Buka'an 8

Buka'an 8

Indonesian 字幕をダウンロード

リリース情報

Bukaan 8 2017 NF WEB-DL
解説: Putra14
Netflix Retail.

タグ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
公開日: 2020-07-22
ダウンロード: 10
聴覚障害者向け: No

Indonesian字幕のプレビュー

最初の195行です。

Jak! 101 FM, memainkan musik terbaik di Jakarta.

Kamu masih di 101 menit musik nonstop bersama Ricky Rahim, tak pakai jeda iklan.

Jam segini, jalan Jakarta sedang lucu-lucunya. Jadi, sabar saja, ya.

Jauhi tanganmu dari klakson agar tidak semakin stres.

Agar tak makin stres, aku temani dengan lagu FSTVLST, "Ayun Buai Zaman",

cuma di Jak! 101 FM.

Halah.

Kentut.

Ah, apa, Alam?

Aku jadi nafsu.

Partai Anda ikut bertanggung jawab.

Bancakan uang asing.

Mencoret transfer ilmu dari kontrak.

Anda dan rezim lama adalah tukang eksploitasi.

#TertibNalar.

Politikus yang bangun karier dari catut uang spanduk partai memang kecil otaknya.

Itu tadi bisa dianggap ujaran kebencian.

Hati-hati. Ada UU ITE.

Langsung bawa-bawa undang-undang ITE.

Kamu pengecut!

Hajar, Lam! Dia dongok!

- Aku di belakangmu! - Lam, mobil depan sudah maju.

Kamu menyetir dahulu bisa, tidak?

Iya, Sayang. Maaf.

Kamu lagi menyetir. Istrimu lagi kontraksi. Kamu mau main ponsel terus?

Iya, Sayang.

Kamu mau aku melahirkan di mobil?

Orang seperti Faisal ada banyak, Sayang.

Selalu pihak asing yang dituduh merampok. Padahal, kita yang nalarnya tak bekerja.

Mentalnya korup. Maka dari itu, ini penting.

Aku harus beri komentar.

Lam, ada yang lebih penting.

Anggaran kita bagaimana, Lam?

Kamu yakin mau di Rumah Sakit Siloam?

Kita tidak di Klinik Asri saja?

Sepertinya uang kita lebih terkendali di situ, Lam.

- - Menyetir harus pakai otak! Bodoh!

Eh, kamu yang bodoh! Wah, gila.

- - Woi!

Apa?

Itu tadi. Kamu tidak melihat aku disebut bodoh?

- - Main tendang-tendang mobil.

Kamu menyetir saja!

Kamu sedang apa? Malah mengurusi motor.

Yang, biar pun cuma punya penerbitan independen dan blog idealis,

aku ini calon Bapak ganteng yang tahu prioritasnya.

Ah, kamu malah bercanda.

Karena kamu bawel sekali.

- Alam... -

- Eh! - Aduh!

Sudahlah, menyetir saja.

Aduh, lama-lama, aku bisa melahirkan di mobil. Sungguh.

Sebelum turun, janji dahulu.

- Terima kasih. - Oke.

Semua akan baik-baik saja. Ya?

Iya, Lam.

- -

Panggilan kepada Dokter Rivan. Ditunggu di ruang UGD sembilan.

Panggilan kepada Dokter Rivan. Ditunggu di ruang UGD sembilan.

- Yang… - Ya?

Tolong atur kursinya. Agar aku bisa bersender.

- - Aduh...

- Ini sudah? Awas! Sudah? Sudah nyaman? - Aduh!

- Sudah, sudah. - Hmm?

- -

Jangan menggunjingkan orang lain soal tanggung jawab...

kalau kamu masih mencatut pekerjaan orang lain dengan penerbitan tak bermutu.

Tanpa margin, ya, Sobat? Aku kira progresif, ternyata mencuri.

Kenapa bajumu terbalik?

Tak sempat memikirkan baju. Kamu teriak, "Kontraksi," pikiranku ke mana-mana.

Lagi pula, kata orang Cina, artinya mau dapat rezeki.

Amin, Lam. Amin.

Zee Zag pasti sedih.

Pemikirannya disebar secara munafik.

Sementara penerbitku, Kalam Vortex,

sedang erusaha beli hak ciptanya secara legal.

Atas nama kebebasan informasi,

penerbitan tanpa margin hadir.

Tingkatannya memang bukan di kotak sempit logika korporat informasi.

Kamu ini.

Lho? Kamu juga main ponsel.

Aku tidak main ponsel. Aku ini bekerja.

Bukan berkelahi di Twitter seperti kamu.

- Untuk bayar ini, Lam. Sudahlah. - Antrean nomor 314.

- Nomor 314, silakan maju. -

Kalau memang maling, ya, maling saja.

- Tak usah pakai bahasa canggih. - Lam!

- Seperti politikus korup saja. - Nomor kita!

Fokus, Lam!

Oke.

Bagaimana ini?

Susah bicara tanggung jawab dengan orang yang untuk menikahi pacarnya saja,

harus dihamili dahulu. #GagalPaham .

Otak @amrinpasaribu memang tak akan pernah paham.

Restu harus direbut.

Eh, Mbak.

- Ya. - Ya.

- Paket melahirkan normal VIP. - Oke.

Ini brosurnya. Ini KTP saya.

- Diisi dahulu. - Ya.

Senyum dahulu, ya, Mba?

Senyum.

Terima kasih.

Yang jelas, aku bisa bawa istriku untuk melahirkan di rumah sakit layak.

Tidak sepertimu. Di bidan. #Kalem . #TanggungJawab .

Sari, kamu sedang apa di sini?

Mencari Pokemon. Ya, menyusul kamu!

- Kamu baik sekali. - Kamu sendirian di sini?

Tidak, Alam di situ. Sedang mendaftarkan kamar.

Oh, maling teriak maling, ternyata, si @alamerdeka ini.

- Pak... - Sebentar.

Tong kosong memang nyaring bunyinya.

- Pak? - Sebentar, sebentar.

Ah, itu salah yang memukul tongnya, Mas.

Pak, saya sudah hitung dua kali. Sepertinya uangnya kurang, Pak.

Kurang bagaimana, Mbak?

- Kurang. - Tujuh juta, bukan?

Diskon ulang tahun rumah sakit ini?

Iya, bukan? Sini, biar saya bantu hitung uangnya.

Diskonnya sudah tidak berlaku lagi.

Sejak kapan? Diskon itu berlaku selama sebulan.

Ya, sejak hari ini.

- Bulan baru. -

Hari ini tanggal berapa? Tanggal 30, Mbak.

Ini. Seratus...

Pak? Pak, ini bulan Februari.

Biarpun tahun ini juga tahun kabisat, tetap cuma sampai tanggal 29.

Kalau VIP,

semuanya kembali jadi 20 juta.

Apa Bapak mau diskusi dahulu dengan istrinya...

Istri saya tidak tahu soal ini!

Mati aku.

Yang, sini.

Lihat. Lihat, Sari sudah membawakan perlengkapan.

Ini. Selimut,

perlak.

Sudah, kamu tidak harus balik ke ITC nanti. Berterimakasihlah.

Aku salat Jumat dahulu, ya.

Tumben sekali kamu salat Jumat.

Orang bisa berubah.

Iya, bukan? Aku akan jadi Bapak.

Terima kasih, ya.

Iya, iya, dia mau berubah.

Semoga istikamah, kalau kata orang-orang.

Kenapa kamu seperti itu?

Aduh, mau cari uang di mana lagi?

Gila, ya.

Ini lagi. Parkir sembarangan.

Oh, mentang-mentang RFS,

bisa parkir sembarangan?

Sedangkan aku, yang istrinya lagi hamil, parkirnya jauh.

- -

@alamerdeka, saya menuntut Anda minta maaf secara terbuka

dan menarik semua fitnah Anda.

Ada-ada saja.

Sepertinya aku harus kembali ke kantor.

Sekarang juga?

Mm-hmm. Sudah dikirimi pesan Whatsapp. Kalau bisa, nanti sore aku ke sini lagi.

- Dah. - Dah. Terima kasih, Sar,

Kabari aku.

Iya.

Sayang, tunggu dahulu, ya.

Nanti dahulu.

- Sudah? - Jangan lama-lama.

- Ya. - Tasnya taruh di sini, tidak?

Jangan kabur, @alamerdeka. Nanti, somasi saya yang mengejar.

Anjing! Bangsat! Siapa yang kabur?

Astagfirullah!

Astagfirullahaladzim, Pak. Anjing saya belum dikasih makan.

Sudah kontraksi?

Tadi sudah, tapi lagi berhenti sekarang.

Tadi pagi tidak hubungan dengan suami?

Hah?

Begini.

Tidak.

Itu induksi alami paling bagus. Tahu, tidak?

Enak, lagi.

- Si Ibu tidak percaya. -

- Halo, Alam? - Pak Fuad?

Ini bukan menginjak kamu!

- Lama-lama saya injak kamu! - Sabar, Pak.

- Jangan terburu-buru, Pak. - Sabar, sabar...

- Ada yang namanya hidup santai. - Santai? Jantungmu kubuat tenang!

- Astagfirullahaladzim. - Ada apa?

Pak, sekarang saya lagi salat Jumat.

Saya ingin mengejar barisan depan supaya

- dapat pahala unta. Nanti telepon lagi. - Untamu!

- Assalamualaikum. - Ya, sudah! Wa'alaikumussalam.

Auratmu itu! Tutup!

Ada-ada saja. Salat dengan baju terbuka.

- Terima kasih, Pak. - Ya.

Aku sedih kehidupan pribadi kita jadi bahan omongan orang-orang.

Kamu juga. Sudahlah. Lepaskan soal buku itu ke Amrin.

Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh.

Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

コメント

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left