coba tinju.
Belakangan ini kamu sering menontonnya, ya.
Mendadak sekali. Apa kamu serius?
Iya.
Kenapa tidak langsung katakan saja?
Ibu bilang lebih suka anak yang baik dan tidak bertengkar.
Mari, Ibu paling benci
anak yang memalingkan pandangan di saat penting.
Lakukan saja apa yang kamu inginkan.
Mari, jika kamu palingkan pandanganmu, kamu akan kalah.
Maaf, aku hanya ingin melihat.
Kenapa tidak segera kamu hubungi orang tua anak itu?
Bantulah anak yang tidak tahu apa-apa itu.
Iya.
Jika kamu sulit mengatakannya, biar Nenek saja yang bilang.
Jangan khawatir.
Begitu.
No comments yet. Be the first to leave one.