最初の200行です。
[Ini cerita fiktif. Semua tokoh dan peristiwa tidak berhubungan dengan dunia nyata]
[Adegan yang melibatkan anak-anak dan hewan direkam secara aman]
[Pertandingan Korea Selatan vs. Jerman Tahun 2018]
Republik Korea!
Republik Korea!
[Korea! Biarkan sorakan kemenangan bergema!] Republik Korea!
Para pencopet memanfaatkan keramaian Piala Dunia di alun-alun!
Pencopet! Pencopet!
Meski aku menyukai sepak bola, aku bukan datang bersenang-senang.
Siapa yang tahu?
Mungkin saja aku bisa mendapat foto untuk sketsa polisi, bukan?
Aku sudah memasang umpan yang sangat sempurna.
Aku tutup dulu.
Hei, kau yang memakai topi merah, berhenti!
Yang itu palsu.
Yang asli, yang penuh dengan uang tunai, adalah yang ini.
Sial!
Sial!
Kalau tidak mau difoto, setidaknya izinkan aku melakukan wawancara!
Pria tua itu melarangku muncul ke publik untuk sementara waktu.
Kau tahu aku selalu menuruti penyokongku.
Hei, katanya kurir yang meninggal itu duda yang punya anak.
Astaga, dari begitu banyak orang, kau malah menabrak seseorang seperti itu?
Hei, apa maksudmu?
Seluruh bagian depan dari mobil kesayanganku yang harganya 300 juta won itu hancur.
Aku yang menjadi korban.
Hei, kita mencetak gol! Kita mencetak gol!
Astaga, terus kenapa?
Halo?
Astaga, hal-hal sialan ini benar-benar membuatku sangat kesal.
Oh, itu Korea Bodoh, dasar para bajingan!
Pertemuan selesai.
Sudah selesai?
Akhirnya selesai.
Santai sedikit, anak baru.
Kau bisa memijat kakimu yang kram itu.
Apa? Aku bukan gugup atau semacamnya...
Pertemuan itu isinya separuh menunggu.
Jadi, apa yang kita butuhkan?
Daya tahan.
Aku harus melatih kekuatanku.
Kerja bagus, Bu Yoo.
Kerjamu juga lumayan bagus.
Aku sudah bisa pergi dengan tenang.
Apa?
Pergi? Ke mana? Siapa yang akan pergi?
Kinerja pertemuan pertamamu luar biasa. Kerja bagus.
Turunlah lewat tangga darurat menuju lantai satu.
Keluar lewat Gerbang 3, lalu berbaur dengan kerumunan.
Baiklah.
Namun, kau tidak bisa menonton pertandingan sepak bola. Apa itu tidak masalah?
Aku tidak tertarik dengan hal itu.
Oh, ya? Itu langka.
Kau juga tidak tertarik dengan itu.
Karena itulah kau menjadwalkan pertemuan di hari seperti ini.
Hei, itu karena ini hari yang baik untuk mengadakan pertemuan.
Namun, Bu Yoo,
apa kau tertarik pada hal lain selain pada pekerjaan?
Apa kau mendeteksi adanya pergerakan sekarang?
Di daerah tangga darurat.
Apa?
Tidak ada.
Selain di kantor keamanan, seluruh gedung ini kosong.
Kalau begitu, coba putar ulang dan lihat apa ada yang kita lewatkan.
Dimulai sejak aku naik.
Apa ada masalah?
Beri tahu aku kalau kau sudah menemukan sesuatu.
Bu Yoo.
Ada dua pria yang berlari masuk lewat Gerbang 3 sekitar sepuluh menit yang lalu.
Kelihatannya, mereka kejar-kejaran.
Mereka satu per satu memasuki tangga darurat.
Lima menit kemudian, hanya pria pertama yang keluar dari sana.
Mereka terlewat olehku.
Maafkan aku, Bu Yoo.
Oke. Awasi terus.
Namun, apa...
Seharusnya kau lebih hati-hati.
Ya, ada yang pingsan dan kepalanya berdarah
di tangga darurat Menara King lantai lima.
Sepertinya dia akan mati kalau kalian tidak segera sampai di sini.
Kalau kau bisa, usahakan untuk bertahan hidup.
Sepertinya mereka juga memenangkan pertandingan sepak bolanya.
Hari ini cukup satu korban saja.
Biar kulihat.
Aduh, kenapa?
Diam dulu.
- Sebentar, kenapa? - Biar kulihat dulu.
Oh, yang benar saja. Kenapa?
Kelihatannya kepalamu masih menempel.
Apa kau sudah tidak waras?
Oh, iya, aku sudah bisa berjalan mulai hari ini.
Hei, hei! Hei!
Ini terasa aneh.
Kau seharusnya menelepon polisi kalau melihat pencopet.
Kenapa kau malah mengejarnya, Bajingan?
Sepertinya kakiku kram.
Kenapa kau selalu menceramahiku soal hal yang sama tiap kali kau mengunjungiku?
Itu sangat mengesankan.
Aduh, aku tidak mau mendengarnya lagi.
Memangnya ini lucu bagimu? Kau masih sanggup tertawa?
Kau baru bangun setelah empat bulan, dasar bajingan gila.
Kenapa kau tega sekali memanggil pasien cedera kepala dengan sebutan 'gila'?
Oh, iya.
Kau masih belum menangkap pelaku yang memukulku dari belakang, bukan?
Jangan coba-coba menangkapnya sendiri.
Memangnya kenapa?
Karena sepertinya kau sungguhan akan membunuhnya kalau berhasil menangkapnya.
Tentu saja. Aku pasti akan membunuhnya.
Kau benar-benar...
Hei.
Apa kau tahu penembak runduk Kingfisher
berada di atap tempat kau pingsan waktu itu?
Itu dia. Oh! Sangat disayangkan.
Aku pasti bisa bertemu Kingfisher seandainya kepalaku tidak pecah.
Mungkin saja.
Sebagai gantinya, akan ada lubang di kepalamu itu.
Itu pencemaran nama baik bagi Kingfisher.
Kenapa? Karena aku ini warga yang tidak bersalah.
Entah kau termasuk beruntung atau sial...
Aku khawatir sekali wanita macam apa yang akan membawamu pergi.
Manajer Yoo, kau tidak perlu mengunjungiku terus. Aku jadi segan.
Sakit bukan keadaan yang bisa dibanggakan.
Kau cedera saat menjalankan tugas.
Bagaimana keadaanmu?
Mungkin karena usiaku semakin tua. Tulangku tidak cepat pulih.
Oh, aku pasti merepotkan kalian, ya?
Semua orang khawatir padamu.
Kau tahu kau harus hati-hati dengan komplikasi pasca-kecelakaan, 'kan?
Kalau begitu, ini...
Sial.
Ini enak sekali.
- Yang ini? - Iya.
Oh, omong-omong,
Katanya, anak baru itu lumayan lihai.
Ya, setelah Asisten Manajer Son berhenti,
aku sempat takut tidak bisa mengisi kekosongan sebesar itu.
Namun, sekarang aku sudah lebih lega.
Kekosongan yang kau tinggalkan bahkan lebih besar, Direktur.
Cepat sembuh dan segera kembali.
Aku tidak bisa pergi dengan tenang sebelum kau kembali.
Manajer Yoo, apa kau sudah benar-benar yakin?
Apa kau benar-benar mau berhenti?
Sepertinya aku jenuh.
Ya. Aku bisa memahami itu.
Katanya, orang biasa pun bisa jenuh setelah sepuluh tahun bekerja.
Selama ini kau bekerja tanpa henti. Wajar saja kalau kau jenuh.
Benar, 'kan?
Selain itu, ini juga bukan pekerjaan biasa, bukan?
Mau dikerjakan sebanyak apa pun, ini tidak akan ada habisnya.
Dunia juga tetap akan sama saja.
Aku memahami perasaanmu.
Manajer Yoo.
Apa kau bisa mempertimbangkannya sekali lagi?
Kau tidak perlu menghadiri pertemuan di lapangan untuk sementara waktu.
Santai saja dulu, oke?
Sebentar!
Ayo turun. Cepat.
Astaga, pelan-pelan!
Kenapa?
Hah? "Kenapa?"
Oh, kenapa...
Karena hidup itu berharga?
Maksudku adalah
aku menyadari beberapa hal setelah hampir mati baru-baru ini.
Maksudku...
Melihat langit, menyaksikan daun-daun berubah warna membuatku merasa,
"Wah, aku senang aku masih hidup."
"Senang bisa hidup."
Bercanda dengan teman-teman, diomeli keluarga...
Mencemaskan hal-hal sepele seperti,
"Mau makan apa hari ini?" atau "Besok mau pakai baju apa?"
Kehidupan sehari-hari yang biasa itu berharga. Itu sangat berharga.
Jadi...
Kuharap kau tetap hidup dan jangan mati.
Kau bilang hidup itu berharga, tetapi kau malah merokok,
terutama setelah hampir saja mati?
Bukannya itu agak berlebihan?
Ini bukan punyaku. Aku menemukannya saat dalam perjalanan...
Jaga dirimu.
Nikmatilah hari demi hari dari kehidupanmu yang biasa itu.
Hei!
Apa kita sudah pernah bertemu?
Belum.
Aku yakin aku pernah melihatmu sebelumnya.
Suaramu bahkan terdengar familier bagiku.
Oh, maafkan aku. Aku...
Aku baru saja cedera kepala, jadi kurasa aku sedikit linglung.
Ingatanku pasti akan pulih setelah sembuh total, 'kan?
"Kwon Tae Seong."
Dia bekerja untuk outlet berita daring.
Aku sudah mencari beberapa artikel lamanya.
Dia berfokus pada keadilan sosial,
dan melindungi kaum yang lemah.
Zaman sekarang, wartawan sepertinya sudah lumayan langka.
Namun, ada apa dengannya?
Hanya untuk berjaga-jaga, sebagai tindakan pencegahan. Teruskan.
Apa ini yang membuatmu tertarik padanya?
Setiap artikel tentang Kingfisher di media ini ditulis olehnya.
Aku sudah membaca sekilas.
Dia tidak terlalu.
No comments yet. Be the first to leave one.