最初の200行です。
Alex!
Alex.
Alex.
Alex.
Alex!
Alex!
Alex.
Alex!
Kirsten!
Alex.
Alex.
Alex!
Ayolah.
Ayolah.
Liga Curling Michigan
Hai.
Hai.
Hai. Aku masih belum tahu siapa namamu.
- Apa kau tahu... - Buku ini...
Buku ini...
Dimulai dengan Bandana Merah.
Kau tahu Bandana Merah?
Sedikit.
Kau tahu cara mereka merekrut anggota?
Mereka hanya mengejarku atau aku membunuh mereka.
Bandana Merah itu bukan bandana merah, itu kain berdarah.
Jenis yang dahulu kau lihat bertebaran.
Jenis yang membuat orang-orang batuk hingga hampir mati.
Itu membawa kita ke inti cerita...
Aku kehilangan si bayi.
- Astaga. - Aku sedang membaca buku.
Aku tidak bisa menemukannya.
Kau kehilangan bayinya.
Astaga.
Halo, Alex.
Hai.
Dia suka kabur.
Mungkin ganti popoknya?
- Ini. - Baiklah.
Hai.
Pokoknya...
Bandana Merah sudah mati.
Malam ini, kami akan menampilkan The Tempest...
Untuk Jurusan Bahasa Inggris Pingtree.
Dunia yang aneh, bukan?
Kali terakhir aku datang ke tempat ini...
Hanya ada batuk dan senjata.
Kau tahu apa yang kukatakan saat masuk ke ruangan ini?
Kubilang, "Ini seharusnya teater.
Kita bisa menetap di sini, membuat karya seni...
Tetap aman dan berhenti berlari."
Hai.
Hai, Alex.
Apa kabar?
Maaf.
Perhatianku teralihkan.
Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi.
Aku akan membuang buku itu.
Maaf.
Namaku Kirsten.
Akhirnya, kita tahu namanya.
Alex!
Kirsten!
Apa yang terjadi?
Mereka mencuri ranjau.
Di rumah, Kirs.
Apa yang terjadi?
Sang Nabi...
Membunuh Gil.
Kenapa dia membunuh Gil?
Dia mengirim anak-anak kembali.
Mereka memasang ranjau di dada.
Aku...
Aku berusaha menghentikannya.
Kirs, lenganmu.
Astaga.
Terima kasih.
Dia mungkin menahan Alex.
Hei, kurasa kau syok.
Kita harus kembali sekarang juga.
Kita di sini sendirian.
Ada kebakaran.
- Hei! - Ada kebakaran.
Ini Dieter.
Ini S.
Di Sini S Beristirahat
Di Sini Kirsten Raymonde Beristirahat
Dia...
Dia akan membunuh Simfoni Berkeliling.
Kau baik-baik saja?
Jika itu SPBU...
Itu titik kumpul para musisi.
Aku mencemaskan Kirsten.
Sarah juga.
Bantu dia.
Sarah, kau ikut.
Hei.
Ada mayat?
Tidak.
Kurasa tak ada mayat lagi.
Ini.
Coba ini.
Kau bisa lihat?
- Apa itu penting? - Sarah.
Jangan konyol. Tinggallah beberapa hari lagi.
Itu terlalu berbahaya.
Monster ini jelas ada di dekat sini.
Kita akan terhubung kembali dengan orang-orang kita.
Cari kereta kuda kita.
Dan melanjutkan hidup.
Kita masih kehilangan Kirsten, Sayid, dan Alex.
Alex tidak hilang.
Dia menangis semalaman denganku.
Ini dia.
Dia bilang mau jalan-jalan, tapi terlempar kuda.
Kuda Kirsten.
Astaga.
Kirsten dan Sayid akan menemui kita di persimpangan.
Seperti yang lain.
Kita kehilangan seseorang semalam.
Setidaknya tak ada mayat.
Di sana.
Mereka datang ke sini.
Ya, dan dua orang hilang. Itu kita.
Artinya Alex bersama mereka. Kau lihat? Semua baik, Kirs.
Kau tak melihat yang ada di belakang kita?
Berapa banyak Yesus yang kita temui selama ini, Kirs?
Tidak. Dia berbeda...
Ini salahku.
Itu bukan salahmu.
Anak-anak itu dicuci otak. Mereka teroris.
- Bukan itu maksudku. - Jadi, apa maksudmu?
Aku melakukan ini, paham?
Aku menikamnya di Saint Deb's.
Dia tidak mati.
Dia ada di kepala Alex.
Alex bukan anak kecil.
Dia tidak jatuh cinta dengan pemimpin kultus.
Jangan bingung.
Aku akan merasa lebih baik saat dia mati.
Aku juga tak bingung.
Kau tahu kita harus menunggu di sini, bukan?
Kalau begitu, tetap di sini!
Aku akan kembali sebelum malam.
Mereka akan segera datang.
Kapten, aku ingin kau melakukan tugas yang mustahil
Jeevan!
Hei! Hei, Kawan-kawan!
Kemarilah. Di bawah sini kering.
Ayo.
Hei!
Hei!
Ayo.
Ya!
Alex, sudah kuduga kau akan baik-baik saja.
Kirsten mengira kau bergabung dengan kultus itu.
Aku sudah di dalam kultus.
Di mana dia?
- Apa yang terjadi? - Apa-apaan ini, Sayid?
Dia pergi untuk membunuh pria itu. Sang Nabi.
Kenapa kau membiarkannya pergi?
Seperti itulah Kirsten.
Sialan, Sayid!
Para musisi akan segera datang.
Kirsten bilang akan kembali saat malam.
Kau butuh bantuan?
- Kau baik-baik saja? - Kau tak apa?
Kau baik-baik saja?
Kirsten bilang kau berencana menemui Sang Nabi?
Ya, benar.
Tapi tenang, dia menikamnya.
Di Saint Deborah.
Kau sudah berterima kasih kepadanya?
Karena pria itu menggunakan tentara anak-anak.
- Halo. - Halo!
Ya. Aku akan baik-baik saja.
Halo.
Halo. Maafkan aku.
Maaf mengganggu.
Kami berhasil menonton...
Pertunjukan orkestramu semalam...
Di kaki bukit. Di Nuevo Santiago.
Siapa kalian?
Aku dan rekanku.
Teman-temanmu dalam perjalanan ke Museum Peradaban.
Mereka menerima tawaran kami.
- Sial. - Ya.
Kami sangat ingin...
Kalian memainkan Shakespeare untuk kami.
Museumnya nyaman.
Hangat. Tempat untuk beristirahat.
Maksudku, ada bahaya konyol.
Banyak yang bisa salah di sini.
Bagaimana kabar Simfoni?
Vlad...
Vlad banyak mengeluh.
Ya.
- Ya. - Kurasa ini ide bagus.
- Luar biasa. - Ayo.
Ayo. Ikuti aku.
No comments yet. Be the first to leave one.